Tampilkan posting dengan label classic. Tampilkan semua posting
Tampilkan posting dengan label classic. Tampilkan semua posting

08 Maret 2017

Ulasan Buku: Of Mice and Men

Judul : Tikus dan Manusia
Judul Asli : Of Mice and Men
Pengarang : John Steinbeck
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tahun : 2017
Dibaca : 19 Februari 2017
Rating : ★★★★

"Begini saja, Lennie. Nanti, begitu aku bisa, aku akan memberimu anak anjing. Mungkin kau tidak akan bikin yang itu mati. Akan lebih baik dibandingkan tikus. Dan kau bisa elus dia lebih kuat." (hal. 22)

Secara tidak sengaja aku menemukan potongan obrolan yang disimpan dalam aplikasi perpesanan seperti ini: 'Hope' nggak pernah salah. Yang biasanya ngaco itu 'expectation'. Mungkin benar sih, ekspektasi kita ke orang terkadang berlebihan, terlalu menganggap dia 'best friend'. Petikan itu terasa menggebu-gebu dan penuh emosi. Sayangnya, aku lupa dengan siapa aku mengobrol dan membicarakan best friend sampai sebegitu intimnya. Dan aku juga tidak ingat siapa yang menuliskannya: aku atau lawan mengobrolku. Terlepas dari hal-hal pikun itu, aku bisa mengerti tentang petikan di atas dan memang beberapa yang diharapkan dan menjadi ekspektasi akan menyakitkan bila tidak sesuai kenyataan. Apalagi soal teman dekat atau sahabat.

***

George dan Lennie adalah dua pekerja serabutan yang berpindah-pindah dari satu rumah peternakan ke rumah peternakan lain. Bila sang pemilik sudah tak lagi membutuhkan mereka, mereka akan dilimpahkan ke pemilik lain yang menginginkan jasa jongos. Atau dalam kasus George dan Lennie, mereka kabur dari rumah peternakan si pemilik karena mereka berbuat sesuatu yang tidak sopan. Sebenarnya, Lennie yang berbuat tidak sopan. Ia mengelus-elus paha seorang wanita karena penasaran alih-alih bernafsu ingin melakukannya. Wanita itu tentu saja menjerit kencang. Untunglah George lekas membawa Lennie pergi walaupun sedikit alot karena Lennie masih ingin mengelus paha mulus sang wanita. Mereka kabur dari lingkungan tersebut dan coba mencari rumah peternakan lain.

Dalam perjalanan, George melihat Lennie menyembunyikan sesuatu di tangannya. George tahu apa itu: hewan pengerat menjijikkan. George marah dan minta Lennie menyingkirkannya. Namun, Lennie malah meraung-raung memohon agar George membiarkannya menyimpan binatang itu. George tidak suka karena itu sudah mati dan bisa saja Lennie memakannya secara diam-diam. Lennie bersikukuh untuk tetap menyimpannya. Sampai George memaksanya dan membiarkan Lennie menangis. George berjanji untuk menggantinya dengan anak anjing. Dan George menepati janjinya.

07 November 2016

Mengenal Asal-Usul Kambing Hitam pada Abad Pertengahan

Edited by Me
"Ain't I already been whipped twice today? Gaw! What's the prince done now?" (hal. 2)

Seorang anak ditakdirkan menjadi penerima hukuman bagi seorang pangeran cilik yang begitu bandel. Ia biasanya berasal dari kalangan bawah dan ditarik ke istana karena diiming-imingi hidup yang layak. Jika sang pangeran nakal, tidak patuh, tidak hormat, maka si anak deraan inilah yang harus menerima hukumannya. Di hadapan sang raja, sang pangeran yang bandel mendapatkan hukuman melalui si anak deraan, biasanya berbentuk cambuk. Alasannya sudah jelas, agar sang pangeran merasa bersalah setelah melihat si anak deraan kesakitan atas perlakuan yang sebenarnya dilakukan oleh sang pangeran itu sendiri. Pihak kerajaan tidak merasa itu hal yang salah, toh si anak deraan mendapatkan hidup yang layak di dalam istana dan itu adalah sebuah pekerjaan yang lumrah kala itu.

***

Itulah yang dialami Jemmy 'The Whipping Boy' setelah diambil ke istana setelah beberapa tahun. Hari itu Jemmy sudah menerima dua kali deraan dan akan mendapatkan yang ketiga setelah Prince Brat melakukan hal usil kepada raja dan ratu—menarik jatuh wig mereka saat makan malam bersama para tamu. Karena kelakuan Prince Brat itu, Jemmy mendapatkan 20 kali deraan. Dan itulah yang selalu Jemmy terima setiap hari; pekerjaannya, takdirnya. Namun sepertinya Prince Brat tidak merasakan secuil pun penyesalan atas apa yang seharusnya dia terima atas ulahnya itu. Tak hanya itu, malam itu juga Prince Brat mengunjungi kamar Jemmy dan mengatakan ia tidak puas atas apa yang diterima Jemmy dan ia memerintah agar Jemmy berteriak saat menerima setiap deraan yang menyakitkan itu bagai babi menguik.

Suatu malam Prince Brat meminta Jemmy untuk kabur dari istana. Tentu itu mengagetkan Jemmy karena: kenapa harus dia? Bukankah Prince Brat tidak menyukainya? Lalu, akan pergi ke mana mereka? Prince Brat tidak menyukai istana, ia harus belajar baca, tulis, hitung yang tidak bisa dilakukannya. Sang pangeran bahkan tidak bisa menuliskan namanya sendiri karena ia bisa menyuruh orang untuk membacanya. Begitupun untuk menulis dan menghitung. Tapi ia terlalu jenuh akan hal itu. Kisah ini dimulai ketika mereka berdua keluar dari istana menunggangi kuda. Petualangan apa yang akan mereka dapatkan? Akankah petualangan ini akan mengubah perangai dan tingkah laku Prince Brat? Oh, dan tentu saja ini kesempatan Jemmy untuk pergi selamanya dari pekerjaannya itu.

02 Oktober 2016

Ulasan Buku: Oliver Twist

Judul : Oliver Twist
Pengarang : Charles Dickens
Penerbit : Narasi
Tahun : 2015
Dibaca : 18 Agustus 2016
Rating : ★★★

Membaca karya penulis klasik seperti sebuah pencapaian, apalagi karya tersebut adalah karya ikonis sang penulis. Setiap mendengar nama Charles Dickens, yang terlintas di benak orang-orang adalah Oliver Twist yang pertama kali terbit pada 1837, walaupun setahun sebelumnya sang maestro telah menerbitkan kumpulan tulisan "Sketches by Boz" dan angsuran novel "The Paperwicks Paper" yang pertama hingga dijadikan novel pada 1837 juga; dua karyanya yang mungkin asing di telinga para pembaca literatur. Setelah itu, pria kelahiran 1812 ini menelurkan sejumlah buku yang tak kalah mendunia, antara lain "Great Expectations" dan "A Christmas Carol".

***

Oliver Twist kecil tak akan menyangka bahwa hidupnya akan seberat ini. Setelah ditinggal mati sang ibu, ia hidup terlunta-lunta, dari hidup bersama 20-an anak di rumah Bu Mann, lalu berpindah ke rumah penampungan milik Pak Bumble, lalu dijual ke Pak Sowerberry si tukang peti mati. Oliver harus tidur di salah satu peti mati di rumah Pak Sowerberry, sampai ia tidak tahan dengan anak lain yang bernama Noah karena mengejek ibunya yang katanya "bukan wanita baik-baik".

Oliver Twist akhirnya memberanikan diri untuk kabur dari tempat tinggal Pak Sowerberry, ia bertekad menuju London. Setelah berhari-hari, ia sampai tujuan dan bertemu dengan anak laki-laki bernama Jack Dawkins. Jack Dawkins membawanya ke sebuah tempat dan diperkenalkan dengan seorang pria bernama Fagin yang mengambil semua barang-barang Oliver untuk dicuci. Ternyata di balik kebaikannya, Fagin ada maksud tertentu pada Oliver dan semua anak-anak yang tidur di tempatnya. Sepertinya, hal-hal buruk selalu menimpa Oliver Twist sampai ia bertemu dengan seorang lelaki tua yang biasa dipanggil Pak Brownlow.

18 September 2016

Ulasan Buku: Fiksi Lotus

Judul : Fiksi Lotus: Kumpulan Cerita Pendek Klasik Dunia
Penerjemah : Maggie Tiojakin
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tahun : 2012
Dibaca : 17 Agustus 2016
Rating : ★★★

"Sebut saja pembersih sarung tangan. Mungkin saja cairan ini bisa membersihkan sarung tangan. Saya belum pernah mencobanya. Ada juga yang menyebutnya sebagai pembersih nyawa. Kadang-kadang nyawa pun perlu dibersihkan." (Ramuan Cinta - John Collier, hal. 11)

Aku ingat pernah membaca salah satu cerita pendek dari "Fiksi Lotus" dan aku bertanya-tanya di mana aku membacanya. Buku ini mengingatkanku dengan kumpulan cerita Amerika Latin yang pernah kubaca berjudul "Matinya Burung-Burung". Sempat berpikir beberapa cerita yang ada pada buku ini sama dengan cerita yang ada pada buku satunya. Namun setelah dicek satu-satu, tidak ada nama penulis apalagi judul cerita yang sama. Jadi, mungkin aku hanya halu~

***

Seperti yang tertera pada sampul utama, buku ini berisi 14 cerita pendek klasik dunia. Nama-nama yang pernah kudengar antara lain: Franz Kafka dengan cerpennya berjudul "Pesan Sang Kaisar" yang diterjemahkan dari "A Message from the Emperor" yang pertama kali diterbitkan pada 1917, cerpen Ernest Hemingway berjudul "A Clean, Well-Lighted Place" yang terbit pertama kali pada 1926 dan pada buku ini diterjemahkan menjadi "Persinggahan Malam", dan Anton Chekhov yang cerpennya pada buku ini—"Gegap Gempita"—diterjemahkan dari "Rapture" dan pertama kali diterbitkan pada 1884.

***

Aku pernah bilang pada ulasan cerita pendek sebelumnya bahwa satu di antara sekian banyak cerpen dalam kumpulan cerpen pasti melekat di benak. Pada "Fiksi Lotus Vol.1" ini, benak saya dilekatkan pada cerita karya Shirley Jackson berjudul "Charles" yang pertama kali diterbitkan pada 1948. Hentakan plot yang diberikan pada akhir cerita "Charles" memberiku pelajaran tentang bagaimana membuat cerpen yang sempurna dan membekas. Hal brilian itu adalah kejutan tak tertuga pada akhir cerita.

14 Juli 2016

Ulasan Buku: The Old Man and the Sea

Judul Asli : The Old Man and the Sea
Pengarang : Ernest Hemingway
Penerbit : KPG (Kepustakaan Populer Gramedia)
Tahun : 2016
Dibaca : 10 Juli 2016 (via SCOOP)
Rating : ★★★

"Burung-burung itu hidupnya lebih berat daripada hidup kita kecuali burung rampok dan burung-burung yang besar dan kuat. Kenapa burung-burung diciptakan begitu lembut dan indah, seperti burung layang-layang laut, sedangkan samudra kadang teramat kejam? Laut memang baik hati dan indah. Tetapi ia bisa sangat kejam dan itu tiba-tiba saja datangnya sedangkan burung-burung yang terbaing menukik ke air dan berburu, dengan suara lirih dan sedih adalah terlalu lembut untuk laut." (hal. 18)

Gambar di atas aku ambil sesaat sebelum balik ke Jakarta usai libur Lebaran. Terlihat latar dua motor yang dipenuhi barang-barang pribadi dan oleh-oleh untuk dibawa oleh keluarga paman kembali ke kota domisilinya di Indramayu, Jawa Barat. Sungguh satu minggu itu waktu yang singkat untuk melepas rindu bersama keluarga. Tapi mungkin kalau lebih lama dari itu juga tidak akan terasa kerinduan untuk mengalaminya kembali di masa datang. Selamat tinggal liburan!

Aku harus bilang aku terlalu bodoh untuk menghafal buku-buku yang sudah kumiliki. Sesaat setelah membaca secara digital buku ini, aku baru ingat kalau aku sudah memiliki buku fisiknya yang kubeli awal tahun lalu. Hal ini menandakan bahwa aku terlewat. Hal itu mengindikasikan bahwa aku bukan orang yang pandai menimbun. Jadi, ada yang mau buku fisiknya? Beri jejak pada kolom komentar di bawah ya! Gambar buku fisiknya bisa kamu lihat pada postingan ini.

02 Februari 2016

Ulasan Buku: Student Hidjo

Sampul
Judul : Student Hidjo
Pengarang : Mas Marco Kartodikromo
Penerbit : Narasi
Tahun : 2010
Dibaca : 25 Januari 2016
Rating : ★★★

Seharusnya aku malu dengan postingan ulasan kali ini. Malu karena resolusi tahun 2016 yang diekspektasikan tidak berjalan sesuai rencana. Seperti kebanyakan orang, aku juga membuat resolusi setiap pergantian tahun. Salah satu poin pada tahun ini adalah tidak membeli buku. Terlihat muluk tetapi beralasan: aku memiliki 60 lebih buku yang belum dibaca atau mari kita sebut sebagai timbunan. Hal yang sungguh mengusik kedamaian hidup.

Semua berubah setelah hidupku memasuki hari kedua tahun 2016. Aku ingat betul waktu itu aku sedang melancong di Bandung bersama Anastasia @ Jane and Her Bookienary dan berakhir di Gramedia Merdeka. Sialnya, ada bazar buku dengan harga miring di sana. Siapa yang tidak tergiur? "Student Hidjo" menjadi satu dari tiga buku yang pertama kali dibeli tahun ini. Aku bahkan mengabadikan momen memalukan ini via twitter.

12 September 2015

The Little Prince

Sampul
Judul : Pangeran Cilik
Judul Asli : Le Petit Prince
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tahun : 2010
Dibaca : 9 September 2015
Rating : ★★★

"Tentu saja. Jika kamu menemukan berlian yang bukan milik siapa-siapa, itu menjadi milikmu. Jika kamu menemukan pulau yang bukan milik siapa-siapa, itu menjadi milikmu. Jika kamu yang pertama mempunyai suatu gagasan, kamu patenkan: kamulah yang memilikinya. Dan aku memiliki bintang-bintang, karena tidak seorang pun sebelum aku pernah berpikir akan memilikinya." (hal. 57)

Dari filmnya yang tayang tahun ini, ditambah anggapan bahwa ini adalah childlit yang termasuk genre favorit, aku senang akhirnya bisa mendapatkan buku ini; dan membacanya tentu. Satu hal yang membuatku makin senang ketika buku ini juga berisi ilustrasi yang membantu penulis menginterpretasi maksud buku ini. Yah, walaupun pada akhirnya aku tidak mengerti keseluruhan cerita.

***

Seseorang bercerita tentang masa kecilnya. Dia menggambar seekor ular yang habis memakan gajah tetapi para orang dewasa menganggap gambar itu adalah sebuah topi. Dan mereka menuntutnya untuk tidak menggambar. Jadi, dia fokus pada hal lain; seperti ilmu bumi dan lain-lain yang membuatnya menjadi seorang pilot.

13 Juni 2015

Matinya Burung-burung

Sampul
Penyusun : Ronny Agustinus
Penerbit : Moka Media
Tahun : 2015
Dibaca : 10 Juni 2015
Rating : ★★★

Seperti yang tertulis di sampul, buku ini berisi kumpulan cerita sangat pendek dari Amerika Latin. Bila kalian lebih jeli, di atas aku menulis "penyusun" bukan "pengarang" seperti ulasan-ulasan sebelumnya. Ronny Agustinus adalah penyusun sekaligus penerjemah buku lebih dari 30 penulis ini.

Aku tertarik dengan buku ini karena cerpen yang ditaruh di awal: "Simulakra", diterjemahkan dari "Simulacros" karya Edmundo Paz Soldán asal Bolivia. Bercerita tentang seorang bocah pandai berbohong sedari kecil. Ia tetap melakukannya hingga hal yang sangat krusial terjadi dan ia tetap berbohong.

***

Penyusun benar-benar pandai dalam menyusun cerita-cerita pendek dalam buku ini. Awalan yang menggugah dengan cerpen "Simulakra" karya Edmundo Paz Soldán dan diakhiri cerpen "Bau Mayat" yang diterjemahkan dari "Del hedor de los cadáveres" karya Sergio Ramírez asal Nikaragua. Bau mayat-nya pasti akan terngiang-ngiang di benak pembaca seusai membaca.

07 Juni 2015

How to Live Forever?

Sampul
Pengarang : Natalie Babbitt
Penerbit : Atria
Tahun : 2010
Dibaca : 6 Juni 2015
Rating : ★★★★

"Itu berjalan terus, sampai ke lautan. Tetapi perahu ini, sekarang dia tertahan. Kalau kita tidak turun, ia akan berada di sini selamanya, berusaha untuk membebaskan diri, tapi tertahan. Dan begitulah kami, keluarga Tuck, Winnie." —Tuck (hal. 78-79)

'Bagaimana jika kau bisa hidup selamanya?' Aku akan melakukan kejahatan, kejailan, kenakalan dulu sebelum melakukan kebaikan. Aku ingin tahu seberapa puas melakukan hal-hal semacam itu; mencuri, berbuat onar. Tapi pertanyaan tersebut menggunakan unsur pengandaian kan? Jadi imajinasikan sajalah apa yang akan kau lakukan.

***

Winnie Foster masih 10 tahun ketika melihat seorang remaja 17 tahun minum dari sumber mata air keruh yang terletak di hutan milik keluarga Foster. Laki-laki berwajah tampan itu bernama Jesse Tuck, anak keluarga Tuck yang memiliki rahasia tentang hidup mereka beserta mata air keruh itu. Hanya Winnie, orang luar pertama, yang akan segera tahu rahasia apa yang keluarga Tuck miliki.

Mereka hidup selamanya! Ya, keluarga Tuck hidup selamanya. Dari sang ayah, ibu, hingga dua anaknya. Mereka tidak tahu apa mereka pantas mendapatkannya; apa hal itu sebuah anugerah atau kutukan. Ketika mereka menceritakan rahasia kepada Winnie, seorang pria berbaju kuning menguping semua rahasia itu.

06 Mei 2015

Charlotte's Web

Sampul
Judul : Charlotte's Web
Pengarang : E.B. White
Penerbit : Dolphin
Tahun : 2013
Dibaca : 4 Mei 2015
Rating : ★★★★★

"Kami pergi dari sini bersama angin yang bergerak naik. Itulah saatnya untuk mengembara. Kami ini aeronaut. Kami akan pergi menjelajah dunia untuk membuat jaring kami sendiri." (hal. 232)

Salah satu alasan kenapa aku terus membaca adalah merasakan pengalaman penulis bercerita. Begitu juga dengan buku terkenal ini yang juga termasuk 1001 buku yang harus dibaca sebelum mati. Ada pelajaran-pelajaran yang apabila kalian baca dengan saksama akan tahu arti tersiratnya. Miris rasanya karena aku hanya membayar Rp 15.000 untuk buku sebagus ini.

***

Wilbur lahir di kandang milik keluarga Arable. Akan tetapi babi itu akan "dibereskan" karena kerdil, kecil, dan lemah. "Tidak akan pernah laku dijual," kata Pak Arable. Fern, anak perempuan Pak Arable, yang tahu akan hal itu berteriak dan mendesak Pak Arable agar tak melakukan hal keji itu. Bilapun Pak Arable mengatakan Wilbur akan menyusahkan Fern berkeras untuk merawatnya.

14 Maret 2015

Versus Comanche, Winnetou II Part II

Sampul
Judul : The Wild West Journey: Versus Comanche
Judul Asli : Winnetou II
Pengarang : Karl May
Penerbit : VisiMedia Pustaka
Tahun : 2014
Dibaca : 11 Maret 2015
Rating : ★★★★

Ada beberapa hal yang membuatku memutuskan untuk menyukai paruh kedua buku Winnetou II ini. Dari judulnya, Versus Comanche merupakan suku yang melawan Apache, suku yang dipimpin Winnetou. Ada bagian yang bertempo cepat ketika kedua suku tersebut saling menyerang. Dan itu satu hal yang kusukai.

***

Charlie masih bersama dengan Old Death dalam misi mengejar Gibson dan menemukan anak Mr. Ohlert masih berlanjut. Kini mereka ditemani tiga rekan, yaitu Lange dan putranya, serta seorang negro bernama Sam yang masing-masing memiliki misi tersendiri.

23 Februari 2015

Animal Farm

Sampul
Judul : Animal Farm
Pengarang : George Orwell
Penerbit : Bentang Pustaka
Tahun : 2015
Dibaca : 21 Februari 2015
Rating : ★★★★

"Kaki empat baik, kaki dua jahat!" (hal. 48-49)

Pertama dan paling utama yang menjadi pengingatku akan buku ini adalah Napoleon. Dia seorang yang tak gentar untuk mendapatkan apa yang dia mau. Dengan kepandaian berbicaranya, dia melakukannya dengan, yeah, mulus; amat mulus. Aku ingat ketika dia berhasil menggulingkan saudaranya, Snowball, yang bahkan memiliki andil yang lebih besar darinya. Sungguh mengesankan Napoleon ini. 

Awal mula cerita dimulai ketika Major memiliki niat baik dari mimpi indah yang dia alami beberapa malam sebelumnya. Major berpidato di depan khalayak yang ada untuk pemberontakan. Dia ingin mereka berdiri di atas kaki mereka sendiri. Tanpa ada campur tangan orang lain yang menyuruh-nyuruh mereka, memperbudak mereka. Dan akhirnya pemberontakan terjadi setelah Snowball dan Napoleon memrakarsainya.

14 Februari 2015

Winnetou II Part I

Sampul
Judul : The Wild West Journey: Old Death
Judul Asli: Winnetou II
Pengarang : Karl May
Penerbit : VisiMedia Pustaka
Tahun : 2014
Dibaca : 8 Februari 2015
Rating : ★★★

Akhirnya selesai juga, setelah khawatir dengan paragraf panjang dan margin yang rapat.

Aku menyelesaikan buku ini hampir satu bulan. Yup. Berbanding terbalik dengan jumlah halaman buku yang hanya 150 lebih sedikit. Mungkin karena aku masih belum bisa menikmati setiap paragraf panjangnya yang bahkan dalam satu halaman hanya ada satu paragraf. Mungkin juga karena buku ini hanya terdapat dua bab. Sekali lagi: dua bab. Jadi, setiap babnya ada 70 halaman yang membuatku bingung bagaimana dan di mana aku berhenti sejenak untuk bernapas.

Terlepas dari hanya-dua-bab-dalam-satu-buku yang membuatku sedikit tidak tahan, aku menikmati petualangannya. Buku ini merupakan paruh pertama dari buku Winnetou II yang dikarang oleh Karl May. Dan aku masih takjub dan bertanya-tanya, mungkin saja penulis menggunakan pintu ajaib untuk, paling tidak, sedikit saja menilik bagaimana keadaan Amerika pada saat itu. Sungguh cerita yang mengagumkan.

06 Februari 2015

Charlie & Winnetou, BFF

Aku coba menarik garis lurus untuk mengetahui lini masa naskah asli Winnetou yang ditulis oleh penulis. Tapi sampai tulisan ini dibuat, tidak kudapati sesuatu yang jelas. Aku menemukan Winnetou yang sudah diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia menjadi empat seri oleh penerbit Pustaka Primatama pada tahun 2003.

Beberapa puluh tahun sebelumnya, Winnetou juga telah diterjemahkan ke Bahasa Indonesia dalam tiga seri, yang diterbitkan Noor Komala sekitar tahun 1970-an. Dan terdapat juga beberapa cetakan Pradnya Paramita yang membagi menjadi beberapa buku yang diterbitnya sekitar tahun 1970-an juga.

4 Seri Winnetou Penerbit Pustaka Primatama (2003)

18 Oktober 2014

Kaas

Sampul
Judul : Keju
Judul Asli : Kaas
Pengarang : Willem Elsschot
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tahun : 2010
Dibaca : 26 September 2014
Rating : ★★★★

Aku memasukkan buku ini ke kategori klasik karena pertama kali terbit pada tahun 1933. Penulis adalah seorang Belgia yang lahir di Antwerpen dan bernama asli Alphonsus Josephus de Ridder. Banyak buku yang sudah ditulisnya, buku ini salah satunya.

12 September 2014

Dubliners

Sampul
Judul : Ibunda
Judul Asli : James Joyce: Great British and Irish Short Stories
Pengarang : James Joyce
Penerbit : Nuansa
Tahun : 2004
Dibaca : 12 September 2014
Rating : ★★★★

Edisi terjemahan ini adalah kumpulan empat dari lima belas cerita pendek karya penulis yang terdapat dalam Dubliners, buku yang terbit pertama kali pada tahun 1914. Penerbit dari Kuala Lumpur membuat edisi lebih tipis dengan mengangkat empat cerita pendek: Araby, The Sisters, Eveline, dan A Mother yang berjudul James Joyce: Great British and Irish Short Stories; kemudian diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia dan diterbitkan dengan judul Ibunda.

09 September 2014

The Prophet

Sampul
Judul : Almustafa
Judul Asli : The Prophet
Pengarang : Kahlil Gibran
Penerbit : Bentang Pustaka
Tahun : 2011
Dibaca : 6 September 2014
Rating : ★★★★

Bisa dibilang, kisah klasik memiliki keindahan tersendiri dalam berbahasa. Seperti ada yang tidak terjamahkan oleh orang-orang masa kini; misterius. Itulah yang aku suka dengan kisah klasik. Dan begitu pula dengan buku ini.

Aku tahu buku ini sepertinya tidak begitu tebal, memang, hampir semua buku klasik di awal abad 19 tidak begitu tebal; seperti Just So StoriesThe Strange Case of Dr. Jekyll & Mr. Hyde, dan Siddhartha. Isinya yang aku tidak tahu; ternyata sajak-sajak penuh metafora yang sangat indah. Seperti kalimat-kalimat terkenal: "anakmu bukan anakmu" dan "mereka adalah putra putri kerinduan kehidupan terhadap dirinya sendiri".

03 September 2014

Siddhartha

Sampul
Judul : Siddhartha
Pengarang : Hermann Hesse
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tahun : 2014
Dibaca : 2 September 2014
Rating : ★★★

"Rupanya memang begitu. Semua mengambil, semua memberi, begitulah kehidupan." —Siddhartha (hal. 75)

Aku coba mencari persamaan cerita antara buku ini dengan kisah Siddhartha Gautama yang menjadi figur utama dalam Agama Buddha, tetapi ceritanya berbeda. Terang saja karena dalam buku ini Siddhartha dan Gautama merupakan dua karakter yang berbeda, walaupun pada akhirnya Siddhartha menjadi tubuh dari sang Gautama. Kamala yang menjadi pasangan Siddhartha pun tidak aku temukan dalam kisah Sang Buddha. Jadi, jangan samakan buku ini dengan kisah Sang Buddha.

Sang Buddha
Sepanjang membaca, aku sempat berpikir untuk menghentikannya karena aku tidak begitu mengerti jalan ceritanya. Dengan gaya bahasa dengan sudut pandang yang tidak konsisten (terdapat kata ganti orang ketiga dan pertama), membuatku semakin bingung. Sangat berat ya sepertinya, tetapi memang ini buku filsafat-agama yang isinya ungkapan-ungkapan yang hanya dimengerti sebagian orang. Selain itu, buku ini sudah ada sejak 1922 di Berlin sana, sudah sangat klasik. Tetapi aku ingin tahu akhir dari petualangan Siddhartha yang mencari arti hidupnya.

Tidak masalah bagiku dengan kesulitan-kesulitan itu, pada akhirnya aku menyelesaikan membaca buku ini. Dan aku mendapat pelajaran tentang bagaimana keserakahan dan nafsu adalah hal yang tidak patut dimiliki. Aku juga belajar tentang sungai yang dengan suara riaknya dapat menenangkan. Dan banyak lagi...

Om
Istilah-istilah Buddha juga aku dapatkan. Seperti kata "Om" yang berarti kesempurnaan, salah satu kata suci bagi penganut agama Buddha. Siddhartha menyadari kata itu adalah segalanya setelah sekian lama bersama Vasudeva, Tukang Tambang di sungai yang menjadi gurunya. Dan aku juga tahu simbol yang berada di sampul depan buku ini adalah simbol "Om".

Patut dibaca untuk menambah pengetahuan dan wawasan tentang bagaimana baik dan buruk dalam bertata krama.

"...cinta bisa diperoleh dengan mengemis, membeli, menerimanya sebagai hadiah, menemukan-nya di jalan, tetapi tak bisa dicuri. Dalam hal ini, kau sudah keliru. Tidak, akan sangat disesalkan, pemuda tampan seperti kau menanganinya dengan cara seperti itu." —Kamala (hal. 66-67)

15 Juli 2014

The Strange Case of Dr. Jekyll and Mr. Hyde

Sampul
Judul : Dr. Jekyll dan Mr. Hyde
Judul Asli : The Strange Case of Dr. Jekyll and Mr. Hyde
Pengarang : Robert Louis Stevenson
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tahun : 2011
Dibaca : 6 Juli 2014
Rating : ★★★★

"Tulang-tulangku seperti terlindas, perutku mual luar biasa, dan kengerian yang amat sangat mencekam jiwaku, sungguh perasaan yang tak terbayangkan di saat kelahiran ataupun kematian." (hal. 103)

Lagi. Terpana dengan bahasa cerita klasik masa lalu. Cerita ini terlantun sejak tahun 1886. Sudah sekitar dua ratus tahun, bahkan lebih. Tapi aku yakin akan selalu menjadi karya yang dikenang. Karena ke-absurd-annya, kekejiannya, mencekamnya. Dan hal-hal semacam itu.

Awalnya aku ragu untuk membaca ini. Mengingat kisah klasik terlalu banyak bernarasi ketimbang berdialog. Aku masih bertanya-tanya hingga sekarang kenapa hal itu sangat kentara. Tapi aku sangat ingin tahu kisah Dr. Jekyll dan Mr. Hyde setelah di buku sebelumnya yang kubaca, The Graveyard Books, menyebutkan sekali tentang mereka berdua.

Robert Louis Stevenson (1850-1894)
Ya. Aku tahu itu mustahil terjadi. Itu, maksudku tentang menjadi dua kepribadian yang berbeda dengan dua bentuk fisik yang berbeda pula. Bagaimana mungkin? Itulah yang membuat penulis terlihat brilian dengan membuat pemikiran pembaca untuk menerima hal itu. Menarik. Sangat menarik.

Kalian harus tahu betapa mencekamnya ketika Dr. Jekyll membeberkan semua rahasia lewat surat yang dikirimkan kepada Dr. Lanyon yang diteruskan kepada Mr. Utterson (semoga tidak salah). Seperti kutipan di atas. Dr. Jekyll menjelaskan tentang asal-usulnya, tentang kenapa ia melakukan perbuatan itu, tentang semua perincian yang memecahkan teka-teki kejadian selama ini.

Dan yang terakhir dan pamungkas, adalah tentang bagaimana harus mengontrol diri atas segala sesuatu. Tentang ambisi, tentang kepuasan diri, dan tentang keegoisan. Bagaimana menurut kalian?

23 April 2014

Just So Stories

Sampul
Judul : Sekadar Cerita
Judul Asli : Just So Stories
Pengarang : Rudyard Kipling
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tahun : 2011
Dibaca : 17 April 2014
Rating : ★★

Satu hal yang pasti tentang bagaimana penulis mengecohkan pemikiran pembaca tentang penciptaan hal-hal unik pada hewan, itu satu poin yang aku suka. Seperti terciptanya tutul macan, punuk unta, dan belalai gajah.


Rudyard Kipling (1865-1936) 
Ini adalah kumpulan cerita pendek yang ditulis oleh penulis. Aku tahu bahwa cerita pendek itu memiliki keterbatasan karakter dan masa (lama waktu) cerita. Tapi, buku ini membuatku terngiang-ngiang tentang hal-hal menarik itu. Cerita pendek memang pendek, tapi kalau membuatmu terus mengingat ceritanya walau sebagian, itu mungkin suatu hal yang hebat. Right?

***

Selain cerita tentang hewan (kebanyakan memang tentang hewan), ada satu atau dua cerita yang sungguh menggelikan. Yaitu tentang bagaimana huruf ditemukan. Yap, ceritanya tentang keluarga yang hanya berbicara satu sama lain, tidak dapat menulis dan belum ada huruf yang tercipta.

Suatu ketika sang ayah dan anak memancing dan bertemu dengan orang asing yang berbeda bahasa dengan mereka. Si anak meminta pertolongan orang asing itu untuk membantunya melakukan sesuatu dengan gambar yang dibuat di selembar kulit dahan pohon. Tapi tetap saja orang asing itu tak mengerti. Sungguh menggelikan bagaimana cerita itu terjadi; bagaimana mereka saling menerka-nerka apa yang dimaksud.

Hingga setelah kejadian yang tidak berakhir bagus itu, si anak dan sang ayah mencoba membuat karakter untuk memudahkan mereka beraktivitas. Diawali dengan membuat huruf A yang mereka buat dari mulut ikan yang terbuka terbalik dan diberi garis horisontal di tengahnya. Lalu huruf O yang tercipta karena ketika mengucapkannya tampak bulat seperti sebutir telur. Dan huruf-huruf lainnya pun tercipta.

***

Menggelikan bukan? Bagaimana kesederhanaan pemikiran yang membuat kita memikirkan hal itu seperti lelucon adalah hal yang bagus untuk diceritakan. Sesekali aku sempat berpikir: "Oh, iya ya. Benar juga." atau "Oh. Bisa juga mereka terbentuk dengan cara seperti itu." Aku yakin kalian akan mengingat hal itu bila membacanya.

Ini memang cerita yang hanya sekadar cerita, seperti judulnya. Tetapi jangan remehkan hal-hal di dalamnya. Kalian akan tertawa dan terheran-heran bagaimana penulis membuat cerita ini seperti masuk di akal! Atau mungkin saja benar-benar begitulah apa yang terjadi.

Oh ya, aku hampir lupa. Kepulauan Indonesia juga masuk dalam cerita, dalam cerpen "Kepiting dan Lautan Luas". Walaupun waktu itu Indonesia belum terbentuk; walaupun tertulis dengan nama pulaunya -Kalimantan, Sulawesi, Sumatra, Jawa, berikut pulau lain yang berada di sekitar daerah kepulauan Malaka- tetapi aku bangga karena ditulis oleh penulis di tahun 1902. Pasti mengenalkan pembacanya akan Indonesia.

Aku juga diberitahu tentang peribahasa: "Mind Your Ps and Qs!"

Everglades, Florida. Juga Disebut-sebut oleh Penulis.
Klasik dan sederhana! Makin suka dengan bacaan klasik!


"... Ayah pikir putri Ayah yang cerdas telah berhasil menemukan sesuatu yang penting. Lebih penting dari hal-hal lain yang pernah ditemukan sejak Suku Tegumai menggunakan gigi ikan hiu bukannya batu api sebagai mata tombak. Ayah percaya kita telah menemukan rahasia besar untuk seluruh dunia!" (hal. 95-96)
Back to Top