23 Desember 2013

The Eyes of The Dragon

Sampul
Judul : Mata Naga
Judul Asli : The Eyes of The Dragon
Pengarang : Stephen King
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tahun : 2012
Dibaca : 23 Desember 2013
Rating : ★★★★

Pertama kali membaca karangan seorang Stephen King dan... aku terhanyut. Asli, lebay!

Jadi buku ini bercerita tentang penunggang, naga dan api yang menyembur keluar dari mulutnya? Bukan. Tidak seperti itu. Aku terkecoh dengan judul buku ini. Dan mungkin kalian juga begitu. Hanya satu naga yang tercerita di kisah ini, bahkan itu hanya sebuah cerita di dalam cerita. You know what I mean. You don't? You have to do it!

Jadi, ini adalah cerita tentang kerajaan; sebuah kerajaan bernama Delain. Bercerita tentang kisah Raja Roland yang tidak gagah, tidak terlalu pintar, juga tidak bijaksana yang memerintah Delain dengan bantuan seorang Penyihir bernama Flagg, seorang Penasehat Raja. Roland memiliki satu istri yang dinikahinya di usia tua karena didesak untuk memiliki keturunan untuk meneruskan tahta, bernama Sasha, juga dua orang anak. Dan ceritanya adalah bukan tentang Roland, tetapi mengenai kedua anaknya, Peter dan Thomas. Walaupun begitu, asal-muasal cerita memang dari Raja yang suka mabuk-mabukan itu.

Singkat cerita, Sasha dan Roland meninggal ketika Peter berumur 17 tahun dan Thomas 12 tahun. Jangan ditanya kenapa Sasha dan Roland meninggal atau siapa yang akan meneruskan tahta. Semuanya ada hubungannya dengan Penasehat Raja itu. Ya, Flagg.

Dan bagaimana itu bisa berhubungan? Apa yang terjadi pada Peter dan Thomas setelah kedua orang tua mereka meninggal? Aku tak mau menceritakannya.

Novel ini penuh dengan cerita keberanian, kepemimpinan, kesetiaan, persahabatan, juga tentang kelicikan dan rasa puas diri yang salah kaprah. Oh, kalian pasti tahu ulah siapa itu! Tapi aku yakin yang menjadi Raja Delain di kemudian hari itu adalah seorang raja yang pintar, bijaksana, dan berani.

Terlepas dari itu semua, aku mau membahas tentang kenapa aku terhanyut dengan gaya penulisan om King. Aku seperti didongengi oleh dia. Kau tahu kalau ada yang mendongeng pasti ada sebagian kalimat subjektif tentang bagaimana pendongeng memberi tahu perasaannya tentang cerita yang sedang dibuatnya. Begitulah om King, dan aku baru sekali ini membaca begitu diperhatikan. Diperhatiin buku?! Please deh!

Aku sempat berkicau sehabis membaca tuntas novel ini. Aku bilang: One more epic-fantasy tale about family, friendship & dark-side. So classic! Dan aku tidak akan mencabut kata-kataku itu mengingat novel ini tercipta dua-puluhan tahun lalu. Aku tahu bahkan buku yang baru diterbitkan baru-baru ini juga bisa disebut buku klasik. Tapi novel ini berisi sesuatu yang akan terus kau ingat, tentu saja bila kau membacanya. Baca dan nilai sendiri!

11 Desember 2013

The Hunger Games

Jadi, serial novel ini adalah salah satu yang "harus-dibaca" bagi para penggemar novel fantasi. Aku mengakuinya. Memang cerita fantasinya berbeda dengan yang lainnya. Walaupun sama-sama tentang kehancuran suatu negara atau wilayah yang biasa disebut novel bergenre distopia, tetapi ide ceritanya berbeda dengan yang lain.

Seri ini bercerita tentang suatu kondisi negara bernama Panem yang setiap tahun mengadakan acara tahunan sebagai bentuk rasa syukur dan rasa berterima kasih rakyat kepada pemimpin. Disini terlihat kepemimpinan yang otoriter sedang dijalankan oleh Panem.

Acara tahunan itu adalah The Hunger Games. Seperti namanya, acara ini merupakan permainan yang para pemainnya atau disebut "tribut" harus saling membunuh. Yang salah adalah para tribut ini harus berusia di bawah 18 tahun.

Nah... Nah... Menarik bukan? Berikut adalah ulasan trilogi The Hunger Games yang mana setiap filmnya masuk deretan teratas box office (walaupun sampai ulasan ini diturunkan, baru dua film yang sudah rilis). Ough!

***
Sampul
Judul : The Hunger Games
Pengarang : Suzanne Collins
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tahun : 2009
Dibaca : 31 Oktober 2013
Rating : ★★★★
Akhirnya selesai juga. Seru! Suatu konsep dunia yang baru, layaknya The Maze Runner atau Delirium dengan aksi yang kental. Bela-belain baca dan membuat review se-dini hari ini.

Fantasi? Tentu saja aku mencari-cari ada entitas yang tidak biasa dalam ceritanya, tapi aku hanya bertemu gerombolan serigala berdiri di akhir cerita yang bahkan hanya lewat setengah hari saja. Itu yang membuatku mengurungkan membuat nilai sempurna.

Seorang anak dilahirkan untuk diundi dan diserahkan untuk mati dalam suatu "ajang pencarian bakat". Seperti X-Factor? Ya, harus ada pemenang. Tapi, tidak semudah dan sesimpel itu. Kau harus bertarung dan bertahan hidup hingga kau menjadi penghuni terakhir yang masih hidup. Penghuni Terakhir ya? Kayak ajang pencarian bakat di salah satu stasiun televisi nasional itu. Hahaha....

Tentang peraturan ajang tersebut tidak akan kuceritakan karena akan menghabiskan waktu. Tapi tentang pemikiran subjektifku akan ajang tersebut... Aku berpikir, berarti hampir di semua ajang pencarian bakat itu seperti ini di dunia nyata? Benarkah? Suatu waktu ada yang pernah bilang kalau ajang tersebut hanya untuk menarik para penonton dan sponsor agar bisa memberikan sumbangsihnya untuk acara. Semacam charity? Bukan, ini dilakukan dengan pamrih. Semua untung. Semua kebagian. Dan mungkin para peserta juga dibuat sedemikian rupa untuk berlaga layak drama. Atau mungkin dalam setiap minggunya sudah ditentukan siapa yang akan dieliminasi dan dibayar atas itu? Hmmm... pemikiran ini terlalu buruk. Tapi, siapa yang tahu?

Kembali ke novel, kisah ini menceritakan dua pasangan dalam satu ajang yang dipaksauntuk saling mencinta, dipaksa saling berakting untuk mendapat sponsor. Tapi, selain itu, mereka juga harus berjuang untuk hidup. Entah bagaimana hingga akhirnya mereka benar-benar jatuh cinta dalam kehidupan nyata, tanpa berpura-pura, tanpa naskah skrip, tanpa berakting. Bisakah?

Satu cerita yang bisa mengajarkan arti hidup dengan segala kamuflase agar manusia mendapatkan uang, tetap mengisi perut yang selalu ingin minta tambah, dan tetap hidup. Dengan superioritas diktator yang menganggap diri mereka pengatur kehidupan dan manusia menghamba dengan paksa kepadanya. Kehidupan yang mengerikan!

Semua itu berpadu dengan sikap rela berkorban dan tidak memikirkan diri sendiri. Itu yang mungkin dijelaskan dalam novel ini.

***
Sampul
Judul : Tersulut
Judul Asli : Catching Fire
Pengarang : Suzanne Collins
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tahun : 2010
Dibaca : 8 November 2013
Rating : ★★★★

Buku kedua. Ketika cerita mulai menjadi lebih kompleks.

Tapi sebenarnya ini membosankan. Maksudku, dalam seri ini. Kenapa harus ada Hunger Games lagi? Walaupun dengan nama Quarter Quell, tapi kalau format permainannya sama, bagaimana pembaca (read: me) ingin lanjut membaca? Tidak! Tidak lima bintang!

Terlepas dari Hunger Games yang menguras tenaga dan jiwa, ide cerita yang sangat ditonjolkan disini adalah "pemberontakan". Kalau dengar kata berontak, pasti kita teringat akan tahu. Tahu berontak? Bukan, bukan. Kalau dengar kata berontak, pasti teringat tentang kehancuran daerah itu yang berlanjut ke akhir dunia.

Tapi novel ini belum. Belum akhir, masih pada bagian awal dan pada saat "deklarasi" tak bertoa yang memecah distrik-distrik di Panem untuk memulai. Seru? Pasti! Karena Katniss dan Peeta bahkan tidak tahu apa-apa mengenai rencana itu. Para peserta yang adalah para pemenang Hunger Games sebelumnya malah menjadi penggagas pemberontakan. Ah, pokoknya seru!

Lalu, penambahan karakter yang banyak memberi keberagaman dalam cerita. Sedikit pusing tentang siapa dari distrik mana, tapi selebihnya tidak masalah karena karakter utama seperti Katniss, Peeta, Gale masih lebih menonjol. Tapi ada karakter tambahan yang menonjol: Finnick. Si six-pack impian para wanita Capitol dari distrik... empat kalau tidak salah.

Tentang kisah cinta, mengingat seri ini ber-genre Young-Adult, Katniss dan Peeta masih memerankan sepasang kekasih, bahkan lebih seru lagi ketika Peeta memberitahu bahwa Katniss sedang hamil. Padahal ya, semua itu palsu... su... su...

Pelajaran yang dapat diambil adalah kesetiaan, bagaimana Katniss ingin berusaha agar Peeta tetap hidup. Bagaimana Finnick melindungi Katniss dan Peeta, pasangan pionir atas pemberontakan. 

Selanjutnya adalah rasa persatuan. Persatuan atas pemberontakan, atas sama-sama ditindas oleh Capitol dan ingin berubah. Persatuan ketika pemberontakan menjadi kunci untuk perubahan.

Jadi, setelah membaca buku satu, bacalah buku dua! Dan mungkin kalian ingin membaca buku ketiga...

***
Sampul
Judul : Mockingjay
Pengarang : Suzanne Collins
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tahun : 2012
Dibaca : 11 Desember 2013
Rating : ★★★★

Bahagia. Senang. Itu perasaanku setelah membaca lengkap semua seri The Hunger Games ini. Sepertinya aku lolos mejadi menjadi seorang fanatik fantasi. Sebenarnya ini terlalu subjektif, tapi berilah keleluasaan untukku!

Selanjutnya apa? Sebelumnya di buku dua, Katniss tidak sadar atas apa yang dilakukannya di arena Quartel Quell karena dia benar-benar tidak tahu apa yang sedang direncanakan untuk dirinya. Di buku tiga, Katniss tetap menjadi seorang yang rapuh dilihat dari kondisi fisiknya yang menurun.

Distrik Tiga Belas, yang Capitol bilang sudah menjadi distrik yang hangus ternyata masih ada. Para penduduknya bersembunyi di lorong-lorong bawah tanah yang luas tanpa sepengetahuan Capitol dan distrik lain. Tiga belas menjadi savior bagi para korban yang selamat dari pengeboman di Distrik Dua Belas. Dua Belas sudah hancur dan tengkorak-tengkorak korban bergelimpangan di sana. Tiga Belas, bersama Presiden Alma Coin, menjadi 'hal yang sangat berpengaruh' dalam pergerakan pemberontakan.

Tidak. Aku tidak akan menceritakan secara detail tentang bagaimana kehidupan di Tiga Belas yang pastinya berbeda dengan di Dua Belas. Aku bercerita tentang pemberontakan. Katniss Everdeen menjadi pionir dalam tersulutnya api pemberontakan. Ia harus mempengaruhi seluruh distrik dalam pemberontakan melawan Capitol. Ia juga harus tampil sebagai Mockingjay untuk dapat memberikan rasa percaya pada seluruh warga Panem.

Sebenarnya buku ini hanya empat ratus dua puluh halaman, tapi aku kalang-kabut untuk menceritakan inti ceritanya karena setiap potongan cerita itu layaknya inti cerita. Itulah yang mungkin menjadi dasar pembuatan dua bagian film dalam satu buku ini.

Maaf, tapi aku bingung harus bercerita sampai mana agar tidak memberikan spoiler. Mungkin aku hanya akan bilang: pada akhirnya Katniss hidup bahagia bersama kedua anaknya dengan berbagai kematian tragis yang terus membayanginya. Tidak, Katniss tidak akan memberitahukan hal itu kepada anaknya hingga mereka dewasa dan mengerti.

Jadi, bagaimana cara Katniss mempengaruhi seluruh penduduk Panem untuk melakukan pemberontakan? Apakah Katniss berhasil menjatuhkan Capitol? Dan siapa saja nyawa yang dikorbankan atas pemberontakan itu? Tidak! Aku tidak akan menyebut satu pun sampai kalian mengetahuinya sendiri.

Cerita yang sangat memukau, aku tak pernah merasa begitu dalam mengikuti alur ceritanya yang mendebarkan. Dengan aksi yang sangat kental, kau tak akan pernah merasa bosan dan ingin terus membaca hingga akhir. Twist yang keren dan tidak terduga masih menjadi ciri khas penulis. Tidak lupa dengan kisah romansa antara Katniss dan Peeta atau ... Gale? Atau keduanya...

Kutipan dari Plutarch Heavensbee tentang filosofi manusia setelah semua kejadian yang menimpa negeri Panem, Capitol dan distrik-distrik:

"Pikiran kolektif biasanya tak berumur panjang. Manusia adalah makhluk plin-plan dan bodoh, dengan ingatan yang payah dan diberkahi kemampuan menghancurka diri sendiri. Walaupun tak ada yang bisa menerka masa depan, mungkin inilah saatnya perdamaian. Mungkin inilah saatnya menyaksikan evolusi manusia."

Jadi, akhir yang bahagia? Entahlah... Baca dan nilai sendiri!

04 Desember 2013

A World Without Heroes

Sampul
Judul : A World Without Heroes (Beyonders, #1)
Pengarang : Brandon Mull
Penerbit : Noura Books
Tahun : 2013
Dibaca : 4 Desember 2013
Rating : ★★★★★

Satu lagi kisah fiksi fantasi yang epik! Sangat klasik! Dan ... tebal!

Awalnya aku ragu dengan novel setebal hampir 600 halaman ini. Dengan kertas buram dan berat yang hampir 300 gram (kurang lebih). Tapi, itu baru kesan pertama dari bentuk luar. Seperti sebuah kurma yang keriput dan terlalu tidak menarik jika dilihat, tetapi bila dimakan terasa manis dan legit. Seperti itu lah...

Ya, memang, awalnya juga aku menebak-nebak kisah dari negeri manakah, kisah dari mitologi bangsa apakah yang diceritakan oleh om Brandon disini? Mungkin karena aku terlalu terpengaruh oleh kisah-kisah om Rick Riordan yang setiap kisahnya bercerita tentang sejarah mitologi.

Tapi memang tidak ada kesamaan. Ini kisah pure fantasi yang setting-nya dibuat oleh Penulis sendiri. Aku pikir itu sangat cerdas melihat kisah sebesar ini dibangun sendiri oleh penulis. Berbeda dengan kisah mitologi yang ceritanya sebagian sudah termaktub di telinga para leluhur. Namun, kembali lagi, tingkat kreativitas penulisan setiap orang itu berbeda. Aku belum membaca The Lord of The Ring atau buku yang katanya epik lainnya. Mungkin kurang lebih seperti ini. Just maybe. Klasik!

Seorang anak laki-laki berusia tiga belas tahun yang terdampar di negeri Lyrian yang sangat kuno bernama Jason Walker. Walker? Paul Walker? RIP Paul Walker! Dia dihadapkan pada kenyataan bahwa dia harus mencari Kata untuk menggulingkan kekuasaan jahat seorang Kaisar di negeri tersebut, Maldor yang sudah bertahun-tahun lamanya menguasai negeri Lyrian. Tidak ada seorang pun yang belum bisa menggulingkannya, menjadi pahlawan yang menyelamatkan negeri. No heroes has figured it out in the world without heroes!

Bersama Rachel, teman-tersesat-di-negeri-antah-berantah itu, Jason memulai petualangan mereka.

Mereka bertualang menyusuri Lyrian untuk mencari setiap potongan (silabel) Kata yang berbeda. Setiap Kata dimiliki oleh makhluk-makhluk yang berbeda di tempat yang berbeda dengan tingkat pencapaian menuju tempat tersebut yang berbeda pula. Itulah yang membuat kisah ini sangat adiktif: apa silabel Kata selanjutnya dan seberapa sulitnya mencapai daerah berbahaya tempat bersemayam makhluk-makhluk yang memiliki Kata itu?

Dengan Kata itu Maldor bisa lenyap dan Lyrian kembali menjadi negeri idaman para rakyatnya. Apakah Jason dan Rachel menemukan semua Kata? Apakah Kata itu sungguh bisa melenyapkan Maldor dan kekuasaan kejinya itu? Dan, bagaimana cara Jason dan Rachel kembali ke Bumi, ke dunia mereka yang sebenarnya? Apakah mereka berpisah atau bersatu untuk menyelesaikan misi tersebut?

Novel ini penuh kisah perjuangan, rasa rela berkorban, rasa kepahlawanan dan rasa tidak mementingkan diri sendiri. Novel ini juga menjelaskan tentang tipu daya, tentang bagaimana hidup penuh kesenangan adalah salah. Semua itu dibalut jadi satu menjadi kisah petualangan yang sangat seru!

Sedikit kutipan tentang arti seorang pahlawan.

"Bagi begitu banyak orang, pahlawan adalah orang yang menang di medan pertempuran, komandan legiun, penguasa suatu bakat atau keahlian yang langka. Memang, banyak pahlawan yang cocok dengan gambaran itu, Tapi, banyak penjahat juga yang juga cocok dengan gambaran itu. Pahlawan berkorban untuk kebaikan yang lebih besar. Pahlawan memiliki hati nurani. Singkatnya, kepahlawanan berarti melakukan kebenaran, apa pun konsekuensinya. Pilihlah hari ini untuk menjadi salah satu dari mereka."

Kutipan tentang arti kesenangan.

"Kesenangan adalah hampa. Tak ada kepuasan sejati dalam semburan kegembiraan yang tak bermakna. Kau mencoba menutupi kehampaan itu dengan semakin berfoya-foya, hanya untuk menemukan kegembiraan itu semakin tidak memuaskan dan semakin singkat. Kesenangan sebaiknya dicicipi sebagai bumbu penyedap, bukan hidangan utama."

Selamat menikmati satu lagi novel epik-klasik yang akan menjadi kisah populer di masa depan!

28 November 2013

Perpustakaan Ajaib Bibbi Bokken

Sampul
Judul : Perpustakaan Ajaib Bibbi Bokken
Judul Asli : Bibbi Bokkens Magiske Bibliotek
Pengarang : Jostein Gaarder & Klaus Hagerup
Penerbit : Penerbit Mizan
Tahun : 2011
Dibaca : 28 November 2013
Rating : ★★★★

Bisa jadi salah satu bacaan favorit. Enak banget dibaca. Mungkin, hanya mungkin, kalau baca di hari libur aku bakal selesai dalam sehari. Aku mendapatkan novel ini dariIndonesia Book Fair awal November lalu. Diskonnya lumayan....

Jadi apa isi buku ini? Apa benar Perpustakaan itu Ajaib? Ajaib dalam arti kata apa? Memiliki ramuan-ramuan penyembuh, lengkap dengan tongkat sihir dan jelaga besar berisi cairan sakral? Atau hanya makna?

Aku yakin novel ini memiliki gaya penulisan yang berbeda dari sebagian besar buku lainnya. Bagaimana tidak? Narasinya berupa balas-membalas surat oleh dua muda-mudi yang masih sepupuan, yaitu Nils dan Berit. Tebak siapa yang muda dan siapa yang mudi! Ayo tebak! Pasti kalian salah terka!

Buku itu dinamakan buku-surat. Jadi ada satu buku besar seukuran folio yang mereka beli dari sebuah toko buku dan mereka tuliskan kehidupan mereka sehari-hari dan satu kasus yang karena mereka memiliki rasa ingin tahu yang tinggi, mereka menjadi semacam detektif dengan segala dugaan yang mereka buat pada kasus itu. Kasus apakah itu? Ya. Tentang Perpustakaan Ajaib dan Bibbi Bokken yang sangat misterius. Apakah Bibbi Bokken itu seorang penyihir, maksudnya, seorang penyihir buku? Atau siapa sebenarnya dia?

Setelah mereka masuk cukup dalam dalam kasus, mereka mulai menemukan titik terang dalam keingin-tahuan mereka. Mereka akhirnya bertemu dengan Bibbi Boken dan, tadaaa ... Bibbi Bokken sangat tahu tentang dunia perbukuan. Dia mejelaskan segala pertanyaan yang diajukan oleh Nils dan Berit. Dan memang, segala dugaan yang dikemukakan oleh Nils dan Berit banyak yang benar.

Tapi mengapa mereka terlibat dalam kasus Perpustakaan Ajaib milik Bibbi Bokken? Apa hubungannya Perpustakaan Ajaib itu dengan buku-surat yang mereka buat beberapa waktu terakhir itu? Apa mereka dijebak? Atau mereka sedang membuat suatu karya tanpa mereka sadari?

Kalian yakin ingin membaca novel ini. Aku yakin kalian ingin! Biar kuberi tahu, novelnya tipis. Tidak sampai 300 halaman. Dan isinya, kau tak akan bosan. Ada cerita pendek, puisi, pengetahuan tentang perbukuan dan penyimpanan buku, sejarah awal dibuatnya buku-cetakan, dan segala yang berhubungan dengan buku dan perpustakaan diajarkan di novel ini. Walaupun semuanya berisi pengetahuan atau "ilmu", novel ini tidak seperti sedang menggurui pembaca.

Novel ini seperti memberi advice untuk tidak hanya membaca, tapi untuk menulis. Novel "Inspirasi"!


"Buku adalah teman terbaik."

"Siapa yang bisa menemukan buku yang tepat, akan berada di tengah-tengah teman terbaik. Di sana kita akan berbaur dengan karakter yang paling pintar, paling intelek, dan paling luhur; di sana kebanggaan dan keluhuran manusia bersemayam."

OH, AKU SEMAKIN CINTA BUKU DAN MEMBACA!

24 November 2013

Ender's Game

Sampul
Judul : Ender's Game
Pengarang : Orson Scott Card
Penerbit : Mizan Fantasi
Tahun : 2013
Dibaca : 24 November 2013
Rating : ★★★★

Akhirnya selesai juga dengan buku ini.

Kita mulai dari mana ya? Sebenernya masih males menulis review karena jatah menulis sudah diberikan untuk tugas makalah yang harus direvisi. Tapi, aku harus!

Jadi buku ini sangat lama terjadi, maksudnya dalam ceritanya, dari Ender umur enam tahun sampai dia berumur dua belas tahun. Enam tahun terhitung dari awal hingga akhir cerita. Sangat lama...

Jadi mengapa bintang empat? Karena permainan yang dimainkan oleh Ender-lah yang sangat seru. Jujur, awalnya aku sangat bosan dengan alur bermain Ender di Battle School yang selalu menang dan dia memang pantas menang karena kecerdasan dia. Tapi pada akhirnya, setelah tahu bahwa permainan di sekolah lanjutan Command School itu bukan hanya simulasi, itu menjadi seru!

Terlepas dari permainan dan kemenangan yang selalu diraihnya, ada sisi gelap dalam diri Ender karena dia selalu "membunuh". Membunuh mungkin jadi hal yang wajar untuk pertahanan diri dari mereka yang berlaku jahat. Tapi jika membunuh pada makhluk yang kita tidak tahu apa dia jahat atau baik, itu akan menjadi semacam nightmare setiap kali kita tidur. Mungkin itu yang dirasakan Ender. Jadi para Bugger itu tidak jahat? Aku rasa bukan di sini tempat untuk menjawab. Biar kalian yang menjawab sendiri dengan membaca buku ini.

Oh iya, hampir lupa. Ender adalah anak ketiga, yang mana dalam dunianya, anak ketiga adalah anak yang tidak diinginkan, anak yang tidak sengaja dilahirkan karena pasangan suami-istri hanya diperbolehkan untuk memiliki dua anak. Kakak-kakaknya yang sama cerdasnya dengan Ender tidak memiliki sifat yang begitu mirip. Kakak pertamanya, Peter sangat ingin menguasai dunia, mungkin dengan cara adidaya. Hal itu sudah tercermin dari perilakunya terhadap adik-adiknya. Bukan kakak yang patut ditiru. Lalu yang kedua adalah Valentine. Dia adalah wanita yang selalu menjaga adiknya, membela dari setiap keusilan dan kejahatan kakak tertua Ender. Mereka juga berperan penting dalam buku ini. Bukan hanya karakter "lalu" saja.

Pelajaran yang dapat diambil dari kisah ini adalah tentang kegigihan seorang anakunderdog, yang selalu dikucilkan oleh teman-temannya, bahkan oleh saudara kandungnya sendiri dalam memperoleh apa yang dia inginkan. Dia tidak mudah putus asa. Walaupun terkadang begitu, mengingat dia masih sangat muda.

Selain itu, tentang kejeniusan yang bahkan aku sendiri tidak begitu mengerti tentang deskripsi tiap-tiap permainan itu. Juga tentang teori-teori fisika yang banyak dimunculkan dalam cerita. Tapi, intinya kejeniusan dalam "bermain" itu harus terus diasah dengan berlatih. Mungkin kata "bermain" itu bisa diganti dengan hobi yang kalian suka.

Entah dalam kesadaran yang normal atau tidak, aku sudah menulis review ini panjang lebar. Semoga menarik minat kalian untuk membaca.

Petualangan yang seru dan akhir yang tak bisa kau terka sebelum kau membacanya!
Back to Top