Tampilkan posting dengan label YARC 2015. Tampilkan semua posting
Tampilkan posting dengan label YARC 2015. Tampilkan semua posting

28 Desember 2015

Rust in Pieces

Sampul
Judul : Rust in Pieces
Pengarang : Nel Falisha
Penerbit : Ice Cube
Tahun : 2015
Dibaca : 27 Desember 2015
Rating : ★★★★

Satu hal yang membuatku terus membaca buku ini hingga menyelesaikannya: bagaimana penulis membuat Tiana, sang karakter utama, begitu ingin dipedulikan. Aku yakin bukan hal yang mudah dalam membuat karakter kuat semacam itu. Tapi aku benar-benar dibawa untuk terus berempati kepada Tiana dan ingin mengetahui bagaimana akhir dari kisah Tiana yang terlihat begitu menyulitkan.

***

Tiana punya masa lalu kelam di SMP. Kejadian berani-beranian mengutil di minimarket pada saat itu menjadikan Tiana suka mencuri. Barang apa saja. Milik siapa saja. Hal itu membuatnya dicap sebagai Si Klepto atau sering juga disebut Miss K.

Tiana sudah SMA sekarang. Ia berkukuh untuk memilih sekolah yang bukan favorit untuk menghindar dari teman-teman SMP-nya. Ia harus mencari sekolah yang benar-benar membuatnya terlepas dari ejekan 'Si Klepto'. Walaupun hobi mencurinya masih dilakukan, setidaknya tidak ada yang tahu akan hal itu. Hingga Stefan mengetahui segalanya.

06 November 2015

P.S. I Still Love You Blog Tour + Giveaway


Terima kasih Penerbit Spring yang masih memercayakanku dalam blog tour kali ini. Setelah Fangirl dan To All the Boys I've Loved Before yang sukses, kali ini giliran P.S. I Still Love You yang menjadi lakon. Ulasan dan giveaway akan dijadikan satu di sini.

18 Oktober 2015

Semusim, dan Semusim Lagi

Sampul
Judul : Semusim, dan Semusim Lagi
Pengarang : Andina Dwifatma
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tahun : 2013
Dibaca : 16 Oktober 2015
Rating : ★★★★

Malam itu di kamar hotel di Solo, Mas Yudhi masuk dan melihat buku ini tergeletak di meja di samping tempat tidur. Dia bertanya siapa yang sedang membacanya dan aku menjawab bahwa akulah yang sedang membacanya. Mas Yudhi bilang sudah membacanya tetapi tertahan pada 50 halaman awal lalu meninggalkan buku ini begitu saja. Aku samar-samar ingat dia bilang bahwa buku ini beralur lambat dan alasan lain yang aku lupa detailnya. Aku mengiakan, memang.

***

Gadis itu mendapatkan dua lembar surat dengan nama penerima dirinya. Satu surat dari universitas swasta tentang pendaftaran mahasiswa baru. Satu lagi surat beramplop cokelat tanpa nama pengirim. Surat yang isinya datang dari seseorang yang tak pernah diingat oleh gadis itu. Surat yang memintanya mengunjungi seseorang itu di kota S. Surat yang dalam beberapa bulan ke depan akan mengubah hidup gadis itu.

***

Paragraf yang rapat dengan diksi yang 'kaya' dan detail mengantarku menelusuri halaman demi halaman buku ini. Membuatku kesusahan untuk menyelesaikan buku yang seharusnya bisa kubaca dalam sehari karena tebalnya tak seberapa. Aku diajak menelusuri pikiran-pikiran liar si gadis yang skeptis dan tak acuh. Pengaruh sang ayah yang telah meninggalkannya sedari kecil dan ibunya yang sibuk bekerja sebagai dokter membuatnya menjadi anak yang tak pedulian dan selalu menyendiri.

16 Oktober 2015

Above the Stars

Sampul
Judul : Above the Stars
Pengarang : D. Wijaya
Penerbit : Ice Cube
Tahun : 2015
Dibaca : 11 Oktober 2015
Rating : ★★★★

Seri YARN termasuk seri fenomenal pada 2015 ini. Pada awal-awal terbit, aku kira bakal cuma 3-5 buku saja yang diterbitkan--selain sebagai pemenang juga supaya lebih eksklusif. Akan tetapi semakin ke sini, semakin banyak saja yang diterbitkan; kalau tidak salah ada lebih dari 10 buku seri YARN. Dan buntungnya, aku baru membaca 2 buku seri ini: Remedy dan Above the Stars. Itu berarti aku baru baca kurang dari sepuluh persen seri ini.

***

Will dan Danny pertama kali bertemu di kelas. Will selalu berpindah-pindah sekolah karena kelakuan nakalnya. Dia sudah ditinggal mati ibunya dan ayahnya tidak begitu memperhatikannya. Mungkin hal ini yang menyebabkan dia selalu mencari perhatian, walaupun caranya salah. Dan Will memiliki rahasia yang apabila diberitahukan kepada orang lain, akan membuat citranya hancur.

Danny buta—oh maaf—tidak bisa melihat. Dia selalu bersama Mia, sahabat sedari kecilnya, untuk pergi dan pulang ke dan dari sekolah. Mia selalu menjaganya, layaknya kakak perempuan yang protektif dan menganggapnya seperti guci mahal yang harus dirawat tanpa cela. Danny sebenarnya tidak menyukai hal ini, membuatnya seperti seorang yang tanpa daya dan selalu membutuhkan bantuan orang lain. Danny bertemu dengan Will dan mengenal lebih dekat satu sama lain. Pada akhirnya, Danny mengetahui rahasia Will; rahasia yang sulit untuk diterima, rahasia yang akan mengubah hidup keduanya.

16 Agustus 2015

Ari and Dante Discover the Secrets of the Universe

Pengarang : Benjamin Alire Sáenz
Penerbit : Simon & Schuster
Tahun : 2012
Dibaca : 12 Agustus 2015
Rating : ★★★★★

"One of the secrets of the universe was that our instincts were sometimes stronger than our minds."

Entah siapa yang menyuruhku membaca buku ini. Entah bagaimana buku yang tebalnya lebih dari 200 halaman ini kubaca hingga selesai. Dan jangan lupakan aku membacanya dalam bahasa Inggris. Yah, walaupun memang butuh lebih dari sebulan. Tapi itu berarti aku memiliki kemajuan membaca buku berbahasa Inggris.

***

Ari memang aneh. Ari selalu berpikir bahwa dirinya bisa melakukan segala sesuatunya sendiri dan tanpa perlu teman. Hingga liburan musim panas tiba dan dia memutuskan untuk berenang di kolam renang dekat rumahnya. Anehnya, Ari sebenarnya tidak bisa berenang. Dan dia tidak berenang hingga seseorang datang kepadanya.

Tiba-tiba dia datang. Tiba-tiba dia mengobrol dengan Ari. Tiba-tiba dia mengajari Ari berenang. Dia memang jago berenang. Tiba-tiba mereka berbicara banyak hal dan tertawa akan banyak hal pula. Dan tiba-tiba mereka menjadi teman. Dan tiba-tiba mereka menguak rahasia-rahasia dunia.

30 Juni 2015

Flip-Flop

Sampul
Judul : Flip-Flop
Pengarang : Rido Arbain, Ratna Rara
Penerbit : Elex Media Komputindo
Tahun : 2015
Dibaca : 29 Juni 2015
Rating : ★★★

"And then, they were misuh-misuh for a long while." (hal. 46)

Ada beberapa alasan aku membeli buku ini. Alasan pertama: aku kenal salah satu penulis buku ini, walaupun baru kenalan beberapa waktu lalu. Terus kita jadi dekat tapi gak sampai menjalin hubungan khusus. Masalahnya, penulisnya sejenis denganku. Dan awalnya aku minta buku ini langsung dari penulisnya, sampe bikin kode via twitter juga. Tapi si penulis tidak peka. Jadi aku beli buku ini.

Alasan kedua: blurb tentang LDR yang sepertinya sering terjadi pada mereka yang sedang pacaran. Yang jomblo sih gak perlu tau apa itu LDR. Aku pernah gak jomblo, serius deh. Aku pernah mengalaminya sendiri dan tidak berakhir bahagia. Nyatanya, kenyataan berbeda dengan pernyataan kan? Jadi aku beli buku ini.

Alasan ketiga: hari minggu lalu ada promo potongan harga dalam rangka HUT salah satu koran harian. Tentu saja, sebagai buruh pabrik yang gajinya hanya cukup beli makan dengan lauk ayam bakar tiga kali sehari dan sebagai manusia yang tak pernah merasa cukup, aku mengambil kesempatan emas ini. Jadi aku beli buku ini.

07 Juni 2015

How to Live Forever?

Sampul
Pengarang : Natalie Babbitt
Penerbit : Atria
Tahun : 2010
Dibaca : 6 Juni 2015
Rating : ★★★★

"Itu berjalan terus, sampai ke lautan. Tetapi perahu ini, sekarang dia tertahan. Kalau kita tidak turun, ia akan berada di sini selamanya, berusaha untuk membebaskan diri, tapi tertahan. Dan begitulah kami, keluarga Tuck, Winnie." —Tuck (hal. 78-79)

'Bagaimana jika kau bisa hidup selamanya?' Aku akan melakukan kejahatan, kejailan, kenakalan dulu sebelum melakukan kebaikan. Aku ingin tahu seberapa puas melakukan hal-hal semacam itu; mencuri, berbuat onar. Tapi pertanyaan tersebut menggunakan unsur pengandaian kan? Jadi imajinasikan sajalah apa yang akan kau lakukan.

***

Winnie Foster masih 10 tahun ketika melihat seorang remaja 17 tahun minum dari sumber mata air keruh yang terletak di hutan milik keluarga Foster. Laki-laki berwajah tampan itu bernama Jesse Tuck, anak keluarga Tuck yang memiliki rahasia tentang hidup mereka beserta mata air keruh itu. Hanya Winnie, orang luar pertama, yang akan segera tahu rahasia apa yang keluarga Tuck miliki.

Mereka hidup selamanya! Ya, keluarga Tuck hidup selamanya. Dari sang ayah, ibu, hingga dua anaknya. Mereka tidak tahu apa mereka pantas mendapatkannya; apa hal itu sebuah anugerah atau kutukan. Ketika mereka menceritakan rahasia kepada Winnie, seorang pria berbaju kuning menguping semua rahasia itu.

06 Juni 2015

By the Time You Read This, I'll Be Dead

Sampul
Pengarang : Julie Anne Peters
Penerbit : Noura Books
Tahun : 2015
Dibaca : 3 Juni 2015
Rating : ★★★★

"Aku berharap, aku dapat memberi tahu orangtuaku, 'Jika kau ingin menolongku, tolong aku untuk mati.'" (hal. 106)

Satu hal yang menjadikan ini buku yang harus kubaca adalah masa kecilku yang selalu diolok-olok. Ban*i, ben*ong, bol*r, merupakan daftar julukan teratas yang mereka lontarkan padaku. Apalagi sewaktu Sekolah Dasar, aku selalu berpindah-pindah sekolah yang membuatku semakin tak suka bersosialisasi.

***

Gadis berumur 16 tahun itu bernama Daelyn. Dialah yang ingin bunuh diri karena sudah muak hidup. Dia diolok-olok karena gemuk hingga suatu hari ibunya, Kim, membawanya ke kamp orang gemuk untuk menurunkan berat badannya. Bukannya turun berkilo-kilo, Dealyn malah turun daya hidupnya karena kekejaman yang ada di sana.

31 Mei 2015

Reckless

Pengarang : Cornelia Funke
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tahun : 2012
Dibaca : 27 Mei 2015
Rating : ★★★★

"Dunia di dalam maupun di luar cermin ternyata sama saja, sama-sama memiliki obsesi pada kata-kata muluk tak bermakna." (hal. 286)

Di sela kerja kantoran yang sudah dimulai minggu lalu, sebisa mungkin aku menyempatkan membaca karena sepertinya aku tidak bisa lepas dengan kegiatanku yang satu ini. Lagi pula, daripada menunggu kemacetan pada saat berangkat dan pulang kerja hanya dengan berdiri atau duduk diam, lebih baik mengisinya dengan membaca. Sungguh, macet itu menjengkelkan. Untung ada buku ini.

***

Jacob Reckless punya rahasia yang tidak pernah dia bagi kepada siapa pun, tak terkecuali adiknya, Will. Dia bisa pergi ke dunia lain yang menurutnya berbahaya untuk bertualang; mencari harta karun yang diidam-idamkan Sang Kaisar dan lainnya. Tapi pada suatu hari, dia begitu ceroboh untuk berhati-hati hingga Will melihatnya menembus cermin besar berukir yang telah lama ada di kamar ayah mereka.

Hal mengejutkan lain: kulit Will perlahan-lahan berubah mengeras dan berganti warna serupa giok hijau. Jacob tahu bahwa ini adalah sihir. Sihir dari Peri Gelap, istri Kami'en, Raja bangsa Goyl. Jacob tak tinggal diam. Dia harus mengembalikan kulit adiknya seperti semula. Bersama Rubah, Clara, dan Valiant, mereka memulai perjalanan menelusuri Duniacermin. Apakah Jacob masih punya waktu untuk menyelamatkan adiknya?

23 Mei 2015

Paper Towns

Sampul
Judul : Kota Kertas
Judul Asli : Paper Towns
Pengarang : John Green
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tahun : 2014
Dibaca : 18 Mei 2015
Rating : ★★★

Biar aku hitung dulu: The Fault in Our Stars, Looking for Alaska, dan Will Grayson, Will Grayson kalau boleh dihitung. Dengan buku ini, berarti sudah empat buku John Green yang kubaca. Mungkin aku akan terus membaca karya-karyanya, mengingat temanya yang kontemporer dan "sangat remaja". Yah, paling tidak aku akan terus merasa forever young dengan membaca kisah-kisah remaja.

Sejujurnya, aku membaca buku ini karena filmnya yang akan rilis Juli mendatang. Kabarnya kru film Paper Towns masih sama dengan The Fault in Our Stars. Kalau dilihat lagi, film TFIOS bisa dibilang sukses walaupun sedikit melenceng dari novelnya. Yah, tidak bisa dipungkiri novel dan film adalah dua hal yang berbeda. Jadi, supaya tidak merasa kecewa setelah menonton filmnya, aku membaca novelnya lebih dulu.

***

Cerita bermula ketika Quentin Jacobsen dipaksa oleh Margo Roth Spiegelman, teman masa kecilnya, melaksanakan sebuah rencana. Serunya, Margo mengajak Q di tengah malam. Walaupun awalnya Q segan karena besoknya adalah hari sekolah, Margo bersikukuh bahwa malam itu akan menjadi malam yang seru.

08 Mei 2015

Smile

Sampul
Judul : Senyum
Judul Asli : Smile (Smile, #1)
Pengarang : Raina Telgemeier
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tahun : 2010
Dibaca : 7 Mei 2015
Rating : ★★★★

Satu hal yang membuatku ingin baca buku ini adalah Sisters—sekuel Smile—masuk nominasi Best Middle Grade & Children's Goodreads Choice Awards 2014. Jadi, sebelum membaca Sisters, sembari menunggu terjemahannya, aku meminjam buku ini dan mencoba menilik cita rasa penulis.

Buku ini membuatku terkesima karena merupakan novel grafis yang dibuat penulis yang juga merangkap sebagai ilustrator. Kebanyakan penulis selalu berduet dengan ilustrator untuk membentuk satu proyek novel grafis. Bagaimana mungkin penulis merancang ide cerita sembari membuat objek ilustrasi?

***

Cerita bermula ketika Raina—yup, nama tokohnya juga Raina—yang masih kelas enam jatuh di depan rumahnya ketika berlari pulang ditemani kedua temannya. Mulutnya berdarah. Dua gigi serinya yang paling depan copot. Tentu saja dia dibawa ke dokter gigi. Dia harus memakai kawat gigi dan mungkin akan terus ke tempat dokter gigi untuk beberapa tahun ke depan.

28 April 2015

Girl of Nightmares

Pengarang : Kendare Blake
Penerbit : Mizan Fantasi (Noura Books)
Tahun : 2014
Dibaca : 27 April 2015
Rating : ★★★

Aku tercenung di halaman-halaman awal. Aku tidak begitu menikmati seri sebelumnya karena suntingan yang tidak mulus, akhirnya aku bisa mengikuti buku kedua ini. Jadi, aku optimis menyelesaikan buku yang semoga saja benar-benar pamungkas ini. Ceritanya lebih terarah; tujuan yang diinginkan Cas tampak jelas.

***

Setelah kejadian enam bulan lalu yang membuat Anna menghilang, Cas kembali terngiang-ngiang citra Anna. Dia selalu ada dalam mimpinya, dalam lamunannya. Dia akan menikmati bila hal-hal itu menyenangkan, tetapi mimpinya selalu buruk. Segala pikiran tentang Anna adalah gadis yang menjerit kesakitan, seperti dia tidak berada sesuai tempatnya.

Tentu saja hal itu membuat Cas gentar. Bersama Thomas dan Carmel, sahabatnya sejak pindah ke Thunder Bay, Thomas mencoba segala cara untuk mencari jawaban tentang Anna. Hingga pertanyaan itu terjawab, Cas lagi-lagi dibawa ke situasi genting ketika nyawanya adalah harga yang harus dibayar.

23 April 2015

Foiled

Sampul
Judul : Foiled (Foiled #1)
Pengarang : Jane Yolen
Penerbit : Sahabat Ufuk
Tahun : 2012
Dibaca : 22 April 2015
Rating : ★★★

Satu hal yang membuatku tertarik dengan ini adalah sampulnya yang glossy dan bukunya yang tipis, tidak sampai 200 halaman. Setelah dibuka per halaman, ternyata buku ini novel grafis. Yah, aku tidak bilang komik karena ini tidak perlu berseri-seri untuk menuju akhir cerita. Untuk lebih jelasnya tentang perbedaan novel grafis dan komik, kalian bisa kunjungi tautan ini.

***

Aliera Carstairs, gadis buta kelas sepuluh yang sekolah pada sebuah SMA paling kecil di kotanya. Dia mahir anggar, bahkan pada suatu pertandingan mengalahkan lawan yang berumur di atasnya. Dan dia memiliki pedang baru yang dibelikan ibunya seharga dua Dollar di loakan. Bukan, bukan, bukan pedang, tapi "senjata".

Senjata berbeda dengan pedang. Senjata tidak digunakan untuk menyakiti dan membunuh lawan. Senjata hanya untuk mengalahkan. Aliera akan marah bila ada yang menyebut senjata sebagai pedang. Dan salah satu yang kena amarah Aliera adalah Avery Castle, anak baru yang menjadi pasangan labnya.

Connwaer's Completion

Sampul
Judul : Sihir dalam Bahaya
Judul Asli : The Magic Thief: Found (Magic Thief, #3)
Pengarang : Sarah Prineas
Penerbit : BIP (Bhuana Ilmu Populer)
Tahun : 2010
Dibaca : 22 April 2015
Rating : ★★★★★

Akhirnya aku tak risau menikmati buku ini, seri ketiga yang bisa disebut pamungkas. Awalnya, aku merasa waswas dengan buku ketiga ini; waswas karena mungkin ceritanya menggantung dan harus membaca dua buku selanjutnya yang tidak diterjemahkan penerbit. Tapi seorang teman mengatakan bahwa dua buku selanjutnya itu hanya side-story setelah apa yang dilakukan Conn pada buku ketiga. Jadi, kalian bisa membaca hanya sampai buku ini saja.

***

Conn masih di Wellmet, tetapi Wellmet yang semakin kelam dan ringkih. Predator segera datang untuk menghancurkan Wellmet dan seluruh penduduknya. Bersama Nevery, Conn mempersiapkan segalanya untuk melawan predator itu. Tetapi dewan sihir dan pihak kerajaan justru mempersulit. Mereka tidak percaya bahwa predator akan benar-benar datang.

18 April 2015

To All the Boys I've Loved Before Blog Tour + Giveaway


18 April. Selamat akhir pekan! Sebelumnya aku menawarkan diri untuk menjadi reviewer Penerbit Spring karena ingin coba memperluas jenis bacaanku. Yah, kuakui juga untuk mencari pengalaman tentang kisah-kisah romance remaja. Bila sebelumnya sukses dengan Fangirl, kali ini akan coba dengan TATBILB, aku singkat saja judulnya ya.

Kali ini postinganku berisi ulasan buku serta giveaway yang bekerja sama dengan Penerbit Spring. Mari kita cari tahu!

17 April 2015

Pay It Forward

Sampul
Judul : Pay It Forward
Pengarang : Emma Grace
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tahun : 2015
Dibaca : 16 April 2015
Rating : ★★★

Sore itu aku menerima paket yang diantarkan kurir berisi buku ini, dan pada hari itu juga aku menyelesaikan buku ini. Memang aku kangen melahap buku karena beberapa hari terakhir berkutat dengan beberapa buku yang tidak selesai dibaca. Selain itu, aku tergoda oleh logo di pojok kiri atas yang tertulis "Young Adult". Apa sih isinya?

***

Diceritakan Gitta dan Tedjas tidak pernah aku selama tiga tahun. Masing-masing memiliki pandangan buruk satu sama lain. Gitta menganggap Tedjas seorang yang angkuh dan tak tanggung jawab, mengingat apa yang Tedjas lakukan pada masa orientasi di awal kuliah. Tedjas pun berpikiran Gitta terlalu kaku dan sombong.

14 April 2015

A Monster Calls

Sampul
Judul : A Monster Calls
Pengarang : Patrick Ness
Penerbit : Candlewick Press
Tahun : 2013
Dibaca : 12 April 2015
Rating : ★★★★★

Beberapa waktu lalu entah dapat wangsit dari mana, aku mendeklarasikan diri untuk berlatih membaca buku berbahasa Inggris. Yap, itu melanggar janji tersiratku yang menyatakan bahwa aku tidak akan pernah membaca buku Bahasa Inggris. Janji itu bukan karena aku tidak bisa, lebih pada supaya aku memahami isi cerita.

Aku mulai dengan membaca The Giving Tree yang menurutku bahasanya sederhana dan bergambar. Lalu aku lanjutkan membaca Judy Moody dan meminjam buku ini. Yah, walaupun aku mulai dengan buku anak-anak tapi tidak seburuk itu membaca buku Bahasa Inggris.

***
"There is not always a good guy. Nor is there always a bad one. Most people are somewhere in between." (p. 64)

08 April 2015

The Colossus Rises

Sampul
Judul : Kebangkitan Kolosus
Judul Asli : The Colossus Rises (Seven Wonders, #1)
Pengarang : Peter Lerangis
Penerbit : Metamind (Tiga Serangkai)
Tahun : 2014
Dibaca : 6 April 2015
Rating : ★★

Seperti yang kubilang, usai membaca ini aku merasa sedih; tentunya sedih yang beralasan. Sedih karena membacanya seperti dikejar-kejar vromaski yang bahkan penggambaran entitas itu tidak terdeskripsikan dengan baik. Sedih karena terjemahannya yang amat kacrut dan membuatku mencacat di notes tentang kekacrutannya.

Dan yang paling membuatku sedih adalah dari semua genre fantasi yang kuelu-elukan, baru buku ini yang mendapat rating terendah; karena mencoba menyukai buku ini, bahkan sampai halaman terakhir, tapi tetap tidak bisa.

05 April 2015

Legend

Pengarang : Marie Lu
Penerbit : Mizan Fantasi
Tahun : 2012
Dibaca : 1 April 2015
Rating : ★★★★

"Setiap hari berarti 24 jam yang baru. Setiap hari berarti segalanya kembali mungkin. Kau hidup pada saat ini, kau mengambil itu semua dalam satu hari, dalam satu waktu. Kau mencoba berjalan dalam cahaya." —Day (hal. 382)

Seperti bercanda aku baru membaca buku ini sekarang. Tidak, memang aku baru membaca ini. Pada 2012 lalu, aku masih ingat ketika penerbit akan merilisnya. Awalnya, aku menunggu-nunggu buku ini karena ulasan yang bikin penasaran; ditambah sampul US yang oke punya. Tapi setelah melihat sampul yang digunakan penerbit, minat baca buku ini langsung hilang.

24 Maret 2015

Looking for Alaska

Sampul
Judul : Mencari Alaska
Judul Asli : Looking for Alaska
Pengarang : John Green
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tahun : 2014
Dibaca : 21 Maret 2015
Rating : ★★★

Aku merasakan cita rasa tulisan John Green itu kontemporer dengan cinta sebagai tema utama dan objek lain sebagai bumbu agar pembaca mendapatkan wawasan dari apa yang telah dibacanya. Begitu pula dengan buku ini, yang mana sebagai objek bumbunya adalah kata-kata terakhir sebelum kepergian orang-orang terkenal.

Ada dua tokoh yang bahkan penulis membuat catatan di akhir buku tentang kata-kata terakhir mereka. Adalah Simón Bolívar yang merupakan tokoh revolusioner Venezuela dan sang penyair François Rabelais. Yang menarik adalah kata-kata terakhir sangat sulit dipastikan kebenarannya. Dan penulis berusaha untuk seakurat mungkin untuk menyisipkan kata-kata terakhir tokoh yang disebutkan pada buku ini.

Back to Top