20 Juli 2013

A Thousand Splendid Suns

Sampul
Judul : A Thousand Splendid Suns
Pengarang : Khaled Hosseini
Penerbit : Qanita
Tahun : 2010
Dibaca : 19 Juli 2013
Rating : ★★★★

Bicara tentang cerita kehidupan, novel ini sangat lengkap mengalunkan kisahnya. Hal-hal seperti penderitaan dan pengorbanan sangat jelas terasa dalam novel ini. Juga tentang kebahagiaan dan indahnya cinta kasih terhadap sesama tergambar jelas di dalamnya.

Dilatari negeri Afghan yang tandus, kisah ini menyuguhkan berbagai dampak kekejaman perang dan lelaki di sekitarnya. Dua wanita Afghan mencoba bertahan dalam dentingan suara tembakan dan kerasnya suami mereka.

Diceritakan dengan begitu mendetail, pembaca diajak mempelajari sejarah Afghanistan yang kelam dan penuh kekejaman dengan lika-liku penderitaan korban perang selama lebih dari tiga dekade. Pembaca juga diperkenalkan dengan agama Islam yang sangat berpengaruh di negara itu.

Pada akhirnya kisah ini memberikan begitu banyak balasan indah atas segala bentuk pengorbanan yang dilakukan dan penderitaan yang dirasakan. Tak ada yang lebih berguna selain menjadi orang yang memberi pengaruh besar dalam hidup seseorang hingga akhir hayat. Dan memang benar, setelah kesulitan itu pasti ada kemudahan.

Kisah fiksi yang begitu nyata! Mengajarkan pembaca tentang pentingnya arti cinta dan kasih antar sesama manusia. Dan yang terpenting arti cinta dan kasih dengan Sang Pencipta.

07 Juli 2013

The Maze Runner

Awalnya aku berpikir bahwa seri novel ini tidak sebegitu menarik, tetapi aku dibuktikan dengan penilaian empat-bintangku yang memang sangat menegangkan dan seru. Maze Runner Series.

Thomas menjadi seorang anak yang tiba-tiba masuk ke dalam Kotak. Kotak menjadi tempat hidupnya yang baru. Dan semuanya lelaki, tak ada perempuan. Hingga suatu saat Teresa datang yang membuat semua penghuni Kotak terkejut. Ada yang salah. Tidak, bukan "ada" tapi semuanya salah.

Dan lagi, ada yang salah bila novel ini tidak diadaptasikan ke film. Dan tahun 2014, menjadi tahunnya para penghuni Kotak. Filmnya akan rilis bulan September 2014. Ini sneak-peek-nya:


Lift yang membawa para lelaki menuju Kotak
Berikut ulasan singkatku tentang serial karya James Dashner yang menurutku, menjadi bacaan wajib untuk para penggemar novel fantasi.


***

Sampul
Judul : The Maze Runner
Pengarang : James Dashner
Penerbit : Mizan Fantasi
Tahun : 2011
Dibaca : 30 Mei 2013
Rating : ★★

Kalian harus tau bahwa segala yang ada di Bumi berasal dari Tuhan, Sang Kreator. Mungkin hal ini yang mendasari terbentuknya cerita dari novel ini. Ada suatu tempat dimana Sang Kreator membebaskan ciptaan-Nya bergerak seluwes mungkin dan menentukan sendiri arah hidup mereka. Itu tiga poin.

Novel ini benar-benar membuka fantasi dan imajinasiku ketika setiap kalimatnya membuat kita semakin ingin mengetahui apa yang Sang Penulis atur. Contoh kecilnya adalah Kotak.

Kalian tak akan pernah memikirkan hal lain dengan kotak yang biasa kalian tau. Kotak di sini adalah satu tempat yang entah dari mana asalnya memberikan begitu banyak misteri di dalamnya. Seorang anak setiap bulan. Perbekalan setiap minggu. Beberapa barang permintaan setiap ada yang meminta. Kalian tidak tahu dari mana asalnya. Siapa yang mengirimnya. Bagaimana cara mengendalikannya. Dan masih banyak pertanyaan lain atas satu objek yang disebut Kotak. Misterius! Sangat membuat kita ingin mencari tau lebih banyak lagi!

Dan untuk pesan terakhirnya itu... Ya, aku yakin aku harus terus menjelajahi ceritaUncle James ini. Sungguh cerita fantasi yang err... membuat Otak Kanan kalian terus bekerja!


***
Sampul
Judul : The Scorch Trials
Pengarang : James Dashner
Penerbit : Mizan Fantasi
Tahun : 2012
Dibaca : 11 Juni 2013
Rating : ★★

Akhirnya selesai juga membaca novel ini. Sempat tertunda karena ada presentasi makalah pemrograman yang ... sangat bikin kepala hampir terbelah. Pfffft...

Untuk ceritanya: mengagumkan dan ... menjijikkan. Tentang para Crank dan monster manusia yang ada di akhir cerita. Seluruh gambaran fisiknya membuatku mual.

Mengagumkan karena banyak sekali alur kehidupan yang baru dan mengejutkan. Seperti Thomas yang bertemu dengan Aris di asrama, Brenda dan Jorge di kota mati, dan Grup B di sisa akhir perjalanan menuju surga yang aman. Yang lebih mengejutkan ketika Teresa disebut pengkhianat dan ... memang seperti itu.

Mengenai gurun yang terik panasnya sungguh menyengat, awalnya aku tidak bisa membayangkan seperti apa. Gurun, tapi bertanah? Bukan pasir. Mungkin seperti lahan luas kosong yang terlalu gersang, bahkan air saja tidak mampu bertahan di sana. Seperti sawah yang sudah tidak ditanami padi di sepanjang musim kemarau. Mungkin seperti itu.

Pada akhirnya adalah yang lebih mengejutkan ketika Thomas tidak lagi percaya pada Teresa. Oh, ayolah! Cinta jadi benci? Sungguh cerita yang sangat tidak bisa ditebak!

Oh ya, satu lagi, salam jari tengah buat WICKED yang sudah membuat semua ini berjalan selancar mungkin. Jika aku adalah Thomas, sudah aku ludahi si WICKED itu, entah apa atau siapa mereka.


***
Sampul
Judul : The Death Cure
Pengarang : James Dashner
Penerbit : Mizan Fantasi
Tahun : 2012
Dibaca : 6 Juli 2013
Rating : ★★

Yeah! Berapa lama aku menghabiskan buku ini? Satu minggu? Mungkin lebih... Dan kalian tahu aku merasakan apa? Aku menyesal karena menunggu selama itu untuk mengetahui akhir cerita.

Awalnya aku berpikir kisah di novel ini bakal mulus dengan misi-misi WICKED sebelumnya. Tapi tidak! Thomas dan kawan-kawan tak lagi mempercayai WICKED dan mereka berusaha untuk menuntut balas apa yang dilakukan WICKED, dalam sudut pandang mereka tentu saja. Dan itu berhasil! Tak ada lagi aturan-aturan WICKED yang mereka patuhi dan WICKED tidak lagi berkuasa karena lambat-laun Thomas dan kawan-kawan tahu apa yang salah dalam rencana WICKED yang sesungguhnya.

Overall, kisah ini penuh aksi seperti biasa, pengkhianatan, persahabatan, dan kejutan! Apa yang mengejutkan? Oh, ayolah! Kalian pasti bisa menebak! Terlalu banyak cerita yang mengorbankan satu atau beberapa orang baik dan sangat dengan dengan pemeran utama. Oh, cukup sampai di situ!

Akhirnya, kita diberikan pesan tersirat bahwa rencana besar dan ambisius tidak selalu berjalan mulus dan sesuai dengan yang diharapkan. Mungkin cara yang dilakukan dalam rencana itu salah, dan ada cara yang lebih baik dan dapat meminimalisir risiko.

Akhir yang bahagia!

Dan, sebenarnya ... WICKED itu baik...

25 Juni 2013

The Bartimaeus Trilogy

Dari gembar-gembor para pembaca setia novel fantasi di grup Facebook yang aku buat, aku dibuat kalap sendiri karena satu serial novel fantasi yang paling digemari. Kalian semua, para penggemar novel fantasi, pasti tahu, tentu saja: The Bartimaeus Trilogy.
Aku sangat ingin tahu tentang novel tersebut. Mendengarnya saja sudah wow, apalagi membacanya. Oh! Masalahnya adalah serial novel tersebut sudah jarang dijual di toko buku, bisa dibilang langka. Tapi, karena kegigihan yang tidak terlalu mendidih, aku mendapatkan ketiga serinya di rentalan buku dekat rumah.
Singkat cerita, aku membaca ketiga serinya. Dua seri pertama aku membaca dengan menyewa, yang ketiga aku membacanya dengan memilikinya. Bukan hal yang mudah mencari orang yang menjual seri yang satu ini. Tapi aku mendapatkannya! Dan boxset! Dan murah pula! Hahaha. Dan berikut ini review dari ketiga serial novel tersebut.
***
Sampul
Judul : Amulet Samarkand
Judul Asli : The Amulet of Samarkand
Pengarang : Jonathan Stroud
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tahun : 2010
Dibaca : 13 Mei 2013
Rating : ★★★★★
Oke. Kita mulai darimana? Pertemuan Nathaniel dengan Bartimaeus? Kejadian Nathaniel menjadi anak angkat keluarga Underwood? Pertemuan dengan Lovelace yang membuat Nathaniel begitu ingin membalas dendam? Rasa cintanya yang tulus terhadap seorang Mrs. Underwood sebagai ibu angkat Nathaniel? Atau apa?
Semua tergambar jelas di novel ini. Dengan latar kota London yang klasik, novel ini menjadi hidup. Semua aksi sihir dengan pentacle-pentacle dan tipu daya tergambar sangat jelas. Ditambah humor yang mendidik, membuat novel ini berhak mendapat lima bintang, bahkan lebih. Sempurna!
Seorang anak berumur 12 tahun yang begitu gigih dan cerdas, menjalani hidup sederhana dengan perasaan tersiksa. Nathaniel selalu menginginkan lebih dalam dirinya karena apa yang telah ia dapatkan terlalu mudah untuk dijalani. Dan novel ini pun berkisah…
Mengutip sedikit perkataan Bartimaeus kepada Nathaniel di akhir cerita:
“Sebagai penyihir, kau memiliki potensi. Dan aku tak bermaksud seperti yang kaupikir. Kau memiliki jauh lebih banyak inisiatif daripada kebanyakan dari mereka, tapi mereka akan merenggutnya darimu jika kau tak berhati-hati. Dan kau memiliki hati yang yang tulus juga, satu hal lagi yang jarang kautemukan dan mudah hilang. Jaga baik-baik. Itu saja. Oh, dan aku akan berhati-hati dengan master barumu, jika aku jadi dirimu.”
Sangat menyentuh! Kalian harus baca!
***
Sampul
Judul : Mata Golem
Judul Asli : The Golem’e Eye
Pengarang : Jonathan Stroud
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tahun : 2010
Dibaca : 19 Mei 2013
Rating : ★★★★
Sedih rasanya mengingat butuh lima hari untuk membaca novel sekeren ini. Namun hal itu beralasan karena kegiatan lain dan yang lebih penting: UTS.
Kathleen Jones mendominasi kali ini. Penyelamat! A Savior! Nathaniel harus berterima kasih padanya. Dan … percakapannya dengan Bartimaues menjadi sangat menyenangkat. Bartimaeus adalah jin terkeren sepanjang masa. *Semoga Jin terkutuk itu mengetahui pujian ini*
Segalanya jadi jelas sekarang. Mr. Henry Duvall, f*ck yeah! Kita gak pernah tahu, mungkin di Pemerintahan jaman sekarang banyak yang seperti dia. Bermanis-manis di depan penguasa, tetapi memiliki alasan untuk berkuasa. Topeng bermuka dua. Walaupun tidak dengan Golem yang membuat gempar seluruh kota.
Yang menghapus setengah bintang dari novel ini adalah tentang Mata Golem. Tak ada akhir cerita mengenai benda itu. Malah semua tertuju pada Tongkat Gladstone yang sangat dominan dalam cerita. Mungkin seharusnya judul novel diganti dengan The Gladstone’s Stick. Haha. Lebih baik?
Setengah bintang lagi tentang Kitty, Sang Penyelamat itu. Aku sangat berharap dia bakal menjadi “lebih baik” di akhir cerita, seperti yang dijanjikan moleh Nathaniel. Tapi bahkan Bartimaeus tidak mau memberi tahu keadaan Kitty sebenarnya setelah menyelamatkan nyawa Nathaniel dari monster lumpur itu. Mungkin biar terkesan misterius. Ya deh… Kuakui memang “misterius”.
Setelah itu semua, lagi-lagi ada pelajaran berharga bagi Nathaniel dan semua pembacanya. Jangan pernah meremehkan siapa pun, bahkan pengemis sekalipun. Karena kita tidak tahu siapa yang akan menyelamatkan kita dari bahaya. Golem bisa menjadi salah satu bahayanya.
***
Sampul
Judul : Gerbang Ptolemy
Judul Asli : Ptolemy’s Gate
Pengarang : Jonathan Stroud
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tahun : 2010
Dibaca : 24 Juni 2013
Rating : ★★★★★

Apa yang saya pikirkan? Banyak! Kalian tidak perlu mengetahui semuanya.
Bartimaeus. Jin yang super duper kocak dengan semua kejeniusan dan pengalaman jin yang sudah berada ribuan tahun. Terutama pengalaman mengesankan dengan satu majikannya, Ptolemy, telah membuat lebih banyak pelajaran bagi diri Nathaniel.
Nathaniel. Melihat umurnya yang masih muda, dia masih labil dalam pemikiran-pemikirannya. Awalnya dia secara terang-terangan terlihat ambisius dengan jabatan dan citra dirinya sebagai menteri, hingga dia mencoba melakukan segala cara untuk mempertahankannya. Salah satunya dengan kekuasaan yang berlebihan pada perbudakan jin. Pada akhirnya, dia melihat semuanya salah, dan itu berkat Kitty.
Kitty begitu gigih dan percaya diri dengan prinsip dan mimpinya tentang menyetarakan jin dan manusia; tidak ada lagi perbudakan di Inggris. Setelah lebih 200 tahun Inggris digerakkan oleh para penyihir dalam pemerintahannya. Akhirnya semua itu tidak membenarkan hal bahwa penyihir tidak hebat tanpa commoner. Dan mimpi yang menjadi nyata adalah hadiah terindah dalam hidup, bukan? Mungkin itu yang sekarang dirasakan Kitty.
Aku sangat suka dengan percakapan-percakapan yang dalam novel ini. Antara Bartimaeus dan Kitty yang sangat intim dan begitu cerdas. Juga percakapan antar kelima jin ketika mempersiapkan penculikan membuat perutku melilit karena lelucon mereka. Dan, seperti biasa, antara Bartimaeus dengan Nathaniel, tidak ada yang mau mengalah.
Tentang perkataan Kitty pada bangunan yang luluh-lantak itu. Dia berkata, “sebegitu saja janji kalian.” Perkataannya masih saja terngiang di benakku. Aku tidak akan menceritakan lebih jauh tentang ceritanya, tentang Gerbang Ptolemy, nasib London, para penyihir dancommoner. Yang benar saja?! kalian harus cari tau sendiri.
Yang terpenting, aku tidak memberikan “spoiler” di sana sini. Dan, yeah! Aku sudah membaca semua seri The Bartimaeus Trilogy.
Akhir kata: Satu lagi cerita tentang sihir yang disajikan klasik dengan segala intrik kehidupan: pemerintahan yang ambisius dan munafik. Terlalu keren!

15 Juni 2013

The Fault In Our Stars

Sampul
Judul : Salahkan Bintang-Bintang
Judul Asli : The Fault In Our Stars
Pengarang : John Green
Penerbit : Qanita
Tahun : 2013
Dibaca : 15 Juni 2013
Rating : ★★★★


Oh. Sebelum kita mengulas novelnya, aku kasih poster filmnya dulu yang akan tayang tahun 2014. Ini dia:

Movie Poster
Tidak! Novel ini menghabiskan separuh kantung air mataku hari ini. Sangat menyentuh!

Sebagai bahan perenungan saja, bagaimana perasaan kalian bila ditinggalkan orang yang kalian sayang, orang tua? Sahabat? Bahkan pasangan hidup yang diharapkan bisa menemani kalian seumur hidup kalian? Tapi mereka tidak sebegitu lama menemani kalian; mendahului kalian ke tempat yang entah bagaimana sistem kehidupan setelah kehidupan? Bagaimana rasanya? Pikirkan itu!

Ayolah, sebenarnya ini hanya kisah romansa biasa, yang diperankan oleh gadis dan pria remaja biasa, yang menikamati hidup mereka secara biasa. Tapi hanya satu perbedaannya, mereka berpenyakit, atau di sini dibilang mereka sekarat. Ya, kedua pasangan muda itu mengidap kanker yang sama-sama mengerikan. Tidak menyakitkan secara tiba-tiba, tetapi perlahan. Perbedaan yang cukup sederhana.

Tapi jangan salahkan mereka mengapa mereka mengidap kanker atau mengapa harus mereka yang mengidapnya dari sekian milyar remaja lainnya. Mereka harus bisa bertahan sebisa, semampu, seperlu mereka bisa, mampu, dan perlu lakukan. Itu poin besar kenapa mereka harus benar-benar berjuang, bukan melawan, tetapi hidup bebarengan bersama penyakit mereka. Oh, sungguh mulia!

Untuk ceritanya, aku tidak bisa tuliskan. Karena kalian harus sungguh-sungguh membaca sendiri dengan kesadaran penuh untuk benar-benar memahami apa yang dimaksud oleh penulis kepada kalian. Apa maksud dari bintang-bintang yang harus disalahkan pun aku masih tidak mengerti. Ada satu bab tersurat di dalamnya tentang bintang-bintang, tapi itu hanya cerita sejarah yang disarikan. Entah apa yang dimaksudkan, tapi kalian harus mencari tahu sendiri...

Bagaimana mungkin cerita sebagus ini aku berikan secara cuma-cuma menurut perspektifku sendiri. Lucu sekali!

Sebuah kisah epik inspiratif sarat makna dan romansa cinta yang menggetarkan hati. Ini bukan metafora, ini real dari pengalamanku membacanya. Dan aku harus mengulanginya karena masih belum mengerti dengan bintang-bintang itu.

Five stars! Cheers, champagne!

03 Juni 2013

City of Bones

Sampul
Judul : City of Bones (The Mortal Instruments, #1)
Pengarang : Cassandra Clare
Penerbit : Ufuk Press
Tahun : 2010
Dibaca : 3 Juni 2013
Rating : ★★

Wow! Awalnya aku berpikir ini tidak seseru pada akhirnya. Ceritanya begitu membingungkan, dalam arti kata yang positif. Tak ada yang tahu pada awalnya siapa keluarganya siapa, siapa anaknya siapa, siapa ayahnya siapa, siapa ibunya siapa. Tapi ini yang menarik. Tak perlu disebutkan subjeknya karena kalian harus mencari tahu sendiri.

Yang tidak mengena adalah peran Kota Tulang itu sendiri. Kota itu menjadi judul novel ini, tapi bahkan kehadirannya hanya sekejap, ketika Clare ingin mengambil kembali ingatannya yang disegel. Tapi bahkan Kota itu tidak memberikan apapun. Hanya petunjuk selanjutnya untuk menguak ingatannya di tempat lain. Hanya sekilas! Bahkan tak berarti. Entah mengapa.

Selanjutnya adalah ketidakjelasan pada akhir. Ya... Walaupun aku akui bahwa sungguh menegangkan ceritanya, tapi ada hal-hal yang tidak menyentuh akhir (walaupun ada seri selanjutnya). Tentang Piala Mortal itu sendiri, setelah susah payah didapat, Clary melepaskannya begitu saja kepada Hodge untuk diserahkan kepada Valetine? Dan ... adalah Valentine, the worstest dad ever, kemana dia setelahnya? Melenggang pergi ke Idris? Oh, itu sungguh menjengkelkan!

Terakhir adalah sesuatu yang menggelikan. Kalau kalian menganalisa tentang nama para tokohnya, semuanya serba disingkat, walaupun tidak semua tokohnya. Clary adalah kepanjangan Clarissa. Jace adalah penyingkatan J.C. yang kepanjangannya adalah Jonathan Christopher. Luke adalah kepanjangan dari Lucian. Ini tidak terhitung sebenarnya, tetapi aku ingin kalian tahu saja bahwa aku menganalisanya. Haha.

Overall, ceritanya ciamik. Satu lagi penulis wanita yang begitu menegangkan setelah Veronica Roth. Dilatari kota New York dan daerah sekitarnya, akan mengurangibudget dalam pembuatan filmnya. Haha.

Baca deh novel ini sebelum filmnya rilis. Karena, you know what. Tak ada film yangbased on novel itu mirip dengan novelnya, bahkan menyimpang jauh. Mungkin itu untuk suatu bisnis, menarik para penggila film. Yah... Semoga tidak begitu mengecewakan.
Back to Top