Tampilkan posting dengan label romance. Tampilkan semua posting
Tampilkan posting dengan label romance. Tampilkan semua posting

17 Mei 2017

Tentang Impian dan Kenyataan dalam A Place You Belong

Judul : A Place You Belong
Pengarang : Nicco Machi
Penerbit: Jendela O'Publishing House
Tahun : 2016
Dibaca : 14 Mei 2017
Rating : ★★★★

Sebenarnya, walaupun suka membaca, aku asing dengan perpustakaan. Aku jarang mengunjungi perpustakaan. Dan ini mengingatkanku dengan perpustakaan Sekolah Dasar-ku di desa. Kondisi perpustakaan SD-ku dahulu bisa dibilang tidak layak. Boro-boro memiliki koleksi yang memadai, tempatnya saja menggunakan rumah bekas tempat tinggal penjaga sekolah. Berada di pojok belakang area sekolah, yang datang ke sana paling-paling siswa yang tidak punya uang jajan untuk dibelanjakan. Jangan tanya berapa banyak buku yang ada di sana, rak bukunya saja hanya ada dua buah yang bahkan tidak terisi penuh. Buku-bukunya kucel, berdebu, dan tidak menarik. Aku ingat sempat datang ke sana dan meminjam buku. Buku yang masih kuingat adalah cerita rakyat dari Indonesia. Entah ada angin apa aku meminjamnya padahal aku tidak begitu suka dengan cerita rakyat. Mungkin aku lupa membawa uang jajan atau barangkali sedang iseng saja.

***

Akhyar mengakhiri dongeng fabelnya. Cerita tentang belalang yang pemalas dan para semut yang amat giat bekerja memberikan penghiburan tersendiri bagi anak-anak di TK An-Nuur tempat Akhyar mendongeng kali ini. Sudah beberapa tahun sejak lulus kuliah dan ia masih setia dengan pekerjaannya yang merupakan passion-nya sejak lama: menjadi pendongeng. Ia bernaung di bawah Satriacarita, sebuah organisasi yang memberikan pelatihan-pelatihan mendongeng bagi yang berminat dan menyalurkan para pendongeng ke sekolah dan institusi yang membutuhkan jasa mendongeng. Penghasilan Satriacarita didapat dari sponsor, hasil kerja sama dengan pihak-pihak tertentu, CSR perusahaan, hingga donasi pribadi dari orang yang peduli. Setidaknya, Akhyar tahu apa passion-nya. Dan yang terpenting, ia menyenangi pekerjaannya itu.

Masih di dalam kelas, Akhyar terkejut ketika melihat Helia berdiri di depan pintu kelas. Akhyar buru-buru keluar dan bertanya kabar dengan teman sekelas di jurusannya itu. Helia makin cantik dan sepertinya sudah sukses. Tapi, kenapa cewek itu ada di sini di Semarang? Bukannya ia bekerja di Jakarta sebagai pustakawan? Apa yang membuatnya kembali ke kota tempatnya menuntut ilmu? Dan, kenapa ia tahu Akhyar sedang mendongeng di TK biasa-biasa saja seperti ini? Ada secercah harap yang merambati Akhyar untuk menyelesaikan apa yang tidak terselesaikan dahulu. Apakah ini takdirnya? Takdir mereka berdua?

***

Sejak pertama mengetahui buku ini diterbitkan, aku merasa harus membacanya. Aku punya keyakinan bahwa buku ini memiliki sesuatu. Entah apa, tapi sesuatu. Satu hal yang kutahu tentang buku ini adalah tema perpustakaan yang diangkat oleh penulis yang juga seorang lulusan ilmu perpustakaan. Aku mendapati buku ini ternyata novel romance. Penasaran dengan kisah apa yang bisa diceritakan dengan tema perpustakaan, aku bakal merasa bosan jika premisnya adalah kisah pemustaka dan pustakawan yang sering bertemu di perpustakaan. Untungnya tidak. Benar bahwa tokoh utamanya seorang pustakawan, tapi ia tidak menyukai pemustaka. Bahkan latar ceritanya tidak di perpustakaan. Aku langsung tertarik. Mengingat bukunya tidak tebal-tebal amat, aku bisa menyelesaikannya kurang dari dua jam. Dan ternyata, kisahnya lebih dari sekadar kisah dua sejoli yang berkutat dengan perpustakaan.

12 Mei 2017

Pengalaman Pertama Baca Metropop Bersama Black.

Judul : Black.
Pengarang : Ruth Priscilia Angelina
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tahun : 2017
Dibaca : 11 Mei 2017
Rating : ★★★

Kemarin lusa, salah satu editor Gramedia Pustaka Utama menghubungiku untuk menawarkan buku untuk diulas. Mengetahui dua novel yang disebutkannya berlabel Metropop, aku hampir urung diri mengambil tawarannya. Tapi, setelah diingat-ingat, aku belum pernah sekali pun coba membaca setidaknya satu paragraf novel Metropop. Tidak ada salahnya mencoba sesuatu yang baru, yang belum pernah dikecap sebelumnya. Walaupun ada rasa was-was karena akan kecewa atas waktu yang digunakan untuk membaca, aku juga mengantisipasi bila aku menyukainya. Aku akan membuka sebuah pintu untuk menikmati novel-novel Metropop lain yang selama ini selalu kututup. Kepada sang editor, aku bertanya berapa jumlah halaman kedua novel itu dan kapan aku harus sudah mengulasnya. Setelah merasa mampu untuk melakukannya, aku setuju dengan tawarannya. Salah satu novelnya adalah yang sedang kuulas kali ini.

Aku bukan tidak suka pada novel-novel dengan logo Metropop. Aku hanya menghindar. Tidak ada keinginan sama sekali untuk menyentuhnya walaupun beberapa di antara judul-judulnya begitu memikat dan blurb yang dihadirkan membuatku tertarik untuk membacanya. Sejauh pemahamanku, novel berlabel Metropop memiliki ciri-ciri kehidupan perkotaan yang khayali dengan tokoh-tokoh yang sempurna. Pria superganteng dan superkaya. Wanita cantik nan hobi belanja dan jalan-jalan di pusat perbelanjaan. Alur ceritanya paling-paling tentang ganjalan pernikahan atau kawin kontrak dengan bumbu drama ala sinetron. Geez, aku begitu skeptis dan berpikir kalau novel-novel semacam itu tidak layak kubaca. Sialnya, aku menelan ludahku sendiri. Ternyata, menyenangkan juga baca novel Metropop. Hahaha.

***

Inka punya hubungan yang tidak bagus dengan kedua orangtuanya. Terutama, ibunya. Setelah berselingkuh dengan pria lain dan membuat keluarganya kacau-balau, ibunya berencana untuk menikah dengan pria lain. Hal yang paling disesali Inka adalah menutupi keburukan ibunya itu sehingga keluarganya tidak bisa diselamatkan lagi. Ayahnya yang menerima dengan lapang dada perselingkuhan ibunya membuat Inka harus bisa mengendalikan diri. Sejak masalah itu, Inka lebih membela dan menginginkan untuk selalu bersama sang ayah ketimbang sang ibu. Namun, beberapa hari belakangan ini, ayahnya tidak bisa dikontak. Telepon tidak diangkat dan sms tidak dibalas. Padahal, ayahnya sudah berjanji mengantar Inka ke bandara hari ini. Inka akan terbang ke London dan menuntut ilmu S2 Creative Writing-nya di Cambridge University.

Muka Sigi merah padam setelah melihat Inka tiba pada detik-detik terakhir keberangkatan mereka setelah tiga kali nama mereka dipanggil melalui pengeras suara di ruang tunggu bandara. Pria yang bisa dibilang teman semasa hidup Inka itu juga akan kuliah di London. Bedanya, Sigi mendapatkan beasiswa sementara Inka harus membiayai kuliahnya sendiri. Inka tahu semua akan tidak mudah, hidup di London itu. Biaya hidup yang lumayan tinggi membuatnya harus ambil kerja sambilan sembari kuliah. Keinginan Inka sebenarnya hanya satu: tinggal di sana. Ia tak mau kembali ke Indonesia. Ia ingin pergi jauh-jauh dari masa lalunya yang kelam. Tak dinyana, di London, ia bertemu dengan Chesta, pria masa lalunya yang begitu ia inginkan namun harus ia lepaskan karena semuanya adalah guyonan masa kecil. Apakah bertemu kembali dengan Chesta sebuah pertanda baik atau malah mempergelap hitam hidupnya?

02 April 2017

Ulasan Buku: Angan Senja & Senyum Pagi

Judul : Angan Senja & Senyum Pagi
Pengarang : Fahd Pahdepie
Penerbit : Falcon Publishing
Tahun : 2017
Dibaca : 1 April 2017
Rating : ★★★★

"Seandainya orang lain mengetahui bahwa melupakan adalah sebuah kebahagiaan, mereka akan mengerti bahwa mengingat segalanya adalah penderitaan." (hal. 10)

Kami sedang berada dalam satu taksi dan menuju tujuan kami masing-masing ketika rekan kantor yang duduk di sebelahku memberi tahu bahwa dia baru saja membeli sebuah buku. Setelah kupaksa untuk memberi tahu buku apa yang dibelinya, ia mengeluarkan buku terbarunya Fahd Pahdepie itu dari ranselnya. Aku yang memang orangnya suka memaksa kehendak orang lain apalagi yang berhubungan dengan buku langsung memohon-mohon padanya untuk meminjamkan buku itu kepadaku. Dia yang tahu aku suka membaca akhirnya menyerahkan buku itu dan berujar, "Pokoknya Senin harus udah balik ya!" Aku yang ketar-ketir karena berencana ingin membaca buku genre fantasi selama April harus menelan ludah sendiri dan mengiyakan permintaannya. Untungnya, tak perlu waktu lama untuk menyelesaikan buku ini. Aku lega bisa mengembalikan bukunya tepat waktu.

***

Angan Senja sedang duduk di tempat persembunyiannya ketika Senyum Pagi mengagetkannya. Seperti biasa, Angan sedang tidak ingin ikut pelajaran matematika. Ia toh sudah mengerti materi yang diajarkannya itu. Jadi, ia membolos di tempat persembunyiannya itu dengan membaca The Celestine Prophecy karya James Redfield. Kakak kelasnya itu membuatnya tidak nyaman karena, siapa yang tidak kenal Senyum Pagi di seantero sekolah? Cewek yang begitu nyentrik karena selalu salah kostum setiap hari. Hari itu, orang-orang mengenakan seragam putih-putih sesuai peraturan sekolah, namun Senyum Pagi mengenakan seragam putih-abu. Dan itulah kesan pertama Angan Senja terhadap Senyum Pagi yang merasuk ke dalam inti memorinya.

Senyum Pagi keluar dari mobilnya, sebuah Isuzu Panther berpalet silver keluaran terbaru yang kala itu masih jarang terlihat di jalan-jalan Kota Semarang. Ia diantar Pak Pancar, sopirnya yang setia mengantarnya sejak di Taman Kanak-Kanak. Sampai di kelas, teman-temannya sedang ribut karena ada tugas matematika yang harus dikumpulkan hari itu. Dan, tentu saja, Senyum Pagi lupa untuk mengerjakannya. Waktu tinggal beberapa menit lagi sebelum jam masuk sekolah berbunyi dan ia tidak bisa mengerjakan tugasnya dalam waktu sesingkat itu. Ia juga tidak bisa terkena hukuman. Ia harus meloloskan diri dengan cara apa pun. Hingga ia menemukan tempat yang didiami adik kelasnya pagi itu. Angan Senja. Ia memutar otak karena sempat mendengar nama itu sebelumnya. Ah, nama itu yang ada di poster Olimpiade Matematika di mading. Sudah pasti sangat jago matematika. Dan, dari sinilah semuanya bermula.

04 Maret 2017

Ulasan Buku: Everything, Everything

Judul : Everything, Everything
Pengarang : Nicola Yoon
Penerbit : Spring
Tahun : 2016
Dibaca : 4 Maret 2017
Rating : ★★★★

"Menginginkan satu hal hanya akan membawa ke lebih banyak lagi keinginan. Keinginan itu tidak pernah ada ujungnya." (hal. 91)

Selalu dibuat penasaran dengan bagaimana novel remaja mengeksplorasi kemungkinan-kemungkinan yang terjadi pada karakter di dalamnya. Semakin banyak novel remaja yang diterbitkan, semakin besar tantangan para penulisnya untuk membuat cerita yang unik dan berbeda dari yang lain. Banyak jadi memadukan dua cerita dari dua buku berbeda yang sudah ada. Tidak sedikit pula yang mencontoh satu cerita lalu mengeksplorasi dengan imajinasi si penulis sendiri. Namun, bisa dibilang hanya beberapa penulis yang bisa membuat kisahnya orisinil. Setidaknya, pembaca merasa belum pernah menikmati cerita yang setipe sebelumnya.

***

Madeline Whittier sudah berbeda dengan manusia lainnya sejak kecil. Ia dikurung oleh ibunya. Tidak, bukan seperti itu. Ia dijaga oleh ibunya karena penyakitnya yang mengharuskannya tetap berada di rumah. Bila keluar barang sebentar saja, pertahanan tubuhnya yang lemah akan membuatnya sekarat dan bisa jadi mati. Ibunya yang amat menyayanginya itu membuat rumahnya betah untuk ditinggali oleh Madeline. Madeline memiliki banyak buku. Madeline punya laptop dan koneksi internet yang kencang. Ada juga sebuah ruangan berdekorasi layaknya hutan artifisial dan Madeline dibolehkan ke sana jika ingin merasakan sensasi berada di Dunia Luar. Semua ini berjalan baik-baik saja sepanjang hidup Madeline sampai cowok itu menempati rumah di depan rumahnya.

Oliver 'Olly' Bright pindah bersama kedua orang tuanya dan seorang adik. Awalnya, mungkin kehidupan keluarga mereka berjalan normal dan bahagia. Pagi hari ayahnya berangkat kerja dan pulang pada malam hari. Sampai percekcokan itu terdengar. Ayahnya Olly marah-marah dengan perkataan kasar. Ia juga selalu membuat rumah jadi tak nyaman ditinggali. Adiknya Olly—Kara—merokok setiap pagi dan menguburkan puntungnya agar tak ada yang ketahuan. Namun, Olly tetap Olly. Kelincahan tubuhnya dan mata biru lautnya membuat Madeline ingin bertemu dengannya. Mereka pun berkirim pesan dan menceritakan banyak hal. Bahkan Madeline memiliki nama panggilan khusus dari Olly: Maddy. Apakah Maddy mengambil risiko untuk bertemu dengan Olly?

22 Februari 2017

Blog Tour: Milea + Giveaway

Judul : Milea: Surat dari Dilan
Pengarang : Pidi Baiq
Penerbit : Pastel Books
Tahun : 2016

Sebuah buku bisa sangat laku karena beberapa hal. Pertama, bisa jadi buku tersebut ditulis oleh seorang terkenal yang telah melanglang buana di dunia publik figur sehingga banyak orang yang tahu tentangnya dan mungkin saja menggemarinya. Dengan begitu, sang penulis tak perlu payah untuk mempromosikan bukunya karena sudah pasti banyak orang yang akan penasaran buku apa yang ditulis olehnya sehingga membelinya. Yang kedua adalah keunikan dari buku itu sendiri. Entah itu digadang-gadang sebagai pionir dari sebuah genre atau subgenre, karakternya yang kuat, gambar sampulnya yang sangat ingin dimiliki dan dibaca, atau yang lainnya.

***

Dilan akhirnya bicara. Ia menyampaikan kisah yang sudah diceritakan oleh Milea melalui sudut pandangnya sendiri. Dimulai dari masa kecilnya yang bahagia dan harmonis bersama orang tua di Bandung, pertama kali melihat gadis rupawan bernama Milea Adnan Hussein, sampai kisah-kisah selanjutnya yang, sebenarnya, sudah disampaikan oleh Milea pada dua buku sebelumnya. Tapi, bila memang banyak yang memintanya angkat suara, Dilan harus apa? Tentu harus melakukan permintaan tersebut. Maka dengan buku ini, Dilan menumpahkan semua yang dirasakannya dan memberikan penjelasan tentang apa yang sudah dilaluinya.

Dilan bercerita tentang kecemburuannya terhadap Milea kala gadis itu diajak pergi ke ITB oleh Kang Adi. Sampai beberapa hari setelahnya ibunya Milea menelepon Dilan dan memberi tahu bahwa Milea menangis karena merasa sudah membohongi Dilan karena sudah berjanji tidak akan pergi saat itu. Melalui buku ini, Dilan juga bercerita ketika ia menghajar Anhar karena Anhar menampar Milea. Padahal Anhar belum menjelaskan apa pun kepada Dilan. Dilan berpendapat bahwa ia masih terbawa emosi, padahal Anhar hanya ingin Dilan memberikan perhatian kepada sahabat-sahabatnya setelah berpacaran dengan Milea.

11 Februari 2017

Ulasan Buku: Before Us

Judul : Before Us
Pengarang : Robin Wijaya
Penerbit : GagasMedia
Tahun : 2012
Dibaca : 10 Februari 2017
Rating : ★★★

"Rasa tak harus selalu diterjemahkan. Biar ia membimbing kita menuju tempat yang semestinya, tanpa perlu kita tanya." (hal. 80)

Entah ini sebuah pepatah atau kutipan atau hanya pendapatku saja, bahwa membaca buku adalah membaca peradaban dan zaman. Ketika kamu membaca buku-buku klasik yang sudah bertahun-tahun lalu dibuat, kamu akan tahu sedikit-banyak tentang apa yang diceritakan pada masa itu. Begitupun ketika kamu membaca buku-buku yang sudah beberapa tahun diterbitkan. Seperti buku ini yang terbit pada 2012 dan menceritakan tentang dua sahabat yang suka menonton film VCD dan mereka saling berkirim pesan melalui BlackBerry Messenger. Aku berpikir, ya, mungkin saja pada masa itu aplikasi berkirim pesan BBM sangat populer dan orang-orang masih mencari bahan tontonan melalui kepingan VCD. Tahun-tahun berlalu, dan kini sudah banyak yang menonton film via streaming dan juga meninggalkan aplikasi BBM. Zaman berubah. Orang-orang berubah.

***

Tidak mudah bagi Agil Aditama menjadi seorang suami setelah sahabatnya kembali. Hampir bertahun-tahun tidak berkontak, Radith Satya yang baru pulang dari Korea menemuinya untuk melepas rindu. Saat itu, Agil masih dalam masa persiapan pernikahan bersama Ranti, temannya dan Radith sejak zaman kuliah. Agil sedang sibuk-sibuknya mencicil satu demi satu keperluan pernikahannya dengan Ranti. Namun, kehadiran Radith membuatnya merasa tidak keruan. Memori masa lalunya bersama Radith kembali mengemuka, saat-saat menyenangkan ketika menonton film bersama melalui VCD dan yang lainnya. Juga memori tentang perasaannya terhadap Radith.

Tentu beralasan mengapa Agil begitu risau ketika Radith datang. Radith adalah masa lalunya. Sahabat yang lebih dari sekadar sahabat. Mereka saling bergantung. Mereka saling terikat. Bahkan ketika mereka satu sama lain memperkenalkan pacarnya, masing-masing dari mereka merasa cemburu. Perasaan yang muncul bukan secara tiba-tiba. Mereka seperti memupuknya, namun terlalu banyak sehingga berlebihan. Namun, apa perasaan itu salah? Bagaimana dengan masa depan Agil dan istrinya?

02 Februari 2017

Temukan Makna Cinta dalam Love Is... Karya Puuung

Edited by Me

Februari tiba! Aku ingat tahun lalu aku menulis tentang Hari Kasih Sayang sembari memeriahkan Posting Bareng BBI 2016. Kamu tahu kan, bahwa sebagian orang menganggap merayakan Hari Kasih Sayang adalah haram dan tidak dibolehkan oleh agama. Maka, aku angkat topik itu dan meminta pendapat teman-teman bloger lain tentang Hari Kasih Sayang. Sayangnya, tahun ini BBI tidak mengadakan Posting Bareng lagi dan membuat terobosan baru dengan Read and Review Challenge 2017. Bilapun ada Posting Bareng lagi, apa ya tema yang sekiranya tidak melulu tentang Hari Kasih Sayang di Februari?

Lupakan tentang Hari Kasih Sayang serta segala pro-kontranya dan mari bicara soal kasih sayang itu sendiri. Menurut KBBI V, kasih sayang adalah cinta kasih atau belas kasihan. Nah, aku sebenarnya menginginkan arti yang lebih utuh dari frasa tersebut namun aku malah mendapatkan frasa sebagai arti dari frasa. Lucu sekali. Jadi, lebih baik aku memberikan pendapatku saja. Secara umum, kasih sayang adalah perasaan tanpa pamrih yang diberikan oleh seseorang kepada orang lain dan bisa jadi berlaku sebaliknya. Setidaknya itulah yang kutahu. Dan ternyata definisi cinta dan kasih sayang sangat luas. Aku mendapatkannya dari dua buku berilustrasi karya Demi Park atau—nama bekennya—Puuung. Dua buku itu masing-masing berjudul "Love Is..." dan "Love Is... 2". Judul simpelnya menyimpan makna mendalam tentang arti cinta dan kasih sayang. Tidak banyak, dua poin di bawah inilah yang membuatku kembali mengerti makna cinta dari dua novel grafis karya Demi Park.

26 Januari 2017

Ulasan Buku: Jogja Jelang Senja

Judul : Jogja Jelang Senja
Pengarang : Desi Puspitasari
Penerbit : Grasindo
Tahun : 2016
Dibaca : 25 Januari 2017 (via SCOOP)
Rating : ★★★

Percaya akan kebetulan? Sebagian orang berpendapat bahwa di dunia ini tidak ada yang kebetulan karena sudah ditakdirkan oleh Tuhan. Masa bodoh tentang kebetulan atau takdir karena ini yang kualami: Setelah membaca "Nyanyian Akar Rumput", aku coba menilik salah satu toko buku daring dan mendapati satu buku yang sedang masa pre-order. Setelah kukulik lebih jauh, sang pengarang telah menulis beberapa buku dan salah satunya ada format digitalnya. Kupastikan buku itu bukan sastra karena aku baru saja selesai baca sastra. Aku butuh istirahat dengan cara membaca buku bertema ringan. Lalu, aku baca buku itu tanpa ekspektasi apa pun. Selain kisah cinta, buku itu ternyata bercerita tentang perlawanan berlatar tahun 90-an bahkan menyebut-nyebut Wiji Thukul. Apa namanya kalau bukan kebetulan?

***

Senja itu di kota Jogja, Kinasih dan Aris saling bertubrukan saat mengendarai sepeda. Tentu secara tidak sengaja. Keduanya sedang sama-sama terburu-buru. Kinasih harus lekas pulang ke rumah karena waktu Maghrib akan segera tiba. Ia harus menyiapkan hidangan berbuka puasa. Sementara Aris harus meliput suasana pasar Ramadan di kawasan Kotagede. Tugasnya sebagai wartawan harus benar-benar diburu waktu. Bila terlambat barang semenit, peristiwa penting bakal terlewat. Karena terburu-buru, ebagai permintaan maaf, Aris memberikan kartu namanya kepada Kinasih. Kalau-kalau wanita itu meminta pertanggungjawabannya.

Kinasih mengayuh sepeda milik Midah menuju kantor Aris di Jalan Mangkubumi. Sebenarnya, luka yang dialaminya sudah membaik karena telah diberi obat merah. Tapi, sepedanyalah yang penting. Ia amat membutuhkan sepeda itu untuk bekerja. Untungnya lelaki itu menyanggupi. Selama menunggu sepeda Kinasih diperbaiki, Aris berjanji untuk mengantar jemput Kinasih bekerja sebagai jalan keluar sementara. Kinasih merasa tidak enak. Aris tidak perlu merepotkannya seperti itu. Namun, Aris tetap bersikukuh. Dan, dari tabrakan kecil itulah kisah cinta Kinasih dan Aris dimulai.

26 Desember 2016

Alasan Memilih untuk Tidak Menikah dalam Elegi Rinaldo

Edited by Me

Apa yang kamu pikirkan saat mendengar kata ‘menikah’? Sebagian besar orang pasti akan berkeringat dingin saat membicarakannya. Pernikahan memang bukan hal main-main. Bukan hanya merasa bahagia lalu mengucap janji suci, namun juga soal ketulusan yang besar untuk hidup bersama sampai ajal. Siapkah dengan semua itu? Saking rumitnya, sebagian orang memilih untuk tidak dekat-dekat dengan kata 'menikah'. Membicarakannya saja tidak mau, apalagi mencari pasangan untuk diajak hidup bersama.

Tentu mereka beralasan. Alasan kebanyakan adalah mereka ingin mengejar kariernya dulu dan tidak mau buru-buru. Sebuah badan riset di Amerika Serikat melakukan survei komparasi rata-rata tahun orang-orang menikah pada dua masa yang berbeda. Hasilnya menyebutkan bahwa pada 1980, rata-rata pria menikah adalah umur 25 tahun dan wanita 22 tahun. Sedangkan pada 2011, rata-ratanya meningkat; untuk pria adalah 29 tahun dan 27 tahun untuk wanita. Hasil tersebut memberikan konklusi bahwa orang zaman sekarang tidak ingin buru-buru untuk menikah dan menjadi orang tua. Alasan yang masuk akal kan? Lalu, apa alasan lainnya seseorang memilih untuk tidak menikah?

28 September 2016

Blog Tour: Ninevelove + Giveaway

Judul : Ninevelove
Pengarang : J.S. Khairen
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tahun : 2016

Selalu ada hal menarik dari setiap perjalanan seseorang dalam pembuatan karyanya. Juga tentang bagaimana karya tersebut menjadi sebuah kebanggaan bagi si penciptanya. Seperti lukisan Mona Lisa yang digadang-gadang menjadi karya terbaik Leonardo da Vinci bahkan konon hingga ia membawa hasil karyanya itu ke mana pun ia pergi. Aku melihat juga kesamaan Leonardo da Vinci dengan penulis yang baru saja meriliskan buku terbarunya bertajuk "Ninevelove".

Setidaknya sekali dalam sehari J.S. Khairen mempos perihal buku terbarunya di berbagai akun media sosialnya, terutama Instagram dan Twitter. Entah itu cara memesan buku, trivia, sampai kutipan-kutipan quotable yang dipetik dari bukunya. Selain sebagai bentuk promosi, tentu saja itu sebuah kebanggaan bagi pria yang kerap disapa Uda Jombang ini. Buku yang ternyata karya fiksinya yang ketiga ini konon hanya diperuntukkan bagi sang kekasih—yang berujung berstatus mantan. Itulah kenapa novel ini ber-tag line "Hanya untuk satu orang, hanya untuk kamu". Kau tahu kan betapa suatu hubungan sangat mempengaruhi sepasang kekasih? Mungkin saat itu Uda Jombang menuliskannya dengan berbunga-bunga. Aku bertanya-tanya betapa bangga dirinya kala itu.

06 September 2016

Ulasan Buku: Me Before You

Judul Asli : Me Before You
Pengarang : Jojo Moyes
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tahun : 2013
Dibaca : 4 September 2016
Rating : ★★★

"Secara umum saja. Aku tidak memintamu melakukan psikoanalisis terhadap dirimu. Aku hanya bertanya, apa yang kauinginkan? Menikah? Melahirkan beberapa bocah? Karier impian? Keliling dunia?" (hal. 117)

Membaca ternyata tidak hanya untuk rekreasi. Buku ini membuktikan bahwa membaca itu menelusuri hal baru tanpa ekspektasi. Bagiku, membaca buku ini merupakan pencapaian besar karena selain jumlah halaman yang tidak tanggung-tanggung (600 halaman lebih). Karya terbaik dan terpopuler Jojo Moyes ini juga bergenre roman dewasa yang mana tidak pernah kusentuh barang sehalaman pun. Jadi, bagaimana Raafi bisa sampai menyelesaikannya? Simak penuturannya berikut.

***

Will Traynor, eksekutif sukses yang seharusnya bangga akan dirinya, mengalami kecelakaan yang membuat bagian dada ke bawah lumpuh total dan hanya satu tangannya yang bisa bergerak namun itu pun terbatas. Setelah begitu lama berada dalam keadaan yang begitu menyedihnya, akhirnya Will memberikan waktu enam bulan kepada siapa pun. Setelah itu, ia akan mengakhiri hidupnya.

Louisa Clark dikontrak selama enam bulan oleh keluarga Traynor untuk menjaga dan menemani Will. Tahu periode tersebut adalah batas waktu Will berangkat ke Swiss untuk meninggalkan dunia, Lou memohon kepada Camilla dan Steven Traynor untuk mengusahakan segala cara agar Will mengubah keputusannya. Apakah jerih payah Lou terbayar?

08 Juli 2016

Ulasan Buku: Amy & Roger's Epic Detour

Judul Asli : Amy & Roger's Epic Detour
Pengarang : Morgan Matson
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tahun : 2014
Dibaca : 8 Juli 2016
Rating : ★★★

Buku ini kudapat dari teman penerjemah dan sudah ngendon begitu lama di tumpukan timbunan. Saat kupikir liburan dan mudik adalah waktu yang tepat untuk membaca buku bertema perjalanan, aku mengusung buku ini dan satu buku lain yang juga bertema sama untuk dipilihkan oleh teman-teman melalui Twitter. Dan karena buku ini mendapat tiga suara dari tiga responden, aku mulai membacanya tepat saat kendaraan yang mengantarku pulang ke kampung halaman dinyalakan.

***

Amy harus melakukan perjalanan dari California ke Connecticut untuk "pindahan". Ibunya sudah menunggunya di rumah baru mereka dan sudah mempersiapkan semuanya untuk Amy. Rute perjalanan, tempat menginap, sampai teman berkendara bernama Roger. Meski telah memiliki SIM, Amy tidak mau mengendarai mobil karena tragedi yang membuatnya trauma tiga bulan lalu. Apakah Amy akan melakukan perjalanannya sesuai dengan perintah ibunya yang dikira-kira hanya memakan waktu empat hari?

Roger sedang liburan musim panas saat diminta oleh ibunya menemani anak teman ibunya menyebrangi daratan Amerika dari ujung barat ke ujung timur. Roger mengiyakan saja karena ia akan bertemu sang ayah dan ada misi terselubung yang harus dilakukannya. Ini tentang hubungan rumitnya. Apakah benang hubungannya akan mengendur sehingga bisa diperbaiki atau malah semakin berbelit?

04 Juni 2016

Ulasan Buku: Gadis Penenun Mimpi & Pria yang Melipat Kertas Terbang

Pengarang : Gina Gabrielle
Penerbit : Nulisbuku (self-publishing)
Tahun : 2016
Dibaca : 3 Juni 2016
Rating : ★★★

"Manusia, tahukan kau bahwa luka itu sebenarnya tak terhindarkan? Kau hanya perlu Hati yang sejuk dan lembut, yang bisa sembuh dari luka apa pun juga dengan kecepatan mengagumkan." (hal. 13)

Wahai penerbit di luar sana, aku persembahkan ulasan ini kepada kalian. Kalian harus tahu betapa buku ini begitu menjanjikan dalam segi cerita dan gaya yang dibawakan oleh penulis. Selain itu, tema cintanya juga begitu kental. Walaupun memang sedikit di luar akal karena berlatar dunia fantasi lain, tapi kenapa tidak dicoba? Di dalamnya terkandung bait-bait yang melenakan. Di dalamnya terkandung pesan yang kuat tentang hati. Bukankah kalian, para penerbit, masih menganggap bahwa tema cinta masih begitu menjual?

***

Kura-Kura Pengelana sedang dalam misi memperbaiki Hati-nya yang penuh goresan. Sakit yang sudah lama dideritanya ternyata tidak bisa begitu saja bisa disembuhkan. Bahkan tempat yang katanya tepat untuk mengistirahatkan Hati yang luka tidak serta merta membuat hati si Pengelana pulih. Hingga akhirnya si Pengelana dengan terpaksa membekukan Hati-nya karena tidak ingin merasakan terluka lagi.

Kol. Ibri-lah yang membawa Kura-Kura Pengelana dalam misi itu. Si Pengelana adalah yang terpilih. Selain memperbaiki Hati, petualangan yang kata Kol. Ibri sangat istimewa itu untuk menyelamatkan Dunia Mimpi yang nyaris hancur. Langitnya lebam; permukaannya penuh memar. Lalu ada seorang gadis yang membutuhkan satu bahan lagi untuk menyelesaikan tenunan Mimpi: Hati yang penuh.

13 April 2016

Ulasan Buku: Love & Misadventure

Sampul
Judul : Cinta & Kesialan-Kesialan
Judul Asli : Love & Misadventure
Pengarang : Lang Leav
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tahun : 2016
Dibaca : 12 April 2016 (via SCOOP)
Rating : ★★★★

"Aku tahu kau bukan milikku,
dan mungkin tak pernah akan,
saat kau bersamanya ada kemarahan
yang tak berhak didetakkan jantungku." 

Kau tahu rasa ketika sepucuk surat dari seseorang yang sudah lama kautunggu-tunggu akhirnya tiba di depan rumahmu? Kau tahu rasa ketika barang impianmu hadir secara cuma-cuma di hadapanmu? Itulah yang disebut dengan bahagia. Tapi tahukah kau rasa ketika kau masih bisa bernapas dengan oksigen yang masih tersedia gratis? Itu disebut dengan kebahagiaan yang sederhana. Dan buku ini termasuk opsi yang kedua.

***

Awalnya, aku sedikit skeptis setelah melihat beberapa ulasan di dunia maya tentang kumpulan puisi ini. Layaknya puisi kontemporer lainnya, penulis hanya mengedepankan kata-kata indah saja. Sampai pada saatnya aku berjodoh untuk membaca ini dan merasakannya sendiri. Nantinya aku akan bilang kepada mereka, "Yo, man! Baca puisi itu bukan tentang membaca begitu saja. Ada pendalaman rasa yang harus kauikutkan pada saat itu."

Ketika membuka halaman pertama, aku tidak memikirkan apa pun; hanya tetap membaca. Bahkan jam makan siang pun aku habiskan dengan membaca. Dan aku seperti tersihir. Bagaimana tidak? Aku tidak suka membaca puisi; kumpulan puisi. Apalagi yang bertema romance. Tapi kali ini, aku serasa dipaksa untuk terus membaca dan membuka halaman demi halaman. Ada yang salah dengan buku ini.

28 Maret 2016

A untuk Amanda Blog Tour + Giveaway

Sampul
Judul : A untuk Amanda
Pengarang : Annisa Ihsani
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tahun : 2016
Dibaca : 23 Maret 2016
Rating : ★★★

"Kau tidak butuh persetujuan saya. Apa pun yang saya dan orang lain pikirkan, itu tidak penting. Satu-satunya hal yang berpengaruh adalah apa yang kaupikirkan tentang dirimu sendiri." (hal. 253)

Tidak ada ekspektasi apa pun pada buku ini kecuali kesempurnaan Amanda yang tergambar jelas pada huruf A berwarna merah di dalam lingkaran. Pasti ada sesuatu dengan nilai-nilai Amanda. Dan dilihat dari gambar sang gadis dan ekspresinya, mungkin ia mengalami kegagalan atau apa yang membuatnya bermuram durja. Well, sekarang aku juga bekerja sebagai interpreter sampul buku Young Adult.

***

Hidup Amanda begitu sempurna. Mendapatkan nilai-nilai paling tinggi seangkatan di sekolahnya. Memiliki teman-teman yang kooperatif. Bahkan pacar yang selalu akan menjadi belahan jiwanya dan memiliki rumah di area suburban. Hingga pada suatu hari Amanda mendapat nilai B minus pada PR Sosiologi.

Bisa kaubayangkan bagaimana sosok Amanda yang disegani itu mendapat nilai bukan A! Bukan A! Amanda mulai terusik setelahnya. Berlama-lama di tempat tidurnya. Malas bertemu teman-temannya juga pacarnya. Amanda berpikir menemui dokter atau seseorang yang tepat untuk membantunya kembali seperti semula karena ada yang tidak benar dalam dirinya.

27 Februari 2016

Ulasan Buku: Flipped

Sampul
Judul : Flipped
Pengarang : Wendelin Van Draanen
Penerbit : Orange Books
Tahun : 2011
Dibaca : 26 Februari 2016
Rating : ★★★★

Aku tahu buku ini ketika di kantor lama teman membawa buku ini dan merekomendasikannya padaku. Sejak saat itu aku coba mencari jejak buku ini, dan beruntunglah pada akhirnya dapat dalam edisi terjemahan yang sepertinya sudah lumayan langka. Lalu, saat teman blogger merekomendasikan buku ini sebagai buku romance favorit dan ada seseorang yang mau diajak baca bareng, aku tak akan menunggu lebih lama lagi untuk membacanya.

***

Seorang anak laki-laki bermata biru menarik perhatian Julianna Baker. Ada tetangga baru—sebuah keluarga—yang menempati rumah di depan tempat tinggalnya. Dengan niat baik, Juli menghampiri mereka dan membantu keluarga itu pindahan. Dan, ya ampun, si empunya mata biru itu benar-benar mengalihkan dunianya. Si empunya mata biru yang pada akhirnya dia tahu bernama Bryce Loski.

Bryce Loski tidak senang dengan gadis itu. Tiba-tiba saja datang mengganggu hidupnya. Bahkan ketika mereka belum kenal pun gadis itu sudah mencoba ambil alih perintah dan pamer; memanjati kardus-kardus yang ada di dalam mobil van penangkut barang. Tidak, Bryce sama sekali tidak suka dengan polah gadis itu. Bryce tidak suka kepada gadis yang pada akhirnya dia tahu bernama Julianna Baker.

02 Februari 2016

Ulasan Buku: Student Hidjo

Sampul
Judul : Student Hidjo
Pengarang : Mas Marco Kartodikromo
Penerbit : Narasi
Tahun : 2010
Dibaca : 25 Januari 2016
Rating : ★★★

Seharusnya aku malu dengan postingan ulasan kali ini. Malu karena resolusi tahun 2016 yang diekspektasikan tidak berjalan sesuai rencana. Seperti kebanyakan orang, aku juga membuat resolusi setiap pergantian tahun. Salah satu poin pada tahun ini adalah tidak membeli buku. Terlihat muluk tetapi beralasan: aku memiliki 60 lebih buku yang belum dibaca atau mari kita sebut sebagai timbunan. Hal yang sungguh mengusik kedamaian hidup.

Semua berubah setelah hidupku memasuki hari kedua tahun 2016. Aku ingat betul waktu itu aku sedang melancong di Bandung bersama Anastasia @ Jane and Her Bookienary dan berakhir di Gramedia Merdeka. Sialnya, ada bazar buku dengan harga miring di sana. Siapa yang tidak tergiur? "Student Hidjo" menjadi satu dari tiga buku yang pertama kali dibeli tahun ini. Aku bahkan mengabadikan momen memalukan ini via twitter.

23 Januari 2016

Ulasan Buku: Yang Sulit Dimengerti Adalah Perempuan

Pengarang : Fitrawan Umar
Penerbit : Exchange
Tahun : 2015
Dibaca : 23 Januari 2016
Rating : ★★★

Aku ditawari oleh Mba Truly @ Reviewku untuk meresensi sebuah buku. Aku bertanya berapa jumlah halamannya dan dia menjawab 200-an halaman. Dengan kekuatan tekad aku bilang bersedia padanya. Buku ini sampai di tempatku pertengahan Desember tahun lalu. Aku begitu tidak enak karena tidak buru-buru membacanya. Untunglah rasa tidak enak itu mengalahkan segalanya hingga aku bisa menyelesaikan buku ini.

***

Renja seorang mahasiswa Fakultas Teknik bertemu kembali dengan Adel yang juga kuliah di kampus dan fakultas yang sama. Awalnya Renja tidak mengenali teman SD-nya itu. Hingga suatu kejadian membuatnya teringat kembali kenangan-kenangan yang terjadi bersama perempuan itu. Renja mengagumi Adel sejak pertama kali bertemu saat SD.

Sayangnya, rasa itu tumbuh menjadi cinta saat dua sejoli itu bertemu kembali. Apakah Renja bisa mengambil hati Adel di saat Adel sangat dekat dengan Sang Ketua BEM? Haruskah cintanya diperjuangkan?

***

Kamu pasti bertanya-tanya kenapa di atas aku bertanya jumlah halaman untuk buku yang dimintai untuk diresensi. Aku kapok pada buku-buku yang aku terima secara cuma-cuma tetapi tidak sesuai dengan minatku sehingga menyusahkanku ketika membaca. Tentu buku tersebut harus selesai dibaca karena resensiku ditunggu. Tetapi bila tidak bisa dinikmati, di mana letak kenyamanan membaca yang merupakan kunci utama dalam membuat resensi? Apalagi bila jumlah halamannya melebihi 300 halaman yang buatku sudah termasuk kategori sedang. Bisa dibayangkan struggle-nya kan?

07 Januari 2016

Ulasan Buku: Girl Meets Boy

Sampul
Judul : Girl Meets Boy
Pengarang : Winna Efendi
Penerbit : GagasMedia
Tahun : 2015
Dibaca : 5 Januari 2016
Rating : ★★★★

"Mungkin mereka tak lebih dari sekadar dua orang yang berpapasan dalam hidup, hanya untuk menyembuhkan luka masing-masing, kemudian berjalan ke arah berlawanan." (hal. 357)

Buku ini aku baca setelah aku meminta teman untuk memilihkan buku yang tepat untuk Lucky No.15 Reading Challenge kategori Randomly Picked. Walaupun memerlukan sedikit lama, tidak ada penyesalan sedikit pun seusai aku membacanya. Tema musik yang diusung menjadi salah satu poin penting yang membuatku menyelesaikan buku ini.

***

Ava Tirtadirga masih belum bisa melepaskan kepergian sang kakak. Seakan, bayang-bayang kakak perempuannya itu selalu membuntutinya ke mana pun. Apalagi setelah Ava masuk ke sekolah musik yang menjadi tempat belajar kakaknya juga. Murid senior bertanya-tanya apakah Ava semenyenangkan dan secerdas sang kakak.

Hingga suatu hari Ava bertemu dengan Kai. Cowok populer yang merupakan cucu dari pendiri sekolah tempat Ava menuntut ilmu itu sangat digandrungi para wanita. Kai juga seorang playboy yang selalu bergonta-ganti cewek. Ava melihat ada kehilangan dalam diri Kai yang sama-sama dirasakan. Siapakah Kai sebenarnya? Adakah hubungan di antara cowok itu dengan Rae, kakaknya?

06 November 2015

P.S. I Still Love You Blog Tour + Giveaway


Terima kasih Penerbit Spring yang masih memercayakanku dalam blog tour kali ini. Setelah Fangirl dan To All the Boys I've Loved Before yang sukses, kali ini giliran P.S. I Still Love You yang menjadi lakon. Ulasan dan giveaway akan dijadikan satu di sini.

Back to Top