Tampilkan posting dengan label YARC 2016. Tampilkan semua posting
Tampilkan posting dengan label YARC 2016. Tampilkan semua posting

17 Desember 2016

Ulasan Buku: Selestia dan Penjara Teka-Teki

Judul : Selestia dan Penjara Teka-Teki
Pengarang : Yozar Firdaus Amrullah
Penerbit : Buah Hati (imprint Lentera Hati)
Tahun : 2016
Dibaca : 12 Desember 2016
Rating : ★★★★

Usai gelaran Festival Pembaca Indonesia yang menobatkan stan PNFI sebagai "Booth Terheboh", seseorang mendatangi kami dan menawarkan buku karyanya untuk diulas. Seketika itu juga memoriku menyelusup ke beberapa buku karya teman-teman lain yang sudah kudapatkan namun belum kubaca dan kuulas. Aku langsung berkata jujur padanya bahwa aku tidak bisa dengan segera membaca dan mengulas karyanya. Katanya bukan masalah dan tetap memberikannya padaku. Keesokan harinya, aku yang penasaran dengan gambar sampul depan dan sinopsis sampul belakangnya, memberanikan diri untuk membuka segel dan mulai membaca. Tak berapa lama, aku sudah terhanyut dalam cerita dan merasa yakin untuk menyelesaikannya pada hari itu juga.

***

Selestia sedang mencari jawaban dari rubrik teka-teki di majalah "Pelangi" ketika ibunya pulang membawa buku rapor kelas VII miliknya. Selestia tidak masuk sekolah karena hari itu adalah hari pengambilan rapor dan orang tua yang harus mengambilnya. Setelah memberi tahu bahwa Selestia naik kelas dengan nilai memuaskan, ibunya memberikan berita yang tidak mengenakkan. Janji kedua orang tuanya untuk jalan-jalan sekeluarga ke Singapura saat liburan kenaikan kelas harus batal karena kesibukan yang mendera kedua orang tuanya. Sebagai gantinya, Selestia ditawari untuk berlibur di rumah Tante Suryani di desa. Dan menurut Selestia itu bukan ide yang buruk.

Berlibur di desa tempat tinggal Tante Suryani tidak mengecewakan Selestia. Ia bisa bermain bersama Raka, anak Tante Suryani yang sekaligus sepupunya. Raka juga ternyata memiliki beberapa teman yang seru-seru juga. Ada Herman yang bertubuh tambun, Mutun yang berkacamata, dan Nori yang selalu berdandan menor. Suatu hari mereka bermain layang-layang. kelelahan serta kelaparan setelah bermain mendera mereka. Untungnya datanglah Pak Lik Sarlito yang menjajakan jajanan pasar khas desa, seperti nagasari, onde-onde, gemblong, dan semar mendem.

Jajanan pasar yang enak itu dibuat oleh seorang nenek yang tinggal di dalam hutan bernama Nenek Gayatri. Usut punya usut, sang nenek tinggal sendirian dan tidak ada yang membantu pembuatan jajanan pasar tersebut. Sebuah hal yang mustahil dan perlu diselidiki. Dengan penuh rasa ingin tahu, Selestia dan teman-temannya mengunjungi rumah Nenek Gayatri di dalam hutan. Sayangnya, sang nenek sedang tidak ada di rumah. Lalu apa yang akan dilakukan Selestia, Raka, Herman, Mutun, dan Nori?

12 November 2016

Ulasan Buku: Hikikomori-chan

Judul : Hikikomori-chan
Pengarang : Ghyna Amanda
Penerbit : Ice Cube
Tahun : 2015
Dibaca : 12 November 2016
Rating : ★★★

"Aku tadinya hampir bangkit untuk mencari tahu keberadaan pria asing itu, tapi aku mengurungkannya dan merebahkan tubuhku kembali." (hal. 44)

Hari Ayah di Indonesia bermula ketika Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mendeklarasikannya pada 12 November 2006 lalu di Solo. Uniknya, Hari Ayah digagas oleh sekumpulan wanita yang tergabung dalam Perkumpulan Putra Ibu Pertiwi (PPIP). Saat itu PPIP menggelar deklarasi Hari Bapak Nasional di Pendapa Gede Balai Kota Solo yang dihadiri ratusan orang dari berbagai kelompok masyarakat. PPIP dikenal sebagai komunitas komunikasi lintas agama. Deklarasi serupa juga digelar oleh anggota PPIP lainnya di Maumere, Flores, Nusa Tenggara Timur. Sejak saat itulah, 12 November ditetapkan sebagai Hari Ayah di Indonesia.

***

Raisa sudah ditinggal ibunya sejak empat tahun lalu. Sejak saat itu, ia mengurung diri di kamar dan tidak memiliki daya dan keinginan bahkan untuk keluar dari kamarnya. Ia menganggap dirinya sebagai hikikomori yang merupakan perangai seseorang yang cenderung menutup dirinya sendiri dari dunia luar. Raisa bahkan hanya keluar untuk makan, mandi, dan pergi ke toilet. Ia tidak lagi bersekolah sejak lulus SMP yang bahkan ijazahnya masih ditahan oleh Jirou si Serakah.

Hal tersebut akan terus seperti itu jika saja Vincent Muffon tidak hadir dalam hidup Raisa. Pria asing yang mengaku sebagai suami Reina, ibunya Raisa. Gadis itu sontak kaget karena selama hidupnya ia tidak pernah kenal dengan ayah kandungnya, apalagi yang bernama Vincent Muffon. Pria tinggi besar yang kemudian disebutnya Kyoujin—sebutan raksasa yang berasal dari serial Jepang "Attack on Titan"—itu kemudian tinggal di rumah peninggalan sang ibu yang dihuni Raisa sampai sekarang. Kyoujin selalu membuatkannya makanan dan menjaga agar rumah tersebut tetap bersih. Hingga Raisa tersadar bahwa ia sedang membuka diri pada pria besar yang mengaku sebagai ayahnya itu. Apakah Kyoujin benar-benar ayahnya?

07 November 2016

Mengenal Asal-Usul Kambing Hitam pada Abad Pertengahan

Edited by Me
"Ain't I already been whipped twice today? Gaw! What's the prince done now?" (hal. 2)

Seorang anak ditakdirkan menjadi penerima hukuman bagi seorang pangeran cilik yang begitu bandel. Ia biasanya berasal dari kalangan bawah dan ditarik ke istana karena diiming-imingi hidup yang layak. Jika sang pangeran nakal, tidak patuh, tidak hormat, maka si anak deraan inilah yang harus menerima hukumannya. Di hadapan sang raja, sang pangeran yang bandel mendapatkan hukuman melalui si anak deraan, biasanya berbentuk cambuk. Alasannya sudah jelas, agar sang pangeran merasa bersalah setelah melihat si anak deraan kesakitan atas perlakuan yang sebenarnya dilakukan oleh sang pangeran itu sendiri. Pihak kerajaan tidak merasa itu hal yang salah, toh si anak deraan mendapatkan hidup yang layak di dalam istana dan itu adalah sebuah pekerjaan yang lumrah kala itu.

***

Itulah yang dialami Jemmy 'The Whipping Boy' setelah diambil ke istana setelah beberapa tahun. Hari itu Jemmy sudah menerima dua kali deraan dan akan mendapatkan yang ketiga setelah Prince Brat melakukan hal usil kepada raja dan ratu—menarik jatuh wig mereka saat makan malam bersama para tamu. Karena kelakuan Prince Brat itu, Jemmy mendapatkan 20 kali deraan. Dan itulah yang selalu Jemmy terima setiap hari; pekerjaannya, takdirnya. Namun sepertinya Prince Brat tidak merasakan secuil pun penyesalan atas apa yang seharusnya dia terima atas ulahnya itu. Tak hanya itu, malam itu juga Prince Brat mengunjungi kamar Jemmy dan mengatakan ia tidak puas atas apa yang diterima Jemmy dan ia memerintah agar Jemmy berteriak saat menerima setiap deraan yang menyakitkan itu bagai babi menguik.

Suatu malam Prince Brat meminta Jemmy untuk kabur dari istana. Tentu itu mengagetkan Jemmy karena: kenapa harus dia? Bukankah Prince Brat tidak menyukainya? Lalu, akan pergi ke mana mereka? Prince Brat tidak menyukai istana, ia harus belajar baca, tulis, hitung yang tidak bisa dilakukannya. Sang pangeran bahkan tidak bisa menuliskan namanya sendiri karena ia bisa menyuruh orang untuk membacanya. Begitupun untuk menulis dan menghitung. Tapi ia terlalu jenuh akan hal itu. Kisah ini dimulai ketika mereka berdua keluar dari istana menunggangi kuda. Petualangan apa yang akan mereka dapatkan? Akankah petualangan ini akan mengubah perangai dan tingkah laku Prince Brat? Oh, dan tentu saja ini kesempatan Jemmy untuk pergi selamanya dari pekerjaannya itu.

05 November 2016

Ulasan Buku: UnWholly

Judul : UnWholly (Unwind #2)
Pengarang : Neal Shusterman
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tahun : 2016
Dibaca : 29 Oktober 2016
Rating : ★★★★★

"Nikmati pengalaman berada di luar dirimu: Sambutlah keadaan terpisah-pisah." (hal. 122)

Para remaja dihadapkan kondisi suatu negara di mana mereka menjadi musuh sosial dan tidak diinginkan. Mereka yang penuh nafsu dan rasa ingin tahu, sulit diatur, nakal, tidak hormat terhadap orang tua, dan segudang masalah remaja lainnya menjadi alasan hal itu terjadi. Pemerintah memperbolehkan para orang tua yang memiliki anak seusia remaja di bawah 16 tahun untuk menyerahkan mereka untuk dipisahkan raganya. Hal itu baik karena daripada mereka merasa gagal sebagai orang tua untuk mendidik anak mereka, toh anak mereka yang begitu tidak bisa diatur ini bisa menjadi semacam penebusan dosa karena tubuh mereka nantinya akan lebih berguna bagi orang lain. Potongan tangan mereka bisa digunakan pelukis untuk membuat karya. Jantung mereka memberikan kehidupan baru bagi orang tua yang sekarat. Mata mereka dapat lebih berguna jika digunakan oleh para fotografer buta parsial untuk memotret dan menghasilkan gambar yang ciamik.

***

Petualangan Connor Lassiter, Risa Ward, dan Lev Calder berlanjut. Connor dan Risa yang berada di Kuburan Pesawat harus menutup rapat keberadaan mereka untuk keberlangsungan hidup lebih dari 700 Unwind desertir. Sebenarnya mereka menyebut diri mereka sendiri Wholly—utuh. Unwind adalah istilah yang diberikan oleh pemerintah atas mereka. Para Wholly masih tetap hidup di bawah bayang-bayang Resistansi Anti-Pemisahan (RAP), sebuah organisasi yang menentang pemisahan raga dengan menyelamatkan Unwind desertir. Namun mereka tidak terorganisasi sebaik yang dipikirkan orang. Akhir-akhir ini, RAP seringkali mengabaikan permintaaan logistik Kuburan Pesawat; persediaan obat pun tidak. Risa sangat membutuhkannya.

Di sisi lain, Lev yang terpisah dari Connor dan Risa harus melanjutkan hidup. Dihukum sebagai penepuk yang tidak penepuk, ia menjadi tahanan kota dan bersama Pastor Dan harus duduk di ruang hiburan penjara anak-anak setiap Minggu pagi dengan mengemban misi mulia; memberikan pelayanan kepada mereka. Suatu tragedi memilukan terjadi saat Hari Pramuka Putri dan Lev harus pergi sejauh mungkin dari tempat yang lebih dari setahun ia tinggali bersama Pastor Dan. Ia berada di mansion Cavenaugh dan perubahan drastis terjadi, ia dielu-elukan bagai nabi, bagai juru selamat, atas apa yang telah dilakukannya setahun lalu. Semuanya tidak akan sama lagi setelah hadirnya UnWholly—manusia tidak utuh—yang baru saja diciptakan. Apa yang terjadi pada mereka bertiga? Apakah Connor, Risa, dan Lev akan bersatu kembali?

31 Oktober 2016

Ulasan Buku: Wonder

Judul : Wonder
Pengarang : R.J. Palacio
Penerbit : Atria
Tahun : 2012
Dibaca : 15 Oktober 2016
Rating : ★★★★★

"Anak itu benar. Aku makan seperti seekor kura-kura, kalau kau pernah melihat seekor kura-kura makan, Seperti makhluk rawa zaman prasejarah." (hal. 73)

Apa yang kamu harapkan dari sebuah buku anak-anak atau remaja tanggung? Bernostalgia dengan masa kecilmu atau masa sekolahmu? Mencari tahu kisah berbeda dari apa yang pernah kau alami? Atau hanya membacanya saja tanpa ekspektasi apa pun? Bagaimana jika buku tersebut adalah buku yang sangat ingin kaubaca dan orang-orang melabelinya buku bagus? Kau akan tetap tak akan berekspektasi apa pun atau kau memiliki harapan untuk percaya pada apa kata orang tentang buku tersebut?

***

August 'Auggie' Pullman tahu tahun ini tidak akan sama lagi ketika ia ditawari kedua orang tuanya untuk bersekolah di sekolah formal biasa. "Kelebihan" dirinya yang sedari kecil sudah disandangnya dan kesadarannya yang sudah beranjak remaja, ia tahu bahwa ia harus mencobanya. Setidaknya, tidak  boleh terus-terusan belajar di rumah bersama sang ibu. Jadi, ia memutuskan untuk melaksanakannya.

Auggie tahu semuanya tidak akan sama lagi saat menginjakkan kaki pertama kali di Beecher Prep. Saat ia bertemu Mr. Tushman sang kepala sekolah. Saat ia bertemu beberapa murid yang mengajaknya berkililing sekolah. Namun apa yang kauharapkan dari sebuah perubahan? Akhir yang bahagia tentu saja. Dan apakah Auggie yang berwajah buruk rupa akan merasakannya juga? Atau dia akan menyerah di tengah-tengah?

13 Oktober 2016

3 "Keanehan" dalam Miss Peregrine's Home for Peculiar Children


Pertama-tama, mari kita panjatkan puji syukur karena Bibli bisa kembali berkontribusi pada blog ini. Sudah sekitar 8 bulan sejak Bibli membuat postingan perkara hari Kasih Sayang, kali ini Bibli akan menceritakan apa yang sudah Raafi bisikkan ke telinga Bibli tentang buku yang baru saja—nggak baru juga sih, udah beberapa hari yang lalu—Raafi baca, "Miss Peregrine's Home for Peculiar Children" atau yang penerbit-suka-terjemahin-judul ini terjemahkan menjadi "Rumah Miss Peregrine untuk Anak-Anak Aneh". Nah, sekarang terserah kamu mau pilih yang mana. Karena Bibli anaknya simpel banget, jadi Bibli sebut MPHfPC saja ya, biar sebelas-dua belas sama MPASI.

Jadi, Raafi bilang kalau buku ini sedikit lambat alurnya. Konflik cerita baru muncul pada beberapa halaman setelah setengah buku (ngerti kan maksud Bibli?). Lalu, dari halaman pertama sampai pertengahan isinya apa? Narasi tentang Jacob, sang tokoh utama, yang galau apakah dia harus percaya kata-kata sang kakek atau harus terus melanjutkan hidup sebagai anak magang "spesial" di supermarket milik keluarganya. Kemudian terjadilah hal tak terduga yang membuatnya bisa melihat hal "aneh", semacam monster. Awalnya dia terkejut dengan apa yang dilihatnya sampai ia menggambarkannya sendiri dan menyebutnya monster. Lalu? Dia dianggap gila! Gila kan orang-orang? Halo! Kalau memang dia "benar-benar" melihat monster, kenapa malah dianggap tidak waras?

Bibli tidak akan menceritakan lebih jauh tentang Jacob yang dianggap gila dan diharuskan periksa kepada psikiater tapi malah jalan-jalan ke sebuah pulau yang Raafi bilang mengingatkannya pada deskripsi pulau di buku "And Then There Were None". Oke. Baiklah. Terserahnya saja. Tapi setelah dipikir-pikir, terlepas dari alur yang lambat dan orang-orang gila yang menganggap orang-orang lainnya gila, ada tiga keanehan utama yang membuat buku ini unik dan "aneh". Apa saja?

27 Agustus 2016

Ulasan Buku: Apa Pun selain Hujan

Pengarang : Orizuka
Penerbit : GagasMedia
Tahun : 2016
Dibaca : 27 Agustus 2016
Rating : ★★★

"Sering kali, Wira berharap bisa tinggal di suatu tempat di mana hujan tidak pernah turun." (hal. 19)

Beberapa waktu lalu aku memantau salah satu akun Twitter penggemar film yang membahas soal ketakutan. Akun tersebut mencoba mengemukakannya dengan badut yang mengerikan dari "It", sebuah mini-seri tahun 1990 dan si admin mengaku trauma dengan badut setelah menontonnya. Lalu ia melempar pertanyaan tentang apa hal yang paling menakutkan bagi followers-nya dan jawabannya sungguh beragam. Ada yang takut dengan kolong tempat tidur sehingga sebisa mungkin ia harus tidur di kasur yang tak berkolong. Lalu, bagaimana dengan mereka yang trauma dengan hujan?

***

Adalah Wira, cowok yang sangat takut dengan hujan. Saking takutnya, ia sampai tidak mau memakai payung untuk menerjang hujan. Tentu hal itu beralasan, ia tak pernah lupa pada masa lalu yang dilaluinya kala hujan. Ia melihat sahabatnya, Faiz, yang tak sadarkan diri dibawa mobil ambulans. Bersama Nadine, ia mengejar sia-sia mobil ambulans tersebut bersama hujan yang membasahi dobok-nya dengan kuyup.

Wira tahu ia tidak akan sama lagi setelah kejadian itu. Beberapa waktu setelahnya, ia dan Nadine berjanji untuk tidak lagi mengenakan dobok dan membakar seragam taekwondo mereka berdua. Wira memilih tinggal bersama sang nenek di Malang untuk melanjutkan studinya di Fakultas Teknik Sipil Universitas Brawijaya. Satu hal saja yang ia simpan rapat-rapat: ia meninggalkan Jakarta untuk menghapus masa lalunya. Apakah ia berhasil?

31 Juli 2016

Ulasan Buku: We Were Liars

Judul : Para Pembohong
Judul Asli : We Were Liars
Pengarang : E. Lockhart
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tahun : 2016
Dibaca : 31 Juli 2016
Rating : ★★★★

"Kau paham, Cady? Diam adalah lapisan pelindung rasa sakit." (hal. 47)

Aku putuskan untuk membaca buku ini bulan ini karena firasatku mengatakan inilah waktu yang tepat. Dan benar saja. Buku ini berlatar pada bulan Juli. Ketika Para Pembohong mengisi liburan musim panasnya di pulau pribadi milik sang kakek. Dan untungnya aku tepat waktu karena ulasannya juga harus dibuat sebelum Juli berakhir karena buku didaftarkan pada "Raafi & Bibli's Summer Reading List".

***

Cadence Sinclair Eastman merasa hidupnya dikekang oleh tuntutan sang ibu yang menginginkan dirinya sebagaimana Keluarga Sinclair yang bertubuh atletis, tinggi, cantik dan tampan—sempurna. Cady selalu datang setiap musim panas ke sebuah pulau pribadi milik kakeknya. Di sana dia pasti bertemu dengan sepupu-sepupunya, Mirren dan Johnny. Lalu ada pula Gat, cowok "luar" yang juga hadir beberapa tahun terakhir.

Usia mereka berempat hampir sama. Keluarga Sinclair memanggil mereka Para Pembohong. Mereka tetap bermain layaknya liburan musim panas kebanyakan orang yang lain. Tapi pada musim panas kelima belaslah semuanya jadi berantakan. Ketika gagasan kecil menyebabkan semuanya berakhir. Saat itulah Cady bertahan dengan hilang ingatan parsialnya dan mengingat kembali detail-detail yang terjadi saat itu.

19 Juli 2016

Ulasan Buku: Sylvia's Letters

Judul : Sylvia's Letters
Pengarang : Miranda Malonka
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tahun : 2015
Dibaca : 17 Juli 2016 (via SCOOP)
Rating : ★★★

"Kita hidup di masa ketika batasan benar dan salah dikaburkan oleh perasaan dan hormon. Perubahan emosional dari kanak-kanak ke remaja sangat membingungkan dan menyakitkan." (hal. 74)

Kembali membaca buku remaja lokal. Sepertinya aku sedang menggandrungi buku bertema seperti ini. Untungnya aku merasa karya-karya lokal semakin bagus dan lebih beragam; tidak melulu soal cinta monyet atau cerita-cerita yang utopis. Namun, memang akhir-akhir ini entah kenapa selalu dapat cerita buku bertema "sakit" atau yang biasa disebut sicklit. Bagaimana dengan Sylvia? Apa yang sebenarnya terjadi padanya dan surat-suratnya?

***

Hidup Sylvia hanya berkutat antara alas gambar dan kuas lukis saja hingga ia menonton pertunjukan mingguan kelas dan melihat cowok—yang akhirnya diketahui bernama Gara—yang memerankan John Jasper dari cerita "The Mystery of Edwin Drood". Mungkin ia dilanda cinta pada pandangan pertama. Sejak saat itu, Sylvia menuliskan surat untuk Gara yang isinya cerita-cerita yang dilaluinya. Namun ia memutuskan tidak akan mengirimkan surat-surat itu sampai kapan pun.

***

Bagian awal aku disuguhi surat pertama Sylvia yang berisi hasil PR Bahasa Indonesia-nya tentang cara memandang diri, semacam esai. Darinya, Sylvia tergambar sebagai remaja cerdas yang memiliki pemikiran terbuka. Aku menggarisbawahi kutipan esai Sylvia berikut: 'Terkadang saya merasa bahwa impian dan keegoisan saya akan membuat saya tak pernah punya teman, tapi berhubung manusia adalah makhluk sosial, jadi saya tentunya harus menyesuaikan diri dengan lingkungan supaya bisa hidup dengan maksimal.' Dari pernyataan tersebut, aku cetak tebal kata 'impian' dan 'keegoisan'—dua hal yang nantinya mewakili keseluruhan cerita pada buku ini.

08 Juli 2016

Ulasan Buku: Amy & Roger's Epic Detour

Judul Asli : Amy & Roger's Epic Detour
Pengarang : Morgan Matson
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tahun : 2014
Dibaca : 8 Juli 2016
Rating : ★★★

Buku ini kudapat dari teman penerjemah dan sudah ngendon begitu lama di tumpukan timbunan. Saat kupikir liburan dan mudik adalah waktu yang tepat untuk membaca buku bertema perjalanan, aku mengusung buku ini dan satu buku lain yang juga bertema sama untuk dipilihkan oleh teman-teman melalui Twitter. Dan karena buku ini mendapat tiga suara dari tiga responden, aku mulai membacanya tepat saat kendaraan yang mengantarku pulang ke kampung halaman dinyalakan.

***

Amy harus melakukan perjalanan dari California ke Connecticut untuk "pindahan". Ibunya sudah menunggunya di rumah baru mereka dan sudah mempersiapkan semuanya untuk Amy. Rute perjalanan, tempat menginap, sampai teman berkendara bernama Roger. Meski telah memiliki SIM, Amy tidak mau mengendarai mobil karena tragedi yang membuatnya trauma tiga bulan lalu. Apakah Amy akan melakukan perjalanannya sesuai dengan perintah ibunya yang dikira-kira hanya memakan waktu empat hari?

Roger sedang liburan musim panas saat diminta oleh ibunya menemani anak teman ibunya menyebrangi daratan Amerika dari ujung barat ke ujung timur. Roger mengiyakan saja karena ia akan bertemu sang ayah dan ada misi terselubung yang harus dilakukannya. Ini tentang hubungan rumitnya. Apakah benang hubungannya akan mengendur sehingga bisa diperbaiki atau malah semakin berbelit?

24 Juni 2016

Ulasan Buku: Happiness

Sampul
Judul : Happiness
Pengarang : Fakhrisina Amalia
Penerbit : Ice Cube
Tahun : 2015
Dibaca : 20 Juni 2016
Rating : ★★★★

"Kalau untuk dilihat Mama dan Papa, kalau untuk dianggap pintar, kalau untuk memenangkan hati semua orang Ceria harus menjadi nomor satu di eksakta, maka tidak jadi pemandu wisata dan penulis profesional pun tidak apa-apa." (hal. 62)

Bagaimana cara kamu menikmati hidup? Cara kamu berbahagia? Apakah dengan mengikuti orang lain yang tampak bahagia? Coba tanya pada lubuk hatimu yang paling dalam sekali lagi. Bahagia adalah tentang menerima apa yang kamu dapatkan. Setidaknya kamu bersyukur atas dirimu sendiri. Atas apa yang kamu punya.

***

Ceria memang cerdas di mata pelajaran selain ilmu eksakta, apalagi matematika. Sedari sekolah dasar, Ceria sudah dibanding-bandingkan dengan teman sekelas sekaligus tetangganya bernama Reina, terutama oleh kedua orangtuanya. Mereka selalu memuji Reina yang memenangkan perak dalam olimpiade Matematika skala internasional dan meminta Ceria untuk lebih jago dalam Matematika.

Ceria tahu dirinya tidak suka ilmu eksakta. Ia suka Bahasa Inggris dan mata pelajaran lainnya. Ia bercita-cita menjadi seorang pemandu wisata atau penulis andal. Tapi kedua orangtua yang menuntutnya untuk masuk jurusan Matematika bagai gaung yang tak pernah pudar. Ia tidak ingin mengecewakan mereka. Ia harus terus berjuang untuk menaklukan Matematika, menaklukan Reina.

Ulasan Buku: Dash & Lily's Book of Dares

Sampul
Judul : Buku Tantangan Dash & Lily
Judul Asli : Dash & Lily's Book of Dares (Dash & Lily #1)
Pengarang : Rachel Cohn & David Levithan
Penerbit : POP (imprint KPG)
Tahun : 2016
Dibaca : 7 Juni 2016
Rating : ★★★★

"Aku menyadari bahwa Penggerutu telah memberikan apa yang kuminta sebagai kado Natal. Harapan dan keyakinan. Aku selalu berharap tapi tak pernah percaya bahwa aku dapat menikmati petualangan sendirian. Bahwa aku dapat melakukannya. Dan menyukainya. Ini sudah terjadi. Jurnal ini membuatnya nyata." (hal. 134)

Tidak ada ekspektasi apa pun selain judul yang memikat dan sampul birunya yang menggoda. Atas dua hal tersebut aku nekat mengambil buku ini dan membayarnya di kasir. Beruntung langsung membacanya, karena aku bisa menikmati setiap halaman yang notabene berparagraf panjang dengan percakapan berbobot khas novel remaja.

***

Lily begitu kesal karena liburannya ditinggal liburan kedua orangtuanya. Ia tak habis pikir kenapa orangtuanya itu malah berlibur saat Natal yang selalu ditunggu-tunggunya. Apa yang harus dilakukannya tanpa mereka? Bermain bersama sang kakak? Dia harus melakukan sesuatu. Kakaknya menyarankan Lily untuk membuat teka-teki di sebuah jurnal dan meninggalkannya di rak toko buku. Untungnya, Lily adalah adik yang penurut.

Dash tidak suka ketika Natal datang. Tapi ia suka liburan kali ini karena orangtuanya harus menjalani kehidupannya masing-masing. Jadi, Dash mengunjungi toko buku favoritnya. Ia menemukan sebuah jurnal merah. Dash mengambil jurnal itu dan mengerjakan perintah apa pun yang tertulis di sana.

23 Mei 2016

Eleanor & Park Blog Tour + Giveaway

Sampul
Judul : Eleanor & Park
Pengarang : Rainbow Rowell
Penerbit : Fantasious
Tahun : 2016
Dibaca : 24 Mei 2016
Rating : ★★★★

Senang bisa bertemu kembali dengan tulisan Rainbow Rowell. Setelah "Fangirl", aku merasa harus mencoba lagi dengan karyanya yang lain. "Eleanor & Park" menjadi buku keduanya yang kubaca. Tidak banyak ekspektasi pada buku ini selain menjadi pemenang Goodreads Choice Award 2013 kategori Young Adult Fiction. Jadi, apa sebenarnya yang membuat buku ini favorit para pembaca Goodreads?

Dari awal aku sudah disuguhkan cerita beralur cepat ala cerita remaja lain. Dengan sudut pandang orang ketiga serba tahu yang berselang-seling antara Eleanor dan Park, membuatku terus membalik halaman. Aku dibuat suka oleh mereka. Bagaimana pertemuan pertama mereka di bus sekolah. Eleanor, anak baru yang tak acuh dan terlihat masa bodoh mencari bangku kosong untuk pertamanya. Dan Park yang sebenarnya ingin terlihat santai dan juga masa bodoh malah memberikan bangku di sebelahnya untuk tempat duduk Eleanor.

Keterikatan-keterikatan selanjutnya antara mereka berdua bertumbuh seiring dengan seringnya mereka duduk bersama di bus sekolah. Dari yang awalnya saling tak acuh, Eleanor yang mencoba membaca komik yang sedang dibaca Park, hingga Park yang meminjamkan Eleanor komik-komiknya. Yah, kautahu tentang benih-benih cinta yang hadir kepada mereka yang sering bertemu kan? Itulah Eleanor dan Park.

22 Mei 2016

Ulasan Buku: Persona

Sampul
Judul : Persona
Pengarang : Fakhrisina Amalia
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tahun : 2016
Dibaca : 16 Mei 2016
Rating : ★★★★

"Memang luar biasa sekali pengaruh yang bisa ditimbulkan oleh kehadiran seseorang dalam hidupmu. Pada suatu waktu kau akan menjadi dirimu yang kau kenal, di waktu lain tiba-tiba kau berubah menjadi orang lain." (hal. 40)

Buku ini "iseng" kubeli berkat voucher senilai IDR 50K di salah satu toko buku daring dan aku hanya membayar ongkos kirimnya saja. Aku tertarik karena sampulnya. Sejujurnya, aku bukan orang yang melihat sampul untuk tertarik pada sebuah buku. Bila tidak mengenal penulisnya, aku harus cek Goodreads dan melihat beberapa ulasan di sana, lalu membaca sinopsis pada sampul belakang, lalu aku menimbang-nimbang harus membacanya atau tidak. Tapi buku ini, aku tertarik karena sampulnya. Mungkin karena warna birunya?

***

Kak Nara dan Altair adalah dua cowok yang membuat hidup Azura berbunga-bunga saat SMA. Pertama kali bertemu Kak Nara adalah saat paling memalukan bagi Azura karena dikatai pendek. Azura sedang berjalan dan terjerembab di lubang. Merasakan perih kulitnya yang lecet, Azura tidak bisa keluar dari lubang itu. Datanglah cowok yang menolongnya dan Azura berterima kasih tanpa saling berkenalan lebih dulu. Cowok itu adalah kakak kelasnya bernama Kak Nara.

Altair adalah anak baru pindahan dari Jepang. Dan ternyata cowok itu duduk di belakang bangku Azura. Azura yang tidak punya teman akhirnya membuka diri dan semakin dekat dengan Altair. Cowok itu selalu bersamanya ketika istirahat pertama di perpustakaan. Juga ketika istirahat kedua, memakan bekal yang dibawa Azura di bangku bawah pohon. Tapi sungguh berbahaya ketika kau terlalu dekat dengan lawan jenismu. Mungkin Azura sudah memiliki perasaan lebih terhadap cowok itu. Tapi bagaimana dengan Kak Nara yang ditaksirnya sejak masuk SMA?

21 April 2016

Ulasan Buku: The Stardust Catcher

Sampul
Judul : The Stardust Catcher
Pengarang : Suarcani
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tahun : 2016
Dibaca : 20 April 2016
Rating : ★★★★

Aku mulai waswas karena menyukai satu genre tanpa menyadarinya: Young adult. Tahun ini saja mungkin genre ini lebih banyak kubaca ketimbang fantasi, genre yang kataku favorit. Tapi selama kau menikmati apa yang kaubaca, tidak ada salahnya kan? Persetan dengan genre!

***

Joe dihadapkan pada kondisi kedua orangtuanya yang akan melaksanakan sidang cerai. Untungnya, dia harus pergi untuk berdarmawisata bersama rombongan teman kampusnya ke Bali. Dia berharap kepergiannya ke Bali bisa mengentaskan kesialan yang dialaminya. Tapi ternyata tidak.

Ditinggal oleh rombongan busnya, tersesat, dan bertemu sesosok peri yang aneh, Joe berpikir kesialan masih tidak mau pergi dari dirinya. Hingga akhirnya dia dihadapkan pada satu kondisi di mana dia harus menolong seseorang. Seseorang yang kata si peri adalah jodohnya. Seseorang yang akan mengubah pandangan hidupnya kelak.

28 Maret 2016

A untuk Amanda Blog Tour + Giveaway

Sampul
Judul : A untuk Amanda
Pengarang : Annisa Ihsani
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tahun : 2016
Dibaca : 23 Maret 2016
Rating : ★★★

"Kau tidak butuh persetujuan saya. Apa pun yang saya dan orang lain pikirkan, itu tidak penting. Satu-satunya hal yang berpengaruh adalah apa yang kaupikirkan tentang dirimu sendiri." (hal. 253)

Tidak ada ekspektasi apa pun pada buku ini kecuali kesempurnaan Amanda yang tergambar jelas pada huruf A berwarna merah di dalam lingkaran. Pasti ada sesuatu dengan nilai-nilai Amanda. Dan dilihat dari gambar sang gadis dan ekspresinya, mungkin ia mengalami kegagalan atau apa yang membuatnya bermuram durja. Well, sekarang aku juga bekerja sebagai interpreter sampul buku Young Adult.

***

Hidup Amanda begitu sempurna. Mendapatkan nilai-nilai paling tinggi seangkatan di sekolahnya. Memiliki teman-teman yang kooperatif. Bahkan pacar yang selalu akan menjadi belahan jiwanya dan memiliki rumah di area suburban. Hingga pada suatu hari Amanda mendapat nilai B minus pada PR Sosiologi.

Bisa kaubayangkan bagaimana sosok Amanda yang disegani itu mendapat nilai bukan A! Bukan A! Amanda mulai terusik setelahnya. Berlama-lama di tempat tidurnya. Malas bertemu teman-temannya juga pacarnya. Amanda berpikir menemui dokter atau seseorang yang tepat untuk membantunya kembali seperti semula karena ada yang tidak benar dalam dirinya.

27 Februari 2016

Ulasan Buku: Flipped

Sampul
Judul : Flipped
Pengarang : Wendelin Van Draanen
Penerbit : Orange Books
Tahun : 2011
Dibaca : 26 Februari 2016
Rating : ★★★★

Aku tahu buku ini ketika di kantor lama teman membawa buku ini dan merekomendasikannya padaku. Sejak saat itu aku coba mencari jejak buku ini, dan beruntunglah pada akhirnya dapat dalam edisi terjemahan yang sepertinya sudah lumayan langka. Lalu, saat teman blogger merekomendasikan buku ini sebagai buku romance favorit dan ada seseorang yang mau diajak baca bareng, aku tak akan menunggu lebih lama lagi untuk membacanya.

***

Seorang anak laki-laki bermata biru menarik perhatian Julianna Baker. Ada tetangga baru—sebuah keluarga—yang menempati rumah di depan tempat tinggalnya. Dengan niat baik, Juli menghampiri mereka dan membantu keluarga itu pindahan. Dan, ya ampun, si empunya mata biru itu benar-benar mengalihkan dunianya. Si empunya mata biru yang pada akhirnya dia tahu bernama Bryce Loski.

Bryce Loski tidak senang dengan gadis itu. Tiba-tiba saja datang mengganggu hidupnya. Bahkan ketika mereka belum kenal pun gadis itu sudah mencoba ambil alih perintah dan pamer; memanjati kardus-kardus yang ada di dalam mobil van penangkut barang. Tidak, Bryce sama sekali tidak suka dengan polah gadis itu. Bryce tidak suka kepada gadis yang pada akhirnya dia tahu bernama Julianna Baker.

17 Februari 2016

Ulasan Buku: Singapore Begins

Sampul
Judul : Singapore Begins
Pengarang : Agata Barbara
Penerbit : Ice Cube
Tahun : 2015
Dibaca : 14 Februari 2016
Rating : ★★★

Ada begitu banyak hal yang bisa kauceritakan berhubungan dengan remaja. Dari sisi psikologi, remaja bisa dibilang selalu memiliki sifat egois dengan kadar paling banyak dibandingkan jenjang umur lain. Dari sisi pengalaman hidup, realitas kehidupan yang sebenarnya sedikit demi sedikit ditemui oleh para remaja. Selain kebanyakan pembaca fiksi adalah mereka yang berusia remaja, penjabaran di atas bisa jadi alasan penerbit berikutnya untuk membuat lini Young Adult Realistic Novel.

***

Kanna baru saja lulus SMA dan diminta oleh kedua orangtuanya untuk melanjutkan studi di Singapura. Alasan pendidikan dan pengalaman menjadi alasan Papa dan Mama Kanna kenapa ia harus pergi. Tetapi Kanna tahu, ada alasan lain juga. Kanna terlalu mandiri, tidak bisa berbaur dengan orang lainbahkan dengan teman sekelasnya sendiri. Dingin. Tertutup.

Siapa yang akan tahu kalau tidak mencoba? Kanna akhirnya tiba di Singapura. Tak disangka ia berada satu rumah dengan teman-teman dari berbagai negara. Awalnya ia merasa tidak bisa menjalani hidupnya. Tetapi Kanna terus mencoba dan mencoba; membuka diri pada teman sekamarnya, Sally. Juga kepada teman-teman satu rumah lainnya.


25 Januari 2016

[Pernak-Pernik 2016] Young Adult Reading Challenge 2016

Banner
Setelah mengikuti "Young Adult Reading Challenge 2015" tahun lalu yang sudah direkap di sini dan sukses, aku merasa tertantang lagi dengan tantangan membaca yang sama pada tahun ini. Dan untungnya, Mba Faraziyya @ Faraziyya's Bookshelf bersedia menjadi penyelenggara tantangan membaca ini.

Aku mematok sendiri target buku bergenre young adult yang harus kubaca tahun ini. Level yang diberikan pada tantangan membaca ini ada tiga: "Freshmen" dengan jumlah 1-13 buku, "Junior" dengan jumlah 14-21 buku, dan "Senior" dengan jumlah lebih dari 21 buku. Dan aku pilih level "Senior". Dengan post ini, semoga komitmen yang dibuat sejak awal selama tahun 2016 ini terlaksana hingga akhir. Dan target level tercapai, tentunya.

14 Januari 2016

Ulasan Buku: The Sword of Summer

Sampul
Judul : The Sword of Summer
(Magnus Chase and the Gods of Asgard #1)
Pengarang : Rick Riordan
Penerbit : Mizan Fantasi (Noura Books)
Tahun : 2015
Dibaca : 11 Januari 2016
Rating : ★★★★

Jadi, mari kita mulai dengan Rick Riordan. Penulis yang terkenal dengan karya fantasi-mitologi remaja bergaya konyol dan tengil ini sudah menjadi penulis favoritku sejak Percy Jackson yang kutemui sekitar tiga tahun lalu. Lucunya, aku yang tiga tahun lalu tidak tahu apa itu genre fantasi membaca seri "The Heroes of Olympus" terlebih dahulu yang seharusnya dibaca setelah seri "Percy Jackson and The Olympians". Lalu, aku merambah membaca "Kane Chronicles" dan hampir semua karyanya.

Berita tentang Rick membuat buku bertema mitologi Nordik sontak membuat penggemarnya histeris, termasuk aku. Bagaimana tidak? Selama ini penggemarnya hanya disuguhkan cerita tentang mitologi Yunani dan Romawi melulu. Malah banyak yang beranggapan kalau Rick susah move on. Dan sebagai implikasinya, aku membaca buku dengan tebal lebih dari 600 halaman ini hanya dalam waktu empat hari, yang menurutku adalah suatu pencapaian.

***

Magnus Chase adalah gelandangan berumur 16 tahun, berambut pirang gondrong, dan kata ibunya mirip Kurt Cobain. Sudah dua tahun ia benar-benar hidup di jalanan bersama Blitz dan Hearth. Mereka berdua dianggap orangtua Magnus karena selalu ada di dekatnya. Dan Blitz-lah yang memberi tahu Magnus bahwa ada dua orang layaknya ayah dan anak perempuannya membagi-bagikan selebaran yang memuat nama dan foto Magnus.

Magnus sedang berada di Jembatan Longfellow bersama Randolph. Pamannya meminta Magnus mencari pedang yang sudah ditakdirkan menjadi miliknya. Magnus tentu kebingungan setengah mati. Pedang itu tertarik begitu saja ke tangannya layaknya palu Thor yang tertarik otomatis ke tangan Thor. Pedang itu menarik perhatian sang raksasa api hingga Magnus akhirnya mati.

Back to Top