16 Februari 2015

Trash

Sampul
Judul : Anak-anak Pemulung
Judul Asli: Trash
Pengarang : Andy Mulligan
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tahun : 2012
Dibaca : 13 Februari 2015
Rating : ★★★★★

Sejak membaca judul dan membuka halaman pertama, aku tahu buku ini bakal bagus untukku. Dan benar saja. Beberapa halaman memang berisi paragraf panjang, tapi tak membuatku lelah dibuatnya karena ceritanya meluncur bagai air sungai, deras dan berisi. Konfliknya sederhana tetapi membuat pembaca membayangkan apa yang akan terjadi selanjutnya, setelahnya.

***

Tiga anak laki-laki hidup di Tempat Pembuangan Akhir di Behala. Maksudnya "hidup" di sini adalah tinggal, makan, dan bekerja di tempat itu. Dua dari mereka—Raphael dan Gardo—memang sudah berteman sedari kecil. Mereka menemukan barang misterius; sebuah tas.

14 Februari 2015

Winnetou II Part I

Sampul
Judul : The Wild West Journey: Old Death
Judul Asli: Winnetou II
Pengarang : Karl May
Penerbit : VisiMedia Pustaka
Tahun : 2014
Dibaca : 8 Februari 2015
Rating : ★★★

Akhirnya selesai juga, setelah khawatir dengan paragraf panjang dan margin yang rapat.

Aku menyelesaikan buku ini hampir satu bulan. Yup. Berbanding terbalik dengan jumlah halaman buku yang hanya 150 lebih sedikit. Mungkin karena aku masih belum bisa menikmati setiap paragraf panjangnya yang bahkan dalam satu halaman hanya ada satu paragraf. Mungkin juga karena buku ini hanya terdapat dua bab. Sekali lagi: dua bab. Jadi, setiap babnya ada 70 halaman yang membuatku bingung bagaimana dan di mana aku berhenti sejenak untuk bernapas.

Terlepas dari hanya-dua-bab-dalam-satu-buku yang membuatku sedikit tidak tahan, aku menikmati petualangannya. Buku ini merupakan paruh pertama dari buku Winnetou II yang dikarang oleh Karl May. Dan aku masih takjub dan bertanya-tanya, mungkin saja penulis menggunakan pintu ajaib untuk, paling tidak, sedikit saja menilik bagaimana keadaan Amerika pada saat itu. Sungguh cerita yang mengagumkan.

11 Februari 2015

Saman

Sampul
Judul : Saman
Pengarang : Ayu Utami
Penerbit : KPG (Kepustakaan Populer Gramedia)
Tahun : 2014
Dibaca : 9 Februari 2015
Rating : ★★★

“Ketika kami meninggalkan tempat itu, saya melihat si lelaki berkacamata mencopot singletnya, dan memakainya untuk melap keringat. Mula-mula di leher, lalu di ketiak, dan di dadanya yang telanjang.” Laila (hal. 11)

Aku mendapatkan buku ini pada saat Book War IRF, Desember tahun lalu. Sepertinya aku beruntung karena kondisi bukunya yang masih mulus bersegel. Dan lebih beruntung lagi karena buku ini karya penulis kenamaan, Ayu Utami, si penulis cantik kontroversial, katanya.

08 Februari 2015

Happily Ever After

Sampul
Judul : Happily Ever After
Pengarang : Winna Efendi
Penerbit : GagasMedia
Tahun : 2014
Dibaca : 4 Februari 2015
Rating : ★★★★

Novel lokal pertama yang kubaca pada tahun 2015. Hore! Jarang-jarang aku membaca novel karya penulis pribumi pada awal-awal tahun seperti ini. Dan aku terkesan dengan tata bahasanya yang rapi dan indah.

Yang aku tahu, bahasa yang digunakan dalam novel oleh penulis lokal terdiri atas dua macam yaitu bahasa baku dan bahasa sehari-hari. Bahasa baku digunakan sebagai bahan narasi sedangkan bahasa sehari-hari atau bisa disebut bahasa gaul digunakan pada dialog. Contoh: “tidak” (bahasa baku) dan “nggak” (bahasa sehari-hari); “menulis” (bahasa baku) dan “nulis” (bahasa sehari-hari).

07 Februari 2015

Stolen Songbird

Sampul
Judul : Negeri Troll yang Hilang
Judul Asli : Stolen Songbird (The Malediction Trilogy, #1)
Pengarang : Danielle L. Jensen
Penerbit : Fantasious
Tahun : 2014
Dibaca : 31 Januari 2015
Rating : ★★★

“Mati adalah hal yang mudah untuk dicapai, tanpa kesukaran dalam penderitaannya. Menjalani hiduplah yang menyulitkan, membutuhkan kerja keras tiada akhir; dan terlepas dari segala upaya seseorang, kehidupan bisa direnggut dalam sekejap.” (hal. 471)

Aku direkomendasikan oleh beberapa teman untuk membaca buku ini. Yah walaupun tidak jelas bagian mana yang cocok buatku di dalam buku ini, tapi aku tetap membacanya. Beruntung aku tidak perlu merogoh kocek karena buku ini kudapatkan dari seseorang sebagai tanda perpisahan.