26 Agustus 2014

Alif's Final Decision

Sampul
Judul : Rantau 1 Muara (Negeri Lima Menara, #3)
Pengarang : A. Fuadi
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tahun : 2013
Dibaca : 25 Agustus 2014
Rating : ★★★★

Kutipan dari halaman 164 di atas sampai aku buat catatan di gadgetku, kukicaukan pada penulis dan penulis hanya merespon "hehe" saja. Entah apa maksudnya. Dari kutipan itu pulalah aku kembali dibuka mata hatinya untuk tidak sembarang bilang cinta pada perempuan bahkan bergonta-ganti pacar. Itu juga yang sedang aku alami saat ini. Mungkin karena sembarangan, aku merasa tidak menikmati hal itu.

Ini yang pertama dari sekian banyak pelajaran-pelajaran hidup yang aku ambil.

***

Alif kembali seusai kuliah sarjananya. Mencari pekerjaan, mencari beasiswa S2, mencari jodoh. Ceritanya lebih ke "mencari", ke keraguan-keraguan yang harus dihilangkan dan pilihan yang harus dipilih. Aku tahu ini sedikit mengganggu karena hampir dari kesemua itu alurnya tetap sama.

Tetapi gangguan itu sedikit terabaikan dengan latar cerita yang tidak membosankan. Alif berpindah-pindah, setelah menggalau di Bandung, lalu pergi ke Jakarta, hingga ke Washington DC dan New York City. Aku lebih terkesan ketika Alif berada di Amerika sana. Karena hal-hal baru yang teramat detail membuat pembaca serasa berada di lokasi. Mungkin karena penulis benar-benar pernah tinggal DC dan NYC.

George Washington University, Kampus S2 Alif
Aku tadi bilang pelajaran-pelajaran kan? Benar. Ceritanya mengalun sendu dengan makna kehidupan yang menginspirasi. Hampir di setiap babnya terdapat hal-hal yang aku harus sedia banyak bookmark untuk tidak melewatkannya di lain waktu. Bab favoritku adalah 28 Sutan Rangkayo Basa yang bercerita tentang bagaimana Alif berjuang menaklukan hati ayah Dinara untuk mendapatkan restu. Alif sudah serius untuk meminang Dinara. Indah.

Setelah semua itu, Alif ragu untuk pulang. Bagaimana sebagai kepala keluarga kecilnya harus meninggalkan hidup jayanya di negeri orang. Bagaimana ia harus memikirkan hal apa yang akan dilakukannya saat pulang. Tapi pada akhirnya Alif mengingatkan dirinya tentang petuah dari Pondok Madani: Man saara ala darbi washala. Siapa yang berjalan di jalannya akan sampai di tujuan. Sesuai judulnya, setelah berlama-lama merantau di negeri orang, pada akhirnya Alif pulang, kembali ke satu muara, tanah air.


***

Akhirnya, trilogi kehidupan Alif ini selesai kubaca. Masih mengunggulkan cerita Alif dan Sahibul Menara di Pondok Madani. Masih menjagokan Negeri 5 Menara.

Satu paragraf di bab 18 Antara Jakarta dan Bogor adalah yang terbaik bagiku, mungkin inilah yang aku harus lakukan ke depannya:

"Malah, ketika newsroom semakin senyap, semakin bergolak semangatku. Ketika malam makin gelap, semakin menyala tekadku. Aku tahu jika aku terus berjuang dalam sunyi, aku menuju sebuah tempat yang tidak semua orang akan sampai. Ke tempat orang-orang terpilih saja. Orang-orang yang kerap dianggap aneh oleh orang kebanyakan. Tuhan ini Maha Melihat siapa saja yang paling bekerja keras. Dan Dia adalah sebaik-baiknya penilai. Tidak akan pernah Dia menyia-nyiakan usaha manusia. Aku percaya setiap usaha akan dibalas-Nya dengan balasan sebaik-baiknya." (hal. 154)

22 Agustus 2014

If I Stay

Sampul
Judul : Jika Aku Tetap Di Sini
Judul Asli : If I Stay (If I Stay, #1)
Pengarang : Gayle Forman
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tahun : 2014
Dibaca : 22 Agustus 2014
Rating : ★★★

Heboh sendiri ketika mendengar ChloĆ« Grace Moretz menjadi bintang utama dalam film yang akan rilis sebentar lagi ini. Aku langsung mencari pinjaman bukunya untuk mengorek isinya yang katanya sebanding dengan Slammed dan bahkan The Fault In Our Stars. Aku semakin tertarik. Dan, asal kalian tahu saja, aku selalu membaca bukunya sebelum menonton filmnya.

The Movie Poster
Yah, bila dibandingkan dengan dua buku yang disebutkan, If I Stay sepertinya lebih main aman untuk konflik percintaannya. Tidak ada bagian yang membuat mataku memanas, apalagi sampai mengeluarkan air mata. Aku tidak tahu, mungkin aku kurang merasakannya. Merasakan bagaimana Mia dan Adam begitu "dalam" dalam kisah cinta mereka. Ups.

Tapi yang membuatku terkesan adalah bagaimana penulis menuliskan buku ini. Dalam setiap babnya ditandai dengan jam penunjuk waktu. Dalam bab itu dibagi dua bagian yaitu masa kini dan masa lalu. Masa kini yang sedang dilalui oleh Mia dan masa lalunya yang menceritakan bagaimana indahnya hidup Mia. Dari situ, pendalaman setiap karakter menjadi lebih matang. Aku suka tentang hal ini.

Oleh karena hal itulah aku memilih karakter Denny Hall, ayah Mia sebagai karakter favorit. Dia mengajarkanku bagaimana menjadi seorang pria dan ayah sejati dengan mengorbankan satu hal untuk hal lain yang lebih penting. Skala prioritas. Mungkin aku akan belajar padanya bila saja.....

***

Sedih rasanya hanya memberikan tiga dari lima bintangku. Tapi sungguh, aku sempat berpikir memberikan empat. Tetapi Mia terlalu rapuh. Terlalu ragu untuk menjalani hidup. Terlalu takut dan memikirkan segalanya yang bahkan mungkin tidak akan seperti itu. Mia, kau tahu apa kata ayahmu, kan? Tentang ini:

"...Kadang-kadang kau membuat pilihan dalam hidupmu dan kadang-kadang pilihanlah yang memilihmu. Apakah kedengaran masuk akal?" (hal. 161)

25 Juli 2014

The Robe of Skulls

Sampul
Judul : Jubah Tengkorak
Judul Asli : The Robe of Skulls (Tales from the Five Kingdoms, #1)
Pengarang : Vivian French
Penerbit : Atria
Tahun : 2014
Dibaca : 20 Juli 2014
Rating : ★★★★

Satu lagi kisah kerajaan yang seru. Kali ini ditambah dengan penyihir, kelelawar, werewolf, dan Pitarah Purba.

Buku ini kudapatkan sebagai hadiah ulang tahun salah satu teman blogger buku. Aku ragu dengan isinya karena dilihat dari judul dan cover-nya yang feminin. Tapi setelah dilihat lagi, ada nuansa spooky dan kelamnya juga. Jadi aku penasaran dengan isinya.

Beruntunglah aku karena rasa penasaran itu membuatku menikmati cerita di dalamnya. Terlihat sederhana tetapi mengandung banyak makna. Setelah aku telusuri lagi, ternyata seri ini memang dikhususkan bagi para middle-grader.

Kelelawar yang Baik Hati
Seperti yang sudah kubilang, ceritanya sederhana. Kehidupan tidak adil dari seorang ayah tiri kepada anak tirinya. Gracie sudah lama dikurung di kamar bawah tanah yang gelap dan dingin. Dia hanya keluar ketika memasak sup air yang tidak dibumbui untuk ayah dan kakak perempuan tirinya—Foyce. Hingga suatu ketika, seekor kelelawar yang baik hati membawanya kabur dari rumahnya sendiri. Pada saat itulah petualangan Gracie dimulai.

Lady Lamorna dan Pangeran Marcus juga hadir dalam cerita. Lady Lamorna menginginkan Jubah Tengkorak untuk dirinya sendiri dengan memesan kepada Pitarah Purba. Pangeran Marcus juga menginginkan saudara kembarnya—Pangerang Arry—kembali dari kutukan katak. Bagaimana keinginan-keinginan itu bisa saling berhubungan? Aku yakin kalian ingin mengetahuinya sendiri. 

Oh ya, buku ini juga dilengkapi dengan ilustrasi yang menarik. Aku yakin adik-adik umur sepuluh juga sudah dibolehkan membaca. Buku yang menyenangkan! Aku menunggu lanjutannya!

The Runaway King

Sampul
Judul : Raja Yang Minggat
Judul Asli : The Runaway King (The Ascendance Trilogy, #2)
Pengarang : Jennifer A. Nielsen
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tahun : 2014
Dibaca : 15 Juli 2014
Rating : ★★★★★

“Kepercayaan tidak dapat menyelamatkan seseorang dari kenyataan.” (hal. 245)

Jaron—Sage—kembali beraksi. Kali ini setelah mendapatkan singgasana kerajaan Carthya, Jaron benar-benar mendapatkan masalah. Selain pengalamannya sebagai raja—yang benar saja, mengingat umurnya yang masih muda—diragukan oleh para regen kerajaan. Selain itu, ada pula ancaman dari para bajak laut yang dahulu secara tidak sengaja meloloskan Pangeran Jaron. Mereka ingin balas dendam dengan membunuhnya, kali ini.

Scetch
Yeah, kurang lebih seperti itu ide cerita seri kedua The Ascendance Trilogy ini. Penulis berani menyajikan karakter-karakter baru yang lebih dari tiga—hampir lima kalau tidak salah. Mengingat dengan menambahkan karakter baru, penulis harus bisa membuat karakter baru itu tidak kalah dengan karakter lama. Dan, Bracken melakukan itu! Selain itu, karakter lama masih tetap hadir, malah fifty-fifty. Itu yang aku suka!

Terlepas dari kecerobohan, keegoisan, keangkuhan Jaron yang sebagian pembaca tidak menyukainya, aku melihat itulah yang seru. Coba bayangkan bila seorang raja biasa-biasa saja, ambil jalan aman untuk kedamaian negeri, itu raja yang sangat biasa. Jaron ini beda. Dengan segala sifat buruknya, itulah yang membuat Jaron menyingkirkan halangan dan rintangan. Itu pelajaran berharganya: teguh pendirian.

***

Kisah romansanya sungguh memikat. Imogen. Asmarinda. Pembaca masih belum diberi tahu pada siapa hati Jaron tertambat. Walaupun dalam buku kedua ini, Jaron telah menguaknya. Tapi takdir penulis mungkin berkata lain. Patut ditunggu kelanjutannya. Apalagi pada akhirnya, Imogen…. Ah, sudahlah, kalian harus baca!

Seri Sebelumnya:

15 Juli 2014

The Strange Case of Dr. Jekyll and Mr. Hyde

Sampul
Judul : Dr. Jekyll dan Mr. Hyde
Judul Asli : The Strange Case of Dr. Jekyll and Mr. Hyde
Pengarang : Robert Louis Stevenson
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tahun : 2011
Dibaca : 6 Juli 2014
Rating : ★★★★

"Tulang-tulangku seperti terlindas, perutku mual luar biasa, dan kengerian yang amat sangat mencekam jiwaku, sungguh perasaan yang tak terbayangkan di saat kelahiran ataupun kematian." (hal. 103)

Lagi. Terpana dengan bahasa cerita klasik masa lalu. Cerita ini terlantun sejak tahun 1886. Sudah sekitar dua ratus tahun, bahkan lebih. Tapi aku yakin akan selalu menjadi karya yang dikenang. Karena ke-absurd-annya, kekejiannya, mencekamnya. Dan hal-hal semacam itu.

Awalnya aku ragu untuk membaca ini. Mengingat kisah klasik terlalu banyak bernarasi ketimbang berdialog. Aku masih bertanya-tanya hingga sekarang kenapa hal itu sangat kentara. Tapi aku sangat ingin tahu kisah Dr. Jekyll dan Mr. Hyde setelah di buku sebelumnya yang kubaca, The Graveyard Books, menyebutkan sekali tentang mereka berdua.

Robert Louis Stevenson (1850-1894)
Ya. Aku tahu itu mustahil terjadi. Itu, maksudku tentang menjadi dua kepribadian yang berbeda dengan dua bentuk fisik yang berbeda pula. Bagaimana mungkin? Itulah yang membuat penulis terlihat brilian dengan membuat pemikiran pembaca untuk menerima hal itu. Menarik. Sangat menarik.

Kalian harus tahu betapa mencekamnya ketika Dr. Jekyll membeberkan semua rahasia lewat surat yang dikirimkan kepada Dr. Lanyon yang diteruskan kepada Mr. Utterson (semoga tidak salah). Seperti kutipan di atas. Dr. Jekyll menjelaskan tentang asal-usulnya, tentang kenapa ia melakukan perbuatan itu, tentang semua perincian yang memecahkan teka-teki kejadian selama ini.

Dan yang terakhir dan pamungkas, adalah tentang bagaimana harus mengontrol diri atas segala sesuatu. Tentang ambisi, tentang kepuasan diri, dan tentang keegoisan. Bagaimana menurut kalian?