24 November 2020

Manajemen Leha-Leha: Hubungan Cuti dan Komoditisasi

manajemen leha-leha
Edited by me

Koloni semut sedang jalan berbaris menuju makanan yang kami pesan, saat aku dan seorang teman sedang akan menyantapnya. Kami coba untuk menyisihkan para semut itu dari makanan kami. Namun, setelah beberapa saat berlalu, mereka kembali lagi dan kami memutuskan untuk membiarkannya. Baris koloni pekerja itu itu semakin ramai. Beberapa sudah ada yang kembali dari piring makanan dengan membawa remahan berwarna terang. Amat kontras dengan badan mereka yang hitam. Mungkin setelah menaruh remahan makanan yang akan menjadi pasokan makanan sang ratu dan koloni, mereka akan kembali lagi ke piring makanan tadi atau mencari makanan lain. Hidup semut hitam pekerja memang begitu terutama untuk kasta pekerja. Mereka akan terus dan terus bekerja tanpa istirahat. Tidak ada yang namanya istirahat apalagi liburan bagi mereka.

Manusia bukanlah semut. Bila semut bisa terus-terusan bekerja selama masa hidupnya, manusia butuh istirahat di sela-selanya. Begini, bila kamu sudah setahun bekerja di sebuah perusahaan tanpa sempat ambil cuti, segera lakukan. Kamu mungkin akan berkilah, “Tapi, ada akhir pekan untuk digunakan untuk istirahat.” Lalu, kamu akan menambahkan, “Bukankah lebih baik jika jumlah hari cutinya diuangkan saja?” Perlu diketahui bahwa (1) mengambil cuti untuk istirahat pada hari kerja punya sensasi berbeda dengan istirahat pada akhir pekan biasa dan (2) tidak semua kantor bisa mencairkan jumlah cuti tahunan menjadi uang. Lalu, kamu akan datang dengan alasan pemungkas, “Tapi, bagaimana kalau cuti malah bikin tidak tenang dan merasa bersalah karena meninggalkan pekerjaan?”

25 Oktober 2020

Yang Tidak Betul dalam Romansa Minoel

Edited by Me

Lebih dari sebulan aku di kampung halaman. Rasanya aneh karena kembali pulang tidak ada dalam to-do list tahun ini. Di sisi lain, kelegaan muncul karena selain bisa berhemat (aku tidak perlu lagi membayar sewa indekos di Jakarta), aku bisa mencairkan hubunganku dengan orang rumah. Tidak sedikit aku mengobrol dengan ibu dan nenek seputar kehidupan kami dan orang-orang di desa kami. Salah satunya adalah guru SD kelas 6-ku yang sempat menjadi kepala desa. Baru beberapa bulan jadi kades, ia dilengserkan karena suatu alasan. Ibu dan nenek kemudian menjelaskan berbagai asumsi yang datang dari orang lain. Aku hanya angguk-angguk sambil menyayangkan kejadian tersebut.

Kabar penuh asumsi memang kerap hadir dan tidak dapat terhindarkan. Itu bisa datang dari mana saja termasuk kerabat dan tetangga yang sesekali datang ke rumah. Di desa, penyebaran kabar dari mulut ke mulut sepertinya lebih berhasil ketimbang via aplikasi perpesanan atau media sosial. Hal ini ternyata tidak hanya berlaku di desaku. Desa tempat karakter utama Minoel tinggal di daerah Gunungkidul, Yogyakarta pun ternyata berlaku hal yang sama. Kabar yang tak bisa dipertanggungjawabkan seperti seorang pria menghamili seorang wanita di luar nikah juga menyebar di lingkungan tempat tinggal Minoel.

18 September 2020

Reading Challenge dan Pertimbangan yang Perlu Disiapkan

reading challenge adalah
Edited by Me

Beberapa waktu lalu, aku dan dua kenalan di Twitter sepakat melakukan baca bersama sebuah buku. Sayangnya, pada saat teman yang lain sudah menyelesaikannya, sekitar seminggu setelah hari dimulai, aku masih berada di halaman 30-an. Aku merasa terseok-seok dalam melanjutkannya. Pilihan bukunya memang bukan genre yang biasa kubaca; nonfiksi, lumayan serius, dan berbahasa inggris. Aku akhirnya memberanikan diri untuk bilang kepada keduanya bahwa aku tidak bisa menuntaskan buku tersebut. Walaupun dimaklumi oleh teman tersebut, ada rasa malu karena kupikir aku bisa menyelesaikannya dengan mudah. Belum lagi soal komitmen yang sama-sama dibuat di awal. Ini membuatku memikirkan apa saja yang perlu dipertimbangkan sebelum menentukan ikut/tidaknya sebuah baca bersama yang termasuk reading challenge ini.

Apa itu reading challenge? Tidak ada definisi terselubung, reading challenge adalah kegiatan menantang diri sendiri untuk membaca sebuah bacaan. Konteks bacaan di sini adalah buku. Kegiatan ini kerap dilakukan secara kolektif dan digagas oleh satu atau beberapa orang yang memilih sebuah buku untuk dibaca bersama. Penggagas kemudian akan mengajak pembaca lain untuk bergabung. Selain pilihan buku, jumlah bacaan dan bentuk tema/genre tertentu kerap menjadi objek dalam tantangan. Salah satu reading challenge yang masyhur di kalangan pembaca buku adalah Goodreads Reading Challenge yang digagas oleh platform basis data buku daring Goodreads. Dalam reading challenge tersebut, pengguna Goodreads ditantang untuk menentukan jumlah buku yang akan dibaca selama setahun. Pada akhir tahun, Goodreads akan menampilkan rekapilutasi keberhasilan reading challenge-nya di akun masing-masing pengguna yang turut serta.

13 Juli 2020

3 Kutipan Menarik dan Penjelasannya dari Normal People

Judul : Normal People
Pengarang : Sally Rooney
Penerbit : Bentang Pustaka
Tahun : 2020
Dibaca : 13 Mei 2020

Saat remaja, pernahkah kamu mengalami cinta monyet? Itu istilah untuk rasa suka pertama kali yang tertuju pada orang lain, biasanya teman sebaya yang sekelas atau beda kelas, walaupun bisa juga kakak atau adik kelas. Bagi anak baru gede, cinta monyet begitu menggairahkan. Janji bertemu di kantin belakang sekolah saja sudah bikin berdebar-debar. Belum lagi jika teman-teman yang lain mengetahui bahwa kamu sedang menjalin hubungan dengan seseorang. Mereka akan men-“cie-cie”-kan saat kamu pulang bareng dengan si doi. Secara tak sadar, cinta monyet terasa sebentar, main-main, dan terlalu membingungkan, apalagi ketika kamu harus berpisah dengan si doi setelah lulus sekolah. Hal-hal yang terjadi saat cinta monyet juga kerap terpatri dalam memori dan dijadikan bahan pembicaraan di kemudian hari. Walaupun begitu, bagaimana jika si cinta monyetmu kala sekolah terus berkutat di hidupmu sampai beberapa tahun kemudian?

***

Marianne berderap ke pintu depan dan membuka pintu ketika mendengar bel rumahnya berbunyi. Connell berada di sana dan Marianne mempersilakannya masuk. Ibu Connell, Lorraine, bekerja untuk keluarga Marianne. Lorraine kerap datang beberapa kali dalam seminggu untuk membersihkan rumah yang lumayan besar itu. Connell yang tidak sabaran meminta ibunya segera menyelesaikan pekerjaannya lalu pulang. Hanya saja, ada beberapa hal yang Lorraine masih harus bereskan. Rentang waktu itu menjadikan Marianne bisa mengobrol canggung dengan Connell, si cowok populer di sekolah yang sama-sama mereka pergi untuk belajar. Setelah beberapa percakapan, Marianne bilang kepada Connell, “Kau mungkin membenciku, tapi kau satu-satunya teman bicaraku.” Connell membalas, ”Aku tidak pernah bilang aku membencimu.” Beberapa jenak kemudian, Marianne tiba-tiba berkata, “Well, aku menyukaimu.”

Mendengar itu, Connell diam. Untungnya, Lorraine memecah kebuntuan karena sudah menyelesaikan pekerjaannya. Connell tidak merespons apa pun pada Marianne setelahnya hari itu. Yang Connell tahu, ia akan berkunjung lagi ke rumah Marianne untuk menjemput ibunya tapi dengan sedikit lebih awal. Dan itulah yang benar-benar dilakukan Connell. Keduanya mulai menjalin hubungan. Hanya saja, Connell memilih bahwa hubungan mereka berdua harus dirahasiakan karena Connell tidak ingin teman-temannya tahu. Marianne tidak mempermasalahkan hal itu. Hubungan sembunyi-sembunyi keduanya berjalan baik sampai tiba saat mereka harus kuliah dan pindah ke luar kota. Walaupun kuliah di tempat yang sama, Connell merasa dirinya terabaikan sedangkan Marianne berubah jadi begitu populer sampai-sampai ia selalu ada di setiap pesta dan perkumpulan elite.

23 Juni 2020

Tawar Buku: Kerja Volunter, Kamar Kos, dan Hubungan Keduanya

donasi untuk sokola institute
Edited by Me

Bekerja memang identik dengan mendapatkan timbal balik. Dengan menghabiskan waktu dan tenaga untuk bekerja, kebanyakan orang merasa harus mendapat imbalan berbentuk uang, barang, atau pujian. Kita selalu diiming-imingi imbalan setelah membantu pekerjaan orangtua saat masih kecil. Semakin dewasa, kita semakin berpandangan bahwa timbal balik yang tepat dari sebuah pekerjaan adalah ketiga jenis di atas. Namun, ada bentuk imbalan lain yang bisa kita dapatkan dari bekerja, seperti kawan baru. Bentuk kerja dengan imbalan semacam itu disebut kerja volunter.

Kerja Volunter

Selain menimba ilmu, pilar lain dalam program yang membuatku terbang ke negeri Paman Sam adalah kerja volunter atau disebut juga community service. Setelah melakukan kerja volunter di sana dalam jumlah jam yang ditentukan, aku mendapat pandangan baru. Bagaimanapun, bekerja tentu membuat kita mengharapkan timbal balik. Jika kerja sesuai profesi atau keahlian akan berbalas uang, kerja volunter atau kerja secara sukarela akan berbalas imbalan yang sedikit berbeda: kepuasan batin, wawasan, dan kawan baru. Seperti salah satu kerja volunter yang kulakukan di sebuah festival di kota Phoenix. Tugasku di senjaga area tong sampah dan mengedukasi pengunjung yang membuang sampah tentang beberapa jenis sampah. Beberapa saat sebelumnya, aku diberi brief tentang jenis sampah yaitu organik dan anorganik, juga perbedaannya. Itu membuatku paham tentang sampah; membuatku menerima wawasan baru. Saat kerja volunter itu, aku juga mengobrol dengan volunter lain yang mengaku bahwa kerja volunter sudah jadi kebiasaan dan merupakan bagian dari hidupnya.