Tampilkan posting dengan label posting bareng. Tampilkan semua posting
Tampilkan posting dengan label posting bareng. Tampilkan semua posting

01 Januari 2017

Buku Paling Berkesan 2016 dan Sedikit Gunjingan

Edited by Me

Halo! Selamat tahun baru 2017!

Untuk menggenapkan resolusi 2016 tentang Posting Bareng BBI, pada hari pertama bulan pertama tahun baru ini aku akan menulis sesuai tema yang diberikan. Tema Posting Bareng bulan Desember 2016 yang disiapkan oleh Divisi Event BBI adalah #BBITopChoice. Sesuai temanya, kali ini aku akan memberikan buku-buku paling berkesan yang kubaca selama 2016. Setelah pada tahun lalu ada lima buku, tahun ini aku akan pilih tiga buku saja yang kisahnya benar-benar melekat dalam memori. Apakah ketiganya itu?

31 Oktober 2016

Masha: Karya Supernatural Lokal Tanpa Mengekor Fantasi Luar?

Edited by Me

Halo, teman-teman! Kembali lagi dengan Bibli di sini! Siapa sangka kalau Posting Bareng BBI 2016 bulan ini mengambil tajuk supernatural. Dari sekian banyak tema yang bisa diambil dari Divisi Event untuk merayakan Halloween, kenapa tema supernatural yang diambil? Itu kan susah sekali. Apalagi hanya satu dua buku yang ada di timbunan Raafi dari tema tersebut—sedikit pilihan. Lagi pula Divisi Event kan bisa pilih tema lain seperti horor, misteri, thriller, atau hal paling simpel: muka Raafi.

Dan Raafi sudah menyerah untuk mencari tahu apa yang harus dilakukan untuk Posting Bareng kali ini. Setelah absen pada Posting Bareng BBI bulan lalu, bulan ini tidak boleh tidak ikutan. Jadi, sekarang giliran Bibli yang ambil bagian. Setelah dikulik-kulik bahan apa yang cocok untuk tema supernatural, Bibli menemukan satu ulasan buku Raafi yang kurang lebih bersangkutan dengan tema tersebut. Adalah buku "Sumur Hitam" karya Haditha yang bertema klenik yang kakak-adikan dengan supernatural yang bisa dijadikan bahan. Tapi kan sudah dibuat ulasannya, lalu bagaimana? Karena Raafi sangat dekat dengan sang penulis, jadi Bibli mencoba untuk melakukan pendekatan.

Tidak. Tidak. Tidak sampai sejauh yang kamu bayangkan tentang pendekatan Bibli dengan pria yang akrab dipanggil Masha di kalangan komunitas Penggemar Novel Fantasi Indonesia (PNFI) ini. Bibli hanya betanya seputar buku-buku yang sudah diterbitkannya dan tentang menulis secara umum. Oh ya, penasaran karena ia dipanggil Masha? Karena dia namanya Haditha! Serius! Untuk kesopanan bagi yang lebih tua, kami menggunakan kata depan "Mas". Lalu, karena terlalu malas untuk mengetik spasi dan namanya yang terlalu panjang itu, maka kami semua mengubahkan nama panggilannya menjadi Masha, yang merupakan singkatan dari Mas Ha. Bukan masalah, toh dia menerimanya juga.

31 Agustus 2016

Fiksi Sejarah yang Sudah Dibaca

Edited by Me
Sedikit kecewa dengan diri sendiri karena tadinya akan membaca paling tidak buku genre fiksi sejarah untuk bulan ini tetapi tidak ada satu pun yang selesai. Sebenarnya aku sedang membaca "Semua untuk Hindia", sebuah kumpulan cerpen bertema kolonial karya Iksana Banu. Mungkin karena (1) aku membacanya via digital dan (2) minggu-minggu terakhir bulan ini sedikit tidak bisa mengontrol bahan bacaan, aku tidak bisa menyelesaikan buku tersebut tepat waktu.

Nah, karena komitmen awal untuk berpartisipasi dalam setiap Posting Bareng BBI 2016, jadi aku harus memutar otak agar tetap bisa membuat artikel tentang tema bulan Agustus ini. Fiksi sejarah merupakan salah satu genre favorit yang selalu ingin terus membaca kisah-kisah masa lalu nan historis. Jadi, bila disuruh menyebutkan buku-buku fiksi sejarah Indonesia yang sudah kubaca, aku bisa menyebutkannya. Dalam artikel ini, aku membuat bacaan fiksi sejarah lokal yang sudah kubaca bertajuk "Fiksi Sejarah yang Sudah Dibaca".

05 Juli 2016

Raafi & Bibli's Summer Reading List

Edited by Me

Membaca bukan hal sulit bagi Pembaca Aktif untuk dilakukan baik pada hari-hari biasa maupun liburan seperti saat ini. Seperti juga Pembaca Aktif yang mendedikasikan hidupnya untuk buku dan membaca, Raafi dan Bibli juga bertekad untuk mengisi libur Lebaran kali ini dengan membaca. Walaupun liburan hanya seminggu dan selanjutnya berkutat kembali dengan sibuknya pekerjaan. Maka itu Raafi dan Bibli membuat sebuah postingan tanpa embel-embel liburan tetapi musim panas. Yah, bulan Juli memang identik dengan musim panas kan?

Bersamaan dengan tema Posting Bareng BBI bulan Juli, #BBIHoliday, setiap peserta diharuskan membuat master post seputar daftar bacaan yang akan dibaca bulan ini. Jadi, karena Raafi dan Bibli sedang bersama-sama ingin membabat timbunan pada liburan kali ini, dan karena Raafi dan Bibli ingin merasakan suasana musim panas walaupun di Indonesia tidak terjadi tapi tetap ingin merasakannya, maka Raafi dan Bibli membuat "Raafi & Bibli's Summer Reading List". Apa saja buku yang akan diikutsertakan dalam acara kali ini?

30 Juni 2016

Akhirnya Raafi Mengaku


Sedikit dilema dengan topik bahasan Posting Bareng BBI bulan ini. Pertama, topik yang diusung tentang "pengakuan" membuatku bingung karena sebenarnya tidak ada hal yang ditutup-tutupi ataupun hal yang spesial selama aku menjadi pembaca aktif. Tapi setelah dipikir-pikir lagi ternyata ada satu hal yang ternyata kusembunyikan tanpa kusadari. Apa itu?

Pembaca Aktif

Aku mulai menjadi pembaca aktif sejak awal kuliah. Waktu yang begitu luang membuatku semakin keranjingan membaca karena pada saat itu hanya membaca yang bisa kulakukan. Sembari melakukan hal yang selanjutnya kusebut hobi itu, aku berpikir kalau aku bisa melakukan sesuatu dari hobiku tersebut—tidak cuma membaca. Dan setelah mengetahui daya baca di Indonesia minim, aku bertekad membuat diriku berguna dalam kemajuan literasi, setidaknya waktu kuliah dulu hal yang paling mudah kulakukan adalah membuat satu grup khusus baca dengan menggunakan media sosial.

30 Mei 2016

Menyoal Hari Buku Nasional

Selamat Hari Buku Nasional
Minat Baca di Indonesia

Minggu (15/5), Goodreads Indonesia mengadakan acara bertajuk "Book Blind Date". Setiap peserta yang datang diharuskan membawa buku yang dibungkus kertas cokelat dan memberikan hint singkat pada paket bukunya. Pada saat acara, peserta diberikan kesempatan untuk memilih paket buku sesuai hint yang paling menarik mereka. Setelah itu, peserta diminta menjelaskan paket buku yang didapat dan apakah buku itu jodoh mereka atau bukan, seperti blind date. Acara yang dihadiri sekitar 20 orang itu diselingi dengan games berhadiah buku dan voucher e-book.

Acara tersebut sebenarnya ajang tukar buku seperti yang biasa diadakan oleh komunitas tersebut hanya saja dengan konsep berbeda. Tujuannya untuk mempertemukan para pembaca juga membuat acara seru yang tidak hanya berbasis daring, tetapi juga kopi darat.

"Book Blind Date" merupakan satu dari banyaknya kegiatan komunitas buku untuk mengentaskan minat baca di Indonesia yang rendah. Sejak 2012, Indonesia ditakut-takuti survei yang menyatakan minat baca masyarakatnya rendah, lebih rendah dari India dan Thailand. Rata-rata lama membaca buku masyarakat Indonesia hanya 6 jam per minggu (Kompas 15/9/2015). Selain itu survey juga menunjukkan bahwa hanya 1 dari 1.000 orang di Indonesia yang memiliki minat baca serius dengan rata-rata kurang dari satu buku yang dibaca per tahun (UNESCO 2012).

Angka-angka tersebut sungguh memprihatinkan mengingat penerbit buku dan bentuk literasi lain di Indonesia begitu gencar menerbitkan buku. Gramedia Pustaka Utama, misalnya, bisa menerbitkan lebih dari 20 buku setiap bulan dalam beragam genre. Tapi adakah yang membaca buku-buku tersebut?

30 April 2016

Salahkah Dewasa Membaca Buku Anak?

Sumber Gambar

Untuk memeriahkan #BBIChildrenBooks, awalnya aku cuma ingin membuat ulasan salah satu bukunya. Namun, melihat waktu yang begitu mepet yang sudah hampir Mei, dan tidak ada satu pun buku anak yang kubaca bulan ini, maka aku memutuskan untuk membuat artikel tentang Buku Anak. Jadi, mari kita mulai dengan betapa Buku Anak begitu menyenangkan.

31 Maret 2016

Ulasan Buku: The Tale of Despereaux

Sampul
Judul : Kisah Despereaux
Judul Asli : The Tale of Despereaux
Pengarang : Kate DiCamillo
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tahun : 2005
Dibaca : 30 Maret 2016
Rating : ★★★

Senang pada akhirnya mendapatkan buku langka ini. Setelah membaca "The Miraculous Journey of Edward Tulane" yang sangat menggugah, aku tidak akan melewatkan karya penulis buku yang memenangkan Newbery Award 2004 ini. Dilihat dari kedua buku yang kubaca, sepertinya sudah menjadi kekhasan penulis untuk menyajikan ilustrasi dalam setiap bukunya.

***

Despereaux adalah yang terakhir hidup dari semua calon bayi yang dilahirkan oleh ibunya. Sayangnya, dirinya tidak normal. Tubuhnya setengah dari tikus kastil kebanyakan dan telinganya sangat lebar. Ayah dan ibunya sedikit khawatir tentang kehidupan anak mereka itu. Tapi semakin lama, tikus kastil mungil bisa menjalani hidupnya.

Despereaux diajak oleh saudara-saudaranya berkeliling kastil untuk diajari hal-hal yang biasa dilakukan tikus; bergerak di sebelah pinggir dan menggerogoti kertas salah satunya. Tapi Despereaux malah tidak melakukannya. Ia membaca buku yang seharusnya ia gerogoti. Saking bandelnya, Despereaux yang samar-samar mendengarkan sebuah musik merayap mendekati asal suara indah itu dan berakhir pada ia melihat sang putri. Sang putri bernama Pea yang membuat Despereaux dimabuk asmara.

15 Februari 2016

Kata Mereka Tentang Hari Kasih Sayang + Giveaway


Setelah Bibli yang berbincang mesra bersama Hestia yang diwakili oleh Shiori-ko di sini, sekarang giliranku yang meramaikan Posting Bareng BBI 2016 bertema #BBIValentinesDay.

Seusai membaca "For One More Day" karya Mitch Albom yang berkisah tentang ibu dengan anak laki-lakinya dan membuat ulasannya di sini, aku mencoba membuat satu bahasan menyangkut tema itu. Dan masih dalam euforia Hari Kasih Sayang, aku bertanya kepada beberapa teman-teman blogger buku seumuranku pendapat mereka tentang Hari Kasih Sayang. Tiga poin yang aku minta pendapat kepada mereka: (1) hal khusus untuk mengungkapkan rasa kasih sayang terhadap orangtua dan kenangan manis bersama mereka, (2) perlunya Hari Kasih Sayang, dan (3) rekomendasi buku tema kasih sayang. Ayo kita cari tahu!

14 Februari 2016

Bibli & Shiori-ko in Crush: Perkara Hari Kasih Sayang


"Sebagai seorang teman yang baik dan saya sendiri sudah menganggap Raafi dan Bibli teman yang sangat dekat, rasanya tidak mungkin jika mengabaikan ajakan untuk merayakan Hari Kasih Sayang sebagaimana hari tersebut menjadi sesuatu yang bersifat universal. Terlepas dari pro dan kontranya, saya yakin, Hari Kasih Sayang yang juga disebut dengan Valentine's Day kini menjadi suatu komoditas yang mendatangkan banyak keuntungan. Namun, kali ini, marilah saya bersama Bibli berbagi kasih sayang kepada pembaca." —Shiori-ko

Pengantar di atas dituliskan langsung Shiori-ko, blog buku Kak Hestia, ketika Bibli mengirimkan surel untuk meminta pendapat tentang Hari Kasih Sayang yang jatuh tepat pada hari ini. Bibli berpendapat kasih sayang tidak melulu disimbolkan dengan pasangan atau kekasih. Kasih sayang yang universal menurut Bibli adalah ketika kamu bisa lebih mengasihi dan menyayangi orang-orang terdekatmu, termasuk, tentu saja ayah dan ibumu.

Karena Kak Hestia terlalu sibuk, dia menyerahkan pertanyaan-pertanyaan Bibli langsung kepada Shiori-ko. Bibli dan Shiori-ko akhirnya berbincang mesra. Tidak hanya membahas kasih sayang kepada orangtua, tetapi juga hal-hal lainnya. Untuk memudahkan membaca, Bibli disingkat (B) dan Shiori-ko disingkat (S). Satu hal lagi: jawaban-jawaban Shiori-ko adalah representasi dari jawaban Kak Hestia ya!

02 Februari 2016

Ulasan Buku: Student Hidjo

Sampul
Judul : Student Hidjo
Pengarang : Mas Marco Kartodikromo
Penerbit : Narasi
Tahun : 2010
Dibaca : 25 Januari 2016
Rating : ★★★

Seharusnya aku malu dengan postingan ulasan kali ini. Malu karena resolusi tahun 2016 yang diekspektasikan tidak berjalan sesuai rencana. Seperti kebanyakan orang, aku juga membuat resolusi setiap pergantian tahun. Salah satu poin pada tahun ini adalah tidak membeli buku. Terlihat muluk tetapi beralasan: aku memiliki 60 lebih buku yang belum dibaca atau mari kita sebut sebagai timbunan. Hal yang sungguh mengusik kedamaian hidup.

Semua berubah setelah hidupku memasuki hari kedua tahun 2016. Aku ingat betul waktu itu aku sedang melancong di Bandung bersama Anastasia @ Jane and Her Bookienary dan berakhir di Gramedia Merdeka. Sialnya, ada bazar buku dengan harga miring di sana. Siapa yang tidak tergiur? "Student Hidjo" menjadi satu dari tiga buku yang pertama kali dibeli tahun ini. Aku bahkan mengabadikan momen memalukan ini via twitter.

Back to Top