Tampilkan posting dengan label fantasy. Tampilkan semua posting
Tampilkan posting dengan label fantasy. Tampilkan semua posting

17 April 2017

Ulasan Buku: The Sleeper and the Spindle

Judul : Sang Putri dan Sang Pemintal
Judul Asli : The Sleeper and the Spindle
Pengarang : Neil Gaiman
Ilustrator : Chris Riddell
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tahun : 2017
Dibaca : 13 April 2017 (SCOOP)
Rating : ★★★★

"Apa yang perlu ditakutkan tentang tidur? Itu kan hanya tidur. Kita semua melakukannya." (hal. 18)

Apa yang biasanya terjadi pada dongeng-dongeng kerajaan? Seorang raja dan ratu memiliki anak seorang pangeran. Sang pangeran merasa hidupnya begitu monoton dan penuh tuntutan, dari kecil hingga dewasa. Ia masih harus menikahi seorang putri dari kerajaan lain yang tidak dicintainya. Ia nekat kabur untuk mencari pujaan hatinya sendiri. Dan kala menemukan seorang gadis desa yang amat ia cintai, ia mulai menyadari bahwa kisah hidupnya tidak seperti itu. Sang pangeran harus tetap menikahi sang putri yang sudah dijodohkan untuknya bahkan sejak ia masih dibuai di dalam kandungan. Atau mungkin kisahnya lebih singkat. Sang pangeran harus menyelamatkan sang putri yang amat dicintainya karena diculik oleh penjahat desa yang menginginkan tebusan harta milik kerajaan. Sang pangeran yang sudah terlatih bela diri akhirnya menumpaskan para penjahat dan menyelamatkan sang putri. Mereka hidup bahagia selama-lamanya.

***

Tujuan utama para kurcaci pergi ke desa adalah membelikan kain sutra terbaik di Dorimar untuk sang ratu sebelum hari pernikahannya tiba. Setibanya di desa, para kurcaci mendapati para penduduk yang waswas karena ada wabah tidur. Salah satu dari mereka bertanya apa yang salah dengan tidur karena setiap dari semua makhluk pasti tidur. Para penduduk desa berspekulasi bahwa yang membuat wabah tidur adalah penyihir, peri jahat, atau pembaca mantra. Sang penyihir itu telah mengutuk seorang putri sejak lahir sehingga saat berumur delapan belas tahun jari gadis itu akan tertusuk dan membuatnya tidur selamanya. Dan orang-orang di istana juga ikut tertidur, selagi sang putri tertidur. Dan setelah berpuluh-puluh tahun, wabah tidur itu mulai menyebar hingga ke desa-desa lainnya dan membuat semua penduduk tertidur.

Sang ratu tahu bahwa dirinya akan segera melaksanakan pernikahan. Sang ratu berencana akan menikah dengan seorang pangeran, bahwa mereka akan tetap menikah, meskipun dia hanya pangeran sedangkan ia adalah ratu. Ia tidak memiliki pilihan karena ia sudah ditakdirkan untuk menikah dengan sang pangeran sampai pilihan lain menghampiri kala ketiga kurcaci membeberkan hal genting yang ditemui mereka di desa Giff. Sang ratu meminta baju perjalanannya disiapkan. Sang ratu meminta pedangnya disiapkan. Sang ratu meminta perbekalan disiapkan, juga untuk kudanya, kemudian ia menunggang kuda dan berderap keluar dari istana, menuju arah timur.

26 Februari 2017

Ulasan Buku: Tanaman Monster

Judul : Tanaman Monster (Weird and Wicked Series #1)
Pengarang : Ernita Dietjeria
Penerbit : Kiddo (imprint KPG)
Tahun : 2014
Dibaca : 15 Februari 2017
Rating : ★★★

Mata pelajaran apa yang kamu sukai ketika Sekolah Dasar dahulu? Matematika? Bahasa Indonesia? IPA? IPS? Kala itu aku berpikiran harus menyukai IPS setelah mengenal Geografi karena terdapat cuplikan namaku pada kata itu. Kenaifanku tersebut membuatku sangat menyukainya. Bahkan aku ingat saat kelas 4 SD diberi tugas untuk membuat peta timbul menggunakan bubur kertas koran dan aku sangat menikmati setiap proses merendam kertas, membuat gambar yang sesuai skala pada alas, membentuknya, menunggunya dijemur, hingga memberi warna pada peta tersebut. Hingga waktunya pengumpulan karya, aku dikejutkan dengan buatanku yang tidak bagus-bagus amat dibandingkan dengan teman-teman yang lain. Saat itulah aku menyadari untuk mengganti mata pelajaran favorit. Dan aku memilih IPA karena ada Biologi yang masih membahas tentang alam dan ruang terbuka. Entah kenapa aku begitu impulsif saat itu.

***

Tonit begitu ambisius dengan tugas mencari tanaman unik untuk mata pelajaran IPA. Dia mengajak Alvin, temannya, untuk pergi ke hutan dan mencari tanaman yang sesuai dengan keinginannya. Saat Alvin memintanya untuk pulang karena hari sudah hampir gelap, Tonit akhirnya menemukan sebuah tanaman yang berbentuk seperti kantung dan memiliki duri-duri pada permukaannya. Tonit yakin hanya dirinya yang akan membawa tanaman itu. Ia asal mengambil dan membawanya pulang tanpa mengetahui tanaman apa yang dia pilih itu. Tanpa mengetahui hal besar yang akan menimpanya setelah kehadiran tanaman itu.

Setelah mengetahui tanaman apa yang dibawanya pulang, Tonit menjadi semakin antusias untuk merawatnya. Tanaman berkantung itu ternyata karnivora yang memakan lalat dan serangga-serangga lainnya. Tanaman itu juga sangat mahal bila dijual karena langka dan banyak orang yang ingin memilikinya. Tonit semakin bergesa untuk memberinya makan. Tidak hanya serangga, ia memberi tanaman itu ayam goreng bahkan rendang daging sapi. Semuanya demi tanaman itu semakin tumbuh besar sehingga bernilai jual tinggi. Setelah mendapatkan uangnya, ibunya tak perlu lagi bekerja dan bisa menghabiskan waktu bersamanya dan kakaknya lagi. Apakah semua akan berakhir sesuai rencananya?

19 Februari 2017

Ketakutan yang Tersaji dalam Semua Ikan di Langit

Edited by Me

"Menyayangi itu adalah kegiatan yang menakutkan." (hal. 64)

Ada tiga cara mendapatkan manisnya iman yang disampaikan khatib saat khutbah Jumat kemarin. Salah satu caranya adalah dengan merasa takut kepada Tuhan. Hal ini penting karena bagaimana seseorang bisa beriman bila berani hengkang dari apa yang dipercayainya. Menurut Alquran dan Hadis, takut merupakan sifat orang yang bertaqwa dan menjadi bukti iman kepada Tuhan. Dalam perkara rasa takut ini, khatib mengingatkan kembali tentang memperhitungkan akibat dari apa yang sudah dan akan dikerjakan. Kalau membawa pahala, maka lakukan. Kalau membawa dosa, maka tinggalkan.

Ketakutan memang menakutkan. Mereka benar-benar bisa jadi penghalang seseorang untuk maju atau setidaknya menikmati hidup. Dengan berpikiran pada ketakutan-ketakutannya, seseorang tidak bisa tidur. Seorang lainnya terlalu menanggapi ketakutannya sehingga tidak pernah beranjak untuk melakukan hal lain. Ada pula orang yang coba membuat sebuah pilihan yang akan mengubah hidupnya namun terlalu lama untuk memikirkan ketakutan-ketakutannya dan berakhir dengan kegagalan karena terlambat untuk melakukannya. Namun, sepertinya setiap persona memiliki ketakutannya masing-masing. Biasanya berupa pertanyaan-pertanyaan bersifat pertaruhan tentang hidup yang tidak akan diketahui sebelum mengalaminya namun terus-menerus menghantui. Memang, kebanyakan ketakutan-ketakutan tersebut biasanya berkenaan dengan keberlangsungan hidup.

04 Februari 2017

Petuah Berbalut Perumpamaan dari The Return of the Young Prince

Edited by Me
"Berpeganglah pada prinsip-prinsipmu dan kau akan mengilhami orang lain; sadarlah akan keberadaanmu dan kau akan membangunkan mereka yang hidup sambil tidur. Hiduplah dengan bertujuan dan kau akan memenuhi takdirmu." (hal. 40)

Membaca berarti menyelami kisah-kisah penulis dan pendapat-pendapatnya. Sebagian yang saking sangat mirip dengan keadaanmu membuatmu begitu setuju dengan pendapatnya. Namun, sebagian yang lain tidak bisa diterima karena, yah, tidak masuk akal bagimu. Hal-hal seperti ini yang menjadi menarik jika dituliskan kembali. Tak heran jika satu buku memberikan arti dan pandangan berbeda-beda bagi setiap pembacanya. Dan bagiku, ada tiga petuah yang dibungkus perumpamaan dari "The Return of the Young Prince" yang dapat kusarikan sebagai berikut.

1. Perumpamaan Pintu

Bahasan ini berada di awal ketika Pangeran Muda baru saja mengobrol dengan si pengemudi. Ia bertanya tentang "masalah" yang dijawab panjang lebar oleh si pengemudi. Teorinya sederhana. Bahwa masalah ibarat pintu yang kuncinya tidak dimiliki, seperti yang dijabarkan pada Bab III buku ini. Masing-masing persona harus mencari kunci yang cocok, dan memasukkannya ke dalam lubangnya dengan benar. Yang terlihat sederhana namun sebenarnya tidak seperti itu. Si pengemudi menjelaskan bahwa beberapa orang bahkan tidak menemukan kunci itu—bukan karena mereka tidak mempunyai otak, melainkan karena mereka tak mau mencoba beberapa kali dengan kunci-kunci yang sudah mereka miliki, dan kadang-kadang mereka tidak mau mencoba sama sekali.

Penjabaran tentang perumpamaan rumah dan kunci benar-benar panjang lebar dan aku tidak akan menyebutkan semuanya di sini. Aku kembali diingatkan bahwa masalah bukan untuk dihindari tetapi untuk diakhiri. Aku ingat baru-baru ini ibuku bicara tentang masalah. Beliau berkata bahwa masalah memang selalu hadir dalam hidup dan pasti akan bertemu penyelesaiannya. Jangan terlalu dirundung kesedihan dan kekecewaan. Percayalah, di balik kesulitan dan masalah, pasti ada kemudahan. Itulah yang Tuhan katakan melalui kitab-Nya.

17 Desember 2016

Ulasan Buku: Selestia dan Penjara Teka-Teki

Judul : Selestia dan Penjara Teka-Teki
Pengarang : Yozar Firdaus Amrullah
Penerbit : Buah Hati (imprint Lentera Hati)
Tahun : 2016
Dibaca : 12 Desember 2016
Rating : ★★★★

Usai gelaran Festival Pembaca Indonesia yang menobatkan stan PNFI sebagai "Booth Terheboh", seseorang mendatangi kami dan menawarkan buku karyanya untuk diulas. Seketika itu juga memoriku menyelusup ke beberapa buku karya teman-teman lain yang sudah kudapatkan namun belum kubaca dan kuulas. Aku langsung berkata jujur padanya bahwa aku tidak bisa dengan segera membaca dan mengulas karyanya. Katanya bukan masalah dan tetap memberikannya padaku. Keesokan harinya, aku yang penasaran dengan gambar sampul depan dan sinopsis sampul belakangnya, memberanikan diri untuk membuka segel dan mulai membaca. Tak berapa lama, aku sudah terhanyut dalam cerita dan merasa yakin untuk menyelesaikannya pada hari itu juga.

***

Selestia sedang mencari jawaban dari rubrik teka-teki di majalah "Pelangi" ketika ibunya pulang membawa buku rapor kelas VII miliknya. Selestia tidak masuk sekolah karena hari itu adalah hari pengambilan rapor dan orang tua yang harus mengambilnya. Setelah memberi tahu bahwa Selestia naik kelas dengan nilai memuaskan, ibunya memberikan berita yang tidak mengenakkan. Janji kedua orang tuanya untuk jalan-jalan sekeluarga ke Singapura saat liburan kenaikan kelas harus batal karena kesibukan yang mendera kedua orang tuanya. Sebagai gantinya, Selestia ditawari untuk berlibur di rumah Tante Suryani di desa. Dan menurut Selestia itu bukan ide yang buruk.

Berlibur di desa tempat tinggal Tante Suryani tidak mengecewakan Selestia. Ia bisa bermain bersama Raka, anak Tante Suryani yang sekaligus sepupunya. Raka juga ternyata memiliki beberapa teman yang seru-seru juga. Ada Herman yang bertubuh tambun, Mutun yang berkacamata, dan Nori yang selalu berdandan menor. Suatu hari mereka bermain layang-layang. kelelahan serta kelaparan setelah bermain mendera mereka. Untungnya datanglah Pak Lik Sarlito yang menjajakan jajanan pasar khas desa, seperti nagasari, onde-onde, gemblong, dan semar mendem.

Jajanan pasar yang enak itu dibuat oleh seorang nenek yang tinggal di dalam hutan bernama Nenek Gayatri. Usut punya usut, sang nenek tinggal sendirian dan tidak ada yang membantu pembuatan jajanan pasar tersebut. Sebuah hal yang mustahil dan perlu diselidiki. Dengan penuh rasa ingin tahu, Selestia dan teman-temannya mengunjungi rumah Nenek Gayatri di dalam hutan. Sayangnya, sang nenek sedang tidak ada di rumah. Lalu apa yang akan dilakukan Selestia, Raka, Herman, Mutun, dan Nori?

23 November 2016

Ulasan Buku: Gabriel Finley and the Raven's Riddle

Judul : Gabriel Finley and the Raven's Riddle
Pengarang : George Hagen
Penerbit : Tiga Serangkai
Tahun : 2016
Dibaca : 20 November 2016
Rating : ★★★

"Gabriel, andai kau anak lain, akan kuminta kaulupakan ini. Tinggal di rumah, nikmati masa kanak-kanakmu. Tapi kau lain. Bicara dengan raven, terbang dengan mereka, lalu menguak rahasia kalung yang menjadi misteri seribu tahun—yah, entah apa yang mesti kukatakan, selain kau memang seperti ayahmu, dan kalau ada yang dapat menolongnya, pasti kau. Tapi tolong berhati-hatilah." (hal. 258)

Kata yang sering muncul pada buku ini adalah sebuah benda bernama torc. Benda yang cukup asing dan aku penasaran benda macam apa itu, apakah sebuah mahkota, kalung, atau cincin—aku yakin itu perhiasan. Yang pasti bukan tongkat karena benda itulah yang menyangga si torc ini, namun yang pasti torc benda kuno. Dan setelah cari tahu, aku menemukan torc adalah perhiasan kuno berbentuk cincin namun dipakai di leher, bisa juga disebut kalung tapi pembelitnya bukan rantai. Benda ini ditemukan oleh bangsa Celtic atau budaya Eropa Zaman Besi lainnya dari sekitar abad ke-8 Sebelum Masehi sampai abad ke-3 Masehi. Mereka yang mengenakannya diidentifikasikan sebagai orang yang berpangkat tinggi.

***

Gabriel Finley kehilangan ayahnya sejak tiga tahun lalu dan bertanya-tanya apakah sang ayah, Adam Finley, benar-benar meninggalkannya? Ia kini tinggal bersama Bibi Jaz dan harus menikmati masa-masa beranjak remajanya tanpa hadirnya sosok ayah. Kesukaannya terhadap teka-teki setidaknya memberikan hiburan tersendiri baginya. Kejutan dalam hidup Gabriel dimulai saat ia berulang tahun yang kedua belas. Ia mendapatkan hadiah sebuah buku harian yang ternyata adalah milik ayahnya! Setelah membuka buku harian itu, Gabriel yakin itu bukan buku harian biasa dan ia punya firasat dengan buku harian itu ia dapat menemukan sang ayah.

Gabriel mulai mencari tahu tentang buku harian itu dan di mana ayahnya. Bersama teman sekolahnya, Abigail, dan cewek yang tinggal serumah dengannya, Pamela, ia bertekad akan menemukan sang ayah yang ternyata ditahan oleh kakaknya sendiri bernama Corax Finley. Namun sebelumnya, ia bertemu dengan amicus-nya, burung raven bernama Paladin yang ternyata dapat bicara. Sebelum bertualang bersama teman-temannya, Gabriel dan Paladin harus lebih dulu menemukan keberadaan torc yang menjadi kunci utama petualangan mereka. Apakah mereka akan menemukan Adam Finley? Lalu, apakah kesukaan Gabriel pada teka-teki berguna dalam menjalankan misi ini?

19 Oktober 2016

Ulasan Buku: The Magician's Elephant

Judul : Gajah Sang Penyihir
Judul Asli : The Magician's Elephant
Pengarang : Kate DiCamillo
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tahun : 2009
Dibaca : 3 Oktober 2016
Rating : ★★★★

"Sambil menatap kota, Peter memutuskan bahwa punya harapan itu menyedihkan dan rumit. Mungkin lebih gampang berputus asa saja." (hal. 40)

Apa yang akan kamu lakukan ketika tahu kamu belum membaca buku lain karya penulis favoritmu? Lalu bagaimana jika temanmu menilai biasa saja dari buku karya penulis favoritmu itu? Mengetahui buku ini dari lini masa Goodreads ketika seorang teman usai membacanya dan menilainya dua dari lima. Alasannya karena ini buku anak-anak dan ia tidak mengerti dengan—entahlah, mungkin ceritanya atau tokoh-tokohnya yang banyak. Dan aku tahu ia membaca buku karya salah satu penulis favoritku. Aku segera menghubunginya untuk segera membacanya. Serasa tidak puas meminjamnya, aku bersikukuh untuk membeli buku miliknya ini. Tapi pada akhirnya, ia memberikannya cuma-cuma kepadaku. Toh ia pun tidak begitu mengerti bukunya. Bukan begitu, Mas Gentur?

***

Buku ini bercerita tentang seorang gajah. Gajah yang tiba-tiba muncul ketika seorang penyihir—atau sebenarnya pesulap—sedang melakukan triknya di depan banyak penonton. Kala sang penyihir bermaksud memunculkan lili dan memberikannya kepada Madam LaVaughn, gajah tiba-tiba jatuh menerobos langit-langit gedung. Seketika itu kaki sang wanita bangsawan hancur dan ia harus menggunakan kursi roda. Sang penyihir dipenjara, begitupun dengan sang gajah yang tak mengerti apa-apa.

Peter Augustus Duchene mempertaruhkan uang yang seharusnya digunakannya membeli bahan makan malam untuk membayar jasa peramal. Ia tahu ini gegabah dan mantan tentara tua bernama Vilna Lutz akan marah padanya. Tapi ia ingin tahu di mana keluarganya berada, terutama adik perempuannya yang disebutkan Vilna Lutz sudah meninggal sesaat setelah lahir itu. Si peramal bilang masih hidup! Adik perempuan Peter masih hidup! Dan mereka akan dipertemukan oleh seekor gajah! Apakah ramalan itu benar-benar akan terjadi?

13 Oktober 2016

3 "Keanehan" dalam Miss Peregrine's Home for Peculiar Children


Pertama-tama, mari kita panjatkan puji syukur karena Bibli bisa kembali berkontribusi pada blog ini. Sudah sekitar 8 bulan sejak Bibli membuat postingan perkara hari Kasih Sayang, kali ini Bibli akan menceritakan apa yang sudah Raafi bisikkan ke telinga Bibli tentang buku yang baru saja—nggak baru juga sih, udah beberapa hari yang lalu—Raafi baca, "Miss Peregrine's Home for Peculiar Children" atau yang penerbit-suka-terjemahin-judul ini terjemahkan menjadi "Rumah Miss Peregrine untuk Anak-Anak Aneh". Nah, sekarang terserah kamu mau pilih yang mana. Karena Bibli anaknya simpel banget, jadi Bibli sebut MPHfPC saja ya, biar sebelas-dua belas sama MPASI.

Jadi, Raafi bilang kalau buku ini sedikit lambat alurnya. Konflik cerita baru muncul pada beberapa halaman setelah setengah buku (ngerti kan maksud Bibli?). Lalu, dari halaman pertama sampai pertengahan isinya apa? Narasi tentang Jacob, sang tokoh utama, yang galau apakah dia harus percaya kata-kata sang kakek atau harus terus melanjutkan hidup sebagai anak magang "spesial" di supermarket milik keluarganya. Kemudian terjadilah hal tak terduga yang membuatnya bisa melihat hal "aneh", semacam monster. Awalnya dia terkejut dengan apa yang dilihatnya sampai ia menggambarkannya sendiri dan menyebutnya monster. Lalu? Dia dianggap gila! Gila kan orang-orang? Halo! Kalau memang dia "benar-benar" melihat monster, kenapa malah dianggap tidak waras?

Bibli tidak akan menceritakan lebih jauh tentang Jacob yang dianggap gila dan diharuskan periksa kepada psikiater tapi malah jalan-jalan ke sebuah pulau yang Raafi bilang mengingatkannya pada deskripsi pulau di buku "And Then There Were None". Oke. Baiklah. Terserahnya saja. Tapi setelah dipikir-pikir, terlepas dari alur yang lambat dan orang-orang gila yang menganggap orang-orang lainnya gila, ada tiga keanehan utama yang membuat buku ini unik dan "aneh". Apa saja?

17 September 2016

Ulasan Buku: Sumur Hitam

Judul : Sumur Hitam
Pengarang : Haditha
Penerbit : Diandra Kreatif
Tahun : 2016
Dibaca : 11 September 2016
Rating : ★★★

"Urip iku mung mampir ngombe. Dunia adalah tempat singgah, tempat sekolah makhluk ciptaan-Nya." (hal. 102)

Beberapa hari yang lalu, rekan kerjaku bertanya tentang buku yang sedang kubaca dan kusodorkan buku ini. Setelah dia membaca sinopsisnya, dia berkata, "Gue nggak ngerti maksudnya, apalagi isi ceritanya." Lalu dia mengembalikan buku itu. Mengesampingkan pendapatnya yang entah serius atau bercanda, buku ini memang hasil self-publishing yang mana sang penulis menyerahkan naskahnya kepada penerbit atau percetakan untuk langsung dicetak tanpa ada proses editorial.

***

Trio badung tak menyangka ulah nakal mereka membawa mereka ke situasi genting. Darto, Eko, dan Takim sedang mengintip perempuan-perempuan yang sedang mandi—dan ada Erna juga—di kali di Dusun Burujul. sampai seorang pria memergoki mereka. Hingga akhirnya mereka dibawa ke rumah Pak Kadus lalu akan dihukum congkel mata sesuai kesepakatan warga desa. Tiba-tiba seorang nenek datang untuk menyelamatkan mereka.

Darto dan kedua temannya diberikan tiga bandana yang ujar sang nenek sangat sakti. Mereka merasa terkejut dengan itu dan tidak serta-merta menyambutnya. Di rumah sang nenek yang kemudian mereka tahu bernama Nini Dhanyang Smarabumi itu mereka bertiga juga dikejutkan dengan kehadiran Erna, si gadis yang menjadi tujuan mereka mengintip di kali. Mereka bertiga harus membantu Pendekar Putih untuk memperkuat tabir yang sedang memudar. Apakah trio badung menerima misi tersebut? Karena pilihan lainnya adalah mereka hidup tanpa mata.

06 Agustus 2016

Ulasan Buku: Herr Der Diebe

Judul : Pangeran Pencuri
Judul Asli : Herr Der Diebe
Pengarang : Cornelia Funke
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tahun : 2011
Dibaca : 6 Agustus 2016
Rating : ★★★★

"Jauh lebih praktis kalau kita tetap kecil. Kita tidak terlalu menarik perhatian, dan kita juga lebih cepat kenyang. Kau tahu apa yang selalu dikatakan Scipio? Anak-anak seperti ulat dan orang dewasa seperti kupu-kupu. Dan tidak ada kupu-kupu yang masih ingat bagaimana rasanya menjadi ulat." (hal. 60-61)

Ketika Makan siang kemarin, rekan kerjaku sempat bilang, "Kita selalu menginginkan hal yang tidak miliki." Hal itu sehubungan dengan katering makan siang yang disediakan kantor dan sebagian karyawan merasa bosan karena menu yang disajikan monoton. "Kalo nggak pake katering, pasti kita mendambakan makan siang yang praktis dan cepat seperti ini," sambungnya.

***

Prosper dan Bo, kakak-beradik yang melarikan diri dari sang bibi. Sepeninggalan ibu mereka, Bibi Esther memiliki hak adopsi atas Bo tetapi tidak dengan kakaknya. Prosper akan ditempatkan di sekolah asrama. Venezia, itulah tujuan kakak-beradik itu. Mereka meringkuk di dalam kereta api yang berderak-derak dan bersembunyi dari siapa pun.

Sang bibi sepertinya mengetahui Prosper membawa Bo sampai ke Kota Rembulan. Ia dan suaminya menghubungi Victor Getz, detektif kota serbabisa. Ia meminta Victor mencari kedua anak itu dan akan membayarnya dengan harga yang pantas. Victor seharusnya tidak menyetujuinya karena kakak-beradik itu membawanya kepada masalah dan Si Pangeran Pencuri.

04 Juni 2016

Ulasan Buku: Gadis Penenun Mimpi & Pria yang Melipat Kertas Terbang

Pengarang : Gina Gabrielle
Penerbit : Nulisbuku (self-publishing)
Tahun : 2016
Dibaca : 3 Juni 2016
Rating : ★★★

"Manusia, tahukan kau bahwa luka itu sebenarnya tak terhindarkan? Kau hanya perlu Hati yang sejuk dan lembut, yang bisa sembuh dari luka apa pun juga dengan kecepatan mengagumkan." (hal. 13)

Wahai penerbit di luar sana, aku persembahkan ulasan ini kepada kalian. Kalian harus tahu betapa buku ini begitu menjanjikan dalam segi cerita dan gaya yang dibawakan oleh penulis. Selain itu, tema cintanya juga begitu kental. Walaupun memang sedikit di luar akal karena berlatar dunia fantasi lain, tapi kenapa tidak dicoba? Di dalamnya terkandung bait-bait yang melenakan. Di dalamnya terkandung pesan yang kuat tentang hati. Bukankah kalian, para penerbit, masih menganggap bahwa tema cinta masih begitu menjual?

***

Kura-Kura Pengelana sedang dalam misi memperbaiki Hati-nya yang penuh goresan. Sakit yang sudah lama dideritanya ternyata tidak bisa begitu saja bisa disembuhkan. Bahkan tempat yang katanya tepat untuk mengistirahatkan Hati yang luka tidak serta merta membuat hati si Pengelana pulih. Hingga akhirnya si Pengelana dengan terpaksa membekukan Hati-nya karena tidak ingin merasakan terluka lagi.

Kol. Ibri-lah yang membawa Kura-Kura Pengelana dalam misi itu. Si Pengelana adalah yang terpilih. Selain memperbaiki Hati, petualangan yang kata Kol. Ibri sangat istimewa itu untuk menyelamatkan Dunia Mimpi yang nyaris hancur. Langitnya lebam; permukaannya penuh memar. Lalu ada seorang gadis yang membutuhkan satu bahan lagi untuk menyelesaikan tenunan Mimpi: Hati yang penuh.

19 Mei 2016

Ulasan Buku: The BFG

Sampul
Judul : Raksasa Besar yang Baik
Judul Asli : The BFG
Pengarang : Roald Dahl
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tahun : 2010
Dibaca : 6 Mei 2016
Rating : ★★★

"Aku menelan tomat manusia! Tidak pernah! Yang lain, ya! Semua raksasa yang lain menelan manusia setiap malam, tapi aku tidak! Aku satu-satunya raksasa baik dan remah-temah di Negeri Raksasa! Aku si BIG FRIENDLY GIANT! Raksasa Besar yang Baik! Aku si BFG. Siapa namamu?" (hal. 28 - 29)

Mungkin aku salah membaca "A Monster Calls" terlebih dahulu dan membaca ini belakangan. Aku mulai membandingkan raksasa di sana dengan di sini. Dan tentu saja, yang di sini lebih ceria dan terlihat nyata dan lebih mudah-disayang. Tapi aku tetap membandingkannya. Bahkan aku sempat berpikir jika Connor bertemu BFG, mungkin hidupnya akan sedikit lebih menyenangkan. Yah, memang sasaran pembacanya juga berbeda.


***

BFG singkatan dari Big Friendly Giant. Si Raksasa Baik ini melakukan hal yang selalu dilakukannya setiap malam: menyerahkan mimpi kepada anak-anak yang sedang tidur. Sayangnya, Sophie melihat si raksasa malam itu. Tanpa pikir panjang, BFG membawa Sophie pergi karena takut diketahui manusia lain.

Di kediamannya, BFG memiliki banyak sekali toples warna-warni. Toples itu berisi mimpi dari yang bernuansa suram dan menyedihkan sampai membahagiakan. Ternyata BFG setiap malam menyalurkan mimpi-mimpi kepada anak-anak. Hanya malam itu saja ketika Sophie satu-satunya anak yang melihat si raksasa dan terpaksa BFG membawa Sophie ke kediamannya. Lalu bagaimana Sophie bisa pulang?

18 Mei 2016

Ulasan Buku: Flora & Ulysses

Sampul
Judul : Flora & Ulysses
Pengarang : Kate DiCamillo
Penerbit : Walker Books
Tahun : 2013
Dibaca : 3 Mei 2016
Rating : ★★★★

"Fear smells. And the smell of fear further incites the predator." (hal. 122)

Bisa kembali bertemu dengan karya pengarang anyar favorit itu senang rasanya. Kenapa pengarang anyar favorit? Karena memang baru menjadikan Tante Kate pengarang favorit setelah membaca dua bukunya: "The Miraculous Journey of Edward Tulane" dan "The Tale of Despereaux". Aku menemukan buku ini dan beberapa buku Tante Kate lain di Big Bad Wolf Books Indonesia yang diselenggarakan beberapa waktu lalu. Cerita lengkapnya bisa dibaca di blog Shiori-ko.

***

Cerita bermula ketika Flora, seorang yang mengaku dirinya "cynic" melihat seekor tupai di halaman rumah tetangganya. Tupai itu dalam keadaan bahaya karena penyedot debu mengejar-ngejarnya—ceritanya panjang. Flora berlari ke halaman rumah Mrs. Tickham dan menemukan si tupai sudah berada di dalam penyedot debu dan terkapar tak berdaya. Mrs. Tickham menjerit-jerit dan menyebut dirinya sendiri seorang pembunuh.

Sejak pertemuan yang menegangkan itulah Flora berteman dengan si tupai—yang kemudian diberi nama Ulysses. Bersama si tupai yang pandai menolong dan membuat puisi itu, Flora mencari tahu apa sebenarnya arti keluarga, terlepas dari kedua orangtuanya yang sudah berpisah.



Ulasan Buku: Percy Jackson's Greek Gods

Pengarang : Rick Riordan
Penerbit : Mizan Fantasi (Noura Books)
Tahun : 2015
Dibaca : 24 April 2016
Rating : ★★★

"Kalau kau seorang manusia fana dan sesosok dewi muncul tepat di sampingmu, dan kalau kau masih ingin bertahan hidup beberapa menit mendatang, hal yang sebaiknya kaulakukan adalah menjatuhkan dirimu dan menyembah-nyembah." (hal. 234)

Aku senang akhirnya ada lagi kisah berbeda dari penulis yang tidak menceritakan tentang blasteran yang mengemban misi dan harus menyelesaikan dalam tenggat waktu yang singkat. Aku tahu, bagi para blasteran, hal seperti itu sudah menjadi rutinitas mereka sehari-hari. Tapi saatnya mencoba melakukan hal lain: belajar tentang dewa-dewi Yunani terhormat dan paling mulia bersama Percy.

***

Percy sedang "baik" karena mau menceritakan kisah dewa-dewi Yunani primer. Dengan gayanya yang sarkastis dan penuh kejutan, Percy menjabarkan dari awal permulaan penciptaan hingga hadirnya para dewa-dewi dan manusia. Tentu semua dikisahkan berdasarkan kepercayaan Yunani. Dua belas dewa-dewi yang diungkap Percy pada buku ini adalah (sesuai urutan halaman): Hestia, Demeter, Persephone, Hera, Hades, Poseidon, Zeus, Athena, Aphrodite, Ares, Hephaestus, Apollo, Artemis, Hermes, dan Dionysus.

Dalam setiap bab penceritaan masing-masing dewa-dewi, Percy menjabarkan tentang bagaimana mereka hadir di alam dunia dengan cerita-cerita paling populer tentang mereka. Contohnya ketika Poseidon menikahi kuda dan mempunyai anak dari si kuda itu atau tentang kisah cinta "paksa" Persephone dengan Hades. Juga tentang hadirnya Arachne di dunia buah karya Athena yang murka. Yah, hal-hal semacam itu.

31 Maret 2016

Ulasan Buku: The Tale of Despereaux

Sampul
Judul : Kisah Despereaux
Judul Asli : The Tale of Despereaux
Pengarang : Kate DiCamillo
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tahun : 2005
Dibaca : 30 Maret 2016
Rating : ★★★

Senang pada akhirnya mendapatkan buku langka ini. Setelah membaca "The Miraculous Journey of Edward Tulane" yang sangat menggugah, aku tidak akan melewatkan karya penulis buku yang memenangkan Newbery Award 2004 ini. Dilihat dari kedua buku yang kubaca, sepertinya sudah menjadi kekhasan penulis untuk menyajikan ilustrasi dalam setiap bukunya.

***

Despereaux adalah yang terakhir hidup dari semua calon bayi yang dilahirkan oleh ibunya. Sayangnya, dirinya tidak normal. Tubuhnya setengah dari tikus kastil kebanyakan dan telinganya sangat lebar. Ayah dan ibunya sedikit khawatir tentang kehidupan anak mereka itu. Tapi semakin lama, tikus kastil mungil bisa menjalani hidupnya.

Despereaux diajak oleh saudara-saudaranya berkeliling kastil untuk diajari hal-hal yang biasa dilakukan tikus; bergerak di sebelah pinggir dan menggerogoti kertas salah satunya. Tapi Despereaux malah tidak melakukannya. Ia membaca buku yang seharusnya ia gerogoti. Saking bandelnya, Despereaux yang samar-samar mendengarkan sebuah musik merayap mendekati asal suara indah itu dan berakhir pada ia melihat sang putri. Sang putri bernama Pea yang membuat Despereaux dimabuk asmara.

14 Maret 2016

Ulasan Buku: Qasidah Berjanji

Sampul
Judul : Qasidah Berjanji
Pengarang : Harry Dagoe & Salma Abdillah
Penerbit : Pastel Books
Tahun : 2015
Dibaca : 9 Maret 2016
Rating : ★★★

"Kamu masih punya di rumah, Qasidah. Masih banyak, mubazir jika berlebihan dan tidak terpakai. Seperti mainan lainnya yang sekarang tidak kamu mainkan lagi. Mubazir itu sifat yang ditemani setan penggoda, lho. Akan menjauhkan kita dari kebaikan di jalan Allah ...." (hal. 23)

Mari sebut buku ini sebagai novel anak-anak fantasi karya penulis lokal. Sampul bukunya sudah memberikan gambaran kasarnya; seorang gadis berhijab yang menunggangi kuda terbang. Diterbitkan oleh penerbit yang juga menerbitkan serial "Dilan" karya Pidi Baiq, dan ditulis oleh produser dan pembuat film yang menjadi rekan pembicara acara beberapa hari lalu, aku antusias mencoba membaca ini.

***

Anak perempuan berumur tujuh tahun ini sangat menyukai permainan pada gadget-nya. Tidak pernah sehari pun Qasidah meninggalkan gadget itu. Putri Pelangi yang menjadi karakter utama harus tetap menjaga Diamond Kingdom, kerajaan pada permainan yang digemari Qasidah. Bahkan ketika sang ibu meminta Qasidah menemaninya berbelanja, Qasidah harus dipaksa dan diiming-imingi pergi ke toko mainan untuk bisa patuh pada sang ibu.

Rengekan Qasidah sudah tak berarti ketika dirinya pergi ke dimensi lain. Ia tersadar ketika dirinya tak lagi terlihat oleh sang ibu padahal mereka saling berhadapan. Hingga datangnya seseorang yang katanya adalah doa sang ibu. Bagaimana mungkin doa bisa menjadi teman Qasidah di dunia antah-barantah itu? Bisakah Qasidah kembali bertemu sang ibu? Dan yang paling penting, apakah Qasidah menyesal atas apa yang telah dilakukannya selama ini?


01 Maret 2016

Ulasan Buku: The Heart of Glass

Sampul
Judul : Jantung Kaca
Judul Asli : The Heart of Glass (Tales from the Five Kingdoms, #3)
Pengarang : Vivian French
Penerbit : Atria
Tahun : 2015
Dibaca : 1 Maret 2016
Rating : ★★★★

"Saat hidup Jiwa Sejati berakhir di sini
Jantung Raja Tertinggi 'kan berdetak sekali lagi
Dan kekuatan datang pada dia yang berkuasa
Rajanya para Raja akan kembali berjaya."
 

Buku ketiga serial Tales from the Five Kingdoms. Kau tahu, bagi pembaca buku seri, sebuah dilema bila tidak melanjutkan bacaannya hingga akhir. Andai kata seorang musafir, dia harus melanjutkan perjalanan hingga tempat yang dia tuju untuk mendapatkan satu hidayah. Oke. Nah lho, ini kok melantur ke mana-mana ya.

***

Gracie Gillypot dan Pangeran Marcus melakukan ekspedisi melacak-kurcaci. Ditemani dengan Marlon dan keponakannya, juga Gubble si troll, mereka bertualang tanpa kendala. Hingga Gracie tiba-tiba hilang dan membuat Pangeran Marcus panik. Bagaimana caranya mencari gadis itu di Rimba Muslihat yang penuh muslihat? Lalu apa hubungan mereka dengan jantung kaca milik Raja Troll?

14 Januari 2016

Ulasan Buku: The Sword of Summer

Sampul
Judul : The Sword of Summer
(Magnus Chase and the Gods of Asgard #1)
Pengarang : Rick Riordan
Penerbit : Mizan Fantasi (Noura Books)
Tahun : 2015
Dibaca : 11 Januari 2016
Rating : ★★★★

Jadi, mari kita mulai dengan Rick Riordan. Penulis yang terkenal dengan karya fantasi-mitologi remaja bergaya konyol dan tengil ini sudah menjadi penulis favoritku sejak Percy Jackson yang kutemui sekitar tiga tahun lalu. Lucunya, aku yang tiga tahun lalu tidak tahu apa itu genre fantasi membaca seri "The Heroes of Olympus" terlebih dahulu yang seharusnya dibaca setelah seri "Percy Jackson and The Olympians". Lalu, aku merambah membaca "Kane Chronicles" dan hampir semua karyanya.

Berita tentang Rick membuat buku bertema mitologi Nordik sontak membuat penggemarnya histeris, termasuk aku. Bagaimana tidak? Selama ini penggemarnya hanya disuguhkan cerita tentang mitologi Yunani dan Romawi melulu. Malah banyak yang beranggapan kalau Rick susah move on. Dan sebagai implikasinya, aku membaca buku dengan tebal lebih dari 600 halaman ini hanya dalam waktu empat hari, yang menurutku adalah suatu pencapaian.

***

Magnus Chase adalah gelandangan berumur 16 tahun, berambut pirang gondrong, dan kata ibunya mirip Kurt Cobain. Sudah dua tahun ia benar-benar hidup di jalanan bersama Blitz dan Hearth. Mereka berdua dianggap orangtua Magnus karena selalu ada di dekatnya. Dan Blitz-lah yang memberi tahu Magnus bahwa ada dua orang layaknya ayah dan anak perempuannya membagi-bagikan selebaran yang memuat nama dan foto Magnus.

Magnus sedang berada di Jembatan Longfellow bersama Randolph. Pamannya meminta Magnus mencari pedang yang sudah ditakdirkan menjadi miliknya. Magnus tentu kebingungan setengah mati. Pedang itu tertarik begitu saja ke tangannya layaknya palu Thor yang tertarik otomatis ke tangan Thor. Pedang itu menarik perhatian sang raksasa api hingga Magnus akhirnya mati.

29 November 2015

The Miraculous Journey of Edward Tulane

Sampul
Judul : Perjalanan Ajaib Edward Tulane
Judul Asli : The Miraculous Journey of Edward Tulane
Pengarang : Kate DiCamillo
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tahun : 2014
Dibaca : 27 November 2015
Rating : ★★★★

"Edward tahu bagaimana rasanya berulang kali mengucapkan nama orang-orang yang kautinggalkan. Ia tahu bagaimana rasanya merindukan seseorang. Jadi ia mendengarkan. Dan ketika ia mendengarkan, hatinya terbuka lebar dan terus melebar." (hal. 97)

Buku ini menjadi begitu terkenal setelah, katanya, muncul dalam satu adegan drama Korea. Tetapi bukan karena itu aku ingin membacanya, penilaian dan ulasan orang-orang terhadap buku inilah yang membuatku harus membacanya.

***

Edward Tulane adalah kelinci porselen. Ia dipesan khusus oleh seorang nenek bernama Pallegrina untuk ulang tahun cucunya, Abilene, yang ketujuh. Sungguh menjadi kebahagiaan sang cucu mendapatkan teman baru dalam hidupnya. Hingga suatu ketika Edward Tulane jatuh dari kapal yang membawa Abilene dan orangtuanya untuk berlibur.

Selama bertahun-tahun, Edward berpindah-pindah tempat dan "majikan". Anehnya, tumbuh rasa sayang Edward kepada majikan-majikan yang menemukan dan membawanya ketika mereka pergi dan meninggalkannya. Ia ingat pada satu kalimat Pallegrine yang berujar padanya, "Kau mengecewakan aku."

12 September 2015

The Little Prince

Sampul
Judul : Pangeran Cilik
Judul Asli : Le Petit Prince
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tahun : 2010
Dibaca : 9 September 2015
Rating : ★★★

"Tentu saja. Jika kamu menemukan berlian yang bukan milik siapa-siapa, itu menjadi milikmu. Jika kamu menemukan pulau yang bukan milik siapa-siapa, itu menjadi milikmu. Jika kamu yang pertama mempunyai suatu gagasan, kamu patenkan: kamulah yang memilikinya. Dan aku memiliki bintang-bintang, karena tidak seorang pun sebelum aku pernah berpikir akan memilikinya." (hal. 57)

Dari filmnya yang tayang tahun ini, ditambah anggapan bahwa ini adalah childlit yang termasuk genre favorit, aku senang akhirnya bisa mendapatkan buku ini; dan membacanya tentu. Satu hal yang membuatku makin senang ketika buku ini juga berisi ilustrasi yang membantu penulis menginterpretasi maksud buku ini. Yah, walaupun pada akhirnya aku tidak mengerti keseluruhan cerita.

***

Seseorang bercerita tentang masa kecilnya. Dia menggambar seekor ular yang habis memakan gajah tetapi para orang dewasa menganggap gambar itu adalah sebuah topi. Dan mereka menuntutnya untuk tidak menggambar. Jadi, dia fokus pada hal lain; seperti ilmu bumi dan lain-lain yang membuatnya menjadi seorang pilot.

Back to Top