Tampilkan posting dengan label dystopia. Tampilkan semua posting
Tampilkan posting dengan label dystopia. Tampilkan semua posting

05 November 2016

Ulasan Buku: UnWholly

Judul : UnWholly (Unwind #2)
Pengarang : Neal Shusterman
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tahun : 2016
Dibaca : 29 Oktober 2016
Rating : ★★★★★

"Nikmati pengalaman berada di luar dirimu: Sambutlah keadaan terpisah-pisah." (hal. 122)

Para remaja dihadapkan kondisi suatu negara di mana mereka menjadi musuh sosial dan tidak diinginkan. Mereka yang penuh nafsu dan rasa ingin tahu, sulit diatur, nakal, tidak hormat terhadap orang tua, dan segudang masalah remaja lainnya menjadi alasan hal itu terjadi. Pemerintah memperbolehkan para orang tua yang memiliki anak seusia remaja di bawah 16 tahun untuk menyerahkan mereka untuk dipisahkan raganya. Hal itu baik karena daripada mereka merasa gagal sebagai orang tua untuk mendidik anak mereka, toh anak mereka yang begitu tidak bisa diatur ini bisa menjadi semacam penebusan dosa karena tubuh mereka nantinya akan lebih berguna bagi orang lain. Potongan tangan mereka bisa digunakan pelukis untuk membuat karya. Jantung mereka memberikan kehidupan baru bagi orang tua yang sekarat. Mata mereka dapat lebih berguna jika digunakan oleh para fotografer buta parsial untuk memotret dan menghasilkan gambar yang ciamik.

***

Petualangan Connor Lassiter, Risa Ward, dan Lev Calder berlanjut. Connor dan Risa yang berada di Kuburan Pesawat harus menutup rapat keberadaan mereka untuk keberlangsungan hidup lebih dari 700 Unwind desertir. Sebenarnya mereka menyebut diri mereka sendiri Wholly—utuh. Unwind adalah istilah yang diberikan oleh pemerintah atas mereka. Para Wholly masih tetap hidup di bawah bayang-bayang Resistansi Anti-Pemisahan (RAP), sebuah organisasi yang menentang pemisahan raga dengan menyelamatkan Unwind desertir. Namun mereka tidak terorganisasi sebaik yang dipikirkan orang. Akhir-akhir ini, RAP seringkali mengabaikan permintaaan logistik Kuburan Pesawat; persediaan obat pun tidak. Risa sangat membutuhkannya.

Di sisi lain, Lev yang terpisah dari Connor dan Risa harus melanjutkan hidup. Dihukum sebagai penepuk yang tidak penepuk, ia menjadi tahanan kota dan bersama Pastor Dan harus duduk di ruang hiburan penjara anak-anak setiap Minggu pagi dengan mengemban misi mulia; memberikan pelayanan kepada mereka. Suatu tragedi memilukan terjadi saat Hari Pramuka Putri dan Lev harus pergi sejauh mungkin dari tempat yang lebih dari setahun ia tinggali bersama Pastor Dan. Ia berada di mansion Cavenaugh dan perubahan drastis terjadi, ia dielu-elukan bagai nabi, bagai juru selamat, atas apa yang telah dilakukannya setahun lalu. Semuanya tidak akan sama lagi setelah hadirnya UnWholly—manusia tidak utuh—yang baru saja diciptakan. Apa yang terjadi pada mereka bertiga? Apakah Connor, Risa, dan Lev akan bersatu kembali?

05 April 2015

Legend

Pengarang : Marie Lu
Penerbit : Mizan Fantasi
Tahun : 2012
Dibaca : 1 April 2015
Rating : ★★★★

"Setiap hari berarti 24 jam yang baru. Setiap hari berarti segalanya kembali mungkin. Kau hidup pada saat ini, kau mengambil itu semua dalam satu hari, dalam satu waktu. Kau mencoba berjalan dalam cahaya." —Day (hal. 382)

Seperti bercanda aku baru membaca buku ini sekarang. Tidak, memang aku baru membaca ini. Pada 2012 lalu, aku masih ingat ketika penerbit akan merilisnya. Awalnya, aku menunggu-nunggu buku ini karena ulasan yang bikin penasaran; ditambah sampul US yang oke punya. Tapi setelah melihat sampul yang digunakan penerbit, minat baca buku ini langsung hilang.

18 Februari 2015

The Giver

Sampul
Judul : Sang Pemberi
Judul Asli : The Giver
Pengarang : Lois Lowry
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tahun : 2014
Dibaca : 17 Februari 2015
Rating : ★★★★

Apel merah. Kata kunci yang akan membuatku terus mengingat cerita yang ada di dalam buku ini. Bila kau sudah menonton filmnya terlebih dahulu, kau akan mendapati beberapa adegan awal bernuansa grayscale. Tak ada warna, hanya hitam dan putih. Keteraturan. Kesamaan dalam Komunitas. Hingga seorang anak melihat, walaupun hanya sekelebat, apel yang berwarna merah.

Jonas sudah Dua Belas dan saatnya untuk Penugasan. Bersama teman-teman Dua Belas-nya yang lain, Jonas menunggu Upacara yang hanya diadakan pada bulan Desember setiap tahunnya. Jonas tercengang ketika dia mendapatkan Penugasan sebagai Penerima Ingatan. Dan setelah itu, pembaca akan dibawa menuju kritis Komunitas yang sesungguhnya.

07 Januari 2014

The 5th Wave

Sampul
Judul : Gelombang 5
Judul Asli : The 5th Wave (The 5th Wave, #1)
Pengarang : Rick Yancey
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tahun : 2013
Dibaca : 7 Januari 2014
Rating : ★★★★
Novel ini adalah pemberian giveaway dari Sang Penerjemah, mba Angelic Zaizai di grup facebook yang aku buat. Sangat terharu...

Oke. Aku penasaran sama senapan M16 dan pisau-mengerikan-sepanjang-25-centimeter. Jadi ini penampakannya:


M16

description
Pisau Mengerikan Sepanjang 25 Centimeter
Kenapa aku penasaran? Karena kedua benda itu yang terlintas ketika mengingat nama Cassiopeia Marie Sullivan atau biasa dipanggil Cassie. Cassie selalu membawa M16 pemberian ayahnya yang awalnya dia heran karena dia belum pernah menggunakan senjata apapun. Dan pisau-mengerikan-sepanjang-25-centimeter? Dia menemukannya di gudang senjata Markas Makhluk Lain.

Jadi, kenapa Cassie berhubungan dengan kedua benda itu? Itu bermula ketika Makhluk Lain yang menyerang Bumi dan membuat Bumi dan isinya (read: manusia) menjadi kacau-balau. Hampir seluruh populasi di Bumi menurun drastis karena serangan bergelombang Makhluk Lain itu. Ya. Beberapa gelombang, hingga hampir saja (lagi) Cassie mati di gelombang yang ini, gelombang kelima.

Cassie tahu bahwa Kedatangan Makhluk Lain merubah kehidupan biasanya: sekolah, menaksir Ben Parish, berlatih karate, dan lainnya. Cassie harus mencari adiknya, Sammy, yang dibawa Makhluk Lain. Bersama Evan Walker, pria yang menyelamatkan hidupnya di tengah badai salju yang dingin menggigit, Cassie mencoba menerobos markas Makhluk Lain yang mana manipulasi fakta dihadapkan pada anak-anak berumur di bawah 14 tahun. Memang pintar makhluk Lain itu! Sial!

Jadi, apa sih sebenarnya Makhluk Lain itu? Alien? Ya. Bisa dikatakan semacam itu karena arti kata alien adalah makhluk asing (read: makhluk lain) yang datang dari luar Bumi. Tapi wujudnya? Bukan, bukan makhluk dengan kepala besar bermata hitam lonjong dan berjari tangan tiga atau apapun itu. Makhluk ini ada dalam diri manusia. Bingung? Mungkin kalian harus mencari tahu sendiri. Kekeke...

Dengan adanya Makhluk Lain yang tidak digambarkan seperti biasanya, menjadikan ceritanya menjadi ingin-cepat-diketahui. Sudahlah, aku beri dua jempol karena menggugah pandanganku tentang alien atau Makhluk dari luar Bumi atau apapun kalian ingin sebutkan yang bisa datang kapan saja ke Bumi. Kita tidak tahu mungkin mereka sudah mengintai Bumi dan manusianya selama beberapa abad. Dan kita juga tidak tahu mungkin saja mereka sudah ada disini, di Bumi. Oh, aku ngelantur...

Selanjutnya tentang kedua cowok yang digambarkan sangat menawan. Yang satu cowok yang Cassie taksir sedari SMA, sebelum Kedatangan; Ben Parish. Satu lagi cowok yang Cassie taksir setelah Kedatangan; Evan Walker. Apa yang harus kukatakan? Evan membantu Cassie mencari adiknya. Ben pun sudah kenal adiknya akhir-akhir ini di Markas Makhluk Lain dan juga ingin menyelamatkan Sam. Jadi siapa yang Cassie pilih? Apakah cinta masih penting mengingat akhir peradaban manusia sudah di ujung tanduk? Menarik. Aku yakin ini kisah cinta yang nge-twist banget...

PoV-nya tidak melulu Cassie; ada Sam dan Ben juga di dalamnya sehingga tidak membuat bosan. Perbedaan pandangan dari setiap karakter pun berbeda, misalnya Sam dengan lagak kekanak-kanakannya (pastilah, karena dia masih berumur lima tahun). Asli, mungkin kalau PoV novel setebal lima-ratusan halaman ini cuma Cassie, aku bakal meninggalkannya. Ups.

Novel ini penuh dengan cerita pengorbanan, kegigihan, kesetiaan, dan kepercayaan. Kental juga dengan kisah cinta, maksudku bukan cuma cinta antara lelaki dan perempuan, tetapi juga kakak dan adik. Sungguh, setelah kalian membaca ini, kalian tidak akan menyia-nyiakan saudara kandung kalian. Kalian tahu apa maksudku...

Satu lagi kisah fantasi yang membuat khayalan dan imajinasiku semakin bertambah. Ini yang aku suka dari novel fantasi.

Lanjutannya? Aku menanti...

11 Desember 2013

The Hunger Games

Jadi, serial novel ini adalah salah satu yang "harus-dibaca" bagi para penggemar novel fantasi. Aku mengakuinya. Memang cerita fantasinya berbeda dengan yang lainnya. Walaupun sama-sama tentang kehancuran suatu negara atau wilayah yang biasa disebut novel bergenre distopia, tetapi ide ceritanya berbeda dengan yang lain.

Seri ini bercerita tentang suatu kondisi negara bernama Panem yang setiap tahun mengadakan acara tahunan sebagai bentuk rasa syukur dan rasa berterima kasih rakyat kepada pemimpin. Disini terlihat kepemimpinan yang otoriter sedang dijalankan oleh Panem.

Acara tahunan itu adalah The Hunger Games. Seperti namanya, acara ini merupakan permainan yang para pemainnya atau disebut "tribut" harus saling membunuh. Yang salah adalah para tribut ini harus berusia di bawah 18 tahun.

Nah... Nah... Menarik bukan? Berikut adalah ulasan trilogi The Hunger Games yang mana setiap filmnya masuk deretan teratas box office (walaupun sampai ulasan ini diturunkan, baru dua film yang sudah rilis). Ough!

***
Sampul
Judul : The Hunger Games
Pengarang : Suzanne Collins
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tahun : 2009
Dibaca : 31 Oktober 2013
Rating : ★★★★
Akhirnya selesai juga. Seru! Suatu konsep dunia yang baru, layaknya The Maze Runner atau Delirium dengan aksi yang kental. Bela-belain baca dan membuat review se-dini hari ini.

Fantasi? Tentu saja aku mencari-cari ada entitas yang tidak biasa dalam ceritanya, tapi aku hanya bertemu gerombolan serigala berdiri di akhir cerita yang bahkan hanya lewat setengah hari saja. Itu yang membuatku mengurungkan membuat nilai sempurna.

Seorang anak dilahirkan untuk diundi dan diserahkan untuk mati dalam suatu "ajang pencarian bakat". Seperti X-Factor? Ya, harus ada pemenang. Tapi, tidak semudah dan sesimpel itu. Kau harus bertarung dan bertahan hidup hingga kau menjadi penghuni terakhir yang masih hidup. Penghuni Terakhir ya? Kayak ajang pencarian bakat di salah satu stasiun televisi nasional itu. Hahaha....

Tentang peraturan ajang tersebut tidak akan kuceritakan karena akan menghabiskan waktu. Tapi tentang pemikiran subjektifku akan ajang tersebut... Aku berpikir, berarti hampir di semua ajang pencarian bakat itu seperti ini di dunia nyata? Benarkah? Suatu waktu ada yang pernah bilang kalau ajang tersebut hanya untuk menarik para penonton dan sponsor agar bisa memberikan sumbangsihnya untuk acara. Semacam charity? Bukan, ini dilakukan dengan pamrih. Semua untung. Semua kebagian. Dan mungkin para peserta juga dibuat sedemikian rupa untuk berlaga layak drama. Atau mungkin dalam setiap minggunya sudah ditentukan siapa yang akan dieliminasi dan dibayar atas itu? Hmmm... pemikiran ini terlalu buruk. Tapi, siapa yang tahu?

Kembali ke novel, kisah ini menceritakan dua pasangan dalam satu ajang yang dipaksauntuk saling mencinta, dipaksa saling berakting untuk mendapat sponsor. Tapi, selain itu, mereka juga harus berjuang untuk hidup. Entah bagaimana hingga akhirnya mereka benar-benar jatuh cinta dalam kehidupan nyata, tanpa berpura-pura, tanpa naskah skrip, tanpa berakting. Bisakah?

Satu cerita yang bisa mengajarkan arti hidup dengan segala kamuflase agar manusia mendapatkan uang, tetap mengisi perut yang selalu ingin minta tambah, dan tetap hidup. Dengan superioritas diktator yang menganggap diri mereka pengatur kehidupan dan manusia menghamba dengan paksa kepadanya. Kehidupan yang mengerikan!

Semua itu berpadu dengan sikap rela berkorban dan tidak memikirkan diri sendiri. Itu yang mungkin dijelaskan dalam novel ini.

***
Sampul
Judul : Tersulut
Judul Asli : Catching Fire
Pengarang : Suzanne Collins
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tahun : 2010
Dibaca : 8 November 2013
Rating : ★★★★

Buku kedua. Ketika cerita mulai menjadi lebih kompleks.

Tapi sebenarnya ini membosankan. Maksudku, dalam seri ini. Kenapa harus ada Hunger Games lagi? Walaupun dengan nama Quarter Quell, tapi kalau format permainannya sama, bagaimana pembaca (read: me) ingin lanjut membaca? Tidak! Tidak lima bintang!

Terlepas dari Hunger Games yang menguras tenaga dan jiwa, ide cerita yang sangat ditonjolkan disini adalah "pemberontakan". Kalau dengar kata berontak, pasti kita teringat akan tahu. Tahu berontak? Bukan, bukan. Kalau dengar kata berontak, pasti teringat tentang kehancuran daerah itu yang berlanjut ke akhir dunia.

Tapi novel ini belum. Belum akhir, masih pada bagian awal dan pada saat "deklarasi" tak bertoa yang memecah distrik-distrik di Panem untuk memulai. Seru? Pasti! Karena Katniss dan Peeta bahkan tidak tahu apa-apa mengenai rencana itu. Para peserta yang adalah para pemenang Hunger Games sebelumnya malah menjadi penggagas pemberontakan. Ah, pokoknya seru!

Lalu, penambahan karakter yang banyak memberi keberagaman dalam cerita. Sedikit pusing tentang siapa dari distrik mana, tapi selebihnya tidak masalah karena karakter utama seperti Katniss, Peeta, Gale masih lebih menonjol. Tapi ada karakter tambahan yang menonjol: Finnick. Si six-pack impian para wanita Capitol dari distrik... empat kalau tidak salah.

Tentang kisah cinta, mengingat seri ini ber-genre Young-Adult, Katniss dan Peeta masih memerankan sepasang kekasih, bahkan lebih seru lagi ketika Peeta memberitahu bahwa Katniss sedang hamil. Padahal ya, semua itu palsu... su... su...

Pelajaran yang dapat diambil adalah kesetiaan, bagaimana Katniss ingin berusaha agar Peeta tetap hidup. Bagaimana Finnick melindungi Katniss dan Peeta, pasangan pionir atas pemberontakan. 

Selanjutnya adalah rasa persatuan. Persatuan atas pemberontakan, atas sama-sama ditindas oleh Capitol dan ingin berubah. Persatuan ketika pemberontakan menjadi kunci untuk perubahan.

Jadi, setelah membaca buku satu, bacalah buku dua! Dan mungkin kalian ingin membaca buku ketiga...

***
Sampul
Judul : Mockingjay
Pengarang : Suzanne Collins
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tahun : 2012
Dibaca : 11 Desember 2013
Rating : ★★★★

Bahagia. Senang. Itu perasaanku setelah membaca lengkap semua seri The Hunger Games ini. Sepertinya aku lolos mejadi menjadi seorang fanatik fantasi. Sebenarnya ini terlalu subjektif, tapi berilah keleluasaan untukku!

Selanjutnya apa? Sebelumnya di buku dua, Katniss tidak sadar atas apa yang dilakukannya di arena Quartel Quell karena dia benar-benar tidak tahu apa yang sedang direncanakan untuk dirinya. Di buku tiga, Katniss tetap menjadi seorang yang rapuh dilihat dari kondisi fisiknya yang menurun.

Distrik Tiga Belas, yang Capitol bilang sudah menjadi distrik yang hangus ternyata masih ada. Para penduduknya bersembunyi di lorong-lorong bawah tanah yang luas tanpa sepengetahuan Capitol dan distrik lain. Tiga belas menjadi savior bagi para korban yang selamat dari pengeboman di Distrik Dua Belas. Dua Belas sudah hancur dan tengkorak-tengkorak korban bergelimpangan di sana. Tiga Belas, bersama Presiden Alma Coin, menjadi 'hal yang sangat berpengaruh' dalam pergerakan pemberontakan.

Tidak. Aku tidak akan menceritakan secara detail tentang bagaimana kehidupan di Tiga Belas yang pastinya berbeda dengan di Dua Belas. Aku bercerita tentang pemberontakan. Katniss Everdeen menjadi pionir dalam tersulutnya api pemberontakan. Ia harus mempengaruhi seluruh distrik dalam pemberontakan melawan Capitol. Ia juga harus tampil sebagai Mockingjay untuk dapat memberikan rasa percaya pada seluruh warga Panem.

Sebenarnya buku ini hanya empat ratus dua puluh halaman, tapi aku kalang-kabut untuk menceritakan inti ceritanya karena setiap potongan cerita itu layaknya inti cerita. Itulah yang mungkin menjadi dasar pembuatan dua bagian film dalam satu buku ini.

Maaf, tapi aku bingung harus bercerita sampai mana agar tidak memberikan spoiler. Mungkin aku hanya akan bilang: pada akhirnya Katniss hidup bahagia bersama kedua anaknya dengan berbagai kematian tragis yang terus membayanginya. Tidak, Katniss tidak akan memberitahukan hal itu kepada anaknya hingga mereka dewasa dan mengerti.

Jadi, bagaimana cara Katniss mempengaruhi seluruh penduduk Panem untuk melakukan pemberontakan? Apakah Katniss berhasil menjatuhkan Capitol? Dan siapa saja nyawa yang dikorbankan atas pemberontakan itu? Tidak! Aku tidak akan menyebut satu pun sampai kalian mengetahuinya sendiri.

Cerita yang sangat memukau, aku tak pernah merasa begitu dalam mengikuti alur ceritanya yang mendebarkan. Dengan aksi yang sangat kental, kau tak akan pernah merasa bosan dan ingin terus membaca hingga akhir. Twist yang keren dan tidak terduga masih menjadi ciri khas penulis. Tidak lupa dengan kisah romansa antara Katniss dan Peeta atau ... Gale? Atau keduanya...

Kutipan dari Plutarch Heavensbee tentang filosofi manusia setelah semua kejadian yang menimpa negeri Panem, Capitol dan distrik-distrik:

"Pikiran kolektif biasanya tak berumur panjang. Manusia adalah makhluk plin-plan dan bodoh, dengan ingatan yang payah dan diberkahi kemampuan menghancurka diri sendiri. Walaupun tak ada yang bisa menerka masa depan, mungkin inilah saatnya perdamaian. Mungkin inilah saatnya menyaksikan evolusi manusia."

Jadi, akhir yang bahagia? Entahlah... Baca dan nilai sendiri!

01 September 2013

Unwind

Sampul
Judul : Pemisahan Raga
Judul Asli : Unwind
Pengarang : Neal Shusterman
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tahun : 2013
Dibaca : 31 Agustus 2013
Rating : ★★★★★

Sampulnya keren ya... Seger kayak buah jeruk yang baru dipetik. Beda banget sama sampul asli yang diterbitkan oleh Simon & Schuster Books.

Wow! Bahkan ketika jumlah halaman tidak lagi penting, kau akan terus membaca ketika jalan ceritanya begitu memikat. And, I felt that! Sangat disayangkan karena harga novel yang tidak murah harus aku baca dengan sangat cepat. Tapi apa? Itu berarti aku sangat menikmati ceritanya bahkan ingin cepat-cepat sampai di bagian akhir cerita.

Sampul yang Serem
Okay, hold on! Aku akan berbagi tentang ide cerita. Entah penulis yang begitu cerdas mengalun kata atau karena penulis memang sangat melihat peluang dalam satu masalah kecil yang bahkan tak seorangpun ingin mengangkatnya menjadi suatu kisah pelajaran. Mungkin penulis sungguh orang yang sangat peduli dengan lingkungan dengan sosialnya karena penulis memilih pemisahan raga yang selama ini, di dunia nyata, menjadi hal yang tabu dan sangat rahasia.

Apa itu pemisahan raga? Singkatnya, mereka adalah orang atau oknum yang menjual organ-organ dalam tubuh mereka kepada para pembeli yang membutuhkan hidup.See? Itu sangat umum, bahkan di Indonesia praktek semacam itu banyak diberitakan. Jadi itu kisah nyata.

Nah! Dari ide cerita atau ide penulisan atau apapun itu namanya, penulis membuat sendiri kisah tentang suatu kondisi dunia ketika pemisahan raga itu dilegalkan dan diatur. Tapi para korban adalah para anak-anak di bawah 18 tahun. Ketika ada peraturan, pasti ada pelanggaran. Itulah yang dilakukan Connor, Risa, dan Lev. Mereka berpikir bahwa bertahan hidup itu perlu dan mati memang tidak dengan seperti itu.

Aku mulai menyukai gaya penulisan om Neal ketika tiga narasi dari tiga bocah itu dipertemukan dalam satu waktu. Padahal sebelumnya masing-masing dari mereka meiliki narasi yang berbeda. Dan itu mengagumkan! Tiga narasi digabungkan dalam satu waktu. Oh, mungkin kalian belum mengerti maksudku, tapi kalian akan mengerti pada waktu membacanya. Dijamin!

Sayang sekali, gaya penulisan yang begitu memikat harus dibayar dengan tulisan yang masih ada salahnya. Aku bisa menghitung paling tidak ada lima kesalahan, walaupun tidak terlalu fatal, namun sangat mengganggu dan membuat jalan cerita menjadi berbeda sehingga aku harus membaca ulang di bagian itu. Ayolah, para editor, bekerjalah lebih keras!

Secara keseluruhan, novel ini: juara! Kalian harus membacanya! Walaupun bukan merujuk ke novel fantasi, namun gaya ceritanya hampir sama: rencana, petualangan, hal yang baru, dan akhir yang mendebarkan. Oh, tunggu. Bicara tentang akhir, aku sangat berharap seri selanjutnya cepat diterjemahkan dan diterbitkan.

Aku mengambil beberapa teori yang kukutip dari isi novel:
1. Teori Mengibaskan Tangan di Atas Api oleh Hayden (halaman 149).

“Api cuma bisa membakar tanganmu kalau kau bergerak terlalu pelan. Kau bisa memainkannya semaumu dan tak akan pernah terbakar, asal kau cukup cepat. Semua orang memang tahu hasilnya, tapi tak ada yang tahu cara kerja pemisahan raga. Aku kepingin tahu bagaimana prosesnya. Apakah seketika itu juga, atau mereka menyuruhmu menunggu? Apakah mereka memperlakukanmu dengan baik, atau malah tak acuh?”

2. Teori Jiwa dan Cinta oleh Diego (halaman 237).

“Seseorang tak punya jiwa sampai dia dicintai. Jika seorang ibu mencintai bayinya, menginginkan bayinya, bayi itu mendapat jiwa sejak ibu mengetahui kehadirannya. Saat kau dicintai, itu saat kau mendapat jiwa.”

Aku yakin itu bukan spoiler karena tidak ada hubungannya sama sekali dengan jalan cerita, hanya sebagai perenungan pembaca. Dan aku harus menuliskannya untuk diriku sendiri, tentu saja. Juga untuk kalian yang mungkin, akan sangat ingin tahu setelah membaca review ini. Tertarik? Jangan bengong saja di situ! Lari ke toko buku, beli dan baca!

25 Agustus 2013

Delirium

Sampul
Judul : Delirium
Pengarang : Lauren Oliver
Penerbit : Mizan Fantasi
Tahun : 2012
Dibaca : 25 Agustus 2013
Rating : ★★★


Akhirnya selesai juga menghabiskan satu buku ini. Butuh waktu yang lumayan lama untuk membacanya. Berapa lama? Berapa lama? Hampir dua bulan! Wow! *Standing-ovation*

Kenapa begitu? Karena aku berpikir cerita ini begitu feminin, terlalu banyak drama dan bertele-tele. Mengingat tokoh utama adalah seorang wanita dan sang penulis adalah seorang wanita membuatnya menjadi “lebih mengerti wanita” atau “cewek banget.” Entahlah, aku selalu berpikir bahwa penulis wanita itu lebih berhati-hati dan berlaku sempurna dalam menulis. Tapi hal itu malah membuat hasilnya terlalu kaku. Sorry to say that!

Jalan ceritanya sebenarnya menarik, yaitu tentang suatu kondisi dunia dimana cinta adalah hal yang terlarang. Penyakit mematikan. Sungguh mengerikan. Oh, ayolah!

Hidup tanpa cinta, bagai taman tak berbunga…
Oh begitulah kata para pujangga…
(sing a song)


Dan memang, lagu itu benar. Coba pikirkan: bagaimana bisa kita menikah, menjalin hubungan suami-istri, dan memiliki anak hanya dengan suatu prosedur tanpa ada rasa saling cinta? Prosedur. Semacam hal yang telah menjadi peraturan dan harus dipatuhi seluruh manusia.

Namun sebagian dari mereka membangkang. Mereka menganggap bahwa cinta adalah hal yang lumrah dan setiap manusia memang harus memilikinya. Mereka disebut Simpatisan. Selain itu, untuk mereka yang terinfeksi virus cinta harus dikeluarkan dari wilayah Negara, diasingkan ke luar perbatasan. Mereka disebut Invalid. Menarik ‘kan ide ceritanya?

Kondisi seperti itulah yang tengah dirasakan oleh Lena, seorang gadis 17 tahun yang hidup bersama bibinya karena kedua orang tuanya telah tiada. Ayahnya meninggal dan ibunya dibunuh karena tidak dapat disembuhkan dari cinta. Invalid. Hingga suatu saat Lena bertemu dengan Alex yang begitu mencintainya. Romantis bukan? Selanjutnya baca sendiri ya….

Overall, novel ini menyuguhkan kisah fantasi yang berbeda dari cerita-cerita lain. Ide ceritanya keren! Ending cerita pun sungguh mendebarkan. Membuat para wanita menangis dan teriak histeris. (Oh, come on, Dude!) Menarik pembaca untuk meneruskan kisahnya di seri selanjutnya: Pandemonium.

Namun sayang, terlalu banyak narasi dan sedikit dialog membuat pembaca menjadi bosan, jenuh, dan lelah. Seperti ingin tidur saja. Serius. Aku mengalaminya sendiri.Hahaha

Di setiap kisah pasti ada pelajaran yang didapat. Aku mempelajari tentang bagaimana tekad yang kuat harus dibarengi dengan tindakan yang tepat. Bagaimana bisa kita mencintai seseorang tanpa berkorban untuk mendapatkannya? Intinya sih, berkorban demi dia yang kamu cinta.

Aku mengambil sedikit kutipan di akhir novel ini:

“Tapi, aku punya sebuah rahasia. Kau bisa saja membangun tembok setinggi langit dan aku akan selalu menemukan cara untuk melompatinya. Kau bisa saja mengimpitku dengan ratusan ribu lengan, tapi aku akan menemukan cara untuk melawan."

See? So mellow! So poetic! So beautiful! Ya’all have to read it, Ladies! Tapi tidak untuk para lelaki macho dengan brewok dan kumis yang tebal. Ini terlalu feminin! Ini terlalu tidak cocok!

07 Juli 2013

The Maze Runner

Awalnya aku berpikir bahwa seri novel ini tidak sebegitu menarik, tetapi aku dibuktikan dengan penilaian empat-bintangku yang memang sangat menegangkan dan seru. Maze Runner Series.

Thomas menjadi seorang anak yang tiba-tiba masuk ke dalam Kotak. Kotak menjadi tempat hidupnya yang baru. Dan semuanya lelaki, tak ada perempuan. Hingga suatu saat Teresa datang yang membuat semua penghuni Kotak terkejut. Ada yang salah. Tidak, bukan "ada" tapi semuanya salah.

Dan lagi, ada yang salah bila novel ini tidak diadaptasikan ke film. Dan tahun 2014, menjadi tahunnya para penghuni Kotak. Filmnya akan rilis bulan September 2014. Ini sneak-peek-nya:


Lift yang membawa para lelaki menuju Kotak
Berikut ulasan singkatku tentang serial karya James Dashner yang menurutku, menjadi bacaan wajib untuk para penggemar novel fantasi.


***

Sampul
Judul : The Maze Runner
Pengarang : James Dashner
Penerbit : Mizan Fantasi
Tahun : 2011
Dibaca : 30 Mei 2013
Rating : ★★

Kalian harus tau bahwa segala yang ada di Bumi berasal dari Tuhan, Sang Kreator. Mungkin hal ini yang mendasari terbentuknya cerita dari novel ini. Ada suatu tempat dimana Sang Kreator membebaskan ciptaan-Nya bergerak seluwes mungkin dan menentukan sendiri arah hidup mereka. Itu tiga poin.

Novel ini benar-benar membuka fantasi dan imajinasiku ketika setiap kalimatnya membuat kita semakin ingin mengetahui apa yang Sang Penulis atur. Contoh kecilnya adalah Kotak.

Kalian tak akan pernah memikirkan hal lain dengan kotak yang biasa kalian tau. Kotak di sini adalah satu tempat yang entah dari mana asalnya memberikan begitu banyak misteri di dalamnya. Seorang anak setiap bulan. Perbekalan setiap minggu. Beberapa barang permintaan setiap ada yang meminta. Kalian tidak tahu dari mana asalnya. Siapa yang mengirimnya. Bagaimana cara mengendalikannya. Dan masih banyak pertanyaan lain atas satu objek yang disebut Kotak. Misterius! Sangat membuat kita ingin mencari tau lebih banyak lagi!

Dan untuk pesan terakhirnya itu... Ya, aku yakin aku harus terus menjelajahi ceritaUncle James ini. Sungguh cerita fantasi yang err... membuat Otak Kanan kalian terus bekerja!


***
Sampul
Judul : The Scorch Trials
Pengarang : James Dashner
Penerbit : Mizan Fantasi
Tahun : 2012
Dibaca : 11 Juni 2013
Rating : ★★

Akhirnya selesai juga membaca novel ini. Sempat tertunda karena ada presentasi makalah pemrograman yang ... sangat bikin kepala hampir terbelah. Pfffft...

Untuk ceritanya: mengagumkan dan ... menjijikkan. Tentang para Crank dan monster manusia yang ada di akhir cerita. Seluruh gambaran fisiknya membuatku mual.

Mengagumkan karena banyak sekali alur kehidupan yang baru dan mengejutkan. Seperti Thomas yang bertemu dengan Aris di asrama, Brenda dan Jorge di kota mati, dan Grup B di sisa akhir perjalanan menuju surga yang aman. Yang lebih mengejutkan ketika Teresa disebut pengkhianat dan ... memang seperti itu.

Mengenai gurun yang terik panasnya sungguh menyengat, awalnya aku tidak bisa membayangkan seperti apa. Gurun, tapi bertanah? Bukan pasir. Mungkin seperti lahan luas kosong yang terlalu gersang, bahkan air saja tidak mampu bertahan di sana. Seperti sawah yang sudah tidak ditanami padi di sepanjang musim kemarau. Mungkin seperti itu.

Pada akhirnya adalah yang lebih mengejutkan ketika Thomas tidak lagi percaya pada Teresa. Oh, ayolah! Cinta jadi benci? Sungguh cerita yang sangat tidak bisa ditebak!

Oh ya, satu lagi, salam jari tengah buat WICKED yang sudah membuat semua ini berjalan selancar mungkin. Jika aku adalah Thomas, sudah aku ludahi si WICKED itu, entah apa atau siapa mereka.


***
Sampul
Judul : The Death Cure
Pengarang : James Dashner
Penerbit : Mizan Fantasi
Tahun : 2012
Dibaca : 6 Juli 2013
Rating : ★★

Yeah! Berapa lama aku menghabiskan buku ini? Satu minggu? Mungkin lebih... Dan kalian tahu aku merasakan apa? Aku menyesal karena menunggu selama itu untuk mengetahui akhir cerita.

Awalnya aku berpikir kisah di novel ini bakal mulus dengan misi-misi WICKED sebelumnya. Tapi tidak! Thomas dan kawan-kawan tak lagi mempercayai WICKED dan mereka berusaha untuk menuntut balas apa yang dilakukan WICKED, dalam sudut pandang mereka tentu saja. Dan itu berhasil! Tak ada lagi aturan-aturan WICKED yang mereka patuhi dan WICKED tidak lagi berkuasa karena lambat-laun Thomas dan kawan-kawan tahu apa yang salah dalam rencana WICKED yang sesungguhnya.

Overall, kisah ini penuh aksi seperti biasa, pengkhianatan, persahabatan, dan kejutan! Apa yang mengejutkan? Oh, ayolah! Kalian pasti bisa menebak! Terlalu banyak cerita yang mengorbankan satu atau beberapa orang baik dan sangat dengan dengan pemeran utama. Oh, cukup sampai di situ!

Akhirnya, kita diberikan pesan tersirat bahwa rencana besar dan ambisius tidak selalu berjalan mulus dan sesuai dengan yang diharapkan. Mungkin cara yang dilakukan dalam rencana itu salah, dan ada cara yang lebih baik dan dapat meminimalisir risiko.

Akhir yang bahagia!

Dan, sebenarnya ... WICKED itu baik...
Back to Top