Tampilkan posting dengan label mizan fantasi. Tampilkan semua posting
Tampilkan posting dengan label mizan fantasi. Tampilkan semua posting

18 Mei 2016

Ulasan Buku: Percy Jackson's Greek Gods

Pengarang : Rick Riordan
Penerbit : Mizan Fantasi (Noura Books)
Tahun : 2015
Dibaca : 24 April 2016
Rating : ★★★

"Kalau kau seorang manusia fana dan sesosok dewi muncul tepat di sampingmu, dan kalau kau masih ingin bertahan hidup beberapa menit mendatang, hal yang sebaiknya kaulakukan adalah menjatuhkan dirimu dan menyembah-nyembah." (hal. 234)

Aku senang akhirnya ada lagi kisah berbeda dari penulis yang tidak menceritakan tentang blasteran yang mengemban misi dan harus menyelesaikan dalam tenggat waktu yang singkat. Aku tahu, bagi para blasteran, hal seperti itu sudah menjadi rutinitas mereka sehari-hari. Tapi saatnya mencoba melakukan hal lain: belajar tentang dewa-dewi Yunani terhormat dan paling mulia bersama Percy.

***

Percy sedang "baik" karena mau menceritakan kisah dewa-dewi Yunani primer. Dengan gayanya yang sarkastis dan penuh kejutan, Percy menjabarkan dari awal permulaan penciptaan hingga hadirnya para dewa-dewi dan manusia. Tentu semua dikisahkan berdasarkan kepercayaan Yunani. Dua belas dewa-dewi yang diungkap Percy pada buku ini adalah (sesuai urutan halaman): Hestia, Demeter, Persephone, Hera, Hades, Poseidon, Zeus, Athena, Aphrodite, Ares, Hephaestus, Apollo, Artemis, Hermes, dan Dionysus.

Dalam setiap bab penceritaan masing-masing dewa-dewi, Percy menjabarkan tentang bagaimana mereka hadir di alam dunia dengan cerita-cerita paling populer tentang mereka. Contohnya ketika Poseidon menikahi kuda dan mempunyai anak dari si kuda itu atau tentang kisah cinta "paksa" Persephone dengan Hades. Juga tentang hadirnya Arachne di dunia buah karya Athena yang murka. Yah, hal-hal semacam itu.

14 Januari 2016

Ulasan Buku: The Sword of Summer

Sampul
Judul : The Sword of Summer
(Magnus Chase and the Gods of Asgard #1)
Pengarang : Rick Riordan
Penerbit : Mizan Fantasi (Noura Books)
Tahun : 2015
Dibaca : 11 Januari 2016
Rating : ★★★★

Jadi, mari kita mulai dengan Rick Riordan. Penulis yang terkenal dengan karya fantasi-mitologi remaja bergaya konyol dan tengil ini sudah menjadi penulis favoritku sejak Percy Jackson yang kutemui sekitar tiga tahun lalu. Lucunya, aku yang tiga tahun lalu tidak tahu apa itu genre fantasi membaca seri "The Heroes of Olympus" terlebih dahulu yang seharusnya dibaca setelah seri "Percy Jackson and The Olympians". Lalu, aku merambah membaca "Kane Chronicles" dan hampir semua karyanya.

Berita tentang Rick membuat buku bertema mitologi Nordik sontak membuat penggemarnya histeris, termasuk aku. Bagaimana tidak? Selama ini penggemarnya hanya disuguhkan cerita tentang mitologi Yunani dan Romawi melulu. Malah banyak yang beranggapan kalau Rick susah move on. Dan sebagai implikasinya, aku membaca buku dengan tebal lebih dari 600 halaman ini hanya dalam waktu empat hari, yang menurutku adalah suatu pencapaian.

***

Magnus Chase adalah gelandangan berumur 16 tahun, berambut pirang gondrong, dan kata ibunya mirip Kurt Cobain. Sudah dua tahun ia benar-benar hidup di jalanan bersama Blitz dan Hearth. Mereka berdua dianggap orangtua Magnus karena selalu ada di dekatnya. Dan Blitz-lah yang memberi tahu Magnus bahwa ada dua orang layaknya ayah dan anak perempuannya membagi-bagikan selebaran yang memuat nama dan foto Magnus.

Magnus sedang berada di Jembatan Longfellow bersama Randolph. Pamannya meminta Magnus mencari pedang yang sudah ditakdirkan menjadi miliknya. Magnus tentu kebingungan setengah mati. Pedang itu tertarik begitu saja ke tangannya layaknya palu Thor yang tertarik otomatis ke tangan Thor. Pedang itu menarik perhatian sang raksasa api hingga Magnus akhirnya mati.

05 April 2015

Legend

Pengarang : Marie Lu
Penerbit : Mizan Fantasi
Tahun : 2012
Dibaca : 1 April 2015
Rating : ★★★★

"Setiap hari berarti 24 jam yang baru. Setiap hari berarti segalanya kembali mungkin. Kau hidup pada saat ini, kau mengambil itu semua dalam satu hari, dalam satu waktu. Kau mencoba berjalan dalam cahaya." —Day (hal. 382)

Seperti bercanda aku baru membaca buku ini sekarang. Tidak, memang aku baru membaca ini. Pada 2012 lalu, aku masih ingat ketika penerbit akan merilisnya. Awalnya, aku menunggu-nunggu buku ini karena ulasan yang bikin penasaran; ditambah sampul US yang oke punya. Tapi setelah melihat sampul yang digunakan penerbit, minat baca buku ini langsung hilang.

01 Januari 2015

Wonderstruck

Sampul
Judul : Wonderstruck
Pengarang : Brian Selznick
Penerbit : Mizan Fantasi
Tahun : 2013
Dibaca : 31 Desember 2014
Rating : ★★★★★

“Kau tahu, Turtle, jangan takut-takut seperti kura-kura …. Coba julurkan lehermu …. Nyatakan pendapatmu, jadilah anak yang berani. … Jangan takut memandang mata orang ketika mereka bicara kepadamu, oke?” (hal. 30)

Seusai membaca Hugo, aku langsung ambil buku ini. Layaknya kecanduan rokok, karangan om Selznick ini menjadi candu bagiku yang menyukai sejarah dari cerita yang berbeda. Setelah membacanya aku langsung membuat permintaan agar segera ditejemahkan dan diterbitkan jika ada buku om Selznick yang baru. Sebenarnya beberapa bukunya juga sudah terbit sejak lama, tapi baru The Invention of Hugo Cabret dan Wonderstruck saja yang diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia.

31 Desember 2014

The Invention of hugo Cabret

Sampul
Judul : The Invention of hugo Cabret
Pengarang : Brian Selznick
Penerbit : Mizan Fantasi
Tahun : 2012
Dibaca : 31 Desember 2014
Rating : ★★★★

Aku tahu Hugo dari film yang dibintangi oleh ChloĆ« Grace Moretz dan Asa Butterfield. Gambaran stasiun kereta api di Paris dan hiruk-pikuknya masih terbayang dalam benak. Hingga aku membaca bukunya, aku merasa masih sedang menonton filmnya.

Sudah menjadi konsekuensi bagi penikmat buku bila menonton film adaptasi terlebih dahulu sebelum membaca bukunya. Entah bagaimana cara mengenyahkan citra film ketika membaca lembar demi lembar cerita dalam buku. Sangat mengganggu. Oleh karena itu, aku selalu coba menahan diri untuk tidak menonton filmnya sebelum buku yang menjadi sumber film itu kubaca.

The Blood of Olympus

Sampul
Judul : The Blood of Olympus (The Heroes of Olympus #5)
Pengarang : Rick Riordan
Penerbit : Mizan Fantasi (Noura Books)
Tahun : 2014
Dibaca : 25 Desember 2014
Rating : ★★★★★

"Bangsa Yunani dan Romawi bergerak bersama-sama, berdiri bersisian sementara bumi berguncang di sekeliling mereka." (hal. 444)

Pernyataan di atas menjelaskan betapa serunya novel pamungkas ini. Aku ingat ketika pertama kali membeli The Lost Hero sekitar dua tahun lalu. Serial ini membuatku langsung jatuh cinta dengan genre fantasi.

22 Oktober 2014

Bite-Sized Magic

Sampul
Judul : Sihir Segigit
Judul Asli : Bite-Sized Magic (The Bliss Bakery #3)
Pengarang : Kathryn Littlewood
Penerbit : Mizan Fantasi (Noura Books)
Tahun : 2014
Dibaca : 22 Oktober 2014
Rating : ★★★

Setelah Rose memenangkan kompetisi memasak di Paris, banyak mata tertuju pada Toko Roti Bliss dan menjadikannya populer hingga banyak yang meminta Rose untuk membantu memasak di toko-toko yang lebih besar. Mostess Snack Cake Corporation termasuk salah satu yang meminta Rose untuk membantu. Tapi kali ini lebih memaksa sehingga Rose diancam bila tidak menuruti mau Tn. Butter, pemilik perusahaan itu.

11 Mei 2014

The Demigod Files

Sampul
Judul : The Demigod Files
Pengarang : Rick Riordan
Penerbit : Nourabooks 
Tahun : 2014
Dibaca : 3 Mei 2014
Rating : ★★

Sudah lima belas buku  –dengan ini– penulis yang kubaca, tapi aku masih merasa kagum. Ceritanya seru dan tidak membosankan seperti biasa. Begitu juga dengan buku ini yang berisi tentang cerita pendek petualangan Percy Jackson dan kawan-kawannya. Selain itu ada juga wawancara penulis dengan beberapa demigod krusial seperti Percy, Annabeth dan juga Grover.

Ada tiga buah cerita pendek yang tersaji dalam buku ini. Yang pertama adalah Percy Jackson dan Kereta Perang Curian, Percy Jackson dan Naga Perunggu, serta Percy Jackson dan Pedang Hades. Ketiganya sepertinya cerita yang krusial mengingat tidak terjamah di seri Percy Jackson & The Olympians dan The Heroes of Olympus.

***

Chariot
Dalam cerpen pertama, Percy Jackson berurusan dengan kereta perang milik Clarisse yang dicuri oleh saudara dewanya Clarisse yaitu Phobos dan Deimos. Nama kedua saudara Clarisse terdengar seperti dua satelit yang mengelilingi planet Mars. Memang nama bulan itu diambil dari kedua dewa minor itu.

Phobos melambangkan ketakutan. Deimos melambangkan teror. Kata phobia juga berasal dari nama Phobos ini. Anyway, mereka berdua sungguh jahil terhadap Clarisse. Dengan mengambil dan menyembunyikan Kereta Perang milik ayah Clarisse, Ares, membuat Clarisse takut setengah mati bila misi mengembalikan kereta itu gagal. Ares akan sangat marah.

Di situlah Percy datang. Membantu Clarisse –yang walaupun bukan teman baik– menemukan Kereta Pedang itu. Seru! Kita jadi lebih mengenal Clarisse dengan membaca ini. Bagaimana Clarisse takut pada sang ayah dan bagaimana detail-detail lain mengenai dirinya terkuak. Mau tahu? Bacalah...

“Dewa rasa takut tampak ketakutan.” (hal. 36)

***

Percy kembali bertualang, masih di sekitar Perkemahan Blasteran di Long Island. Kali ini dengan Charlie Beckendorf dan Tim Biru melawan Annabeth Chase, Silena Beauregard, dan Tim Merah dalam permainan Tangkap Bendera. Tapi ada yang salah...


The Couples
Yah. Apa sih yang ga ada yang salah bagi para demigod? Kali ini adalah kepala Naga Perunggu yang dibawa oleh semut raksasa. Mereka ingin mengambil kepala itu. Dan mulailah petempuran seru antara Percy, Annabeth, dan Silena melawan kawanan semut raksasa. Beckendorf? Dia ditawan oleh kawanan itu ketika memutuskan untuk mengambil kepala naga raksasa itu tanpa pikir panjang. Sehingga teman-temannya harus menyelamatkannya.

***

Ketiga adalah petualangan anak tiga dewa utama: Zeus, Poseidon, dan Hades dalam menyelamatkan pedang hades yang dicuri. Mereka bertiga adalah Thalia, Percy, dan Nico. Pedang ini sangat penting karena bias mengubah kekuasaan Hades menjadi lebih tinggi seperti Zeus dan Poseidon.

Persephone
Istri Hades-lah yang membuat mereka bertiga bertemu dan memberikan misi; Persephone, karena Hades terlalu malu untuk meminta bantuan bahkan pada anak demigodnya sendiri. Aku tak perlu memberi tahu siapa pencuri pedang Hades itu.

Di sini juga pertemuan Percy dengan Bob. Salah satu anak utama Titan yang bernama asli Iapetus. Kalau kalian sudah baca The House of Hades dan bingung dengan sosok Bob, di sini tempat kalian membuang kebingungan itu.

10 April 2014

The Fall of Five

Sampul
Judul : The Fall of Five (Lorien Legacies #4)
Pengarang : Pittacus Lore
Penerbit : Mizan Fantasi
Tahun : 2014
Dibaca : 5 April 2014
Rating : ★★

Seharusnya aku memberikan lima bintang. Sungguh. Dari terkuaknya siapa Nomor Sepuluh (read: Ella) dan kenapa ada dia mengingat hanya ada sembilan Garde yang dikirim ke bumi. Lalu, ada monster-moster baru. Dan tentu saja kehadiran Nomor Lima di sini. Hampir semua terkuak dalam buku keempat.

Selain itu semua, yang aku tunggu-tunggu, setelah mereka semua berkumpul, adalah saat-saat melawan Setrakus Ra dan para Mogadorian. Tapi, belum. Mereka belum melakukannya. Harus menunggu lagi. Oh ya, perlu diingat, Sam dan ayahnya pun hadir dan memberikan peran besar dalam keseluruhan cerita. Kalau tak ada Sam, mungkin John dan Ella sudah diterjang oleh para Mog yang mendatangi apartemen Nomor Sembilan di John Hancock Center.

Yang Paling Tinggi! John Hancock Center
Jangan lupakan Sarah. Yeah... Sekarang dia bukan lagi Sarah yang dulu; yang memikirkan buku tahunan SMA dan menangis melihat John terluka. Serius. Mengingat bumi sedang dalam kondisi darurat, memikirkan buku tahunan SMA itu seperti remah-remah roti. Tak penting. Sarah sudah bisa ikut bertarung. Bahkan membantu Sam membawa John dan Ella kabur dari apartemen. Dan hubungannya dengan John ... hmmm ... semakin intim saja. Aku selalu ingat ketika mereka jalan-jalan di Lincoln Park Zoo. Hmmm...

Lincoln Park Zoo
Setelah itu Nomor Lima. Aku harus sangat-hati-hati-banget-sekali untuk mendeskripsikan Garde yang paling terakhir ditemukan ini karena dia-lah lakon utama dalam cerita. Dari judulnya saja sudah jelas: The Fall of Five. Semakin jelas dengan kekuatan super Garde yang dimilikinya tetapi tidak dimiliki Garde lain: Externa. "Salah satu pusakaku. Aku dapat meniru sifat dari benda apa pun yang kupegang." (hal. 153) Keren kan? Aku mau deh punya pusaka Externa. Dan aku juga mau menonjok muka Nomor Lima! Sangat ingin!

Ah, tak sadarkah kalian kalau aku menyebutkan tempat-tempat yang berlokasi di wilayah yang sama. John Hancock Center dan Lincoln Park Zoo adalah dua lokasi di Chicago, Amerika Serikat. Kota dengan Chicago Bulls-nya yang terkenal. Kota yang berada di ujung Danau Michigan yang kalau aku googling termasuk one of the five Great Lake of North America and the only one located entirely within the United States. Chicago Bulls dan Danau Michigan juga tak luput disebut dalam novel.

Bagian Pantai Danau Michigan yang terlihat dari Chicago
Nah, jadi lebih tahu tentang dunia luar kan? Maksudku, tentang lokasi-lokasi yang belum diketahui sebelumnya. Itu yang aku suka dari membaca: melanglang buana hingga ke negeri yang belum dikunjungan, bahkan ke negeri yang tak terlihat di peta. *catet*

Keseluruhan cerita begitu seru, tak terduga, dan tak membosankan. Semua Garde punya peran masing-masing. Aku yakin bila jenis kertasnya tidak seperti ini akan membuatku lebih cepat membaca. Tapi tak apa, aku menikmati ini. Menikmati krisis keuangan yang berdampak pada mahalnya kertas impor.

"Ingat lukisan gua di India yang Nomor Delapan perlihatkan kepada kita? Yang menggambarkan Nomor Delapan meninggal? Seharusnya lukisan itu merupakan ramalan, tapi kita mematahkannya. tidak ada masa depan yang pasti, yang ada cuma masa depan yang kita buat." (hal. 222)

Lihat juga:
I Am Number Four (Lorien Legacies #1)
The Power of Six (Lorien Legacies #2)
The Rise of Nine (Lorien Legacies #3)

14 Maret 2014

A Dash of Magic

Sampul
Judul : A Dash of Magic (The Bliss Bakery #2)
Pengarang : Kathryn Littlewood
Penerbit : Mizan Fantasi (Noura Books)
Tahun : 2013
Dibaca : 7 Maret 2014
Rating : ★★★★
Buku kedua! Cerita menjadi lebih kompleks dan lebih matang. Terlihat dari sikap Rose yang mulai berhati-hati dalam melangkah dan tidak menuruti kehendaknya sendiri. Sebenarnya, tidak cuma Rose saja, semua anggota keluarga Bliss jadi lebih memberi peran di buku ini.

Sebelumnya, aku pikir buku kedua ini akan lebih menarik, karena hampir semua novel berseri terutama fantasi, akan membuat cerita yang lebih seru di buku selanjutannya dengan plot dan kejadian-kejadian serta penokohan yang dikembangkan. Dari semua novel fantasi berseri yang telah kubaca, memang seperti itu. Yeah, pikiranku tak salah, novel ini pun salah satunya!

***

Cerita dimulai pada saat Rose dan ibunya, Purdy melihat Bahan Sihir Lily terpajang di supermarket di Calamity Falls. Yeah, beberapa bulan sebelumnya, Bibi Lily yang misterius itu telah mencuri (sebenarnya mengambil dengan ijin, tetapi waktu itu Rose sedang tersihir oleh Lily) Bliss Cookery Booke. Buku resep turun-temurun keluarga Bliss dari masa lalu yang sangat rentan bila dimiliki oleh seorang yang ambisius. Seperti Lily.

Polenta! Yumm...
Dan lihat! Lily sudah menjadi koki bintang terkenal di seluruh dunia, juga mempunyai brand “Bahan Sihir Lily” itu yang laku keras di pasaran. Bahan itu tentu saja mengandung sihir yang bila dipakai sebagai bahan tambahan dalam masakan akan membuat yang memakannya terpesona pada Lily. Kejam? Tidak terlalu! Ambisius? Tentu saja!

Hal itu membuat Rose berkecil hati dan bertekad untuk mengambil kembali Bliss Cookery Booke dari Bibinya. Dengan satu-satunya cara, Rose hanya punya sekali kesempatan untuk mendapatkan kembali buku resep sesepuhnya. Bersama Ty, sang kakak nan rupawan, Rose mencoba memenuhi tantangan itu: kompetisi masak internasional di Paris.

Tantangan tersebut membuat Rose gentar? Tentu saja! Dia masih seumur jagung dalam pengalamannya di bidang memasak. Rose selalu mengeluh dengan tantangan itu. Tetapi anggota keluarga yang lain, ayah dan ibunya, serta saudara-saudara kandungnya sangat mendukung Rose.

Sebenarnya aku tidak suka dengan sikap Rose yang seperti itu; terlalu cepat menyerah. Aku akan memberi tiga bintang bila tidak ada hal menarik lainnya yang menutupi semua itu. Ternyata ada! Lokasi tempat-tempat mengagumkan di Paris menjadi daya pikat tersendiri.

Louvre
Sudah pernah mendengar Menara Eiffel? Pasti sudah! Bagaimana dengan Sungai Seine? Sepertinya samar-samar telah mendengarnya. Kalau Notre Dame dan Museum Louvre? Aku yakin baru beberapa dari kalian yang mengetahuinya. Aku juga belum tahu. Dalam buku ini, semua informasi tentang tempat-tempat ikonik tersebut dijelaskan dengan gaya berbeda. Sangat manis dan penuh kekonyolan khas kakak-beradik Bliss. Hal itu membuat pembaca bisa mendapat pengetahuan lebih banyak dengan santai dan: tawa.

ITU YANG AKU SUKA DARI BUKU! MENAMBAH WAWASAN!

Novel ini mengajarkan tentang pantang menyerah; bagaimana Rose harus tetap menghadapi tantangan itu untuk menebus kesalahan (menurut Rose) yang pernah dilakukannya. Juga tentang saling mencintai, terutama dalam keluarga; karena cinta pertama berasal dari keluarga. Sungguh novel yang menceritakan hal-hal menarik dan seru dengan pesan tersirat yang sangat mendidik! Aku beri empat!

“Dan, kau tahu? Semua akan berubah menjadi istimewa dengan caranya sendiri saat kau membutuhkannya.” —Balthazar (hal. 257)

Siapa itu Balthazar?

Buku pertama: Bliss (The Bliss Bakery #1)

01 Maret 2014

The House of Hades

Sampul
Judul : The House of Hades (The Heroes of Olympus #4)
Pengarang : Rick Riordan
Penerbit : Mizan Fantasi (Noura Books)
Tahun : 2014
Dibaca : 26 Februari 2014
Rating : ★★★★★

"Menurutku alam semesta ini pada dasarnya seperti mesin. Aku tidak tahu siapa yang membuatnya, entah itu Moirae, dewa-dewi, Tuhan yang Maha Esa, atau siapalah. Tapi biasanya, alam semesta semata-mata berjalan seperti seharusnya. Memang, terkadang komponen-komponen kecil mengalami kerusakan atau ada yang korsleting, tapi lazimnya ... segala sesuatu terjadi karena suatu sebab...." Leo Valdez (hal. 560)

Ah, akhirnya ada waktu juga buat mengulas novel epik ini. Tahu tidak, baca novel tanpa mengulasnya seperti ada gundukan tanah tinggi yang menghalangi jalanku. Entahlah, aku pikir ulasan buku juga penting sebagaimana membacanya. Yuk mari!

Aku menyesal karena tidak mengulas tiga novel seri House of Hades sebelumnya. Entah karena kecapaian sehabis membaca novel yang rata-rata lebih dari 600 halaman atau karena aku memang belum penuh tekad untuk mengulas buku. Tapi, lebih baik terlambat dari pada tidak sama sekali kan? Lebih baik mengulas langsung ke buku empat daripada tidak. Okesip.

***

Jadi, kita mulai dari mana? Ide cerita serta gaya penulisan? Aku pikir tak usah dibahas lagi karena ala om Rick selalu unik dan berbeda. Om Rick selalu memberikan sisipan pelajaran kehidupan bagi para middle-grader di dalam setiap ceritanya. Seperti ucapan Leo di atas. Jadi, jangan ragukan novel ini...

Untuk terjemahannya, aku lihat ada tiga penerjemah. Wow! Sesusah itukah? Atau setebal itukah? Atau seepik itukah? Sehingga ada tiga orang yang menerjemahkan? Tapi itu terbayar dengan bahasa yang pas dan sesuai dengan karakter masing-masing blasteran. Kalimat dan perkataannya juga tidak ada yang rancu. Sang Editor bekerja dengan sangat baik!

Dan sampulnya? Argo II berlayar di atas awan dengan beberapa blasteran mencuat di sana? Itu sangat keren!

Ah, sebenarnya aku sudah bilang berkali-kali: ceritanya seru banget! Siapa yang tidak menunggu-nunggu cerita yang sangat krusial ini? Setelah Percy dan Annabeth jatuh ke Tartarus, om Rick dengan menyebalkannya menghentikannya di buku tiga. Jadi, semua dibayar sekitar satu tahun berikutnya. Menyebalkan sekali kan?

Ah, That moment!
Lagi-lagi, kita disuruh belajar tentang mitologi Yunani dan Romawi dengan cara yang berbeda. Om Rick sangat bisa memikat pembaca untuk terus membaca sampai tuntas dengan keseruan dan kekocakan gaya penulisannya. Nge-troll banget!

Mau aku ceritakan ketujuh blasteran? Masing-masing dengan satu kalimat saja. Hazel berperan penting dalam misi ini, sangat penting malah. Frank menjadi lebih seksi dan keren. Leo mungkin akan mendapat pacar baru seusai semua ini berakhir. Jason sangat Yunani sekarang! Percy is the most important thing for Annabeth. Annabeth adalah blasteran tergenius sepanjang masa.

Tambahan satu: Nico, ya ampun, apa itu benar? Segala yang kamu rasakan selama ini terpendam begitu saja?

Dari kesemuanya, akhirnya mereka bertujuh plus Nico kembali bersama di atas Argo II menuju Athena. Bagaimana cerita Percy dan Annabeth di Tartarus? Dan apa kekocakan yang lagi-lagi dibuat Leo? Bagaimana dengan Nico? Apa dia ikut ke Athena melawan Gaea?

Cukuplah kiranya aku mengulas satu lagi novel serial keren om Rick yang keren! Epik! Seru! Berharap membaca seri selanjutnya? Tentu saja! Siapa yang tak mau melihat ketujuh blasteran menghadapi Dewi Bumi nan kejam itu? Blood of Olympus!

20 Februari 2014

The Demigod Diaries

Sampul
Judul : The Demigod Diaries
Pengarang : Rick Riordan
Penerbit : Mizan Fantasi (Noura Books)
Tahun : 2013
Dibaca : 20 Februari 2014
Rating : ★★

Ini sebenarnya kumpulan cerita pendek yang tidak aku tunggu-tunggu karena aku pikir, tidak membaca ini pun tidak mempengaruhi dalam membaca novel-novel seri yang utama. Tapi aku salah. Ini penting! Penting untuk dibaca bagi kalian yang benar-benar blasteran.

Kenapa penting? Karena bagian-bagian lain dari perjalanan hidup blasteran yang kita kenal yang seharusnya kita tahu, ada di sini. Sebut saja cerita tentang Luke dan Thalia yang menemukan Annabeth.

Juga cerita-cerita lain seperti pacarannya Percy dan Annabeth beberapa saat setelah mengalahkan Kronos. Ada juga cerita Leo, Jason dan Piper yang kalap mencari satu benda penting. Benda yang bila tidak ditemukan selama satu jam, Argo II yang sedang dibuat Leo akan hancur. Nah. Nah. Seru kan? Seperti biasa...

Yang paling mewah; dalam artian sesuatu yang langka dan begitu menarik adalah cerita tentang seorang blasteran antek-antek Kronos yang diceritakan oleh Haley Riordan. Memang, buah tidak jatuh jauh dari pohonnya. Begitupun Haley, anak pertama om Riordan ini juga ikut andil. Haley menulis satu cerita pendek di akhir buku dengan judul Putra Sihir.

This, prove anything!
Jadi, Putra Sihir? Blasteran antek-antek Kronos? Oke. Singkat saja, kisahnya bercerita tentang seorang Blasteran bernama Alabaster, anak Dewi Sihir, Hecate. Jadi, Alabaster ini dikejar oleh saudara kandungnya, seekor monster yang akan membunuhnya. Seru deh! Pokoknya, kisah ini adalah tentang Blasteran dari sisi yang berbeda; dari blasteran yang bertarung di pihak Kronos dalam invasi ke Manhattan. Dan, Haley membuatnya ketika usianya masih 16.

Oh ya, buku ini juga diselingi kuis-kuis. Ya, ada tebak kata, tebak nama Dewa-Dewi, dan acak huruf. Juga ada ilustrasi beberapa blasteran. Nah, bagaimana? Masih kurang seru apa coba?

"Aku masih punya satu pertanyaan lagi, Hecate." Claymore menguatkan diri, sebagaimana yang pasti dilakukan Alabaster saat berbicara di hadapan hadirin yang menghadiri ceramahnya. "Kalau kau sendiri adalah dewi, lantas, kau berdoa kepada siapa?"
Hecate terdiam sejenak, menoleh kepada Claymore, dan membuka mata hijaunya yang cemerlang. Kemudian, seolah-olah jawabannya sudah jelas, sang dewi tersenyum dan berkata, "Aku berdoa semoga kau menemukan jawabannya."
(dikutip dari hal. 337)

09 Februari 2014

Bliss

Sampul
Judul : Bliss (The Bliss Bakery #1)
Pengarang : Kathryn Littlewood
Penerbit : Mizan Fantasi (Noura Books)
Tahun : 2012
Dibaca : 8 Februari 2014
Rating : ★★★

Hari ketika aku mendapatkan satu salinan buku ini adalah hari yang sangat bersejarah dalam perjalanan hidupku. Selasa itu aku mendatangi kantor Penerbit di atas untuk melakukan wawancara pekerjaan sebagai publisis. Keseluruhan, berjalan lancar, malah sampai bercanda dengan pewawancara karena sudah sedikit kenal dengannya. Di akhir kesempatan, aku diberi salinan buku ini untuk dibawa pulang dan diulas setelah membacanya. And, here it is!

***

Kita mulai dari ide cerita tentang sihir menggunakan roti. Ide yang bagus dilihat dari keunikan roti ajaib yang bisa mengubah siapapun yang memakannya terkena sihir dari roti itu. Dengan resep yang biasa untuk membuat berbagai macam jenis roti, bukan sembarang orang menambahkan resep rahasia yang susah payah dicari untuk membuat roti-roti ajaib. Menarik bukan?

Nah, mereka yang bukan-sembarang-orang itu adalah keluarga Bliss. Dari jaman dahulu keluarga Bliss memang terkenal dengan pembuatan roti dan kelezatannya. Sudah bertahun-tahun sehingga keluarga Bliss yang tersisa adalah Purdy Bliss dan suaminya, Albert, sepasang suami istri yang tinggal di kota kecil bernama Calamity Falls. Saking kecilnya kota itu, setiap pagi di depan Toko Roti Bliss sudah banyak orang dari seluruh kota yang mengantre untuk membeli roti lezat kesukaan. Mereka memiliki empat anak, Thyme, Rosemary, Sage, dan Parsley. Nah, tebak, nama mereka itu menirukan nama apa?

Setelah iseng cari tahu, ternyata nama-nama itu juga menjadi sebuah nama album band Simon & Garfunkel yang rilis di tahun 1966. Simon & Garfunkel atau yang juga memiliki nama panggung Tom & Jerry beraliran post rock dan psychedelic folk. Aliran macam apa itu? Entahlah. Apa tante Kathryn memang mengidolakan mereka atau hanya kebetulan saja? Tapi, setiap orang memiliki idola kan?

Parsley, Sage, Rosemary and Thyme
Jadi, keluarga bahagia itu menjalani kehidupan mereka dengan membuat roti. Rosemary atau mereka memanggilnya Rose yang berumur dua-belas adalah gadis yang sangat menyukai kegiatan itu. Namun, sang ibu masih belum mempercayainya. Rose hanya diminta untuk berbelanja bahan-bahan biasa seperti tepung terigu dan telur ayam.

Sebenarnya, Rose tahu orang tuanya memiliki kemampuan sihir untuk membuat roti ajaib untuk menolong warga kota. Tapi kedua orang tuanya menutupi hal itu sampai-sampai ada ruangan yang sama sekali tidak boleh dimasuki oleh Rose dan saudaranya. Hingga suatu Purdy dan Albert pergi selama seminggu ke luar kota dan Rose diamanati untuk menjaga toko roti mereka. Dan yang paling penting memercayakan Rose untuk menjaga kunci menuju ruangan tersembunyi itu sehingga tak ada seorang pun masuk ke dalamnya.

Hal-hal mengasyikan terjadi ketika Purdy dan Albert tidak rumah. Setiap anak tahu kalau hal mengasyikan terjadi ketika orang tua mereka tidak ada di rumah. Rose dan kakak lelakinya Thyme atau biasa dipanggil Ty sangat ingin tahu dengan ruangan itu. Rose ragu pada awalnya karena telah dipercaya oleh kedua orang tuanya, tapi pada akhirnya mereka mencobanya. Tentu saja, kapan lagi!? Dan mereka menemukan buku resep ajaib itu: Bliss Cookery Booke.

Dari buku resep itu mereka tahu bahwa ada bahan-bahan aneh untuk membuat roti-roti ajaib. Bahan-bahan apa sajakah itu? Dan, apakah mereka mencoba membuat salah satu resep tersebut? Tentu saja! Tapi, apa mereka berhasil atau gagal? Bagaimana dampaknya bagi orang yang memakan roti ajaib itu bila adonan resepnya tidak sesuai?

Sebelum keseruan itu terjadi, mereka kedatangan Bibi Lily. Bibi yang datang secara tiba-tiba itu mengaku bahwa dirinya adalah bagian dari keluarga Bliss. Tapi Purdy dan Albert belum pernah bilang bahwa mereka memiliki kerabat dekat, apalagi seorang bibi. Jadi, siapa sebenarnya Bibi Lily? Mengapa dia begitu menggoda?

Cerita ini menarik dan lucu. Tapi cukup sampai disitu dengan ide cerita yang secemerlang itu. Yah, mungkin memang buku ini ditujukan kepada mereka yang masih berusia middle-grade; kisahnya terlalu ringan.

Buku ini menambah pengetahuanku lagi. Kali ini dalam bidang kuliner, khususnya roti. Sebelum membuat ulasan ini, aku mencoba mencari gambar mengenai jenis roti yang termaktub dalam buku ini. Berikut hasil penelusuranku. Semoga semakin menggiurkan air liur kalian untuk mencari roti-roti ini. Kalau tidak, dan aku yakin kalian tidak bisa karena kalian tidak memiliki banyak uang untuk membeli mereka semua, kalian harus mencari buku ini! Sama nikmatnya! Dan pastinya jauh lebih bersahabat dengan kantong kalian! Dijamin!

1.

Cake atau Bolu
Cake adalah roti berbahan dasar tepung terigu, telur dan gula. Umumnya dimatangkan dengan cara dipanggang di dalam oven, walaupun ada juga yang dikukus.

2. 
Cookie atau Roti Kering
Cookie adalah makanan ringan yang dibuat berbahan dasar tepung beras ataupun terigu.

3. 
Croissant atau Roti Bulan Sabit
Croissant adalah sejenis roti kering yang berasal dari Perancis, dinamakan Roti Bulan Sabit karena bentuknya yang menyerupai bulan sabit.

4.

Danish
Danish adalah roti kering yang berasal dari Denmark. Biasanya diberi selai di atasnya atau di dalamnya.

5.
Muffin
Muffin adalah roti khas Inggris yang terbuat dari adonan roti dan ragi. Roti ini dijual oleh pedagang keliling dengan diletakkan di atas kepala pada zaman Victoria.

6.
Snickerdoodles
Snickerdoodles adalah jenis roti yang terbuat dari mentega atau minyak, gula dan tepung yang dilumuri dalam gula kayu manis. Kadang-kadang juga ditambahkan telur dalam adonan.

"... Kau dan aku, kita sama-sama membuat roti karena kita senang melakukannya, tapi kita juga membuat roti karena kita ingin menjadi luar biasa. Dan terkadang, saat kau berusaha menjadi luar biasa, kau melangkah terlalu jauh." Bibi Lily (hal. 213)

24 November 2013

Ender's Game

Sampul
Judul : Ender's Game
Pengarang : Orson Scott Card
Penerbit : Mizan Fantasi
Tahun : 2013
Dibaca : 24 November 2013
Rating : ★★★★

Akhirnya selesai juga dengan buku ini.

Kita mulai dari mana ya? Sebenernya masih males menulis review karena jatah menulis sudah diberikan untuk tugas makalah yang harus direvisi. Tapi, aku harus!

Jadi buku ini sangat lama terjadi, maksudnya dalam ceritanya, dari Ender umur enam tahun sampai dia berumur dua belas tahun. Enam tahun terhitung dari awal hingga akhir cerita. Sangat lama...

Jadi mengapa bintang empat? Karena permainan yang dimainkan oleh Ender-lah yang sangat seru. Jujur, awalnya aku sangat bosan dengan alur bermain Ender di Battle School yang selalu menang dan dia memang pantas menang karena kecerdasan dia. Tapi pada akhirnya, setelah tahu bahwa permainan di sekolah lanjutan Command School itu bukan hanya simulasi, itu menjadi seru!

Terlepas dari permainan dan kemenangan yang selalu diraihnya, ada sisi gelap dalam diri Ender karena dia selalu "membunuh". Membunuh mungkin jadi hal yang wajar untuk pertahanan diri dari mereka yang berlaku jahat. Tapi jika membunuh pada makhluk yang kita tidak tahu apa dia jahat atau baik, itu akan menjadi semacam nightmare setiap kali kita tidur. Mungkin itu yang dirasakan Ender. Jadi para Bugger itu tidak jahat? Aku rasa bukan di sini tempat untuk menjawab. Biar kalian yang menjawab sendiri dengan membaca buku ini.

Oh iya, hampir lupa. Ender adalah anak ketiga, yang mana dalam dunianya, anak ketiga adalah anak yang tidak diinginkan, anak yang tidak sengaja dilahirkan karena pasangan suami-istri hanya diperbolehkan untuk memiliki dua anak. Kakak-kakaknya yang sama cerdasnya dengan Ender tidak memiliki sifat yang begitu mirip. Kakak pertamanya, Peter sangat ingin menguasai dunia, mungkin dengan cara adidaya. Hal itu sudah tercermin dari perilakunya terhadap adik-adiknya. Bukan kakak yang patut ditiru. Lalu yang kedua adalah Valentine. Dia adalah wanita yang selalu menjaga adiknya, membela dari setiap keusilan dan kejahatan kakak tertua Ender. Mereka juga berperan penting dalam buku ini. Bukan hanya karakter "lalu" saja.

Pelajaran yang dapat diambil dari kisah ini adalah tentang kegigihan seorang anakunderdog, yang selalu dikucilkan oleh teman-temannya, bahkan oleh saudara kandungnya sendiri dalam memperoleh apa yang dia inginkan. Dia tidak mudah putus asa. Walaupun terkadang begitu, mengingat dia masih sangat muda.

Selain itu, tentang kejeniusan yang bahkan aku sendiri tidak begitu mengerti tentang deskripsi tiap-tiap permainan itu. Juga tentang teori-teori fisika yang banyak dimunculkan dalam cerita. Tapi, intinya kejeniusan dalam "bermain" itu harus terus diasah dengan berlatih. Mungkin kata "bermain" itu bisa diganti dengan hobi yang kalian suka.

Entah dalam kesadaran yang normal atau tidak, aku sudah menulis review ini panjang lebar. Semoga menarik minat kalian untuk membaca.

Petualangan yang seru dan akhir yang tak bisa kau terka sebelum kau membacanya!

16 Oktober 2013

The Kane Chronicles

Lagi, aku merangkum ulasanku tentang satu serial novel terbaik menurutku dan menurut penggemar fantasi, I guess.

Kali ini giliran karya penulis ternama favoritku, Rick Riordan yang mengambil tema mitologi Mesir dengan dewa-dewi yang khas. Kekhasan itu dicampur dengan cerita dua kakak-beradik yang ditakdirkan untuk menyelamatkan dunia di masa modern.

Seperti biasa, om Rick menguntai setiap kalimat dengan bijak dan mudah dipahami, mengingat novel ini ditujukan bagi anak-anak sekolah. Berikut review singkat trilogi Kane Chronicles.

***
Sampul
Judul : The Red Pyramid
Pengarang : Rick Riordan
Penerbit : Mizan Fantasi
Tahun : 2011
Dibaca : 7 September 2013
Rating : ★★★★


Memang sudah sepantasnya karya om Rick Riordan ini mendapat applause yang membahana. Tak ada yang meragukan kekuatan modern dengan kisah mitologi jaman dahulu tentang dewa-dewi Yunani dan Romawi juga dibawa ke kisah dewa-dewi Mesir.

Tak heran mengapa setiap karyanya menjadi best-seller. Sangat memikat hati anak-anak bahkan dewasa seperti aku sangat menikmati kisahnya.

Seperti kebanyakan novel fantasi lainnya, tokoh utama adalah anak-anak berusia 14 dan 12. Yang membuat berbeda adalah mereka kakak-beradik yang mencari ayah mereka yang ditawan oleh dewa jahat. Tadinya, mereka adalah dua kakak-adik biasa yang tidak saling kenal dan hanya bertemu dua kali setahun.

Misi yang terlihat sederhana. Hanya saja, penulis sangat bisa membuat cerita menjadi beralur panjang hingga mencapai 500 halaman (dalam bahasa Indonesia) dan tidak membuat kita bosan membacanya. Malah kita disihir untuk terus membacanya karena aksi yang memukau dari kedua kakak-beradik itu dengan para dewa-dewi yang membantu misi mereka. Juga ada Dewan Kehidupan yang mencoba menghentikan mereka.

Ceritanya mengagumkan, as always. Inti dari cerita ini adalah kita diajarkan untuk saling mengasihi di antara saudara kandung. Kita sering kali acuh terhadap orang terdekat kita di rumah, tapi bila dihadapkan dalam situasi yang sama, kita diharuskan untuk bersatu untuk mendapatkan apa yang kita mau.

Tapi kenapa cuma empat dari lima? Karena aku rada gak tahan sama tokoh utama pria, alias Carter Kane. Kok kalah pamor ya sama Sadie Kane? Aku malah lebih mengunggulkan Sadie daripada Carter. 

Ah, pokoknya keren! Yang belum baca, harus baca! Yang cuma tahun kisah Percy Jackson, harus baca! Yang memang penggemar novel fantasi sejati, harus baca! Dan yang penasaran tentang kisah sihir yang dibuat oleh om Rick Riordan, juga harus baca!

***
Sampul
Judul : The Throne of Fire
Pengarang : Rick Riordan
Penerbit : Mizan Fantasi
Tahun : 2012
Dibaca : 9 September 2013
Rating : ★★★★★


Ya, jadi sudah berapa novel om Rick yang aku baca selama aku hidup? Tapi mengapa aku bahkan menginginkan om Rick terus melantunkan kata-kata dalam novel-novel lainnya?

Hal itu yang teringat ketika aku selesai membaca novel ini. Jadi ini adalah novel ke... emm... kesepuluh om Rick. Sebanyak itu? Ya. Alasannya karena dia sangat pintar menyatukan fakta dan mitologi yang sebenarnya tidak ada. Sangat membingungkan! Menbingungkan yang indah!

Masuk ke cerita: Carter dan Sadie kembali dengan petualangan untuk menyelamatkan bumi dari Apophis, Dewa Kekacauan yang akan muncul untuk mengobrak-abrik bumi. Meyakinkan ya misinya. Tapi tidak dengan perjalanan mereka.

Mereka harus mencari Kitab Ra, Sang Dewa Matahari, Raja dari segala Dewa untuk membangun-kannya. Aku bilang tidak meyakinkan dan juga tidak mudah. Mereka harus melawan Dewa-Dewi yang tidak percaya pada kebangkitan Ra dan juga sedikit oknum Dewan Kehidupan yang sungguh memberi ketegangan. Itu sih intinya....

Oh iya. Aku sempat menangis terharu di saat Carter dan Sadie bertemu Dewi Kuda Nil, Tawaret. Mereka sedikit kikuk ketika mengetahui kisah Bes, Dewa Orang Cebol yang terlalu baik dan lugu. Juga menangis ketika Carter dan Sadie bertemu kedua orang tuanya di Aaru. yah reuni keluarga yang sangat tidak biasa. Dan lagi, menangis ketika tahu takdir Bes yang sangat menyentuh. Aku tak akan membicarakannya. Kalian harus membacanya...

Kisah epik yang memberi pengetahuan yang bermanfaat, juga pesan-pesan tersirat dan tersurat mengenai pengorbanan, keberanian, dan keputus-asaan yang harus dihindari jauh-jauh jika tujuan ingin diraih, juga bagaimana mengendalikan emosi dan hasrat.

Lima bintang untuk petualangan yang seru dan tangisanku! Ya, harus ada bayaran untuk air mata!

Dan coba camkan dalam hati: "Tiap fajar baru adalah sebuah dunia baru." - Julius Kane, Ayah Carter dan Sadie Kane. Mungkin berguna! Selamat membaca!


***
Sampul
Judul : The Serpent's Shadow
Pengarang : Rick Riordan
Penerbit : Mizan Fantasi
Tahun : 2013
Dibaca : 15 Oktober 2013
Rating : ★★★★★

Bagus seperti biasanya, maksudku dalam pembawaan ceritanya. Dan tentang isinya, aku yakin kalian tak akan dikecewakan dengan hal itu.

Kisahnya dimulai ketika Aphopis yang terus menerus menginginkan kekacauan menjadi kebebasan di dunia. Hal itu akan terus terjadi hingga puncaknya saat ekuinoks musim gugur. Carter dan Sadie lagi-lagi harus menyelamatkannya, supaya keseimbangan antara kekacauan dan keteraturan itu kembali. Terlihat tidak mudah untuk anak seusia mereka, tapi mereka keluarga Kane.

Menariknya di setiap seri, tenggat waktu yang diberikan semakin sedikit oleh sang penulis. Pada seri pertama diberikan waktu lima hari, lalu seri kedua tiga hari dan seri terkahir ini menjadi dua hari. Ya. Hal ini bisa menjadi tantangan yang semakin sulit yang membuat para pembaca ingin segera tahu apakah Carter dan Sadie bisa melakukan hanya dalam waktu sesingkat itu.

Yang jadi bahan perbandingan dengan seri Percy Jackson adalah sang lakon. Aku pikir Sadie cenderung memiliki peran yang lebih besar dalam keseluruhan cerita, namun tidak bisa pula Carter diabaikan. Ya 55-45 lah. Sadie selalu menjadi perhatian, selalu bisa datang di saat sang kakak dalam kesusahan, dan kisah cintanya itu lho... lebih kompleks dan terlalu banyak dibicarakan. Jadi sang pahlawan dan yang paling banyak disorot di sini adalah wanita, berbeda dengan Percy Jackson yang kalian tau lah.... (atau mungkin saja aku yang terkagum-kagum oleh Sadie. Ya! Tidak! Bisa jadi!)

Terlepas dari siapa yang jadi pahlawan dan yang paling banyak disorot, cerita ini masih menjadi kisah yang mengajarkan bagaimana kerjasama antar-saudara sangat dibutuhkan dalam keluarga. Lagi-lagi om Rick memberikan sentuhan pendidikan yang kental yang sangat pas untuk dibaca oleh anak-anak.

Selain itu, om Rick sangat pandai membuat teka-teki sehingga pembaca sangat ingin terus memegang novelnya hingga akhir cerita.

Great as Always! Good job, uncle Rick!
Back to Top