Tampilkan posting dengan label family. Tampilkan semua posting
Tampilkan posting dengan label family. Tampilkan semua posting

07 Mei 2017

Ulasan Buku: Carisa dan Kiana

Judul : Carisa dan Kiana
Pengarang : Nisa Rahmah
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tahun : 2017
Dibaca : 26 April 2017 (via SCOOP)
Rating : ★★★★

Harap-harap cemas. Begitulah yang dirasakan saat membaca buku debut. Meluangkan waktu untuk coba menikmati kisah dari penulis yang sama sekali belum tahu keabsahan tulisannya memang tantangan tersendiri. Kamu harus mengorbankan waktu bersama buku-buku karya penulis favoritmu demi mengetahui apakah karya pertama penulis itu masuk dalam radar kesukaanmu atau tidak. Perasaan harap-harap cemas itu semakin menjadi jika mengetahui bahwa penulis buku debut itu adalah temanmu. Tentu ada rasa tidak enak jika kamu mengetahui bahwa buku itu tidak kamu sukai. Bilang jujur, salah. Bilang tidak jujur, juga salah. Aku rasa perasaan harap-harap cemas juga melingkupi penerbit. Mereka benar-benar seperti melempar sebuah dadu dengan karya-karya debut. Seperti bermain judi, penerbit juga harus mengantisipasi kalau-kalau buku debut penulis itu tidak terlalu diminati pasar karena toh pada akhirnya penerbit juga melihat sisi bisnis dari buku yang diterbitkannya. Tapi, aku rasa tidak perlu khawatir dengan buku yang satu ini.

***

Carisa amat bisa bersosialisasi. Sejak kelas X SMA, ia sudah ikut berbagai macam organisasi di sekolahnya. Salah satunya OSIS. Melalui OSIS jugalah ia dekat dengan Rama. Dan menjadi semakin dekat setelah Rama mencalonkan diri dalam pemilihan ketua OSIS. Carisa bahkan menjadi pentolan tim sukses yang memiliki gagasan-gagasan cerdik dalam upaya memenangkan Rama. Berbeda dengan Carisa, Kiana lebih pandai dalam bidang akademis. Kiana adalah ketua ekstrakurikuler Karya Ilmiah Remaja (KIR). Ia juga jagoan sains di SMA-nya. Sebenarnya, Kiana tidak peduli dengan pemilihan ketua OSIS. Hanya saja, teman dekatnya, Stella, adalah pacar Rico. Rico merupakan satu-satunya kandidat dalam pemilihan ketua OSIS yang berhadapan dengan Rama. Hal itu membuat Kiana harus berurusan dengan Carisa. Namun, ternyata, urusan mereka berdua tidak hanya sebatas masalah pemilihan ketua OSIS. Urusan Carisa dan Kiana lebih dari itu.

***

Aku harus katakan bahwa menghabiskan semalaman dengan buku ini adalah hal yang menyenangkan. Sama sekali tidak ada ekspektasi apa pun selain penulis adalah teman dunia maya dan satu komunitas. Harap-harap cemas kala mencoba novel debut memang ada namun setelah membaca lebih banyak ternyata aku bisa menikmati kisah Carisa dan Kiana. Mungkin kamu merasa skeptis, "Wah, pasti gara-gara penulisnya teman kamu, jadi kamu memuji-muji bukunya!" Yah, siapa peduli? Aku memiliki alasan kuat untuk membuat buku ini patut dipuji, pada akhirnya. Dengan ketebalan hanya 200 halaman lebih sedikit, membacanya hanya dalam sekali duduk plus tiduran di malam hari adalah mudah. Sebagai novel teenlit, gaya bahasanya tetap ringan dan amat remaja. Karakteristik anak SMA yang egois namun lugu dan merasa dirinya paling benar juga terlihat dan membuat kisah di dalam buku ini menjadi hidup dan lebih dari biasa-biasa saja. Dari segi isi, aku katakan bahwa untuk ukuran debut, buku ini menjanjikan. Dan aku berkeinginan membaca karya-karyanya selanjutnya.

26 Maret 2017

Dua Individu Jadi Satu dalam One


"Normal adalah satu-satunya yang pernah kuinginkan
dan aku bersedia menukar
aneh atau ganjil atau spektakuler atau menakjubkan
dengan normal
kapan pun." 
(hal. 148)

Pikirkan tentang satu individu yang memiliki banyak keinginan dan harus bisa memilah-milah mana yang harus dituruti dan mana yang diabaikan. Pikirkan juga tentang satu individu yang memiliki kegemaran dan akan menekuni kegemaran tersebut karena ia amat suka melakukannya. Pikirkan tentang satu individu yang sedang amat menyukai dengan seseorang dan dia akan melakukan apa saja untuk sang pujaan hati. Setelah itu, pikirkan tentang dua individu yang memiliki urusan-urusan kehidupan yang lumrah di atas namun hanya memiliki satu tubuh. Bagaimana mereka bisa menjalankan kehidupan mereka? Apakah mereka benar-benar harus mengorbankan keinginan, kegemaran, serta perasaannya tersebut?

Itulah hal penting yang dapat dipelajari oleh mereka yang memiliki kelebihan khusus yaitu kembar siam. Mereka memiliki dua kepala dengan dua otak yang berbeda namun berada dalam satu tubuh yang sama. Mereka sudah pasti berbagi kaki dan sebagian lainnya mungkin berbagi tangan. Lalu bagaimana dengan organ-organ dalam? Sudah barang tentu makanan yang mereka inginkan atau mungkin makanan favorit mereka berbeda, tapi apakah mereka akan merasakan lapar pada saat yang bersamaan? Apakah ketika satu individu makan lalu individu yang lain juga makan? Dan mari kita luruskan satu hal: kembar siam terdiri atas individu yang berbeda. Walaupun mereka bersatu tubuh, tetapi masing-masing memiliki otak berbeda dan mungkin juga organ hati dan jantung yang berbeda juga yang berarti mereka memiliki pemikiran dan perasaan yang berbeda satu sama lain. Jadi, yang satu adalah individu lalu yang lainnya juga adalah individu. Sudah dipahami? Bagus, karena ini akan amat berpengaruh dalam cerita yang akan diulas sesaat lagi.

Sebenarnya banyak sekali jenis kembar siam dengan macam-macam bagian tubuh yang terhubung pada kembar siam. Para kembar siam memiliki banyak kemungkinan untuk terhubung dengan tubuh lain antara satu sama lain, misalnya pada bagian perut, tulang belakang, panggul, atau bahkan kepala. Namun, bagian tubuh yang paling sering terhubung pada sebagian besar para kembar siam adalah dada. Terhubungnya dada jugalah yang menjadi takdir gadis remaja kembar siam bernama Grace dan Tippi dalam kisah karya Sarah Crossan berjudul One.

04 Maret 2017

Ulasan Buku: Everything, Everything

Judul : Everything, Everything
Pengarang : Nicola Yoon
Penerbit : Spring
Tahun : 2016
Dibaca : 4 Maret 2017
Rating : ★★★★

"Menginginkan satu hal hanya akan membawa ke lebih banyak lagi keinginan. Keinginan itu tidak pernah ada ujungnya." (hal. 91)

Selalu dibuat penasaran dengan bagaimana novel remaja mengeksplorasi kemungkinan-kemungkinan yang terjadi pada karakter di dalamnya. Semakin banyak novel remaja yang diterbitkan, semakin besar tantangan para penulisnya untuk membuat cerita yang unik dan berbeda dari yang lain. Banyak jadi memadukan dua cerita dari dua buku berbeda yang sudah ada. Tidak sedikit pula yang mencontoh satu cerita lalu mengeksplorasi dengan imajinasi si penulis sendiri. Namun, bisa dibilang hanya beberapa penulis yang bisa membuat kisahnya orisinil. Setidaknya, pembaca merasa belum pernah menikmati cerita yang setipe sebelumnya.

***

Madeline Whittier sudah berbeda dengan manusia lainnya sejak kecil. Ia dikurung oleh ibunya. Tidak, bukan seperti itu. Ia dijaga oleh ibunya karena penyakitnya yang mengharuskannya tetap berada di rumah. Bila keluar barang sebentar saja, pertahanan tubuhnya yang lemah akan membuatnya sekarat dan bisa jadi mati. Ibunya yang amat menyayanginya itu membuat rumahnya betah untuk ditinggali oleh Madeline. Madeline memiliki banyak buku. Madeline punya laptop dan koneksi internet yang kencang. Ada juga sebuah ruangan berdekorasi layaknya hutan artifisial dan Madeline dibolehkan ke sana jika ingin merasakan sensasi berada di Dunia Luar. Semua ini berjalan baik-baik saja sepanjang hidup Madeline sampai cowok itu menempati rumah di depan rumahnya.

Oliver 'Olly' Bright pindah bersama kedua orang tuanya dan seorang adik. Awalnya, mungkin kehidupan keluarga mereka berjalan normal dan bahagia. Pagi hari ayahnya berangkat kerja dan pulang pada malam hari. Sampai percekcokan itu terdengar. Ayahnya Olly marah-marah dengan perkataan kasar. Ia juga selalu membuat rumah jadi tak nyaman ditinggali. Adiknya Olly—Kara—merokok setiap pagi dan menguburkan puntungnya agar tak ada yang ketahuan. Namun, Olly tetap Olly. Kelincahan tubuhnya dan mata biru lautnya membuat Madeline ingin bertemu dengannya. Mereka pun berkirim pesan dan menceritakan banyak hal. Bahkan Madeline memiliki nama panggilan khusus dari Olly: Maddy. Apakah Maddy mengambil risiko untuk bertemu dengan Olly?

26 Februari 2017

Ulasan Buku: Tanaman Monster

Judul : Tanaman Monster (Weird and Wicked Series #1)
Pengarang : Ernita Dietjeria
Penerbit : Kiddo (imprint KPG)
Tahun : 2014
Dibaca : 15 Februari 2017
Rating : ★★★

Mata pelajaran apa yang kamu sukai ketika Sekolah Dasar dahulu? Matematika? Bahasa Indonesia? IPA? IPS? Kala itu aku berpikiran harus menyukai IPS setelah mengenal Geografi karena terdapat cuplikan namaku pada kata itu. Kenaifanku tersebut membuatku sangat menyukainya. Bahkan aku ingat saat kelas 4 SD diberi tugas untuk membuat peta timbul menggunakan bubur kertas koran dan aku sangat menikmati setiap proses merendam kertas, membuat gambar yang sesuai skala pada alas, membentuknya, menunggunya dijemur, hingga memberi warna pada peta tersebut. Hingga waktunya pengumpulan karya, aku dikejutkan dengan buatanku yang tidak bagus-bagus amat dibandingkan dengan teman-teman yang lain. Saat itulah aku menyadari untuk mengganti mata pelajaran favorit. Dan aku memilih IPA karena ada Biologi yang masih membahas tentang alam dan ruang terbuka. Entah kenapa aku begitu impulsif saat itu.

***

Tonit begitu ambisius dengan tugas mencari tanaman unik untuk mata pelajaran IPA. Dia mengajak Alvin, temannya, untuk pergi ke hutan dan mencari tanaman yang sesuai dengan keinginannya. Saat Alvin memintanya untuk pulang karena hari sudah hampir gelap, Tonit akhirnya menemukan sebuah tanaman yang berbentuk seperti kantung dan memiliki duri-duri pada permukaannya. Tonit yakin hanya dirinya yang akan membawa tanaman itu. Ia asal mengambil dan membawanya pulang tanpa mengetahui tanaman apa yang dia pilih itu. Tanpa mengetahui hal besar yang akan menimpanya setelah kehadiran tanaman itu.

Setelah mengetahui tanaman apa yang dibawanya pulang, Tonit menjadi semakin antusias untuk merawatnya. Tanaman berkantung itu ternyata karnivora yang memakan lalat dan serangga-serangga lainnya. Tanaman itu juga sangat mahal bila dijual karena langka dan banyak orang yang ingin memilikinya. Tonit semakin bergesa untuk memberinya makan. Tidak hanya serangga, ia memberi tanaman itu ayam goreng bahkan rendang daging sapi. Semuanya demi tanaman itu semakin tumbuh besar sehingga bernilai jual tinggi. Setelah mendapatkan uangnya, ibunya tak perlu lagi bekerja dan bisa menghabiskan waktu bersamanya dan kakaknya lagi. Apakah semua akan berakhir sesuai rencananya?

12 November 2016

Ulasan Buku: Hikikomori-chan

Judul : Hikikomori-chan
Pengarang : Ghyna Amanda
Penerbit : Ice Cube
Tahun : 2015
Dibaca : 12 November 2016
Rating : ★★★

"Aku tadinya hampir bangkit untuk mencari tahu keberadaan pria asing itu, tapi aku mengurungkannya dan merebahkan tubuhku kembali." (hal. 44)

Hari Ayah di Indonesia bermula ketika Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mendeklarasikannya pada 12 November 2006 lalu di Solo. Uniknya, Hari Ayah digagas oleh sekumpulan wanita yang tergabung dalam Perkumpulan Putra Ibu Pertiwi (PPIP). Saat itu PPIP menggelar deklarasi Hari Bapak Nasional di Pendapa Gede Balai Kota Solo yang dihadiri ratusan orang dari berbagai kelompok masyarakat. PPIP dikenal sebagai komunitas komunikasi lintas agama. Deklarasi serupa juga digelar oleh anggota PPIP lainnya di Maumere, Flores, Nusa Tenggara Timur. Sejak saat itulah, 12 November ditetapkan sebagai Hari Ayah di Indonesia.

***

Raisa sudah ditinggal ibunya sejak empat tahun lalu. Sejak saat itu, ia mengurung diri di kamar dan tidak memiliki daya dan keinginan bahkan untuk keluar dari kamarnya. Ia menganggap dirinya sebagai hikikomori yang merupakan perangai seseorang yang cenderung menutup dirinya sendiri dari dunia luar. Raisa bahkan hanya keluar untuk makan, mandi, dan pergi ke toilet. Ia tidak lagi bersekolah sejak lulus SMP yang bahkan ijazahnya masih ditahan oleh Jirou si Serakah.

Hal tersebut akan terus seperti itu jika saja Vincent Muffon tidak hadir dalam hidup Raisa. Pria asing yang mengaku sebagai suami Reina, ibunya Raisa. Gadis itu sontak kaget karena selama hidupnya ia tidak pernah kenal dengan ayah kandungnya, apalagi yang bernama Vincent Muffon. Pria tinggi besar yang kemudian disebutnya Kyoujin—sebutan raksasa yang berasal dari serial Jepang "Attack on Titan"—itu kemudian tinggal di rumah peninggalan sang ibu yang dihuni Raisa sampai sekarang. Kyoujin selalu membuatkannya makanan dan menjaga agar rumah tersebut tetap bersih. Hingga Raisa tersadar bahwa ia sedang membuka diri pada pria besar yang mengaku sebagai ayahnya itu. Apakah Kyoujin benar-benar ayahnya?

31 Oktober 2016

Ulasan Buku: Wonder

Judul : Wonder
Pengarang : R.J. Palacio
Penerbit : Atria
Tahun : 2012
Dibaca : 15 Oktober 2016
Rating : ★★★★★

"Anak itu benar. Aku makan seperti seekor kura-kura, kalau kau pernah melihat seekor kura-kura makan, Seperti makhluk rawa zaman prasejarah." (hal. 73)

Apa yang kamu harapkan dari sebuah buku anak-anak atau remaja tanggung? Bernostalgia dengan masa kecilmu atau masa sekolahmu? Mencari tahu kisah berbeda dari apa yang pernah kau alami? Atau hanya membacanya saja tanpa ekspektasi apa pun? Bagaimana jika buku tersebut adalah buku yang sangat ingin kaubaca dan orang-orang melabelinya buku bagus? Kau akan tetap tak akan berekspektasi apa pun atau kau memiliki harapan untuk percaya pada apa kata orang tentang buku tersebut?

***

August 'Auggie' Pullman tahu tahun ini tidak akan sama lagi ketika ia ditawari kedua orang tuanya untuk bersekolah di sekolah formal biasa. "Kelebihan" dirinya yang sedari kecil sudah disandangnya dan kesadarannya yang sudah beranjak remaja, ia tahu bahwa ia harus mencobanya. Setidaknya, tidak  boleh terus-terusan belajar di rumah bersama sang ibu. Jadi, ia memutuskan untuk melaksanakannya.

Auggie tahu semuanya tidak akan sama lagi saat menginjakkan kaki pertama kali di Beecher Prep. Saat ia bertemu Mr. Tushman sang kepala sekolah. Saat ia bertemu beberapa murid yang mengajaknya berkililing sekolah. Namun apa yang kauharapkan dari sebuah perubahan? Akhir yang bahagia tentu saja. Dan apakah Auggie yang berwajah buruk rupa akan merasakannya juga? Atau dia akan menyerah di tengah-tengah?

05 Oktober 2016

Ulasan Buku: The Kite Runner

Judul : The Kite Runner
Pengarang : Khaled Hosseini
Penerbit : Qanita
Tahun : 2010
Dibaca : 25 September 2016
Rating : ★★★★★

"Baiklah, apa pun yang diajarkan mullah itu padamu, hanya ada satu macam dosa, hanya satu. Yaitu mencuri. Dosa-dosa yang lain adalah variasi dari dosa itu. Kau paham?" (hal. 34)

Sebentar. Aku merasa berbeda ketika melihat ulasan buku-bukuku sekitar setahun apalagi tiga tahun lalu. Aku bahkan hanya mengulas dalam beberapa kalimat yang dibagi-bagi menjadi paragraf. Kenapa aku membahas hal ini? Karena aku melihat-lihat ulasan buku Khaled Hosseini: A Thoushand Splendid Suns yang kubaca pada Juli 2013. Bahkan ulasan pada tahun lalu pun masih jauh lebih sedikit ketimbang ulasan yang kutulis akhir-akhir ini, seperti pada ulasan The Kite Runner: Graphic Novel yang kubaca pada Juni 2015. Kau tahu, bahkan melalui tulisan saja terlihat jelas bahwa orang-orang itu berubah. People change.

***

Hassan dan Ali akhirnya pergi setelah apa yang Amir lakukan pada mereka—terutama pada Hassan. Amir telah meninggalkan hadiah ulang tahunnya di kediaman Ali dan menuduh Hassan yang mencurinya. Tentu saja ayah Amir bertanya kebenarannya pada Hassan, namun Hassan tetap tutup mulut.

Amir dewasa harus menebusnya. Ia tahu apa yang dilakukannya di masa lalu telah menghantuinya selama ini. Meninggalkan istrinya di California, Amir harus kembali ke Kabul untuk menjemput seorang anak laki-laki. Anak yang menjadi budak musuhnya, Assef. Anak yang memiliki keinginan kecil untuk tidak ditempatkan di panti asuhan. Anak yang pada akhirnya Amir tahu masih sedarah dengannya.

17 Agustus 2016

Ulasan Buku: Genduk

Judul : Genduk
Pengarang : Sundari Mardjuki
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tahun : 2016
Dibaca : 13 Agustus 2016 (via SCOOP)
Rating : ★★★★

"Nduk, anakku, dalam hidup jangan sekali pun kamu menggantungkan diri pada orang lain. Kamu hanya boleh bergantung padaku Dan aku akan berusaha sekuat tenaga agar kita bisa hidup." (hal. 25)

Senang, akhirnya membaca buku berkultur Indonesia nan kental seperti buku ini. Tidak ada ekspektasi macam-macam perihal buku yang baru diluncurkan beberapa minggu lalu. Hanya alasan sederhana: ingin membaca fiksi bernuansa lokal yang begitu kurindukan. Mungkin terlalu penat dengan kehidupan kota yang serbacepat. Atau mungkin hanya rindu akan "rindu" yang sudah lama tak kurasakan. Yha~

***

Genduk gerah dirinya selalu diejek bocah yatim karena sedari kecil ayahnya pergi entah ke mana. Hingga suatu ketika ia begitu naik pitam ketika biyungnya tidak bisa mengabulkan permintaan kecilnya: rok sayak warna oranye ubi jalar seperti yang baru dimiliki oleh Sumiati. Padahal Biyung sudah panen tembakau dan seharusnya sudah mendapatkan uang. Tak dinyana ternyata tembakau panenannya yang diserahkan kepada tengkulak dan tak ada kabarnya lagi.

Pikirannya membuncah. Tidak keruan perasaannya. Ia harus melakukan sesuatu. Ia harus ke Kota Parakan untuk mencari ayahnya. Sedari dulu ia yakin ayahnya masih hidup, tidak seperti ejekan orang-orang kepadanya kalau dia anak yatim. Ia berangkat pagi itu berbekal kantong kresek yang berisi satu lembar baju. Dengan perasaan gundah, ia melangkah menuju kota yang bahkan tak pernah ia jejaki selama hidupnya.

31 Juli 2016

Ulasan Buku: We Were Liars

Judul : Para Pembohong
Judul Asli : We Were Liars
Pengarang : E. Lockhart
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tahun : 2016
Dibaca : 31 Juli 2016
Rating : ★★★★

"Kau paham, Cady? Diam adalah lapisan pelindung rasa sakit." (hal. 47)

Aku putuskan untuk membaca buku ini bulan ini karena firasatku mengatakan inilah waktu yang tepat. Dan benar saja. Buku ini berlatar pada bulan Juli. Ketika Para Pembohong mengisi liburan musim panasnya di pulau pribadi milik sang kakek. Dan untungnya aku tepat waktu karena ulasannya juga harus dibuat sebelum Juli berakhir karena buku didaftarkan pada "Raafi & Bibli's Summer Reading List".

***

Cadence Sinclair Eastman merasa hidupnya dikekang oleh tuntutan sang ibu yang menginginkan dirinya sebagaimana Keluarga Sinclair yang bertubuh atletis, tinggi, cantik dan tampan—sempurna. Cady selalu datang setiap musim panas ke sebuah pulau pribadi milik kakeknya. Di sana dia pasti bertemu dengan sepupu-sepupunya, Mirren dan Johnny. Lalu ada pula Gat, cowok "luar" yang juga hadir beberapa tahun terakhir.

Usia mereka berempat hampir sama. Keluarga Sinclair memanggil mereka Para Pembohong. Mereka tetap bermain layaknya liburan musim panas kebanyakan orang yang lain. Tapi pada musim panas kelima belaslah semuanya jadi berantakan. Ketika gagasan kecil menyebabkan semuanya berakhir. Saat itulah Cady bertahan dengan hilang ingatan parsialnya dan mengingat kembali detail-detail yang terjadi saat itu.

Ulasan Buku: Teka-Teki Terakhir

Judul : Teka-Teki Terakhir
Pengarang : Annisa Ihsani
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tahun : 2014
Dibaca : 24 Juli 2016
Rating : ★★★★

"Kalau aku boleh memberimu satu nasihat, Laura, janganlah terlalu fokus pada satu hal hingga lupa menghargai apa yang ada di sekelilingmu." (hal. 93)

Baru kali ini bangga usai menyelesaikan novel 'teenlit'. Alasan cerdas dan tidak biasalah yang membuatku merasa seperti itu. Setelah terpukau dengan gaya penceritaan penulis pada buku terbarunya yang terbit beberapa waktu lalu, aku merasa buku ini juga tidak kalah memukau. Aku sedang bertanya-tanya untuk mengoleksi semua karya penulis satu ini.

***

Laura Welman tahu tidak ada yang salah dengan rumah Jalan Eddington Nomor 112 itu. Orang-orang mengatakan bahwa rumah tersebut dihuni oleh ahli kimia gila yang sedang melakukan eksperimen berbahaya. Versi lainnya mengatakan bahwa mereka ahli botani gila yang sedang meneliti tanaman langka. Tidak lagi setelah Laura mendapatkan buku berjudul "Nol: Asal-usul dan Perjalanannya" dari seorang pria tua penghuni rumah itu yang selanjutnya ia tahu bernama Tuan Maxwell.

Tuan Maxwell ternyata ahli matematika! Dan dia tidak gila! Dia juga tidak sedang bereksperimen ataupun meneliti tanaman langka. Laura sangat senang bisa berkenalan dengan pasangan Maxwell. Mereka baik. Dan di dalam rumahnya terdapat sebuah ruangan berisi begitu banyak buku dan Laura bisa meminjam dan membacanya sesuka hati. Bahkan ketika Jack—kakaknya—dan Katie—teman karibnya—masih bertanya-tanya akan penghuni Jalan Eddington Nomor 112.

25 Juli 2016

Our Destiny Blog Tour + Giveaway

Judul : Our Destiny
Pengarang : Aya Nh
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tahun : 2016
Dibaca : 17 Juli 2016
Rating : ★★★

Melihat buku ini nangkring di rak terbaru beberapa toko buku online membikin ingin membacanya. Ditambah penasaran dengan sinopsis pada sampul belakang buku yang sepertinya kompleks. Selagi aku sedang ingin membaca buku ringan termasuk teenlit, aku berinisiatif menghubungi penulis via akun Goodreads-nya—yang untungnya aktif—untuk menawarkan diri untuk mengulas sekaligus membuat blog tour buku debutnya. Dan penulis menyambut baik tawaran tersebut.

***

Afra tidak begitu betah berada di rumah. Neneknya selalu bertingkah seolah tak menginginkan kehadirannya. Ralat: neneknya memang tak menginginkan kehadirannya, bahkan tak menginginkan dirinya hidup dan selalu berkata Afra anak sial. Walaupun anggota keluarga yang lain selalu membesarkan hatinya, Afra merasa sakit hati.

Belum lagi kisah romansa remajanya yang carut-marut. Kehadiran Ihsan di sela-sela hubungannya bersama Radit membuka lagi luka lama yang selama ini ditutupnya. Ihsan, cowok yang memutuskannya dua minggu setelah ulang tahunnya, kembali. Ihsan merasa menyesal melakukan hal itu. Lalu Radit tiba-tiba memutuskan Afra tanpa sebab. Afra seperti jatuh tertimpa tangga. Namun ia harus bangkit, ia harus bisa melangkah maju. Dan yang paling utama, ia harus bisa meluluhkan hati sang nenek.

03 Juli 2016

Ulasan Buku: Insecure


Judul : Insecure
Pengarang : Seplia
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tahun : 2016
Dibaca : 2 Juli 2016 (via SCOOP)
Rating : ★★★

"Begitulah kalau kita sudah cinta dan sayang sama seseorang, logika jadi tumpul. Kalau lo cinta sama seseorang sampai merasa sakit seperti ini, berarti lo beneran sayang sama orang itu." (hal. 126)

Gokil amat selesai dua buku dalam sehari. Mungkin dua buku yang dibaca masuk kategori 'ringan'. Membaca buku ini, aku masih dibayang-bayangi buku-buku yang terakhir dibaca seperti "Persona" dan "Happiness". Cerita remaja yang menyayat hati mungkin sedang digandrungi akhir-akhir ini. Tentu setiap cerita yang dituturkan berbeda, seperti buku ini yang mengusung kekerasan pada perempuan.

***

Tidak banyak yang bisa dilakukan Zee ketika mamanya sudah berang. Setiap Zee melakukan setitik kekeliruan yang menurutnya bukan suatu kesalahan, mamanya memasukkannya ke kamar mandi dan menyiramnya dengan air atau memukulnya dengan apa pun yang ada dalam genggamannya. Bahkan bila sudah kelewatan, mamanya bisa membenamkan kepalanya berkali-kali ke dalam bak mandi. Namun, Zee tidak mau siapa pun tahu akan hal ini. Ia hanya punya mamanya.

Sam tahu ada yang salah dengan Zee dan babak-belur yang terpatri di tubuhnya bagai tato. Sebagai siswa yang terkenal badung, Sam sebenarnya tidak peduli dengan pelajaran bahkan siswa-siswi lain. Tapi ini Zee. Dan Sam ingin membantu karena ia tahu Zee memang dalam masalah. Lagi pula, ia ingin melindungi orang yang disayanginya, seperti ibu dan kakak perempuannya dari kekejaman sang ayah.

02 Juli 2016

Ulasan Buku: Get Me Out of Here!

Sampul
(Middle School #2)
Pengarang : James Patterson & Chris Tebbetts
Penerbit : Noura Books
Tahun : 2014
Dibaca : 2 Juli 2016
Rating : ★★★★

"Percayalah pada ibukamu bukanlah satu-satunya anak yang berkeliaran di Cathedral yang berpikir apakah mereka cukup bagus. Seni merupakan dunia yang sangat kompetitif, bahkan di sekolah menengah." (hal. 169)

Buku pertama yang membuat kesal karena kelakuan pembuat masalah Rafe tidak menghalangiku untuk meneruskan buku selanjutnya. Untungnya, aku disuguhkan dengan cerita yang tidak melulu tentang Rafe yang berbuat onar dan menjadi biang masalah dan mendapat lebih banyak masalah lagi. Pada buku keduanya ini, aku merasakan Rafe yang lebih berhati-hati dalam bertindak dan meskipun masalah tidak pernah pergi dari Rafe, yang dialaminya kali ini bukan semua salahnya.

***

Rafe pindah ke kota karena nasib membawanya harus ke sana. Ia yang mengidamkan sekolah seni di Airbrook harus mengubur impiannya itu. Restoran tempat ibunya bekerja dilalap si jago merah yang membuat mereka menumpang di rumah sang nenek dan membuat Rafe harus tidur di sofa karena rumah sang nenek yang sempit. Satu pagi, Rafe diminta bersiap diri untuk wawancara masuk sekolah barunya yang untungnya adalah sekolah seni publik seperti di Airbrook yang diidam-idamkannya. Apakah Rafe bisa lulus dan melanjutkan sekolah di sana?

24 Juni 2016

Ulasan Buku: The Worst Years of My Life

Sampul
Judul : Middle School: The Worst Years of My Life
(Middle School #1)
Pengarang : James Patterson & Chris Tebbetts
Penerbit : Noura Books
Tahun : 2013
Dibaca : 11 Juni 2016
Rating : ★★★

Aku buru-buru membaca ini setelah mengetahui bakal ada adaptasi filmnya yang bakal tayang dalam waktu dekat. Yah, siapa tahu akan beda jalan cerita dengan karya aslinya. Dan sepertinya memang begitu. Jadi, sebelum menikmati film yang diperankan oleh Griffin Gluck dan Lauren Graham, mari cari tahu seberapa nakal si pemeran utama bernama Rafe ini.

***

Rafe Khatchadorian mungkin hanya ingin membuat hari-hari membosankannya di sekolah menjadi menyenangkan. Dia mendapatkan buku "Tata Tertib Hills Village Middle School" saat Pertemuan Akbar Sekolah. Buku itu berisi semua hal menyangkut apa yang perlu siswa-siswi ketahui tentang yang boleh dan tidak boleh dilakukan di sekolah. 

Rafe melihat Leo membalik buku itu dan menunjukkannya gambar seorang anak yang begitu keren dan jauh lebih menyenangkan darinya. Setelahnya, ide muncul di benak Rafe. Ide sangat besar dan superkonyol. Ide yang mengalirinya seperti banjir bandang. Sebentar, Leo itu siapa?

20 Mei 2016

Ulasan Buku: The Penderwicks

Sampul
Judul : Keluarga Penderwick
Judul Asli : The Penderwicks
Pengarang : Jeanne Birdsall
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tahun : 2008
Dibaca : 8 Mei 2016
Rating : ★★★★★

"Ini salahmu, Batty. Kita takkan tersesat jika Hound tidak memakan peta, dan Hound takkan memakan peta kalau kau tidak menyembunyikan sandwich-mu di dalamnya." (hal. 10-11)

Satu hal konyol yang terjadi ketika mulai membaca ini adalah menunggu-nunggu hadirnya entitas fantasi seperti monster atau peri atau makhluk-makhluk aneh semacam itu. Entah kenapa aku mengaitkan buku ini mirip seperti buku genre fantasi keluarga-kakak-adik seperti "The Spiderwick Chronicles". Kau tahu kan, kata "Penderwick" dan "Spiderwick" itu tidak jauh-jauh amat. Mungkin mereka memiliki hubungan dan memiliki petualangan seru yang sama.

***

Keempat kakak-beradik Penderwick dan ayah mereka berkendara menuju Arundel, lokasi liburan musim panas mereka kali ini. Setelah tersesat karena masalah peta, mereka bertanya kepada seorang penjual tomat bernama Harry dan menemukan rumah besar yang menjadi tempat tinggal mereka selama menghabiskan liburan. Seorang remaja laki-laki bertubuh jangkung bernama Cagney yang kemudian diketahui sebagai tukang kebun Arundel Hall.

Arundel Hall adalah kompleks luas yang berisi beberapa bangunan. Keluarga Penderwick menempati vila tamu dibalik halaman belakang rumah utama besar yang ditempati Mrs. Tifton, seorang wanita pemilik Arundel Hall yang cantik tetapi luar biasa congkak. Setidaknya seperti itu yang dikatakan oleh Harry. Lalu, keseruan apa yang terjadi selama liburan musim panas Keluarga Penderwick?

18 Mei 2016

Ulasan Buku: Flora & Ulysses

Sampul
Judul : Flora & Ulysses
Pengarang : Kate DiCamillo
Penerbit : Walker Books
Tahun : 2013
Dibaca : 3 Mei 2016
Rating : ★★★★

"Fear smells. And the smell of fear further incites the predator." (hal. 122)

Bisa kembali bertemu dengan karya pengarang anyar favorit itu senang rasanya. Kenapa pengarang anyar favorit? Karena memang baru menjadikan Tante Kate pengarang favorit setelah membaca dua bukunya: "The Miraculous Journey of Edward Tulane" dan "The Tale of Despereaux". Aku menemukan buku ini dan beberapa buku Tante Kate lain di Big Bad Wolf Books Indonesia yang diselenggarakan beberapa waktu lalu. Cerita lengkapnya bisa dibaca di blog Shiori-ko.

***

Cerita bermula ketika Flora, seorang yang mengaku dirinya "cynic" melihat seekor tupai di halaman rumah tetangganya. Tupai itu dalam keadaan bahaya karena penyedot debu mengejar-ngejarnya—ceritanya panjang. Flora berlari ke halaman rumah Mrs. Tickham dan menemukan si tupai sudah berada di dalam penyedot debu dan terkapar tak berdaya. Mrs. Tickham menjerit-jerit dan menyebut dirinya sendiri seorang pembunuh.

Sejak pertemuan yang menegangkan itulah Flora berteman dengan si tupai—yang kemudian diberi nama Ulysses. Bersama si tupai yang pandai menolong dan membuat puisi itu, Flora mencari tahu apa sebenarnya arti keluarga, terlepas dari kedua orangtuanya yang sudah berpisah.



21 April 2016

Ulasan Buku: The Stardust Catcher

Sampul
Judul : The Stardust Catcher
Pengarang : Suarcani
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tahun : 2016
Dibaca : 20 April 2016
Rating : ★★★★

Aku mulai waswas karena menyukai satu genre tanpa menyadarinya: Young adult. Tahun ini saja mungkin genre ini lebih banyak kubaca ketimbang fantasi, genre yang kataku favorit. Tapi selama kau menikmati apa yang kaubaca, tidak ada salahnya kan? Persetan dengan genre!

***

Joe dihadapkan pada kondisi kedua orangtuanya yang akan melaksanakan sidang cerai. Untungnya, dia harus pergi untuk berdarmawisata bersama rombongan teman kampusnya ke Bali. Dia berharap kepergiannya ke Bali bisa mengentaskan kesialan yang dialaminya. Tapi ternyata tidak.

Ditinggal oleh rombongan busnya, tersesat, dan bertemu sesosok peri yang aneh, Joe berpikir kesialan masih tidak mau pergi dari dirinya. Hingga akhirnya dia dihadapkan pada satu kondisi di mana dia harus menolong seseorang. Seseorang yang kata si peri adalah jodohnya. Seseorang yang akan mengubah pandangan hidupnya kelak.

14 Maret 2016

Ulasan Buku: Qasidah Berjanji

Sampul
Judul : Qasidah Berjanji
Pengarang : Harry Dagoe & Salma Abdillah
Penerbit : Pastel Books
Tahun : 2015
Dibaca : 9 Maret 2016
Rating : ★★★

"Kamu masih punya di rumah, Qasidah. Masih banyak, mubazir jika berlebihan dan tidak terpakai. Seperti mainan lainnya yang sekarang tidak kamu mainkan lagi. Mubazir itu sifat yang ditemani setan penggoda, lho. Akan menjauhkan kita dari kebaikan di jalan Allah ...." (hal. 23)

Mari sebut buku ini sebagai novel anak-anak fantasi karya penulis lokal. Sampul bukunya sudah memberikan gambaran kasarnya; seorang gadis berhijab yang menunggangi kuda terbang. Diterbitkan oleh penerbit yang juga menerbitkan serial "Dilan" karya Pidi Baiq, dan ditulis oleh produser dan pembuat film yang menjadi rekan pembicara acara beberapa hari lalu, aku antusias mencoba membaca ini.

***

Anak perempuan berumur tujuh tahun ini sangat menyukai permainan pada gadget-nya. Tidak pernah sehari pun Qasidah meninggalkan gadget itu. Putri Pelangi yang menjadi karakter utama harus tetap menjaga Diamond Kingdom, kerajaan pada permainan yang digemari Qasidah. Bahkan ketika sang ibu meminta Qasidah menemaninya berbelanja, Qasidah harus dipaksa dan diiming-imingi pergi ke toko mainan untuk bisa patuh pada sang ibu.

Rengekan Qasidah sudah tak berarti ketika dirinya pergi ke dimensi lain. Ia tersadar ketika dirinya tak lagi terlihat oleh sang ibu padahal mereka saling berhadapan. Hingga datangnya seseorang yang katanya adalah doa sang ibu. Bagaimana mungkin doa bisa menjadi teman Qasidah di dunia antah-barantah itu? Bisakah Qasidah kembali bertemu sang ibu? Dan yang paling penting, apakah Qasidah menyesal atas apa yang telah dilakukannya selama ini?


27 Februari 2016

Ulasan Buku: Flipped

Sampul
Judul : Flipped
Pengarang : Wendelin Van Draanen
Penerbit : Orange Books
Tahun : 2011
Dibaca : 26 Februari 2016
Rating : ★★★★

Aku tahu buku ini ketika di kantor lama teman membawa buku ini dan merekomendasikannya padaku. Sejak saat itu aku coba mencari jejak buku ini, dan beruntunglah pada akhirnya dapat dalam edisi terjemahan yang sepertinya sudah lumayan langka. Lalu, saat teman blogger merekomendasikan buku ini sebagai buku romance favorit dan ada seseorang yang mau diajak baca bareng, aku tak akan menunggu lebih lama lagi untuk membacanya.

***

Seorang anak laki-laki bermata biru menarik perhatian Julianna Baker. Ada tetangga baru—sebuah keluarga—yang menempati rumah di depan tempat tinggalnya. Dengan niat baik, Juli menghampiri mereka dan membantu keluarga itu pindahan. Dan, ya ampun, si empunya mata biru itu benar-benar mengalihkan dunianya. Si empunya mata biru yang pada akhirnya dia tahu bernama Bryce Loski.

Bryce Loski tidak senang dengan gadis itu. Tiba-tiba saja datang mengganggu hidupnya. Bahkan ketika mereka belum kenal pun gadis itu sudah mencoba ambil alih perintah dan pamer; memanjati kardus-kardus yang ada di dalam mobil van penangkut barang. Tidak, Bryce sama sekali tidak suka dengan polah gadis itu. Bryce tidak suka kepada gadis yang pada akhirnya dia tahu bernama Julianna Baker.

12 Februari 2016

Ulasan Buku: For One More Day

Sampul
Judul : Satu Hari Bersamamu
Judul Asli : For One More Day
Pengarang : Mitch Albom
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tahun : 2012
Dibaca : 7 Februari 2016
Rating : ★★★★

Buku pertama di bulan ini yang sekaligus menjadi bahan penunjang untuk Posting Bareng BBI bertema #BBIValentinesDay. Sedikit melenceng karena kisah yang dituturkan pada buku ini bukan tentang cinta kepada pasangan atau sang kekasih, tetapi lebih kepada keluarga terutama sang ibu. Setelah ini bakal ada postingan khusus untuk menyemarakkan Posting Bareng BBI bulan Februari.

***

Charles "Chick" Benetto bertemu dengan pencerita untuk mengisahkan masa lalunya. Pria yang sering dipanggil Chick ini memiliki satu kejadian yang memilukan sekaligus membahagiakan. Ia bertemu dengan ibunya yang seharian mengajaknya jalan-jalan di kota kelahirannya, padahal seperti yang ia ketahui, sang ibu sudah meninggal beberapa tahun lalu.

Kejadian itu bermula ketika Chick berniat pulang ke kotanya dan mencoba bunuh diri. Saat jarak sudah dekat dan pagi menjelang, ia begitu kalut. Pada saat itulah kecelakaan yang membuat dirinya bertemu dengan sang ibu terjadi. Saat ketika ia kembali mengingat masa remajanya yang tidak begitu mulus karena ditinggal ayahnya. Saat ketika ia kembali mengingat bagaimana ibunya membesarkannya seorang diri dan membelanya. Saat ketika ia menginginkan berada satu hari lagi bersama sang ibu.

Back to Top