Tampilkan posting dengan label science-fiction. Tampilkan semua posting
Tampilkan posting dengan label science-fiction. Tampilkan semua posting

09 Januari 2015

The Gates

Sampul
Judul : Gerbang Neraka
Judul Asli : The Gates (Samuel Johnson vs. the Devil, #1)
Pengarang : John Connolly
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tahun : 2011
Dibaca : 9 Januari 2015
Rating : ★★★★

Aku sangat antusias membaca ini mengingat pada buku penulis pertama yang kubaca, aku begitu terhanyut dalam cerita, bahkan menjadi favorit—baca: The Book of Lost Things. Aku teruskan membaca dan mulai merasakan hal berbeda; sentuhan ilmiah yang kental.

Aku tidak terlalu suka dengan fiksi-ilmiah. Jujur, karena harus berpikir keras untuk membayangkan deskripsinya. Tapi tidak dengan yang ini karena penulis memadukannya dengan fantasi yang mengimajinasi dan humor sarkastis. Aku ingin tahu apa itu lubang hitam (blackhole), lubang cacing (wormhole), dan CERN yang banyak disebut dalam buku ini.

25 September 2014

The Lost Colony

Sampul
Judul : Artemis Fowl dan Koloni yang Hilang
Judul Asli : Artemis Fowl and The Lost Colony (Artemis Fowl, #5)
Pengarang : Eoin Colfer
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tahun : 2012
Dibaca : 24 September 2014
Rating : ★★★★

"Mengutip kata H.P. Woodman, sobat tua, Waktu terus berdetak, maka kita harus bergerak. Holly, ikat kami ke sabukmu, semua kecuali Butler dan Minerva." —Artemis Fowl (hal. 310)

Buku kelima. Semakin menarik. Aku bertanya-tanya bagaimana penulis memiliki banyak ide untuk mengembangkan masalah yang menyangkut Artemis Fowl.

Eoin Colfer
Dan semakin tebal! Ya, aku melihat lagi ulasanku di buku pertama yang hanya 300 halaman lebih sedikit. Buku kelima ini, halamannya menjadi 400 halaman lebih, dan mereka semua tidak membuatku menjadi bosan. Mungkin penulis punya kecerdasan seperti Artemis atau bahkan Foaly. Atau sebaliknya.

10 April 2014

The Fall of Five

Sampul
Judul : The Fall of Five (Lorien Legacies #4)
Pengarang : Pittacus Lore
Penerbit : Mizan Fantasi
Tahun : 2014
Dibaca : 5 April 2014
Rating : ★★

Seharusnya aku memberikan lima bintang. Sungguh. Dari terkuaknya siapa Nomor Sepuluh (read: Ella) dan kenapa ada dia mengingat hanya ada sembilan Garde yang dikirim ke bumi. Lalu, ada monster-moster baru. Dan tentu saja kehadiran Nomor Lima di sini. Hampir semua terkuak dalam buku keempat.

Selain itu semua, yang aku tunggu-tunggu, setelah mereka semua berkumpul, adalah saat-saat melawan Setrakus Ra dan para Mogadorian. Tapi, belum. Mereka belum melakukannya. Harus menunggu lagi. Oh ya, perlu diingat, Sam dan ayahnya pun hadir dan memberikan peran besar dalam keseluruhan cerita. Kalau tak ada Sam, mungkin John dan Ella sudah diterjang oleh para Mog yang mendatangi apartemen Nomor Sembilan di John Hancock Center.

Yang Paling Tinggi! John Hancock Center
Jangan lupakan Sarah. Yeah... Sekarang dia bukan lagi Sarah yang dulu; yang memikirkan buku tahunan SMA dan menangis melihat John terluka. Serius. Mengingat bumi sedang dalam kondisi darurat, memikirkan buku tahunan SMA itu seperti remah-remah roti. Tak penting. Sarah sudah bisa ikut bertarung. Bahkan membantu Sam membawa John dan Ella kabur dari apartemen. Dan hubungannya dengan John ... hmmm ... semakin intim saja. Aku selalu ingat ketika mereka jalan-jalan di Lincoln Park Zoo. Hmmm...

Lincoln Park Zoo
Setelah itu Nomor Lima. Aku harus sangat-hati-hati-banget-sekali untuk mendeskripsikan Garde yang paling terakhir ditemukan ini karena dia-lah lakon utama dalam cerita. Dari judulnya saja sudah jelas: The Fall of Five. Semakin jelas dengan kekuatan super Garde yang dimilikinya tetapi tidak dimiliki Garde lain: Externa. "Salah satu pusakaku. Aku dapat meniru sifat dari benda apa pun yang kupegang." (hal. 153) Keren kan? Aku mau deh punya pusaka Externa. Dan aku juga mau menonjok muka Nomor Lima! Sangat ingin!

Ah, tak sadarkah kalian kalau aku menyebutkan tempat-tempat yang berlokasi di wilayah yang sama. John Hancock Center dan Lincoln Park Zoo adalah dua lokasi di Chicago, Amerika Serikat. Kota dengan Chicago Bulls-nya yang terkenal. Kota yang berada di ujung Danau Michigan yang kalau aku googling termasuk one of the five Great Lake of North America and the only one located entirely within the United States. Chicago Bulls dan Danau Michigan juga tak luput disebut dalam novel.

Bagian Pantai Danau Michigan yang terlihat dari Chicago
Nah, jadi lebih tahu tentang dunia luar kan? Maksudku, tentang lokasi-lokasi yang belum diketahui sebelumnya. Itu yang aku suka dari membaca: melanglang buana hingga ke negeri yang belum dikunjungan, bahkan ke negeri yang tak terlihat di peta. *catet*

Keseluruhan cerita begitu seru, tak terduga, dan tak membosankan. Semua Garde punya peran masing-masing. Aku yakin bila jenis kertasnya tidak seperti ini akan membuatku lebih cepat membaca. Tapi tak apa, aku menikmati ini. Menikmati krisis keuangan yang berdampak pada mahalnya kertas impor.

"Ingat lukisan gua di India yang Nomor Delapan perlihatkan kepada kita? Yang menggambarkan Nomor Delapan meninggal? Seharusnya lukisan itu merupakan ramalan, tapi kita mematahkannya. tidak ada masa depan yang pasti, yang ada cuma masa depan yang kita buat." (hal. 222)

Lihat juga:
I Am Number Four (Lorien Legacies #1)
The Power of Six (Lorien Legacies #2)
The Rise of Nine (Lorien Legacies #3)

07 Januari 2014

The 5th Wave

Sampul
Judul : Gelombang 5
Judul Asli : The 5th Wave (The 5th Wave, #1)
Pengarang : Rick Yancey
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tahun : 2013
Dibaca : 7 Januari 2014
Rating : ★★★★
Novel ini adalah pemberian giveaway dari Sang Penerjemah, mba Angelic Zaizai di grup facebook yang aku buat. Sangat terharu...

Oke. Aku penasaran sama senapan M16 dan pisau-mengerikan-sepanjang-25-centimeter. Jadi ini penampakannya:


M16

description
Pisau Mengerikan Sepanjang 25 Centimeter
Kenapa aku penasaran? Karena kedua benda itu yang terlintas ketika mengingat nama Cassiopeia Marie Sullivan atau biasa dipanggil Cassie. Cassie selalu membawa M16 pemberian ayahnya yang awalnya dia heran karena dia belum pernah menggunakan senjata apapun. Dan pisau-mengerikan-sepanjang-25-centimeter? Dia menemukannya di gudang senjata Markas Makhluk Lain.

Jadi, kenapa Cassie berhubungan dengan kedua benda itu? Itu bermula ketika Makhluk Lain yang menyerang Bumi dan membuat Bumi dan isinya (read: manusia) menjadi kacau-balau. Hampir seluruh populasi di Bumi menurun drastis karena serangan bergelombang Makhluk Lain itu. Ya. Beberapa gelombang, hingga hampir saja (lagi) Cassie mati di gelombang yang ini, gelombang kelima.

Cassie tahu bahwa Kedatangan Makhluk Lain merubah kehidupan biasanya: sekolah, menaksir Ben Parish, berlatih karate, dan lainnya. Cassie harus mencari adiknya, Sammy, yang dibawa Makhluk Lain. Bersama Evan Walker, pria yang menyelamatkan hidupnya di tengah badai salju yang dingin menggigit, Cassie mencoba menerobos markas Makhluk Lain yang mana manipulasi fakta dihadapkan pada anak-anak berumur di bawah 14 tahun. Memang pintar makhluk Lain itu! Sial!

Jadi, apa sih sebenarnya Makhluk Lain itu? Alien? Ya. Bisa dikatakan semacam itu karena arti kata alien adalah makhluk asing (read: makhluk lain) yang datang dari luar Bumi. Tapi wujudnya? Bukan, bukan makhluk dengan kepala besar bermata hitam lonjong dan berjari tangan tiga atau apapun itu. Makhluk ini ada dalam diri manusia. Bingung? Mungkin kalian harus mencari tahu sendiri. Kekeke...

Dengan adanya Makhluk Lain yang tidak digambarkan seperti biasanya, menjadikan ceritanya menjadi ingin-cepat-diketahui. Sudahlah, aku beri dua jempol karena menggugah pandanganku tentang alien atau Makhluk dari luar Bumi atau apapun kalian ingin sebutkan yang bisa datang kapan saja ke Bumi. Kita tidak tahu mungkin mereka sudah mengintai Bumi dan manusianya selama beberapa abad. Dan kita juga tidak tahu mungkin saja mereka sudah ada disini, di Bumi. Oh, aku ngelantur...

Selanjutnya tentang kedua cowok yang digambarkan sangat menawan. Yang satu cowok yang Cassie taksir sedari SMA, sebelum Kedatangan; Ben Parish. Satu lagi cowok yang Cassie taksir setelah Kedatangan; Evan Walker. Apa yang harus kukatakan? Evan membantu Cassie mencari adiknya. Ben pun sudah kenal adiknya akhir-akhir ini di Markas Makhluk Lain dan juga ingin menyelamatkan Sam. Jadi siapa yang Cassie pilih? Apakah cinta masih penting mengingat akhir peradaban manusia sudah di ujung tanduk? Menarik. Aku yakin ini kisah cinta yang nge-twist banget...

PoV-nya tidak melulu Cassie; ada Sam dan Ben juga di dalamnya sehingga tidak membuat bosan. Perbedaan pandangan dari setiap karakter pun berbeda, misalnya Sam dengan lagak kekanak-kanakannya (pastilah, karena dia masih berumur lima tahun). Asli, mungkin kalau PoV novel setebal lima-ratusan halaman ini cuma Cassie, aku bakal meninggalkannya. Ups.

Novel ini penuh dengan cerita pengorbanan, kegigihan, kesetiaan, dan kepercayaan. Kental juga dengan kisah cinta, maksudku bukan cuma cinta antara lelaki dan perempuan, tetapi juga kakak dan adik. Sungguh, setelah kalian membaca ini, kalian tidak akan menyia-nyiakan saudara kandung kalian. Kalian tahu apa maksudku...

Satu lagi kisah fantasi yang membuat khayalan dan imajinasiku semakin bertambah. Ini yang aku suka dari novel fantasi.

Lanjutannya? Aku menanti...

24 November 2013

Ender's Game

Sampul
Judul : Ender's Game
Pengarang : Orson Scott Card
Penerbit : Mizan Fantasi
Tahun : 2013
Dibaca : 24 November 2013
Rating : ★★★★

Akhirnya selesai juga dengan buku ini.

Kita mulai dari mana ya? Sebenernya masih males menulis review karena jatah menulis sudah diberikan untuk tugas makalah yang harus direvisi. Tapi, aku harus!

Jadi buku ini sangat lama terjadi, maksudnya dalam ceritanya, dari Ender umur enam tahun sampai dia berumur dua belas tahun. Enam tahun terhitung dari awal hingga akhir cerita. Sangat lama...

Jadi mengapa bintang empat? Karena permainan yang dimainkan oleh Ender-lah yang sangat seru. Jujur, awalnya aku sangat bosan dengan alur bermain Ender di Battle School yang selalu menang dan dia memang pantas menang karena kecerdasan dia. Tapi pada akhirnya, setelah tahu bahwa permainan di sekolah lanjutan Command School itu bukan hanya simulasi, itu menjadi seru!

Terlepas dari permainan dan kemenangan yang selalu diraihnya, ada sisi gelap dalam diri Ender karena dia selalu "membunuh". Membunuh mungkin jadi hal yang wajar untuk pertahanan diri dari mereka yang berlaku jahat. Tapi jika membunuh pada makhluk yang kita tidak tahu apa dia jahat atau baik, itu akan menjadi semacam nightmare setiap kali kita tidur. Mungkin itu yang dirasakan Ender. Jadi para Bugger itu tidak jahat? Aku rasa bukan di sini tempat untuk menjawab. Biar kalian yang menjawab sendiri dengan membaca buku ini.

Oh iya, hampir lupa. Ender adalah anak ketiga, yang mana dalam dunianya, anak ketiga adalah anak yang tidak diinginkan, anak yang tidak sengaja dilahirkan karena pasangan suami-istri hanya diperbolehkan untuk memiliki dua anak. Kakak-kakaknya yang sama cerdasnya dengan Ender tidak memiliki sifat yang begitu mirip. Kakak pertamanya, Peter sangat ingin menguasai dunia, mungkin dengan cara adidaya. Hal itu sudah tercermin dari perilakunya terhadap adik-adiknya. Bukan kakak yang patut ditiru. Lalu yang kedua adalah Valentine. Dia adalah wanita yang selalu menjaga adiknya, membela dari setiap keusilan dan kejahatan kakak tertua Ender. Mereka juga berperan penting dalam buku ini. Bukan hanya karakter "lalu" saja.

Pelajaran yang dapat diambil dari kisah ini adalah tentang kegigihan seorang anakunderdog, yang selalu dikucilkan oleh teman-temannya, bahkan oleh saudara kandungnya sendiri dalam memperoleh apa yang dia inginkan. Dia tidak mudah putus asa. Walaupun terkadang begitu, mengingat dia masih sangat muda.

Selain itu, tentang kejeniusan yang bahkan aku sendiri tidak begitu mengerti tentang deskripsi tiap-tiap permainan itu. Juga tentang teori-teori fisika yang banyak dimunculkan dalam cerita. Tapi, intinya kejeniusan dalam "bermain" itu harus terus diasah dengan berlatih. Mungkin kata "bermain" itu bisa diganti dengan hobi yang kalian suka.

Entah dalam kesadaran yang normal atau tidak, aku sudah menulis review ini panjang lebar. Semoga menarik minat kalian untuk membaca.

Petualangan yang seru dan akhir yang tak bisa kau terka sebelum kau membacanya!

01 September 2013

Unwind

Sampul
Judul : Pemisahan Raga
Judul Asli : Unwind
Pengarang : Neal Shusterman
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tahun : 2013
Dibaca : 31 Agustus 2013
Rating : ★★★★★

Sampulnya keren ya... Seger kayak buah jeruk yang baru dipetik. Beda banget sama sampul asli yang diterbitkan oleh Simon & Schuster Books.

Wow! Bahkan ketika jumlah halaman tidak lagi penting, kau akan terus membaca ketika jalan ceritanya begitu memikat. And, I felt that! Sangat disayangkan karena harga novel yang tidak murah harus aku baca dengan sangat cepat. Tapi apa? Itu berarti aku sangat menikmati ceritanya bahkan ingin cepat-cepat sampai di bagian akhir cerita.

Sampul yang Serem
Okay, hold on! Aku akan berbagi tentang ide cerita. Entah penulis yang begitu cerdas mengalun kata atau karena penulis memang sangat melihat peluang dalam satu masalah kecil yang bahkan tak seorangpun ingin mengangkatnya menjadi suatu kisah pelajaran. Mungkin penulis sungguh orang yang sangat peduli dengan lingkungan dengan sosialnya karena penulis memilih pemisahan raga yang selama ini, di dunia nyata, menjadi hal yang tabu dan sangat rahasia.

Apa itu pemisahan raga? Singkatnya, mereka adalah orang atau oknum yang menjual organ-organ dalam tubuh mereka kepada para pembeli yang membutuhkan hidup.See? Itu sangat umum, bahkan di Indonesia praktek semacam itu banyak diberitakan. Jadi itu kisah nyata.

Nah! Dari ide cerita atau ide penulisan atau apapun itu namanya, penulis membuat sendiri kisah tentang suatu kondisi dunia ketika pemisahan raga itu dilegalkan dan diatur. Tapi para korban adalah para anak-anak di bawah 18 tahun. Ketika ada peraturan, pasti ada pelanggaran. Itulah yang dilakukan Connor, Risa, dan Lev. Mereka berpikir bahwa bertahan hidup itu perlu dan mati memang tidak dengan seperti itu.

Aku mulai menyukai gaya penulisan om Neal ketika tiga narasi dari tiga bocah itu dipertemukan dalam satu waktu. Padahal sebelumnya masing-masing dari mereka meiliki narasi yang berbeda. Dan itu mengagumkan! Tiga narasi digabungkan dalam satu waktu. Oh, mungkin kalian belum mengerti maksudku, tapi kalian akan mengerti pada waktu membacanya. Dijamin!

Sayang sekali, gaya penulisan yang begitu memikat harus dibayar dengan tulisan yang masih ada salahnya. Aku bisa menghitung paling tidak ada lima kesalahan, walaupun tidak terlalu fatal, namun sangat mengganggu dan membuat jalan cerita menjadi berbeda sehingga aku harus membaca ulang di bagian itu. Ayolah, para editor, bekerjalah lebih keras!

Secara keseluruhan, novel ini: juara! Kalian harus membacanya! Walaupun bukan merujuk ke novel fantasi, namun gaya ceritanya hampir sama: rencana, petualangan, hal yang baru, dan akhir yang mendebarkan. Oh, tunggu. Bicara tentang akhir, aku sangat berharap seri selanjutnya cepat diterjemahkan dan diterbitkan.

Aku mengambil beberapa teori yang kukutip dari isi novel:
1. Teori Mengibaskan Tangan di Atas Api oleh Hayden (halaman 149).

“Api cuma bisa membakar tanganmu kalau kau bergerak terlalu pelan. Kau bisa memainkannya semaumu dan tak akan pernah terbakar, asal kau cukup cepat. Semua orang memang tahu hasilnya, tapi tak ada yang tahu cara kerja pemisahan raga. Aku kepingin tahu bagaimana prosesnya. Apakah seketika itu juga, atau mereka menyuruhmu menunggu? Apakah mereka memperlakukanmu dengan baik, atau malah tak acuh?”

2. Teori Jiwa dan Cinta oleh Diego (halaman 237).

“Seseorang tak punya jiwa sampai dia dicintai. Jika seorang ibu mencintai bayinya, menginginkan bayinya, bayi itu mendapat jiwa sejak ibu mengetahui kehadirannya. Saat kau dicintai, itu saat kau mendapat jiwa.”

Aku yakin itu bukan spoiler karena tidak ada hubungannya sama sekali dengan jalan cerita, hanya sebagai perenungan pembaca. Dan aku harus menuliskannya untuk diriku sendiri, tentu saja. Juga untuk kalian yang mungkin, akan sangat ingin tahu setelah membaca review ini. Tertarik? Jangan bengong saja di situ! Lari ke toko buku, beli dan baca!

07 Juli 2013

The Maze Runner

Awalnya aku berpikir bahwa seri novel ini tidak sebegitu menarik, tetapi aku dibuktikan dengan penilaian empat-bintangku yang memang sangat menegangkan dan seru. Maze Runner Series.

Thomas menjadi seorang anak yang tiba-tiba masuk ke dalam Kotak. Kotak menjadi tempat hidupnya yang baru. Dan semuanya lelaki, tak ada perempuan. Hingga suatu saat Teresa datang yang membuat semua penghuni Kotak terkejut. Ada yang salah. Tidak, bukan "ada" tapi semuanya salah.

Dan lagi, ada yang salah bila novel ini tidak diadaptasikan ke film. Dan tahun 2014, menjadi tahunnya para penghuni Kotak. Filmnya akan rilis bulan September 2014. Ini sneak-peek-nya:


Lift yang membawa para lelaki menuju Kotak
Berikut ulasan singkatku tentang serial karya James Dashner yang menurutku, menjadi bacaan wajib untuk para penggemar novel fantasi.


***

Sampul
Judul : The Maze Runner
Pengarang : James Dashner
Penerbit : Mizan Fantasi
Tahun : 2011
Dibaca : 30 Mei 2013
Rating : ★★

Kalian harus tau bahwa segala yang ada di Bumi berasal dari Tuhan, Sang Kreator. Mungkin hal ini yang mendasari terbentuknya cerita dari novel ini. Ada suatu tempat dimana Sang Kreator membebaskan ciptaan-Nya bergerak seluwes mungkin dan menentukan sendiri arah hidup mereka. Itu tiga poin.

Novel ini benar-benar membuka fantasi dan imajinasiku ketika setiap kalimatnya membuat kita semakin ingin mengetahui apa yang Sang Penulis atur. Contoh kecilnya adalah Kotak.

Kalian tak akan pernah memikirkan hal lain dengan kotak yang biasa kalian tau. Kotak di sini adalah satu tempat yang entah dari mana asalnya memberikan begitu banyak misteri di dalamnya. Seorang anak setiap bulan. Perbekalan setiap minggu. Beberapa barang permintaan setiap ada yang meminta. Kalian tidak tahu dari mana asalnya. Siapa yang mengirimnya. Bagaimana cara mengendalikannya. Dan masih banyak pertanyaan lain atas satu objek yang disebut Kotak. Misterius! Sangat membuat kita ingin mencari tau lebih banyak lagi!

Dan untuk pesan terakhirnya itu... Ya, aku yakin aku harus terus menjelajahi ceritaUncle James ini. Sungguh cerita fantasi yang err... membuat Otak Kanan kalian terus bekerja!


***
Sampul
Judul : The Scorch Trials
Pengarang : James Dashner
Penerbit : Mizan Fantasi
Tahun : 2012
Dibaca : 11 Juni 2013
Rating : ★★

Akhirnya selesai juga membaca novel ini. Sempat tertunda karena ada presentasi makalah pemrograman yang ... sangat bikin kepala hampir terbelah. Pfffft...

Untuk ceritanya: mengagumkan dan ... menjijikkan. Tentang para Crank dan monster manusia yang ada di akhir cerita. Seluruh gambaran fisiknya membuatku mual.

Mengagumkan karena banyak sekali alur kehidupan yang baru dan mengejutkan. Seperti Thomas yang bertemu dengan Aris di asrama, Brenda dan Jorge di kota mati, dan Grup B di sisa akhir perjalanan menuju surga yang aman. Yang lebih mengejutkan ketika Teresa disebut pengkhianat dan ... memang seperti itu.

Mengenai gurun yang terik panasnya sungguh menyengat, awalnya aku tidak bisa membayangkan seperti apa. Gurun, tapi bertanah? Bukan pasir. Mungkin seperti lahan luas kosong yang terlalu gersang, bahkan air saja tidak mampu bertahan di sana. Seperti sawah yang sudah tidak ditanami padi di sepanjang musim kemarau. Mungkin seperti itu.

Pada akhirnya adalah yang lebih mengejutkan ketika Thomas tidak lagi percaya pada Teresa. Oh, ayolah! Cinta jadi benci? Sungguh cerita yang sangat tidak bisa ditebak!

Oh ya, satu lagi, salam jari tengah buat WICKED yang sudah membuat semua ini berjalan selancar mungkin. Jika aku adalah Thomas, sudah aku ludahi si WICKED itu, entah apa atau siapa mereka.


***
Sampul
Judul : The Death Cure
Pengarang : James Dashner
Penerbit : Mizan Fantasi
Tahun : 2012
Dibaca : 6 Juli 2013
Rating : ★★

Yeah! Berapa lama aku menghabiskan buku ini? Satu minggu? Mungkin lebih... Dan kalian tahu aku merasakan apa? Aku menyesal karena menunggu selama itu untuk mengetahui akhir cerita.

Awalnya aku berpikir kisah di novel ini bakal mulus dengan misi-misi WICKED sebelumnya. Tapi tidak! Thomas dan kawan-kawan tak lagi mempercayai WICKED dan mereka berusaha untuk menuntut balas apa yang dilakukan WICKED, dalam sudut pandang mereka tentu saja. Dan itu berhasil! Tak ada lagi aturan-aturan WICKED yang mereka patuhi dan WICKED tidak lagi berkuasa karena lambat-laun Thomas dan kawan-kawan tahu apa yang salah dalam rencana WICKED yang sesungguhnya.

Overall, kisah ini penuh aksi seperti biasa, pengkhianatan, persahabatan, dan kejutan! Apa yang mengejutkan? Oh, ayolah! Kalian pasti bisa menebak! Terlalu banyak cerita yang mengorbankan satu atau beberapa orang baik dan sangat dengan dengan pemeran utama. Oh, cukup sampai di situ!

Akhirnya, kita diberikan pesan tersirat bahwa rencana besar dan ambisius tidak selalu berjalan mulus dan sesuai dengan yang diharapkan. Mungkin cara yang dilakukan dalam rencana itu salah, dan ada cara yang lebih baik dan dapat meminimalisir risiko.

Akhir yang bahagia!

Dan, sebenarnya ... WICKED itu baik...
Back to Top