Tampilkan posting dengan label young-adult. Tampilkan semua posting
Tampilkan posting dengan label young-adult. Tampilkan semua posting

23 April 2017

Ulasan Buku: The Rest of Us Just Live Here

Judul : Yang Biasa-biasa Saja
Judul Asli : The Rest of Us Just Live Here
Pengarang : Patrick Ness
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tahun : 2017
Dibaca : 22 April 2017
Rating : ★★★

"Tidak semua orang harus menjadi Sosok Pilihan. Tidak semua orang harus menjadi sosok yang menyelamatkan dunia. Kebanyakan orang hanya harus menjalani kehidupan mereka sebaik mungkin, melakukan hal-hal yang hebat bagi mereka, memiliki teman yang hebat, berusaha membuat hidup mereka lebih baik, mencintai orang dengan semestinya. Pada saat yang sama mereka juga menyadari bahwa dunia ini tak masuk akal tapi tetap saja berusaha mencari jalan untuk bahagia." (hal. 190)

Awal mengetahui buku ini diterjemahkan, aku bertanya-tanya tentang judul bahasa Indonesia. Kenapa berubah sedemikian berbeda menjadi "Yang Biasa-biasa Saja"? Aku tahu mungkin jawabannya akan ditemukan seusai membaca bukunya. Namun, sebenarnya tidak juga. "The Rest of Us" secara harfiah berarti "kita semua". Dalam kondisi ini, "The Rest of Us" ternyata memiliki arti yang lebih spesifik yaitu "kita" yang awam. Seseorang bertanya pada sebuah forum tentang apa arti dari frasa "The Rest of Us". Salah satu jawaban yang direkomendasikan menjelaskan bahwa frasa tersebut ditujukan pada orang-orang yang tidak (setidaknya pada saat ini) memiliki pemahaman mendalam tentang subjek yang ada. Mereka hanya orang yang biasa-biasa saja yang tidak mengerti tentang apa yang sebenarnya sedang terjadi. Dalam konteks buku ini, mereka adalah yang biasa-biasa saja terhadap Para Abadi yang merangsek datang untuk mengambil alih bumi.

***

Mike tahu hidupnya biasa-biasa saja. Ia seorang siswa tingkat akhir di sekolah menengah atas yang biasa-biasa saja. Ia memiliki sahabat-sahabat yang sepertinya terlihat biasa-biasa saja. Bahkan salah satu di antara mereka adalah kakak perempuan kandungnya yang setingkat dengannya di sekolah. Ia dan sahabat-sahabatnya memiliki masalahnya masing-masing, yang sebenarnya juga biasa-biasa saja kecuali Jared. Mike memiliki Obsessive-Compulsive Disorder (OCD) yang menyukai salah satu sahabatnya, Henna. Kakak perempuannya, Mel, pernah hampir mati karena anorexia nervosa yang dideritanya. Selepas kelulusan, Henna harus ikut bersama orang tuanya yang akan menjadi misionaris di Republik Afrika Tengah. Terakhir, Jared, yang keturunan Dewi Kucing, adalah gay yang tangannya diberkati karena memiliki kelebihan menyembuhkan. Oh, hampir lupa, ayah Mike seorang pemabuk berat dan ibunya adalah politikus yang berpengaruh di distriknya. 

Mike tinggal di sebuah kota kecil yang dikelilingi padang dan danau yang bahkan konser grup musik terkenal saja terkesan privat dan intim karena diselenggarakan di sebuah amfiteater yang biasa jadi tempat kompetisi hewan ternak selama pekan raya county. Lalu apa yang sebenarnya terjadi di antara Mike dan sahabat-sahabatnya dan orang tuanya dan penduduk di kota kecil itu sehingga kisah ini harus dikarang?

06 April 2017

Makna Reputasi dari Thirteen Reasons Why

Edited by Me

Setiap menyelesaikan sebuah buku, pasti ada satu atau dua adegan cerita di dalamnya yang terngiang dalam kepala dan tidak pernah pudar sampai beberapa waktu ke depan. Dari adegan cerita tersebut, kemudian tercipta gambaran kesan tentang keseluruhan isi cerita. Dan dalam karya Jas Asher ini, kesan utama yang termaktub dalam memori adalah reputasi. Kenapa reputasi? Karena dari awal sampai akhir cerita, penulis amat lihai membuat tokoh utama dalam bukunya sebagai korban dari reputasi yang tidak sengaja dibuat oleh orang-orang di sekitarnya, atau di buku ini adalah teman-teman di sekolahnya. Yah, bagaimana kalau kita membahas reputasi terlebih dahulu? Bagaimana reputasi mengubah strata kehidupan seseorang dan memengaruhinya secara keseluruhan?

Dikutip dari KBBI Daring, reputasi diartikan perbuatan dan sebagainya sebagai sebab mendapat nama baik, atau bisa juga disebut dengan nama baik. Dari pengertiannya saja reputasi atau nama baik berhubungan erat dengan kesuksesan. Orang-orang mengecap mereka yang sukses adalah mereka yang juga memiliki reputasi. Bila reputasinya buruk, kesuksesannya pun akan tercoreng. Bisa dibilang, reputasi adalah salah satu faktor kesuksesan seseorang.

Reputasi buatmu memikirkan apa kata orang lain terhadapmu

Petuah lama mengatakan untuk tidak peduli dengan apa yang orang lain katakan terhadapmu. Hal ini benar apabila kamu merasa bahwa apa yang dikatakan orang lain tidak sesuai dengan apa yang sebenarnya terjadi pada dirimu. Namun, jangan langsung membabi buta untuk mengabaikan apa kata orang lain. Faktanya adalah bahwa yang menilai dirimu adalah orang lain dan merekalah yang akan menentukan bagaimana reputasimu. Apalagi pada era ini yang reputasi tidak hanya dinilai dari kehidupan di luar jaringan (offline), tetapi juga di dalam jaringan (online). Kalimat mutiaranya bukan lagi apa yang kamu baca mencerminkan dirimu tetapi apa yang kamu kicaukan di media sosialmu mencerminkan dirimu.

Sejak bergabung dan menjadi member Blogger Buku Indonesia pada 2014, aku berpedoman untuk selalu menulis ulasan buku dari buku yang sudah kubaca. Walaupun beberapa waktu terakhir ini aku selalu utamakan mengulas buku-buku yang lebih menarik dan ada sisi lain yang harus dibahasnya, aku tetap berusaha untuk mengulas setiap buku yang kubaca. Aku tetap berusaha konsisten. Dan dalam sebuah ulasan yang kubaca di Forbes, menjadi konsisten merupakan salah satu langkah untuk meningkatkan reputasi. Aku tidak bilang bahwa aku pengulas buku terbaik dan tersohor, masih banyak teman-teman pengulas yang lebih rajin mengulas buku sembari bagi-bagi buku kepada para pembaca setianya. Yang kutekankan di sini adalah setiap orang mengetahui namaku, mereka akan mengingatku sebagai pengulas buku. Membuat orang lain melakukan hal itu adalah usaha untuk membangun reputasi. (Benar, kan? Reputasi adalah tentang bagaimana kamu dinilai dan dianggap oleh orang lain.)

26 Maret 2017

Dua Individu Jadi Satu dalam One


"Normal adalah satu-satunya yang pernah kuinginkan
dan aku bersedia menukar
aneh atau ganjil atau spektakuler atau menakjubkan
dengan normal
kapan pun." 
(hal. 148)

Pikirkan tentang satu individu yang memiliki banyak keinginan dan harus bisa memilah-milah mana yang harus dituruti dan mana yang diabaikan. Pikirkan juga tentang satu individu yang memiliki kegemaran dan akan menekuni kegemaran tersebut karena ia amat suka melakukannya. Pikirkan tentang satu individu yang sedang amat menyukai dengan seseorang dan dia akan melakukan apa saja untuk sang pujaan hati. Setelah itu, pikirkan tentang dua individu yang memiliki urusan-urusan kehidupan yang lumrah di atas namun hanya memiliki satu tubuh. Bagaimana mereka bisa menjalankan kehidupan mereka? Apakah mereka benar-benar harus mengorbankan keinginan, kegemaran, serta perasaannya tersebut?

Itulah hal penting yang dapat dipelajari oleh mereka yang memiliki kelebihan khusus yaitu kembar siam. Mereka memiliki dua kepala dengan dua otak yang berbeda namun berada dalam satu tubuh yang sama. Mereka sudah pasti berbagi kaki dan sebagian lainnya mungkin berbagi tangan. Lalu bagaimana dengan organ-organ dalam? Sudah barang tentu makanan yang mereka inginkan atau mungkin makanan favorit mereka berbeda, tapi apakah mereka akan merasakan lapar pada saat yang bersamaan? Apakah ketika satu individu makan lalu individu yang lain juga makan? Dan mari kita luruskan satu hal: kembar siam terdiri atas individu yang berbeda. Walaupun mereka bersatu tubuh, tetapi masing-masing memiliki otak berbeda dan mungkin juga organ hati dan jantung yang berbeda juga yang berarti mereka memiliki pemikiran dan perasaan yang berbeda satu sama lain. Jadi, yang satu adalah individu lalu yang lainnya juga adalah individu. Sudah dipahami? Bagus, karena ini akan amat berpengaruh dalam cerita yang akan diulas sesaat lagi.

Sebenarnya banyak sekali jenis kembar siam dengan macam-macam bagian tubuh yang terhubung pada kembar siam. Para kembar siam memiliki banyak kemungkinan untuk terhubung dengan tubuh lain antara satu sama lain, misalnya pada bagian perut, tulang belakang, panggul, atau bahkan kepala. Namun, bagian tubuh yang paling sering terhubung pada sebagian besar para kembar siam adalah dada. Terhubungnya dada jugalah yang menjadi takdir gadis remaja kembar siam bernama Grace dan Tippi dalam kisah karya Sarah Crossan berjudul One.

04 Maret 2017

Ulasan Buku: Everything, Everything

Judul : Everything, Everything
Pengarang : Nicola Yoon
Penerbit : Spring
Tahun : 2016
Dibaca : 4 Maret 2017
Rating : ★★★★

"Menginginkan satu hal hanya akan membawa ke lebih banyak lagi keinginan. Keinginan itu tidak pernah ada ujungnya." (hal. 91)

Selalu dibuat penasaran dengan bagaimana novel remaja mengeksplorasi kemungkinan-kemungkinan yang terjadi pada karakter di dalamnya. Semakin banyak novel remaja yang diterbitkan, semakin besar tantangan para penulisnya untuk membuat cerita yang unik dan berbeda dari yang lain. Banyak jadi memadukan dua cerita dari dua buku berbeda yang sudah ada. Tidak sedikit pula yang mencontoh satu cerita lalu mengeksplorasi dengan imajinasi si penulis sendiri. Namun, bisa dibilang hanya beberapa penulis yang bisa membuat kisahnya orisinil. Setidaknya, pembaca merasa belum pernah menikmati cerita yang setipe sebelumnya.

***

Madeline Whittier sudah berbeda dengan manusia lainnya sejak kecil. Ia dikurung oleh ibunya. Tidak, bukan seperti itu. Ia dijaga oleh ibunya karena penyakitnya yang mengharuskannya tetap berada di rumah. Bila keluar barang sebentar saja, pertahanan tubuhnya yang lemah akan membuatnya sekarat dan bisa jadi mati. Ibunya yang amat menyayanginya itu membuat rumahnya betah untuk ditinggali oleh Madeline. Madeline memiliki banyak buku. Madeline punya laptop dan koneksi internet yang kencang. Ada juga sebuah ruangan berdekorasi layaknya hutan artifisial dan Madeline dibolehkan ke sana jika ingin merasakan sensasi berada di Dunia Luar. Semua ini berjalan baik-baik saja sepanjang hidup Madeline sampai cowok itu menempati rumah di depan rumahnya.

Oliver 'Olly' Bright pindah bersama kedua orang tuanya dan seorang adik. Awalnya, mungkin kehidupan keluarga mereka berjalan normal dan bahagia. Pagi hari ayahnya berangkat kerja dan pulang pada malam hari. Sampai percekcokan itu terdengar. Ayahnya Olly marah-marah dengan perkataan kasar. Ia juga selalu membuat rumah jadi tak nyaman ditinggali. Adiknya Olly—Kara—merokok setiap pagi dan menguburkan puntungnya agar tak ada yang ketahuan. Namun, Olly tetap Olly. Kelincahan tubuhnya dan mata biru lautnya membuat Madeline ingin bertemu dengannya. Mereka pun berkirim pesan dan menceritakan banyak hal. Bahkan Madeline memiliki nama panggilan khusus dari Olly: Maddy. Apakah Maddy mengambil risiko untuk bertemu dengan Olly?

06 Februari 2017

Blog Tour: Simon vs the Homosapiens Agenda + Giveaway

Judul : Simon vs the Homosapiens Agenda
Pengarang : Becky Albertalli
Penerbit : Spring
Tahun : 2017
Dibaca : 5 Februari 2017
Rating : ★★★

Internet bagai tsunami yang menerjang sebuah pantai yang damai. Begitu tiba-tiba. Begitu besar. Bagi mereka yang sudah bersiap mungkin akan lekas menuju dataran yang lebih tinggi untuk menyelamatkan diri. Tapi bagi mereka yang berleha-leha dan terlalu menikmati keindahan pantai, akan hanyut terbawa arus. Banyak orang Indonesia yang terjebak dengan internet—terutama media sosial. Ada yang berpamitan untuk bertemu seseorang yang baru dikenalinya vis media sosial dan berakhir dengan meninggal dunia. Namun, tidak banyak yang menemukan jodoh mereka melalui internet. Mungkin kamu dan aku juga. Entahlah.

***

Simon Spier menemukan sebuah pos di Tumblr. Mungkin pos tersebut tidak berarti bagi orang lain tetapi tidak bagi Simon. Ia ingin mengetahui siapa pemilik pos tersebut dan menemukan alamat surelnya. Memberanikan diri, ia akhirnya mengirimkan sebuah pesan kepada alamat pseudonim itu. Sayangnya, tidak ada balasan sampai berhari-hari setelahnya dan ia hampir menyerah. Sampai keajaiban itu datang dengan balasan surel dari pemilik pos Tumblr. Nama samarannya Blue—yah, setidaknya itu sebuah nama—dan mereka satu sekolah yang sama.

Korespondensi di antara mereka berdua berjalan semakin intim namun tetap aman sampai Martin menemui Simon pada hari itu. Hari di mana Simon lupa keluar dari akun surel pseudonimnya. Hari di mana Martin memiliki screenshot balas-balasan surelnya dengan Blue. Hari di mana Martin menginginkan di-PDKT-kan dengan Abby, cewek populer yang sangat dekat dengan Simon. Hari di mana Simon tahu kalau ia sedang diperas. Hari di mana mungkin segalanya akan berakhir bagi Simon dan Blue.

17 Desember 2016

Ulasan Buku: Selestia dan Penjara Teka-Teki

Judul : Selestia dan Penjara Teka-Teki
Pengarang : Yozar Firdaus Amrullah
Penerbit : Buah Hati (imprint Lentera Hati)
Tahun : 2016
Dibaca : 12 Desember 2016
Rating : ★★★★

Usai gelaran Festival Pembaca Indonesia yang menobatkan stan PNFI sebagai "Booth Terheboh", seseorang mendatangi kami dan menawarkan buku karyanya untuk diulas. Seketika itu juga memoriku menyelusup ke beberapa buku karya teman-teman lain yang sudah kudapatkan namun belum kubaca dan kuulas. Aku langsung berkata jujur padanya bahwa aku tidak bisa dengan segera membaca dan mengulas karyanya. Katanya bukan masalah dan tetap memberikannya padaku. Keesokan harinya, aku yang penasaran dengan gambar sampul depan dan sinopsis sampul belakangnya, memberanikan diri untuk membuka segel dan mulai membaca. Tak berapa lama, aku sudah terhanyut dalam cerita dan merasa yakin untuk menyelesaikannya pada hari itu juga.

***

Selestia sedang mencari jawaban dari rubrik teka-teki di majalah "Pelangi" ketika ibunya pulang membawa buku rapor kelas VII miliknya. Selestia tidak masuk sekolah karena hari itu adalah hari pengambilan rapor dan orang tua yang harus mengambilnya. Setelah memberi tahu bahwa Selestia naik kelas dengan nilai memuaskan, ibunya memberikan berita yang tidak mengenakkan. Janji kedua orang tuanya untuk jalan-jalan sekeluarga ke Singapura saat liburan kenaikan kelas harus batal karena kesibukan yang mendera kedua orang tuanya. Sebagai gantinya, Selestia ditawari untuk berlibur di rumah Tante Suryani di desa. Dan menurut Selestia itu bukan ide yang buruk.

Berlibur di desa tempat tinggal Tante Suryani tidak mengecewakan Selestia. Ia bisa bermain bersama Raka, anak Tante Suryani yang sekaligus sepupunya. Raka juga ternyata memiliki beberapa teman yang seru-seru juga. Ada Herman yang bertubuh tambun, Mutun yang berkacamata, dan Nori yang selalu berdandan menor. Suatu hari mereka bermain layang-layang. kelelahan serta kelaparan setelah bermain mendera mereka. Untungnya datanglah Pak Lik Sarlito yang menjajakan jajanan pasar khas desa, seperti nagasari, onde-onde, gemblong, dan semar mendem.

Jajanan pasar yang enak itu dibuat oleh seorang nenek yang tinggal di dalam hutan bernama Nenek Gayatri. Usut punya usut, sang nenek tinggal sendirian dan tidak ada yang membantu pembuatan jajanan pasar tersebut. Sebuah hal yang mustahil dan perlu diselidiki. Dengan penuh rasa ingin tahu, Selestia dan teman-temannya mengunjungi rumah Nenek Gayatri di dalam hutan. Sayangnya, sang nenek sedang tidak ada di rumah. Lalu apa yang akan dilakukan Selestia, Raka, Herman, Mutun, dan Nori?

12 November 2016

Ulasan Buku: Hikikomori-chan

Judul : Hikikomori-chan
Pengarang : Ghyna Amanda
Penerbit : Ice Cube
Tahun : 2015
Dibaca : 12 November 2016
Rating : ★★★

"Aku tadinya hampir bangkit untuk mencari tahu keberadaan pria asing itu, tapi aku mengurungkannya dan merebahkan tubuhku kembali." (hal. 44)

Hari Ayah di Indonesia bermula ketika Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mendeklarasikannya pada 12 November 2006 lalu di Solo. Uniknya, Hari Ayah digagas oleh sekumpulan wanita yang tergabung dalam Perkumpulan Putra Ibu Pertiwi (PPIP). Saat itu PPIP menggelar deklarasi Hari Bapak Nasional di Pendapa Gede Balai Kota Solo yang dihadiri ratusan orang dari berbagai kelompok masyarakat. PPIP dikenal sebagai komunitas komunikasi lintas agama. Deklarasi serupa juga digelar oleh anggota PPIP lainnya di Maumere, Flores, Nusa Tenggara Timur. Sejak saat itulah, 12 November ditetapkan sebagai Hari Ayah di Indonesia.

***

Raisa sudah ditinggal ibunya sejak empat tahun lalu. Sejak saat itu, ia mengurung diri di kamar dan tidak memiliki daya dan keinginan bahkan untuk keluar dari kamarnya. Ia menganggap dirinya sebagai hikikomori yang merupakan perangai seseorang yang cenderung menutup dirinya sendiri dari dunia luar. Raisa bahkan hanya keluar untuk makan, mandi, dan pergi ke toilet. Ia tidak lagi bersekolah sejak lulus SMP yang bahkan ijazahnya masih ditahan oleh Jirou si Serakah.

Hal tersebut akan terus seperti itu jika saja Vincent Muffon tidak hadir dalam hidup Raisa. Pria asing yang mengaku sebagai suami Reina, ibunya Raisa. Gadis itu sontak kaget karena selama hidupnya ia tidak pernah kenal dengan ayah kandungnya, apalagi yang bernama Vincent Muffon. Pria tinggi besar yang kemudian disebutnya Kyoujin—sebutan raksasa yang berasal dari serial Jepang "Attack on Titan"—itu kemudian tinggal di rumah peninggalan sang ibu yang dihuni Raisa sampai sekarang. Kyoujin selalu membuatkannya makanan dan menjaga agar rumah tersebut tetap bersih. Hingga Raisa tersadar bahwa ia sedang membuka diri pada pria besar yang mengaku sebagai ayahnya itu. Apakah Kyoujin benar-benar ayahnya?

07 November 2016

Mengenal Asal-Usul Kambing Hitam pada Abad Pertengahan

Edited by Me
"Ain't I already been whipped twice today? Gaw! What's the prince done now?" (hal. 2)

Seorang anak ditakdirkan menjadi penerima hukuman bagi seorang pangeran cilik yang begitu bandel. Ia biasanya berasal dari kalangan bawah dan ditarik ke istana karena diiming-imingi hidup yang layak. Jika sang pangeran nakal, tidak patuh, tidak hormat, maka si anak deraan inilah yang harus menerima hukumannya. Di hadapan sang raja, sang pangeran yang bandel mendapatkan hukuman melalui si anak deraan, biasanya berbentuk cambuk. Alasannya sudah jelas, agar sang pangeran merasa bersalah setelah melihat si anak deraan kesakitan atas perlakuan yang sebenarnya dilakukan oleh sang pangeran itu sendiri. Pihak kerajaan tidak merasa itu hal yang salah, toh si anak deraan mendapatkan hidup yang layak di dalam istana dan itu adalah sebuah pekerjaan yang lumrah kala itu.

***

Itulah yang dialami Jemmy 'The Whipping Boy' setelah diambil ke istana setelah beberapa tahun. Hari itu Jemmy sudah menerima dua kali deraan dan akan mendapatkan yang ketiga setelah Prince Brat melakukan hal usil kepada raja dan ratu—menarik jatuh wig mereka saat makan malam bersama para tamu. Karena kelakuan Prince Brat itu, Jemmy mendapatkan 20 kali deraan. Dan itulah yang selalu Jemmy terima setiap hari; pekerjaannya, takdirnya. Namun sepertinya Prince Brat tidak merasakan secuil pun penyesalan atas apa yang seharusnya dia terima atas ulahnya itu. Tak hanya itu, malam itu juga Prince Brat mengunjungi kamar Jemmy dan mengatakan ia tidak puas atas apa yang diterima Jemmy dan ia memerintah agar Jemmy berteriak saat menerima setiap deraan yang menyakitkan itu bagai babi menguik.

Suatu malam Prince Brat meminta Jemmy untuk kabur dari istana. Tentu itu mengagetkan Jemmy karena: kenapa harus dia? Bukankah Prince Brat tidak menyukainya? Lalu, akan pergi ke mana mereka? Prince Brat tidak menyukai istana, ia harus belajar baca, tulis, hitung yang tidak bisa dilakukannya. Sang pangeran bahkan tidak bisa menuliskan namanya sendiri karena ia bisa menyuruh orang untuk membacanya. Begitupun untuk menulis dan menghitung. Tapi ia terlalu jenuh akan hal itu. Kisah ini dimulai ketika mereka berdua keluar dari istana menunggangi kuda. Petualangan apa yang akan mereka dapatkan? Akankah petualangan ini akan mengubah perangai dan tingkah laku Prince Brat? Oh, dan tentu saja ini kesempatan Jemmy untuk pergi selamanya dari pekerjaannya itu.

05 November 2016

Ulasan Buku: UnWholly

Judul : UnWholly (Unwind #2)
Pengarang : Neal Shusterman
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tahun : 2016
Dibaca : 29 Oktober 2016
Rating : ★★★★★

"Nikmati pengalaman berada di luar dirimu: Sambutlah keadaan terpisah-pisah." (hal. 122)

Para remaja dihadapkan kondisi suatu negara di mana mereka menjadi musuh sosial dan tidak diinginkan. Mereka yang penuh nafsu dan rasa ingin tahu, sulit diatur, nakal, tidak hormat terhadap orang tua, dan segudang masalah remaja lainnya menjadi alasan hal itu terjadi. Pemerintah memperbolehkan para orang tua yang memiliki anak seusia remaja di bawah 16 tahun untuk menyerahkan mereka untuk dipisahkan raganya. Hal itu baik karena daripada mereka merasa gagal sebagai orang tua untuk mendidik anak mereka, toh anak mereka yang begitu tidak bisa diatur ini bisa menjadi semacam penebusan dosa karena tubuh mereka nantinya akan lebih berguna bagi orang lain. Potongan tangan mereka bisa digunakan pelukis untuk membuat karya. Jantung mereka memberikan kehidupan baru bagi orang tua yang sekarat. Mata mereka dapat lebih berguna jika digunakan oleh para fotografer buta parsial untuk memotret dan menghasilkan gambar yang ciamik.

***

Petualangan Connor Lassiter, Risa Ward, dan Lev Calder berlanjut. Connor dan Risa yang berada di Kuburan Pesawat harus menutup rapat keberadaan mereka untuk keberlangsungan hidup lebih dari 700 Unwind desertir. Sebenarnya mereka menyebut diri mereka sendiri Wholly—utuh. Unwind adalah istilah yang diberikan oleh pemerintah atas mereka. Para Wholly masih tetap hidup di bawah bayang-bayang Resistansi Anti-Pemisahan (RAP), sebuah organisasi yang menentang pemisahan raga dengan menyelamatkan Unwind desertir. Namun mereka tidak terorganisasi sebaik yang dipikirkan orang. Akhir-akhir ini, RAP seringkali mengabaikan permintaaan logistik Kuburan Pesawat; persediaan obat pun tidak. Risa sangat membutuhkannya.

Di sisi lain, Lev yang terpisah dari Connor dan Risa harus melanjutkan hidup. Dihukum sebagai penepuk yang tidak penepuk, ia menjadi tahanan kota dan bersama Pastor Dan harus duduk di ruang hiburan penjara anak-anak setiap Minggu pagi dengan mengemban misi mulia; memberikan pelayanan kepada mereka. Suatu tragedi memilukan terjadi saat Hari Pramuka Putri dan Lev harus pergi sejauh mungkin dari tempat yang lebih dari setahun ia tinggali bersama Pastor Dan. Ia berada di mansion Cavenaugh dan perubahan drastis terjadi, ia dielu-elukan bagai nabi, bagai juru selamat, atas apa yang telah dilakukannya setahun lalu. Semuanya tidak akan sama lagi setelah hadirnya UnWholly—manusia tidak utuh—yang baru saja diciptakan. Apa yang terjadi pada mereka bertiga? Apakah Connor, Risa, dan Lev akan bersatu kembali?

31 Oktober 2016

Ulasan Buku: Wonder

Judul : Wonder
Pengarang : R.J. Palacio
Penerbit : Atria
Tahun : 2012
Dibaca : 15 Oktober 2016
Rating : ★★★★★

"Anak itu benar. Aku makan seperti seekor kura-kura, kalau kau pernah melihat seekor kura-kura makan, Seperti makhluk rawa zaman prasejarah." (hal. 73)

Apa yang kamu harapkan dari sebuah buku anak-anak atau remaja tanggung? Bernostalgia dengan masa kecilmu atau masa sekolahmu? Mencari tahu kisah berbeda dari apa yang pernah kau alami? Atau hanya membacanya saja tanpa ekspektasi apa pun? Bagaimana jika buku tersebut adalah buku yang sangat ingin kaubaca dan orang-orang melabelinya buku bagus? Kau akan tetap tak akan berekspektasi apa pun atau kau memiliki harapan untuk percaya pada apa kata orang tentang buku tersebut?

***

August 'Auggie' Pullman tahu tahun ini tidak akan sama lagi ketika ia ditawari kedua orang tuanya untuk bersekolah di sekolah formal biasa. "Kelebihan" dirinya yang sedari kecil sudah disandangnya dan kesadarannya yang sudah beranjak remaja, ia tahu bahwa ia harus mencobanya. Setidaknya, tidak  boleh terus-terusan belajar di rumah bersama sang ibu. Jadi, ia memutuskan untuk melaksanakannya.

Auggie tahu semuanya tidak akan sama lagi saat menginjakkan kaki pertama kali di Beecher Prep. Saat ia bertemu Mr. Tushman sang kepala sekolah. Saat ia bertemu beberapa murid yang mengajaknya berkililing sekolah. Namun apa yang kauharapkan dari sebuah perubahan? Akhir yang bahagia tentu saja. Dan apakah Auggie yang berwajah buruk rupa akan merasakannya juga? Atau dia akan menyerah di tengah-tengah?

13 Oktober 2016

3 "Keanehan" dalam Miss Peregrine's Home for Peculiar Children


Pertama-tama, mari kita panjatkan puji syukur karena Bibli bisa kembali berkontribusi pada blog ini. Sudah sekitar 8 bulan sejak Bibli membuat postingan perkara hari Kasih Sayang, kali ini Bibli akan menceritakan apa yang sudah Raafi bisikkan ke telinga Bibli tentang buku yang baru saja—nggak baru juga sih, udah beberapa hari yang lalu—Raafi baca, "Miss Peregrine's Home for Peculiar Children" atau yang penerbit-suka-terjemahin-judul ini terjemahkan menjadi "Rumah Miss Peregrine untuk Anak-Anak Aneh". Nah, sekarang terserah kamu mau pilih yang mana. Karena Bibli anaknya simpel banget, jadi Bibli sebut MPHfPC saja ya, biar sebelas-dua belas sama MPASI.

Jadi, Raafi bilang kalau buku ini sedikit lambat alurnya. Konflik cerita baru muncul pada beberapa halaman setelah setengah buku (ngerti kan maksud Bibli?). Lalu, dari halaman pertama sampai pertengahan isinya apa? Narasi tentang Jacob, sang tokoh utama, yang galau apakah dia harus percaya kata-kata sang kakek atau harus terus melanjutkan hidup sebagai anak magang "spesial" di supermarket milik keluarganya. Kemudian terjadilah hal tak terduga yang membuatnya bisa melihat hal "aneh", semacam monster. Awalnya dia terkejut dengan apa yang dilihatnya sampai ia menggambarkannya sendiri dan menyebutnya monster. Lalu? Dia dianggap gila! Gila kan orang-orang? Halo! Kalau memang dia "benar-benar" melihat monster, kenapa malah dianggap tidak waras?

Bibli tidak akan menceritakan lebih jauh tentang Jacob yang dianggap gila dan diharuskan periksa kepada psikiater tapi malah jalan-jalan ke sebuah pulau yang Raafi bilang mengingatkannya pada deskripsi pulau di buku "And Then There Were None". Oke. Baiklah. Terserahnya saja. Tapi setelah dipikir-pikir, terlepas dari alur yang lambat dan orang-orang gila yang menganggap orang-orang lainnya gila, ada tiga keanehan utama yang membuat buku ini unik dan "aneh". Apa saja?

27 Agustus 2016

Ulasan Buku: Apa Pun selain Hujan

Pengarang : Orizuka
Penerbit : GagasMedia
Tahun : 2016
Dibaca : 27 Agustus 2016
Rating : ★★★

"Sering kali, Wira berharap bisa tinggal di suatu tempat di mana hujan tidak pernah turun." (hal. 19)

Beberapa waktu lalu aku memantau salah satu akun Twitter penggemar film yang membahas soal ketakutan. Akun tersebut mencoba mengemukakannya dengan badut yang mengerikan dari "It", sebuah mini-seri tahun 1990 dan si admin mengaku trauma dengan badut setelah menontonnya. Lalu ia melempar pertanyaan tentang apa hal yang paling menakutkan bagi followers-nya dan jawabannya sungguh beragam. Ada yang takut dengan kolong tempat tidur sehingga sebisa mungkin ia harus tidur di kasur yang tak berkolong. Lalu, bagaimana dengan mereka yang trauma dengan hujan?

***

Adalah Wira, cowok yang sangat takut dengan hujan. Saking takutnya, ia sampai tidak mau memakai payung untuk menerjang hujan. Tentu hal itu beralasan, ia tak pernah lupa pada masa lalu yang dilaluinya kala hujan. Ia melihat sahabatnya, Faiz, yang tak sadarkan diri dibawa mobil ambulans. Bersama Nadine, ia mengejar sia-sia mobil ambulans tersebut bersama hujan yang membasahi dobok-nya dengan kuyup.

Wira tahu ia tidak akan sama lagi setelah kejadian itu. Beberapa waktu setelahnya, ia dan Nadine berjanji untuk tidak lagi mengenakan dobok dan membakar seragam taekwondo mereka berdua. Wira memilih tinggal bersama sang nenek di Malang untuk melanjutkan studinya di Fakultas Teknik Sipil Universitas Brawijaya. Satu hal saja yang ia simpan rapat-rapat: ia meninggalkan Jakarta untuk menghapus masa lalunya. Apakah ia berhasil?

31 Juli 2016

Ulasan Buku: We Were Liars

Judul : Para Pembohong
Judul Asli : We Were Liars
Pengarang : E. Lockhart
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tahun : 2016
Dibaca : 31 Juli 2016
Rating : ★★★★

"Kau paham, Cady? Diam adalah lapisan pelindung rasa sakit." (hal. 47)

Aku putuskan untuk membaca buku ini bulan ini karena firasatku mengatakan inilah waktu yang tepat. Dan benar saja. Buku ini berlatar pada bulan Juli. Ketika Para Pembohong mengisi liburan musim panasnya di pulau pribadi milik sang kakek. Dan untungnya aku tepat waktu karena ulasannya juga harus dibuat sebelum Juli berakhir karena buku didaftarkan pada "Raafi & Bibli's Summer Reading List".

***

Cadence Sinclair Eastman merasa hidupnya dikekang oleh tuntutan sang ibu yang menginginkan dirinya sebagaimana Keluarga Sinclair yang bertubuh atletis, tinggi, cantik dan tampan—sempurna. Cady selalu datang setiap musim panas ke sebuah pulau pribadi milik kakeknya. Di sana dia pasti bertemu dengan sepupu-sepupunya, Mirren dan Johnny. Lalu ada pula Gat, cowok "luar" yang juga hadir beberapa tahun terakhir.

Usia mereka berempat hampir sama. Keluarga Sinclair memanggil mereka Para Pembohong. Mereka tetap bermain layaknya liburan musim panas kebanyakan orang yang lain. Tapi pada musim panas kelima belaslah semuanya jadi berantakan. Ketika gagasan kecil menyebabkan semuanya berakhir. Saat itulah Cady bertahan dengan hilang ingatan parsialnya dan mengingat kembali detail-detail yang terjadi saat itu.

19 Juli 2016

Ulasan Buku: Sylvia's Letters

Judul : Sylvia's Letters
Pengarang : Miranda Malonka
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tahun : 2015
Dibaca : 17 Juli 2016 (via SCOOP)
Rating : ★★★

"Kita hidup di masa ketika batasan benar dan salah dikaburkan oleh perasaan dan hormon. Perubahan emosional dari kanak-kanak ke remaja sangat membingungkan dan menyakitkan." (hal. 74)

Kembali membaca buku remaja lokal. Sepertinya aku sedang menggandrungi buku bertema seperti ini. Untungnya aku merasa karya-karya lokal semakin bagus dan lebih beragam; tidak melulu soal cinta monyet atau cerita-cerita yang utopis. Namun, memang akhir-akhir ini entah kenapa selalu dapat cerita buku bertema "sakit" atau yang biasa disebut sicklit. Bagaimana dengan Sylvia? Apa yang sebenarnya terjadi padanya dan surat-suratnya?

***

Hidup Sylvia hanya berkutat antara alas gambar dan kuas lukis saja hingga ia menonton pertunjukan mingguan kelas dan melihat cowok—yang akhirnya diketahui bernama Gara—yang memerankan John Jasper dari cerita "The Mystery of Edwin Drood". Mungkin ia dilanda cinta pada pandangan pertama. Sejak saat itu, Sylvia menuliskan surat untuk Gara yang isinya cerita-cerita yang dilaluinya. Namun ia memutuskan tidak akan mengirimkan surat-surat itu sampai kapan pun.

***

Bagian awal aku disuguhi surat pertama Sylvia yang berisi hasil PR Bahasa Indonesia-nya tentang cara memandang diri, semacam esai. Darinya, Sylvia tergambar sebagai remaja cerdas yang memiliki pemikiran terbuka. Aku menggarisbawahi kutipan esai Sylvia berikut: 'Terkadang saya merasa bahwa impian dan keegoisan saya akan membuat saya tak pernah punya teman, tapi berhubung manusia adalah makhluk sosial, jadi saya tentunya harus menyesuaikan diri dengan lingkungan supaya bisa hidup dengan maksimal.' Dari pernyataan tersebut, aku cetak tebal kata 'impian' dan 'keegoisan'—dua hal yang nantinya mewakili keseluruhan cerita pada buku ini.

08 Juli 2016

Ulasan Buku: Amy & Roger's Epic Detour

Judul Asli : Amy & Roger's Epic Detour
Pengarang : Morgan Matson
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tahun : 2014
Dibaca : 8 Juli 2016
Rating : ★★★

Buku ini kudapat dari teman penerjemah dan sudah ngendon begitu lama di tumpukan timbunan. Saat kupikir liburan dan mudik adalah waktu yang tepat untuk membaca buku bertema perjalanan, aku mengusung buku ini dan satu buku lain yang juga bertema sama untuk dipilihkan oleh teman-teman melalui Twitter. Dan karena buku ini mendapat tiga suara dari tiga responden, aku mulai membacanya tepat saat kendaraan yang mengantarku pulang ke kampung halaman dinyalakan.

***

Amy harus melakukan perjalanan dari California ke Connecticut untuk "pindahan". Ibunya sudah menunggunya di rumah baru mereka dan sudah mempersiapkan semuanya untuk Amy. Rute perjalanan, tempat menginap, sampai teman berkendara bernama Roger. Meski telah memiliki SIM, Amy tidak mau mengendarai mobil karena tragedi yang membuatnya trauma tiga bulan lalu. Apakah Amy akan melakukan perjalanannya sesuai dengan perintah ibunya yang dikira-kira hanya memakan waktu empat hari?

Roger sedang liburan musim panas saat diminta oleh ibunya menemani anak teman ibunya menyebrangi daratan Amerika dari ujung barat ke ujung timur. Roger mengiyakan saja karena ia akan bertemu sang ayah dan ada misi terselubung yang harus dilakukannya. Ini tentang hubungan rumitnya. Apakah benang hubungannya akan mengendur sehingga bisa diperbaiki atau malah semakin berbelit?

30 Juni 2016

Ulasan Buku: 14th Guardian

Sampul
Judul : Fantasteen Numb3rs: 14th Guardian
Pengarang : Dwi Pratiwi, dkk.
Penerbit : DAR! Mizan (Mizan)
Tahun : 2016
Dibaca : 26 Juni 2016
Rating : ★★★

"Ketika kamu ingin melampaui satu, ingatlah bahwa sesuatu di atas satu adalah nol. Dan nol menandakan ketiadaan." (hal. 17)

Tidak ragu lagi untuk membeli buku ini karena salah satu teman komunitas menjadi kontributor di dalamnya. Cerita yang ditulisnya menjadi judul buku ini dan dibuatkan komiknya. Siapa sih yang tidak bangga bila hal yang diidam-idamkannya terwujud? Temanku ini juga sudah lama menginginkan tulisannya diterbitkan—bahkan dalam pengantarnya dia menulis, "Satu dari sekian banyaknya kutu buku yang bercita-cita jadi penulis". Dan akhirnya dia meraih cita-citanya itu! Selamat ya, Ratih!

***

Buku ini berisi lima cerita pendek dan dua di antaranya ditampilkan dalam bentuk komik. Kesemuanya memang memiliki satu kesamaan, yaitu sama-sama berjudul angka atau mengandung angka. Walaupun memang cerita-cerita di dalamnya tidak memberikan satu benang merah yang membuat pembaca harus membaca keseluruhan cerita. Tapi buku dengan tebal tidak sampai 100 halaman ini patut untuk dibaca karena setiap cerita memberikan keseruannya masing-masing.

24 Juni 2016

Ulasan Buku: Happiness

Sampul
Judul : Happiness
Pengarang : Fakhrisina Amalia
Penerbit : Ice Cube
Tahun : 2015
Dibaca : 20 Juni 2016
Rating : ★★★★

"Kalau untuk dilihat Mama dan Papa, kalau untuk dianggap pintar, kalau untuk memenangkan hati semua orang Ceria harus menjadi nomor satu di eksakta, maka tidak jadi pemandu wisata dan penulis profesional pun tidak apa-apa." (hal. 62)

Bagaimana cara kamu menikmati hidup? Cara kamu berbahagia? Apakah dengan mengikuti orang lain yang tampak bahagia? Coba tanya pada lubuk hatimu yang paling dalam sekali lagi. Bahagia adalah tentang menerima apa yang kamu dapatkan. Setidaknya kamu bersyukur atas dirimu sendiri. Atas apa yang kamu punya.

***

Ceria memang cerdas di mata pelajaran selain ilmu eksakta, apalagi matematika. Sedari sekolah dasar, Ceria sudah dibanding-bandingkan dengan teman sekelas sekaligus tetangganya bernama Reina, terutama oleh kedua orangtuanya. Mereka selalu memuji Reina yang memenangkan perak dalam olimpiade Matematika skala internasional dan meminta Ceria untuk lebih jago dalam Matematika.

Ceria tahu dirinya tidak suka ilmu eksakta. Ia suka Bahasa Inggris dan mata pelajaran lainnya. Ia bercita-cita menjadi seorang pemandu wisata atau penulis andal. Tapi kedua orangtua yang menuntutnya untuk masuk jurusan Matematika bagai gaung yang tak pernah pudar. Ia tidak ingin mengecewakan mereka. Ia harus terus berjuang untuk menaklukan Matematika, menaklukan Reina.

Ulasan Buku: Dash & Lily's Book of Dares

Sampul
Judul : Buku Tantangan Dash & Lily
Judul Asli : Dash & Lily's Book of Dares (Dash & Lily #1)
Pengarang : Rachel Cohn & David Levithan
Penerbit : POP (imprint KPG)
Tahun : 2016
Dibaca : 7 Juni 2016
Rating : ★★★★

"Aku menyadari bahwa Penggerutu telah memberikan apa yang kuminta sebagai kado Natal. Harapan dan keyakinan. Aku selalu berharap tapi tak pernah percaya bahwa aku dapat menikmati petualangan sendirian. Bahwa aku dapat melakukannya. Dan menyukainya. Ini sudah terjadi. Jurnal ini membuatnya nyata." (hal. 134)

Tidak ada ekspektasi apa pun selain judul yang memikat dan sampul birunya yang menggoda. Atas dua hal tersebut aku nekat mengambil buku ini dan membayarnya di kasir. Beruntung langsung membacanya, karena aku bisa menikmati setiap halaman yang notabene berparagraf panjang dengan percakapan berbobot khas novel remaja.

***

Lily begitu kesal karena liburannya ditinggal liburan kedua orangtuanya. Ia tak habis pikir kenapa orangtuanya itu malah berlibur saat Natal yang selalu ditunggu-tunggunya. Apa yang harus dilakukannya tanpa mereka? Bermain bersama sang kakak? Dia harus melakukan sesuatu. Kakaknya menyarankan Lily untuk membuat teka-teki di sebuah jurnal dan meninggalkannya di rak toko buku. Untungnya, Lily adalah adik yang penurut.

Dash tidak suka ketika Natal datang. Tapi ia suka liburan kali ini karena orangtuanya harus menjalani kehidupannya masing-masing. Jadi, Dash mengunjungi toko buku favoritnya. Ia menemukan sebuah jurnal merah. Dash mengambil jurnal itu dan mengerjakan perintah apa pun yang tertulis di sana.

23 Mei 2016

Eleanor & Park Blog Tour + Giveaway

Sampul
Judul : Eleanor & Park
Pengarang : Rainbow Rowell
Penerbit : Fantasious
Tahun : 2016
Dibaca : 24 Mei 2016
Rating : ★★★★

Senang bisa bertemu kembali dengan tulisan Rainbow Rowell. Setelah "Fangirl", aku merasa harus mencoba lagi dengan karyanya yang lain. "Eleanor & Park" menjadi buku keduanya yang kubaca. Tidak banyak ekspektasi pada buku ini selain menjadi pemenang Goodreads Choice Award 2013 kategori Young Adult Fiction. Jadi, apa sebenarnya yang membuat buku ini favorit para pembaca Goodreads?

Dari awal aku sudah disuguhkan cerita beralur cepat ala cerita remaja lain. Dengan sudut pandang orang ketiga serba tahu yang berselang-seling antara Eleanor dan Park, membuatku terus membalik halaman. Aku dibuat suka oleh mereka. Bagaimana pertemuan pertama mereka di bus sekolah. Eleanor, anak baru yang tak acuh dan terlihat masa bodoh mencari bangku kosong untuk pertamanya. Dan Park yang sebenarnya ingin terlihat santai dan juga masa bodoh malah memberikan bangku di sebelahnya untuk tempat duduk Eleanor.

Keterikatan-keterikatan selanjutnya antara mereka berdua bertumbuh seiring dengan seringnya mereka duduk bersama di bus sekolah. Dari yang awalnya saling tak acuh, Eleanor yang mencoba membaca komik yang sedang dibaca Park, hingga Park yang meminjamkan Eleanor komik-komiknya. Yah, kautahu tentang benih-benih cinta yang hadir kepada mereka yang sering bertemu kan? Itulah Eleanor dan Park.

22 Mei 2016

Ulasan Buku: Persona

Sampul
Judul : Persona
Pengarang : Fakhrisina Amalia
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tahun : 2016
Dibaca : 16 Mei 2016
Rating : ★★★★

"Memang luar biasa sekali pengaruh yang bisa ditimbulkan oleh kehadiran seseorang dalam hidupmu. Pada suatu waktu kau akan menjadi dirimu yang kau kenal, di waktu lain tiba-tiba kau berubah menjadi orang lain." (hal. 40)

Buku ini "iseng" kubeli berkat voucher senilai IDR 50K di salah satu toko buku daring dan aku hanya membayar ongkos kirimnya saja. Aku tertarik karena sampulnya. Sejujurnya, aku bukan orang yang melihat sampul untuk tertarik pada sebuah buku. Bila tidak mengenal penulisnya, aku harus cek Goodreads dan melihat beberapa ulasan di sana, lalu membaca sinopsis pada sampul belakang, lalu aku menimbang-nimbang harus membacanya atau tidak. Tapi buku ini, aku tertarik karena sampulnya. Mungkin karena warna birunya?

***

Kak Nara dan Altair adalah dua cowok yang membuat hidup Azura berbunga-bunga saat SMA. Pertama kali bertemu Kak Nara adalah saat paling memalukan bagi Azura karena dikatai pendek. Azura sedang berjalan dan terjerembab di lubang. Merasakan perih kulitnya yang lecet, Azura tidak bisa keluar dari lubang itu. Datanglah cowok yang menolongnya dan Azura berterima kasih tanpa saling berkenalan lebih dulu. Cowok itu adalah kakak kelasnya bernama Kak Nara.

Altair adalah anak baru pindahan dari Jepang. Dan ternyata cowok itu duduk di belakang bangku Azura. Azura yang tidak punya teman akhirnya membuka diri dan semakin dekat dengan Altair. Cowok itu selalu bersamanya ketika istirahat pertama di perpustakaan. Juga ketika istirahat kedua, memakan bekal yang dibawa Azura di bangku bawah pohon. Tapi sungguh berbahaya ketika kau terlalu dekat dengan lawan jenismu. Mungkin Azura sudah memiliki perasaan lebih terhadap cowok itu. Tapi bagaimana dengan Kak Nara yang ditaksirnya sejak masuk SMA?

Back to Top