Tampilkan posting dengan label pastel books. Tampilkan semua posting
Tampilkan posting dengan label pastel books. Tampilkan semua posting

22 Februari 2017

Blog Tour: Milea + Giveaway

Judul : Milea: Surat dari Dilan
Pengarang : Pidi Baiq
Penerbit : Pastel Books
Tahun : 2016

Sebuah buku bisa sangat laku karena beberapa hal. Pertama, bisa jadi buku tersebut ditulis oleh seorang terkenal yang telah melanglang buana di dunia publik figur sehingga banyak orang yang tahu tentangnya dan mungkin saja menggemarinya. Dengan begitu, sang penulis tak perlu payah untuk mempromosikan bukunya karena sudah pasti banyak orang yang akan penasaran buku apa yang ditulis olehnya sehingga membelinya. Yang kedua adalah keunikan dari buku itu sendiri. Entah itu digadang-gadang sebagai pionir dari sebuah genre atau subgenre, karakternya yang kuat, gambar sampulnya yang sangat ingin dimiliki dan dibaca, atau yang lainnya.

***

Dilan akhirnya bicara. Ia menyampaikan kisah yang sudah diceritakan oleh Milea melalui sudut pandangnya sendiri. Dimulai dari masa kecilnya yang bahagia dan harmonis bersama orang tua di Bandung, pertama kali melihat gadis rupawan bernama Milea Adnan Hussein, sampai kisah-kisah selanjutnya yang, sebenarnya, sudah disampaikan oleh Milea pada dua buku sebelumnya. Tapi, bila memang banyak yang memintanya angkat suara, Dilan harus apa? Tentu harus melakukan permintaan tersebut. Maka dengan buku ini, Dilan menumpahkan semua yang dirasakannya dan memberikan penjelasan tentang apa yang sudah dilaluinya.

Dilan bercerita tentang kecemburuannya terhadap Milea kala gadis itu diajak pergi ke ITB oleh Kang Adi. Sampai beberapa hari setelahnya ibunya Milea menelepon Dilan dan memberi tahu bahwa Milea menangis karena merasa sudah membohongi Dilan karena sudah berjanji tidak akan pergi saat itu. Melalui buku ini, Dilan juga bercerita ketika ia menghajar Anhar karena Anhar menampar Milea. Padahal Anhar belum menjelaskan apa pun kepada Dilan. Dilan berpendapat bahwa ia masih terbawa emosi, padahal Anhar hanya ingin Dilan memberikan perhatian kepada sahabat-sahabatnya setelah berpacaran dengan Milea.

14 Maret 2016

Ulasan Buku: Qasidah Berjanji

Sampul
Judul : Qasidah Berjanji
Pengarang : Harry Dagoe & Salma Abdillah
Penerbit : Pastel Books
Tahun : 2015
Dibaca : 9 Maret 2016
Rating : ★★★

"Kamu masih punya di rumah, Qasidah. Masih banyak, mubazir jika berlebihan dan tidak terpakai. Seperti mainan lainnya yang sekarang tidak kamu mainkan lagi. Mubazir itu sifat yang ditemani setan penggoda, lho. Akan menjauhkan kita dari kebaikan di jalan Allah ...." (hal. 23)

Mari sebut buku ini sebagai novel anak-anak fantasi karya penulis lokal. Sampul bukunya sudah memberikan gambaran kasarnya; seorang gadis berhijab yang menunggangi kuda terbang. Diterbitkan oleh penerbit yang juga menerbitkan serial "Dilan" karya Pidi Baiq, dan ditulis oleh produser dan pembuat film yang menjadi rekan pembicara acara beberapa hari lalu, aku antusias mencoba membaca ini.

***

Anak perempuan berumur tujuh tahun ini sangat menyukai permainan pada gadget-nya. Tidak pernah sehari pun Qasidah meninggalkan gadget itu. Putri Pelangi yang menjadi karakter utama harus tetap menjaga Diamond Kingdom, kerajaan pada permainan yang digemari Qasidah. Bahkan ketika sang ibu meminta Qasidah menemaninya berbelanja, Qasidah harus dipaksa dan diiming-imingi pergi ke toko mainan untuk bisa patuh pada sang ibu.

Rengekan Qasidah sudah tak berarti ketika dirinya pergi ke dimensi lain. Ia tersadar ketika dirinya tak lagi terlihat oleh sang ibu padahal mereka saling berhadapan. Hingga datangnya seseorang yang katanya adalah doa sang ibu. Bagaimana mungkin doa bisa menjadi teman Qasidah di dunia antah-barantah itu? Bisakah Qasidah kembali bertemu sang ibu? Dan yang paling penting, apakah Qasidah menyesal atas apa yang telah dilakukannya selama ini?


Back to Top