04 Juli 2015

Charlie and the Great Glass Elevator

Sampul
Judul : Charlie dan Elevator Kaca Luar Biasa
Judul Asli : Charlie and the Great Glass Elevator (Charlie Bucket, #2)
Pengarang : Roald Dahl
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tahun : 2010
Dibaca : 2 Juli 2015
Rating : ★★★★

"Kaulihat tombol hijau ini. Aku harus memencetnya pada saat yang sangat tepat. Kalau aku terlambat setengah detik saja, kita akan terbang terlalu tinggi!" (hal.16)

Juli tiba! Aku memulainya dengan buku ini; buku ke sekian karya Roald Dahl yang kubaca. Aku masih kagum bagaimana penulis memiliki banyak hal untuk ditulis menjadi karya-karya yang menduniayang diterima dunia. Apalagi kesemuanya berhubungan dengan anak-anak, bukan hal mudah menulis untuk anak-anak, karena kau harus tahu slahnya agar mereka tertarik membaca karya-karyamu.

30 Juni 2015

Flip-Flop

Sampul
Judul : Flip-Flop
Pengarang : Rido Arbain, Ratna Rara
Penerbit : Elex Media Komputindo
Tahun : 2015
Dibaca : 29 Juni 2015
Rating : ★★★

"And then, they were misuh-misuh for a long while." (hal. 46)

Ada beberapa alasan aku membeli buku ini. Alasan pertama: aku kenal salah satu penulis buku ini, walaupun baru kenalan beberapa waktu lalu. Terus kita jadi dekat tapi gak sampai menjalin hubungan khusus. Masalahnya, penulisnya sejenis denganku. Dan awalnya aku minta buku ini langsung dari penulisnya, sampe bikin kode via twitter juga. Tapi si penulis tidak peka. Jadi aku beli buku ini.

Alasan kedua: blurb tentang LDR yang sepertinya sering terjadi pada mereka yang sedang pacaran. Yang jomblo sih gak perlu tau apa itu LDR. Aku pernah gak jomblo, serius deh. Aku pernah mengalaminya sendiri dan tidak berakhir bahagia. Nyatanya, kenyataan berbeda dengan pernyataan kan? Jadi aku beli buku ini.

Alasan ketiga: hari minggu lalu ada promo potongan harga dalam rangka HUT salah satu koran harian. Tentu saja, sebagai buruh pabrik yang gajinya hanya cukup beli makan dengan lauk ayam bakar tiga kali sehari dan sebagai manusia yang tak pernah merasa cukup, aku mengambil kesempatan emas ini. Jadi aku beli buku ini.

26 Juni 2015

Januari: Flashback

Sampul
Penerbit : Grasindo
Tahun : 2015
Dibaca : 24 Juni 2015
Rating : ★★★

"Aku tidak mau lagi sendirian. Aku tidak mau lagi merasakan penolakan. Aku butuh seseorang. Aku butuh kamu, Gara." (hal. 125)

Aku mendapatkan buku ini ketika perayaan ulang tahun BBI yang ke-4 di Blok M. Salah satu penulisnya, Mput alias Petronela Putri, adalah member BBI dan dia menjadi koordinator sekaligus pembicara pada acara tersebut. Aku senang pada akhirnya Mput memberiku salah satu karyanya. Dia berpesan padaku untuk menebak sudut pandang siapa yang dia tulis. Sedikit ragu, karena aku belum pernah membaca karyanya yang lain sebelum ini. Tapi akan kucoba tebak.

***

Malam tahun baru pada Januari 1980 terjadi kecelakaan maut yang menewaskan sepasang suami-istri. Pasangan yang menggunakan motor itu tertabrak sebuah mobil yang untungnya—celakanya—empat orang di dalamnya tidak meregang nyawa. Empat orang yang pada malam itu sedang dalam jalan pulang setelah merayakan malam pergantian tahun. Empat orang sahabat karib.

Pada malam tahun baru meriah berpuluh-puluh tahun kemudian terjadi sebuah tragedi hebat. Satu dari empat sahabat itu meninggal secara tragis. Arumi, Era, dan Alana kemudian mendapatkan teror tak jelas. Tanpa disadari, tragedi masa silam kembali kepada mereka berempat; mengharuskan mereka bertigagenerasi selanjutnyamelakukan kilas balik dengan satu pertanyaan besar: apa yang sebenarnya terjadi pada 1 Januari 1980?

21 Juni 2015

Kata Kota Kita

Sampul
Judul : Kata Kota Kita
Pengarang : 17 Penulis Gramedia Writing Project Batch 1
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tahun : 2015
Dibaca : 21 Juni 2015
Rating : ★★★

Buku ini adalah hadiah giveaway yang diselenggarakan oleh salah satu penulis cerpennya, Utha alias Tsaki Daruchi. Sebenarnya sudah sejak Maret buku ini berada di rumah, tapi karena banyak timbunan lain yang lebih memikat, aku baru bisa menyelesaikannya sekarang.

Merupakan kumpulan cerpen 17 penulis Gramedia Writing Project (GWP) yang diselenggarakan oleh penerbit tersebut untuk mencari bakat-bakat menulis terpendam dari seluruh penulis di Indonesia. Kurang lebih seperti itu. Buku ini menonjolkan setting tempat sebagai tema utama. Seberapa menarikkah buku ini? Berikut ulasan singkat dari setiap cerpen di buku ini. Ada 17 lho!

***

Ora - Ayu Rianna
(2/5)

Cerpen pertama. Aku bertanya-tanya kenapa cerpen ini ditaruh paling pertama. Setelah kutelisik, ternyata cerpen diurutkan sesuai abjad penulisnya. Latar Ora masih belum terasa untuk kumpulan cerpen yang katanya menonjolkan latar kota. Cerita romensnya sebatas cowok yang terlalu mendesak cewek masa lalunya yang sudah menikah untuk kembali ke Jakarta. Move on dong, Mas.

20 Juni 2015

Wedding Rush

Sampul
Judul : Wedding Rush
Pengarang : Jenny Thalia Faurine
Penerbit : Elex Media Komputindo
Tahun : 2015
Dibaca : 20 Juni 2015
Rating : ★★

"Tidak semua orang turut berbahagia atas pernikahanmu. Dan maaf, aku adalah salah satu di antara orang-orang itu. Atau mungkin justru akulah satu-satunya." (hal. 264)

Ini pertama kalinya aku membuat ulasan dari buku yang tidak kuselesaikan. Begini, aku sebenarnya sangat ingin menyelesaikan buku ini. Tetapi setiap kali membuka buku dan membaca beberapa paragraf, aku merasa tidak nyaman membacanya. Bukankah membaca adalah kegiatan mengisi waktu luang yang berarti kita harus merasa rileks dan nyaman ketika membaca?

***

Empat sahabat. Dua pria dua wanita. Mereka berada dalam keadaan di mana terdapat cinta segi-empat di antara mereka dan sepasang dari mereka sudah menikah. Rajata dan Resita-lah yang sudah menikah. Padma dan Daka nama dua yang lain. Padma meninggalkan Indonesia dengan alasan sebenarnya tidak menyetujui pernikahan Rajata dan Resita. Bagaimana bisa setuju jika pria yang dicintainya itu menikah dengan orang lain: apa lagi sahabatnya sendiri?