Tampilkan posting dengan label thriller. Tampilkan semua posting
Tampilkan posting dengan label thriller. Tampilkan semua posting

14 Maret 2017

Vegetarian dalam The Vegetarian

Edited by Me

Mari mulai ulasan ini dengan bagaimana orang-orang memilih untuk tidak makan daging sama sekali untuk sisa hidup mereka. Banyak di antara mereka yang memilih menjadi vegetarian untuk kesehatan atau keinginan untuk melindungi hak-hak binatang. Aku menelusuri beberapa pengalaman para vegetarian di internet dan menemukan dua orang yang kisahnya menarik untuk disimak. Satunya adalah orang Indonesia dan yang satu lagi dari luar negeri. Singkatnya, yang orang Indonesia tidak menjadi vegetarian karena menyayangi binatang, namun karena ia merasa bahwa memakan daging bukan hal yang baik. Untuk yang orang luar negeri menjadi vegetarian tanpa alasan apa pun. Ia hanya tidak ingin menjadi vegetarian pada suatu hari lalu merasa tidak berselera untuk makan daging pada hari-hari berikutnya.

Namun, setelah merasa bahwa menjadi vegetarian itu baik, mereka menemukan kebaikan menjadi vegetarian. Terutama untuk kesehatan dan juga dari sisi spiritualisme. Mereka melihat bahwa banyak orang-orang cerdas, penemu-penemun hebat, dan pemikir-pemikir besar masa lalu ternyata adalah vegetarian. Mereka juga menemukan bahwa pola makan vegetarian menghemat sumber daya alam di Bumi secara signifikan. Untuk kesehatan, sudah banyak terbukti bahwa diet vegetarian memberi harapan hidup lebih lama dan terhindar dari banyak risiko penyakit seperti kanker dan diabetes serta kadar kolesterol yang lebih stabil. Dari sisi spiritualisme, mereka akan lebih tenang karena, setidaknya, mereka tidak memakan daging binatang yang harus diputuskan hidupnya untuk dikonsumsi manusia.

Mengetahui penyebab para vegetarian dengan dalih-dalihnya di atas memberikan banyak sekali kemungkinan-kemungkinan yang terjadi bagi para vegetarian. Tentu saja, mereka tidak mendapatkan asupan protein hewani yang ternyata juga penting. Bagi vegetarian yang tidak mengkonsumsi produk olahan hewan seperti susu dan keju akan mengalami efek samping yang lebih banyak seperti kekurangan kalsium. Sebagian dari mereka amat membenci daging sehingga melihat orang-orang yang memakan daging akan membuat mereka mual atau bahkan merinding. Celah inilah yang bisa diambil sebagai bahan cerita. Kamu bisa memulai membuat ceritamu sendiri tentang para vegetarian, tentang penyebab-penyebab mereka yang menjadi vegetarian, hingga dampak-dampak yang terjadi setelah mereka tidak makan daging selama hidup. Ini juga yang aku lihat sebagai celah fiksi setelah membaca kisah Yeong Hye dalam The Vegetarian karya Han Kang.

22 Januari 2017

Arti Kesetiaan dalam The Devotion of Mr. X

Edited by Me

Adalah penting untuk membahas soal kesetiaan yang didasarkan tokoh utama pada buku ini. Begini, ada seorang pria yang begitu mengagumi tetangganya—seorang wanita beranak satu yang telah bercerai dengan suaminya. Mereka tak pernah mengobrol. Mereka tak pernah bercengkerama laiknya tetangga. Mereka hanya bertegur sapa kala berpapasan. Suatu ketika wanita itu mendapat kesulitan yang sebenarnya adalah kesalahannya sendiri. Seperti itu kan perbuatanmu, tentulah kamu yang menerima risikonya betapa pun itu. Namun berkat kekaguman yang telah lama dipendam, sang pria hadir untuk memikul risiko yang seharusnya milik sang wanita. Sang pria mengorbankan segalanya bahkan harga dirinya untuk sang wanita. Saking kagumnya sang pria, ia akan melakukan apa pun agar kesalahan sang wanita tertutupi lebih-lebih terhapuskan.

Setia adalah kata yang amat ampuh. Coba saja lontarkan kata itu kepada pasanganmu (bila punya), hatinya pasti berbunga-bunga. Ia akan merasa bahwa hidupnya sempurna karena telah mendapatkan pasangan yang telah bersumpah akan bersamanya sampai akhir hayatnya. Tapi semudah itukah melontarkan kata setia? Apalagi dalam sebuah hubungan serius. Oke, baiklah, aku memang bukan ahli percintaan, tapi aku sedikit banyak tahu apa yang membuat setia adalah hal terpenting dan di atas apa pun dalam sebuah hubungan. Bagaimana mungkin itu bisa terjadi?

21 April 2016

Ulasan Buku: And Then There Were None

Sampul
Judul : Lalu Semuanya Lenyap
Judul Asli : And Then There Were None
Pengarang : Agatha Christie
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tahun : 2008
Dibaca : 14 April 2016
Rating : ★★★★

"Orang sering kali menggampangkan sesuatu." (hal. 107)

Senang rasanya bisa membaca karya termasyhur Agatha Cristie ini. Aku tertarik karena premis yang menyebutkan sepuluh orang datang dan meninggal satu demi satu hingga semuanya lenyap. Ditambah miniserinya yang sudah tayang sejak akhir tahun lalu, membuatku menyegerakan membaca buku terbaik Agatha Cristie versi temanku ini.

***

Sepuluh orang—well, logikanya memang sepuluh sih—diundang ke sebuah pulau oleh orang yang mengaku kenal dengan dengan mereka. Mereka dihadapkan pada satu rumah bergaya modern yang hanya satu-satunya bangunan di pulau itu; pulau gundul yang bahkan hanya terdapat batu karang di sisinya dan tidak ada pohon rindang.

Sepuluh boneka diletakkan di ruang makan. Tiap-tiap kamar terdapat satu puisi berfigura tentang Sepuluh Anak Negro. Usai makan malam pertama, mereka dihadapkan pada rekaman yang menjurus pada tuduhan pembunuhan. Dan beberapa waktu berselang, seorang dari mereka mati tersedak. Lalu, mereka menyadari ada yang salah dengan pulau itu—rumah itu. Dan satu per satu dari mereka lenyap.

06 Februari 2016

Ulasan Buku: Katarsis

Sampul
Judul : Katarsis
Pengarang : Anastasia Aemilia
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tahun : 2013
Dibaca : 29 Januari 2016
Rating : ★★★★★

"Susi hanya bisa meraung memegangi karung berisi potongan tubuh putranya. Aku seperti melihat potret kepedihan yang tergambar sangat apik. Patut diabadikan." (hal. 84)

Pengujung Januari kututup dengan satu buku yang sudah kuincar sejak lama. Pertama, buku ini diterjemahkan ke Bahasa Inggris dan dibawa ke Frankfurt Book Fair tahun lalu. Pencapaian yang tidak biasa, bukan? Kedua, buku ini disebut-sebut buku sinting karena konten yang dibawakan begitu vulgar. Benarkah?

***

Ayah dan ibunya hanya dipanggil nama. Masa kecilnya membuat teman sebayanya terluka hingga berdarah. Tidak pernah berucap satu kata pun kecuali benar-benar dibutuhkan. Dari sekian banyak perbedaan dari orang-orang normal lainnya, Tara juga akan melindungi kehormatan dirinya sendiri; sama seperti gadis pada umumnya. Hanya saja yang dilakukannya sudah terlalu jauh dan berakibat satu nyawa hilang.

Tara diam saja. Potongan tubuh sepupunya ia taruh di tangki air di atas rumah. Ia memengang erat koin itu lagi. Koin yang menemani hidupnya sedari kecil. Koin yang diberikan oleh anak laki-laki yang melihatnya menyendiri di taman. Koin yang selalu digenggamnya ketika ketakutan. Koin yang juga membuat hidupnya menjadi lebih sinting lagi.

27 Oktober 2015

Sudut Mati

Sampul
Judul : Sudut Mati
Pengarang : Tsugaeda
Penerbit : Bentang Pustaka
Tahun : 2015
Dibaca : 24 Oktober 2015
Rating : ★★★★★

"Saya berteriak, lalu melarikan diri dari tempat itu. Kemudian, sampailah saya di suatu sudut mati hingga saya tak bisa melepaskan diri lagi. Sosok itu makin dekat. Saya bisa melihatnya menghampiri saya. Saya tahu akan mati sebentar lagi." (hal. 83)

Senang akhirnya Tsugaeda merilis novel keduanya. Setelah membaca "Rencana Besar", aku memantapkan diri untuk terus membaca karya-karya Tsugaeda selanjutnya. Rasa thriller versi Indonesia yang dimilikinya memberi pengalaman baca yang berbeda dari buku-buku thriller lokal kebanyakan. Hal yang sangat dibutuhkan bagi para pembaca yang mudah bosan sepertiku.

***

Setelah bertahun-tahun berada di Amerika, akhirnya Titan Prayogo kembali ke Indonesia. Grup Prayogo milik ayahnya ada di ujung tanduk, sebentar lagi akan runtuh. Dirinya diminta untuk menangani krisis yang sedang terjadi. Namun, kakaknya, Titok Prayogo, tidak begitu suka dengan kedatangan adiknya itu. Sebagai anak pertama, Grup Prayogo sudah seharusnya menjadi miliknya.

Perebutan kekuasaan itu diselipi dengan gangguan perusahaan kompetitor jahat yang membuat Grup Prayogo kewalahan. Ares Inco berkeinginan menghancurkan keluarga Prayogo untuk selamanya. Bagaimana Titan menyelesaikan semuanya? Haruskah ada pertumpahan darah agar Grup Prayogo tetap bertahan?

21 Oktober 2015

Cameo Revenge

Sampul
Judul : Cameo Revenge
Penerbit : Grasindo
Tahun : 2015
Dibaca : 20 Oktober 2015
Rating : ★★★

Agenda pagi itu adalah mengunjungi Gramedia Solo di Jalan Slamet Riyadi. Entah apa yang ada di pikiranku: aku sedang "berlibur", tapi tetap saja ujung-ujungnya mengunjungi hal yang berbau buku. Lalu, Mas Yudhi bilang bahwa buku barunya sudah tersedia di Gramedia dan dia secara cuma-cuma memberiku buku ini. Sebenarnya, buku ini dibelikan oleh Mba Ary untuk Mas Yudhi yang lalu memberikannya padaku.

***

Cameo dan Revenge. Dua grup band yang sama-sama dipersatukan dalam July Challenge, ajang festival musik terpopuler di kota. Cameo terbentuk sesaat sebelum festival itu diselenggarakan. Iming-iming hadiah seratus juta menjadikan Cameo harus cepat-cepat menyelaraskan personel dan lagu yang akan dibawakan. Revenge lawan terberat Cameo. Sudah terbentuk sejak lima tahun lalu, mencari personel pun dengan jalur audisi. Revenge populer di kalangan penyuka musik rock di kota. Sering diundang dalam acara-acara beken di kota. Penggemarnya pun tidak main-main.

Keadaan semakin tidak terkendali bagi Cameo dan Revenge seusai festival July Challenge. Salah satunya mendapatkan hadiah seratus juta dan rekaman dengan label terkenal. Satunya lagi harus menerima kekalahan dan hanya meraih best vocal. Cameo dan Revenge. Dua grup band yang sama-sama memiliki kisah pelik antar-personelnya.

27 September 2015

Tiga Sandera Terakhir

Sampul
Judul : Tiga Sandera Terakhir
Pengarang : Brahmanto Anindito
Penerbit : Noura Books
Tahun : 2015
Dibaca : 27 September 2015
Rating : ★★★★

Apa ya nama suatu keadaan ketika kau membaca buku dan menganggapnya seperti sedang menonton film? Dalam konteks ini: film laga. Dan apa sebutan untuk buku yang membuatmu berpikir bahwa sebaiknya tidak dijadikan sebuah buku tetapi sebuah skrip karena setiap detail cerita lebih menonjolkan unsur visual?

***

Larung Nusa, duda dua anak ini sedang berada dalam keadaan terhimpit. Setelah mendengar kabar penyanderaan warga sipil lokal dan luar negeri, dia harus membuat aksi gemilang untuk melepaskan para sandera. Dia adalah seorang Komandan Penanggulangan Teror Komando Pasukan Khusus (Gultor Kopassis) dan dia juga berstatus sebagai menantu menteri pertahanan. Tuduhan sebagai perwira karbitan sudah biasa di telinganya. Dan kasus inilah yang akan membuktikan apakah dia perwira karbitan atau memang prestasi dan integritasnya yang mengantarnya pada jabatan barunya itu.

Jauh di pedalaman Papua, para sandera tidak bisa tidur nyenyak. Tempat mereka membaringkan tubuhnya beralas tanah dan beratap rumbai daun kelapa. Ditambah dengingan nyamuk dan dinginnya rimba raya tanah Melanesia yang pekat dan misterius. Tetapi yang membuat mereka selalu terjaga setiap malam adalah perasaan cemas dan takut; juga pertanyaan besar di benak mereka: kapan semua ini akan berakhir?

26 Juli 2015

[R&B] Episode Kahve: Shamrock & Raven

Edited by Me
R&B adalah fitur baru yang akan membawa kita membaca ulasan Bibli lebih berbeda. Mengambil tema hubungan Raafi dan Bibli yang penuh lika-liku layaknya sepasang kekasih, kita diajak merasakan itu semua dengan gaya R&B. Dengan sedikit humor garing, kita dibawa merasakan pengalaman membaca ulasan lain dari yang lain.

***

Setelah kejadian Bibli merajuk untuk mengadakan giveaway, Raafi menempatkan diri di saf paling depan; memohon kepada Sang Pencipta agar mendapatkan pasangan yang lebih penyabar dan penyayang. Tentu saja dia memohon dalam hati. Bisa-bisa Ant-man datang kalau Bibli tahu permohonan Raafi itu. Sungguh. Tak lama berselang ketika Raafi tiba di rumah dan sedang menyeruput kopi ...

26 Juni 2015

Januari: Flashback

Sampul
Penerbit : Grasindo
Tahun : 2015
Dibaca : 24 Juni 2015
Rating : ★★★

"Aku tidak mau lagi sendirian. Aku tidak mau lagi merasakan penolakan. Aku butuh seseorang. Aku butuh kamu, Gara." (hal. 125)

Aku mendapatkan buku ini ketika perayaan ulang tahun BBI yang ke-4 di Blok M. Salah satu penulisnya, Mput alias Petronela Putri, adalah member BBI dan dia menjadi koordinator sekaligus pembicara pada acara tersebut. Aku senang pada akhirnya Mput memberiku salah satu karyanya. Dia berpesan padaku untuk menebak sudut pandang siapa yang dia tulis. Sedikit ragu, karena aku belum pernah membaca karyanya yang lain sebelum ini. Tapi akan kucoba tebak.

***

Malam tahun baru pada Januari 1980 terjadi kecelakaan maut yang menewaskan sepasang suami-istri. Pasangan yang menggunakan motor itu tertabrak sebuah mobil yang untungnya—celakanya—empat orang di dalamnya tidak meregang nyawa. Empat orang yang pada malam itu sedang dalam jalan pulang setelah merayakan malam pergantian tahun. Empat orang sahabat karib.

Pada malam tahun baru meriah berpuluh-puluh tahun kemudian terjadi sebuah tragedi hebat. Satu dari empat sahabat itu meninggal secara tragis. Arumi, Era, dan Alana kemudian mendapatkan teror tak jelas. Tanpa disadari, tragedi masa silam kembali kepada mereka berempat; mengharuskan mereka bertigagenerasi selanjutnyamelakukan kilas balik dengan satu pertanyaan besar: apa yang sebenarnya terjadi pada 1 Januari 1980?

12 Mei 2015

Katastrofa

Sampul
Judul : Katastrofa
Pengarang : Jodhi Giriarso
Penerbit : Moka Media
Tahun : 2014
Dibaca : 10 Mei 2015
Rating : ★★★

Sejak pertama buku ini terbit tahun lalu, entah perasaan atau insting dari mana aku harus membacanya. Setelah beberapa bulan buku ini beredar di toko buku dan setelah menahan diri untuk hemat, akhirnya aku sempatkan untuk membaca buku ini. Benar saja, hanya dalam sehari semalam disela kegiatan lain, buku ini habis kubaca.

Ada dua hal yang menambah aku sangat ingin membaca buku ini: tagline pada sampul yang tertulis "Sebuah Novel Thriller" dan sampul itu sendiri. Setelah membaca Koin Terakhir dan Rencana Besar, aku masih terus penasaran dengan buku lokal bergenre thriller. Sejauh mana genre ini berkembang di Indonesia.

Dan sampulnya, aku cuma terpesona dengan warna dan kumpulan burung yang membentuk lingkaran pohon itu. Aku sempat taruh gambar buku ini di Blackberry Messenger dan salah satu teman berkata sampulnya mirip dengan sampul Berjuta Rasanya milik Tere Liye. Setelah aku cek, memang mirip. Hanya saja latar belakang sampul buku ini lebih penuh warna.

03 April 2015

Rencana Besar

Sampul
Judul : Rencana Besar
Pengarang : Tsugaeda
Penerbit : Bentang Pustaka
Tahun : 2013
Dibaca : 29 Maret 2015
Rating : ★★★★

"Teman-temanku, katakan kepada 'kesabaran' kalian selama ini. Rangkul ia, usap-usaplah keningnya, tatap matanya. Lalu, katakan kepadanya, sekarang ini giliran ia untuk bersabar." —Amanda (hal. 337)

Setelah melalui ingar-bingar acara ulang tahun BBI, saatnya membayar utang ulasanku yang menumpuk. Ada tiga buku yang harus ku-posting, salah satunya adalah Rencana Besar yang merupakan novel thriller keren yang sayang jika dilewatkan.

Aku tahu buku ini sejak 2013 ketika ada talkshow bersama penulis pada IRF (Indonesia Reading Festival) saat itu, bersama dengan penulis novel Koin Terakhir. Sejak saat itu pula, aku mengincar buku ini. Akhirnya aku menemukannya setelah dua tahun menahan untuk membeli.

15 Juli 2014

The Strange Case of Dr. Jekyll and Mr. Hyde

Sampul
Judul : Dr. Jekyll dan Mr. Hyde
Judul Asli : The Strange Case of Dr. Jekyll and Mr. Hyde
Pengarang : Robert Louis Stevenson
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tahun : 2011
Dibaca : 6 Juli 2014
Rating : ★★★★

"Tulang-tulangku seperti terlindas, perutku mual luar biasa, dan kengerian yang amat sangat mencekam jiwaku, sungguh perasaan yang tak terbayangkan di saat kelahiran ataupun kematian." (hal. 103)

Lagi. Terpana dengan bahasa cerita klasik masa lalu. Cerita ini terlantun sejak tahun 1886. Sudah sekitar dua ratus tahun, bahkan lebih. Tapi aku yakin akan selalu menjadi karya yang dikenang. Karena ke-absurd-annya, kekejiannya, mencekamnya. Dan hal-hal semacam itu.

Awalnya aku ragu untuk membaca ini. Mengingat kisah klasik terlalu banyak bernarasi ketimbang berdialog. Aku masih bertanya-tanya hingga sekarang kenapa hal itu sangat kentara. Tapi aku sangat ingin tahu kisah Dr. Jekyll dan Mr. Hyde setelah di buku sebelumnya yang kubaca, The Graveyard Books, menyebutkan sekali tentang mereka berdua.

Robert Louis Stevenson (1850-1894)
Ya. Aku tahu itu mustahil terjadi. Itu, maksudku tentang menjadi dua kepribadian yang berbeda dengan dua bentuk fisik yang berbeda pula. Bagaimana mungkin? Itulah yang membuat penulis terlihat brilian dengan membuat pemikiran pembaca untuk menerima hal itu. Menarik. Sangat menarik.

Kalian harus tahu betapa mencekamnya ketika Dr. Jekyll membeberkan semua rahasia lewat surat yang dikirimkan kepada Dr. Lanyon yang diteruskan kepada Mr. Utterson (semoga tidak salah). Seperti kutipan di atas. Dr. Jekyll menjelaskan tentang asal-usulnya, tentang kenapa ia melakukan perbuatan itu, tentang semua perincian yang memecahkan teka-teki kejadian selama ini.

Dan yang terakhir dan pamungkas, adalah tentang bagaimana harus mengontrol diri atas segala sesuatu. Tentang ambisi, tentang kepuasan diri, dan tentang keegoisan. Bagaimana menurut kalian?

01 Februari 2014

Boone's Problems

Sampul
Judul : Sang Tersangka
Judul Asli : Theodore Boone: The Accused
Pengarang : John Grisham
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tahun : 2012
Dibaca : 31 Januari 2014
Rating : ★★★★

Akhirnya dapat novel ini dengan harga miring. Tidak susah payah sebenarnya karena tidak banyak yang berminat dengan yang satu ini. Kalaupun ada, mereka masih berkutat mencari harga miring untuk seri yang pertama dan kedua. Dan aku sudah mencari yang ketiga!

Tetap menjadi salah satu novel yang membuatku terkesan. Dari gaya bahasanya yang mudah dipahami, juga alur yang cepat sehingga tidak membuat pembaca bosan; itu yang aku suka dengan seri ini. Dan lihat, aku membaca ketiganya dalam kurun waktu dua minggu saking serunya. Aku yakin kalau yang keempat sudah terbit, aku bakal melahapnya juga. Tapi belum ada kabar tentang itu!

Lagi-lagi Theo dipusingkan dengan kasus-kasus. Pete Duffy melanjutkan persidangan yang beberapa bulan lalu ditangguhkan oleh Hakim Gantry karena ada saksi baru yang muncul. Tetapi Pete Duffy tidak menghadiri sidang itu. Seluruh kota bersiaga mencari dimana tertuduh yang membunuh istrinya sendiri pergi.

Juga ada kasus di pengadilan hewan yang sang tergugat meminta bantuan Theo untuk menjadi pembela di persidangan. Kali ini tentang insiden llama yang mengejar dan meludahi seorang penjaga keamanan di Farmer's Market yang diadakan setiap sabtu. Llama itu merasa terancam sehingga melakukan hal semacam itu. Menggelikan...

Llama
Selain kasus itu, Theo dikejutkan dengan beberapa hal yang aneh yang menimpa dirinya selama seminggu. Hal-hal itu dimulai dari robeknya ban depan sepeda Theo hingga lemparan batu di ruangan Theo di kantor Boone & Boone sehingga membuat kaca jendelanya pecah. Aku sengaja tidak memberikan detail krusial menyangkut hal-hal itu karena spoiler alert sangat mengganggu.

Jadi hal-hal itu membuat Theo disudutkan sebagai tersangka oleh kepolisian setempat. Para detektif bahkan sempat menggeledah rumah keluarga Boone itu. Entahlah, ceritanya semakin seru saja!

Bersama paman kerennya, Ike, Theo memikirkan beberapa kemungkinan teori untuk mencari siapa sebenarnya dalang dibalik kasus yang sedang Theo alami sehingga menjadi tersangka. Sungguh buruk saat-saat itu: bayangkan saja, kalian dituduh melakukan hal yang tidak kalian lakukan! kalian tidak bakal enak makan, tidak bisa tidur, hingga keinginan untuk kabur dari tempat itu menjadi ide yang paling baik.

Jadi, apa yang Ike dan Theo simpulkan tentang teori mereka? Bagaimana sehingga mereka sampai menemukan tersangka yang sebenarnya? Dan yang paling penting, siapa yang tega melakukan teror sebesar itu kepada Theo; tersangka sebenarnya?

Cerita ini mengajarkan tentang arti sebuah kegigihan untuk suatu kebenaran dimana Theo melakukan apapun untuk mencari siapa sebenarnya tersangka itu. Selain itu tentang keberanian yang Theo dan teman-temannya lakukan dalam mengusut tuntas kasus ini. Ah, pokoknya seri ini bagus untuk kalian para remaja, terutama untuk kalian yang seumuran Theo; tiga-belas.

"Kita semua punya rahasia masing-masing, dan selama itu tidak merugikan orang lain, siapa yang peduli? Seiring dengan berlalunya waktu, rahasia itu seringkali dilupakan dan sudah tidak penting lagi." (hal. 284-285)

Ulasan Theodore Boone buku pertama: Kid Lawyer dan buku kedua: The Abduction.

14 Januari 2014

Boone's Girlfrrr...?

Sampul
Judul : Penculikan
Judul Asli : Theodore Boone: The Abduction
Pengarang : John Grisham
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tahun : 2011
Dibaca : 14 Januari 2014
Rating : ★★★★

Abduction, mengingatkanku pada film dua tahun lalu yang dibintangi oleh Taylor Lautner. Tapi setelah aku telusuri dan aku baca buku yang ini: jalan ceritanya berbeda.

Abduction yang Lain

Buku kedua. Ada yang berbeda. Pastilah, kalo sama, itu ngopy namanya.

Bedanya adalah tentang penculikan April, teman sedari TK-nya Theo. Dan ini bisa dibilang bukan penculikan. Aku tidak mau menjelaskannya... Dan lagi-lagi Theo yang berperan dalam pencarian April. Siapa lagi yang akan peduli dengan seseorang selain dia itu teman dekatnya? Benar kan?


Tidak. Bukan maksudku untuk meledek Theo pada April, tapi Theo sendiri yang menyatakan bahwa dia menyukai April dan mereka memang sudah sangat dekat akhir-akhir ini karena April menelepon Theo hampir setiap malam. Lalu? Theo tidak tahu apa April juga merasakan hal yang sama. April terlalu tertutup, bahkan walaupun April setiap malam mengobrol dengan Theo. Oh, Theo, I know that feeling...

Tapi kali ini Theo lebih bisa dibilang sebagai makhluk sosial karena hampir seluruh temannya ikut andil dalam pencarian April. Tentu saja. Mereka teman sekolah April dan mereka peduli. Dan ada Chase yang sangat membantu Theo.

Theo semakin dewasa dan tidak gentar lagi harus melakukan apa untuk mengambil keputusan. Dia sudah tidak ragu lagi. Seperti kasus penahanan burung beo milik anak kelas Enam dan kakek-neneknya di persidangan. Theo berlaga sebagai pengacara mereka. Ya memang. Pengacara harus berwibawa dan bijaksana. And, Theo did it!

Cerita yang bagus sebenarnya untuk mengajari sikap kepada anak-anak remaja. Keberanian, rasa rela berkorban, dan setia kawan tergambar jelas di dalamnya.

Satu lagi karangan om Grisham yang aku tak sabar membacanya. Aku mau baca kisah Theo selanjutnya, tapi kopiannya masih mahal di toko buku. *senyum sinis*

12 Januari 2014

Boone's Generation

Sampul
Judul : Pengacara Cilik
Judul Asli : Theodore Boone: Kid Lawyer
Pengarang : John Grisham
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tahun : 2010
Dibaca : 12 Januari 2014
Rating : ★★★★

5 jam. Sekitar itulah waktu yang kubutuhkan untuk melahap habis novel satu ini.

Beda dan baru. Karena kedua hal itu yang membuatku terus melahap kata demi kata. Beda, karena ceritanya yang bercerita tentang seorang anak tiga-belas tahun yang membantu mengungkap kebenaran pada satu kasus pembunuhan terpopuler di Kota Strattenburg. Baru, karena terang saja, aku baru pertama kali membaca tulisan om Grisham.

Theodore Boone adalah anak berumur tiga-belas yang aku ceritakan tadi. Dia sebenarnya hanya seorang anak kelas delapan biasa yang bersekolah di Sekolah Menengah di Strattenburg. Tapi yang berbeda dengan anak seumurannya adalah dia sangat suka dengan hal-hal tentang hukum, pengadilan, sidang, pengacara, dan kasus-kasus. Beda kan!

Tentu saja seperti itu. Buah toh tidak jatuh jauh dari pohonnya. Ayah dan Ibunya adalah pengacara yang lumayan terkenal di kota. Mr. Boone adalah pengacara di bidang real-estate sedangkan Mrs. Boone adalah pengacara dalam kasus kasus perceraian. Mereka memiliki biro jasa pengacara bernama Boone & Boone. Mereka selalu sibuk; sibuk membantu setiap klien mereka menyelesaikan kasus-kasus. Sibuk bukan berarti tidak memperhatikan buah hati, Mr. dan Mrs. Boone selalu menyisakan waktu untuk makan malam setiap jam tujuh bersama Theo.

Dalam kisah ini, Theo tahu dia terlalu ikut campur dalam kasus yang benar-benar bukan untuk main-main. Biasanya Theo hanya membantu menyelesaikan kasus teman-temannya; seperti kasus anjing peliharaan Hallie yang lari dari rumahnya atau membantu mencari pengacara yang cocok untuk kasus Sandy dan Woody juga menjadi tempat yang aman untuk bercerita bagi April, teman sedari kecilnya yang memiliki kasus perceraian orang tuanya. Beruntunglah kalian yang memiliki orang tua harmonis. Perceraian itu membingungkan. Kalian harus memilih salah satu antara Ayah atau Ibumu. Bersyukurlah!

Kasus kali ini adalah pembunuhan seorang suami terhadap istrinya di rumahnya sendiri yang diketuai oleh Hakim Agung Henry Gantry. Theo kenal beliau; Theo kenal hampir seluruh orang di Gedung Pengadilan. Terdakwa, Mr. Pete Duffy, menyangkal dari tuduhan yang disarangkan Penuntut Umum kepadanya. Dengan sedikit bukti yang sangat lemah, membuat Mr. Duffy sedikit lagi terbebas dari tuduhan itu bila Julio, adik kelas Theo, dan sepupunya tidak menceritakan apa yang sebenarnya terjadi. Yeah, pencuri tidak mungkin mengakui perbuatannya.

Lalu bagaimana selanjutnya? Apa yang akan Theo lakukan setelah mendengar kesaksian dari Julio dan sepupunya? Theo memang bicara kepada pamannya Ike Boone, adik ayahnya, yang dulunya juga seorang pengacara. Tapi apa yang terbaik yang harus dilakukan Theo? Dia bahkan baru tiga-belas tahun?

Banyak pengetahuan yang kau dalami dalam buku ini. Terlepas dari penulisnya yang memang menulis tentang hukum dan keadilan, buku ini jauh lebih bisa dicerna. Mungkin memang target pembaca adalah remaja berumur tiga-belas. Pengetahuan tentang proses persidangan dari awal hingga akhir, juga tentang istilah-istilah seperti imunitas hukum. Dan kau tidak perlu serius mempelajarinya.

Tentu saja tidak hanya pengetahuan tentang hukum. Buku ini memberikan informasi tentang bermain golf. Mr. Boone sangat gemar bermain golf. Golf adalah hobinya. Dan Theo selalu diajak setiap hari Sabtu untuk bermain bersama ayahnya. Kata-kata seperti putterputting greenfairway, dan tee off sering muncul.


Putter adalah stik golf.
Putter
Putting green adalah area pukulan yang menggunakan putter dan bagi sebagian besar pegolf merupakan area tersulit karena lebih sempit.

Putting Green
Fairway adalah lapangan dipotong pendek sehingga bola mudah untuk dipukul.

Fairway
Tee off adalah sebuah pasak kecil dengan atas cekung untuk memegang bola golf untuk drive awal. 
Tee Off
Buku yang ringan dibaca dan cocok untuk mengisi hari minggu kalian daripada hanya berdiam diri atau menonton televisi. Tentu saja untuk mengisi otak lagi dengan pengetahuan-pengetahuan baru. 

Ada sekuelnya? aku tidak sabar mengetahui bagaimana Theo menghadapi menyelesaikan kasus-kasus baru, dengan cara seorang remaja ABG yang masih ragu dalam mengambil keputusan dan yang pasti masih membutuhkan bantuan. Aku menikmati!

05 September 2013

Koin Terakhir

Sampul
Judul : Koin Terakhir
Pengarang : Yogie Nugraha
Penerbit : Bentang Pustaka
Tahun : 2013
Dibaca : 4 September 2013
Rating : ★★

Sempat terkejut karena jalan ceritanya sangat mirip dengan Digital Fortress-nya Dan Brown.

Kisah ini menceritakan benda yang sangat berpengaruh bagi stabilitas negara yang berpindah tangan. Seseorang yang pandai dari Badan Intelejen Negara (BIN), Zen Wibowo, harus mencarinya hingga dia harus berpindah-pindah negara untuk mencari orang yang memegang benda itu. Bedanya, benda yang dicari dan negara mana yang sedang mencari.

Perbedaan lainnya adalah ada kelompok lain yang juga mencari benda itu; konspirasi yang ada di Indonesia untuk menentang kapitalisme negeri Barat. Mulia, namun cara yang dipakai itu salah.

Kita diberikan pengetahuan tentang Badan Intelejen Negara Indonesia dan teori Karl Marx tentang kapitalisme. Sedikit rumit dan sulit dipahami, tapi usaha yang bagus. Sedikit menambah perbendaharaan pengetahuan bagi mereka yang haus ilmu.

Oh ya, satu lagi, tentang setting cerita yang berpindah-pindah, aku acungkan jempol. Perancis, Spanyol, Italia, Inggris dan Rusia sangat digambarkan dengan baik oleh penulis. Sepertinya penulis benar-benar tahu bagaimana kondisi negara-negara di Eropa itu, walaupun hanya satu kota per negara. Jarang ada penulis lokal yang bisa mengetahui seluk-beluk lokasi cerita yang berada di luar negeri. Bilapun ada, itu sangat dipaksakan. No offense!

Setelah membacanya, masih banyak hal-hal yang tidak dilanjutkan; seperti siapa kelompok itu? Dan bagaimana dengan Zen yang akan melangsungkan pernikahannya? Aku harap ada sekuelnya untuk melengkapi cerita yang masih bolong-bolong ini. Good effort bagi penulis Indonesia!

01 September 2013

Unwind

Sampul
Judul : Pemisahan Raga
Judul Asli : Unwind
Pengarang : Neal Shusterman
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tahun : 2013
Dibaca : 31 Agustus 2013
Rating : ★★★★★

Sampulnya keren ya... Seger kayak buah jeruk yang baru dipetik. Beda banget sama sampul asli yang diterbitkan oleh Simon & Schuster Books.

Wow! Bahkan ketika jumlah halaman tidak lagi penting, kau akan terus membaca ketika jalan ceritanya begitu memikat. And, I felt that! Sangat disayangkan karena harga novel yang tidak murah harus aku baca dengan sangat cepat. Tapi apa? Itu berarti aku sangat menikmati ceritanya bahkan ingin cepat-cepat sampai di bagian akhir cerita.

Sampul yang Serem
Okay, hold on! Aku akan berbagi tentang ide cerita. Entah penulis yang begitu cerdas mengalun kata atau karena penulis memang sangat melihat peluang dalam satu masalah kecil yang bahkan tak seorangpun ingin mengangkatnya menjadi suatu kisah pelajaran. Mungkin penulis sungguh orang yang sangat peduli dengan lingkungan dengan sosialnya karena penulis memilih pemisahan raga yang selama ini, di dunia nyata, menjadi hal yang tabu dan sangat rahasia.

Apa itu pemisahan raga? Singkatnya, mereka adalah orang atau oknum yang menjual organ-organ dalam tubuh mereka kepada para pembeli yang membutuhkan hidup.See? Itu sangat umum, bahkan di Indonesia praktek semacam itu banyak diberitakan. Jadi itu kisah nyata.

Nah! Dari ide cerita atau ide penulisan atau apapun itu namanya, penulis membuat sendiri kisah tentang suatu kondisi dunia ketika pemisahan raga itu dilegalkan dan diatur. Tapi para korban adalah para anak-anak di bawah 18 tahun. Ketika ada peraturan, pasti ada pelanggaran. Itulah yang dilakukan Connor, Risa, dan Lev. Mereka berpikir bahwa bertahan hidup itu perlu dan mati memang tidak dengan seperti itu.

Aku mulai menyukai gaya penulisan om Neal ketika tiga narasi dari tiga bocah itu dipertemukan dalam satu waktu. Padahal sebelumnya masing-masing dari mereka meiliki narasi yang berbeda. Dan itu mengagumkan! Tiga narasi digabungkan dalam satu waktu. Oh, mungkin kalian belum mengerti maksudku, tapi kalian akan mengerti pada waktu membacanya. Dijamin!

Sayang sekali, gaya penulisan yang begitu memikat harus dibayar dengan tulisan yang masih ada salahnya. Aku bisa menghitung paling tidak ada lima kesalahan, walaupun tidak terlalu fatal, namun sangat mengganggu dan membuat jalan cerita menjadi berbeda sehingga aku harus membaca ulang di bagian itu. Ayolah, para editor, bekerjalah lebih keras!

Secara keseluruhan, novel ini: juara! Kalian harus membacanya! Walaupun bukan merujuk ke novel fantasi, namun gaya ceritanya hampir sama: rencana, petualangan, hal yang baru, dan akhir yang mendebarkan. Oh, tunggu. Bicara tentang akhir, aku sangat berharap seri selanjutnya cepat diterjemahkan dan diterbitkan.

Aku mengambil beberapa teori yang kukutip dari isi novel:
1. Teori Mengibaskan Tangan di Atas Api oleh Hayden (halaman 149).

“Api cuma bisa membakar tanganmu kalau kau bergerak terlalu pelan. Kau bisa memainkannya semaumu dan tak akan pernah terbakar, asal kau cukup cepat. Semua orang memang tahu hasilnya, tapi tak ada yang tahu cara kerja pemisahan raga. Aku kepingin tahu bagaimana prosesnya. Apakah seketika itu juga, atau mereka menyuruhmu menunggu? Apakah mereka memperlakukanmu dengan baik, atau malah tak acuh?”

2. Teori Jiwa dan Cinta oleh Diego (halaman 237).

“Seseorang tak punya jiwa sampai dia dicintai. Jika seorang ibu mencintai bayinya, menginginkan bayinya, bayi itu mendapat jiwa sejak ibu mengetahui kehadirannya. Saat kau dicintai, itu saat kau mendapat jiwa.”

Aku yakin itu bukan spoiler karena tidak ada hubungannya sama sekali dengan jalan cerita, hanya sebagai perenungan pembaca. Dan aku harus menuliskannya untuk diriku sendiri, tentu saja. Juga untuk kalian yang mungkin, akan sangat ingin tahu setelah membaca review ini. Tertarik? Jangan bengong saja di situ! Lari ke toko buku, beli dan baca!
Back to Top