24 Januari 2018

(Bukan) Cara Resign! yang Baik dan Benar

Edited by Me

Sebuah artikel menjelaskan bagaimana mengundurkan diri dari pekerjaan tanpa menimbulkan permusuhan. Cara pertama yang dijabarkan adalah memastikan bahwa atasan atau bosmu tahu tentang informasi pengunduran diri tersebut. Jangan sampai kamu membeberkan keinginanmu kepada rekan kerja. Hal tersebut membuka peluang siapa pun tahu bahwa kamu akan melakukan resign. Cara berikutnya yang menarik perhatianku adalah berjaga-jaga bila tempat kerja barumu tidak nyaman dan kamu mungkin akan kembali ke tempat kerja sebelumnya. Memang tidak semua perusahaan akan bisa menerima karyawan yang sudah resign. Namun, bila kamu memiliki hubungan yang baik dengan tempat kerja lamamu, apa saja bisa terjadi termasuk kembali lagi ke kantor lama. Jadi, jangan menyumpahi lebih-lebih "meludahi" kantor lamamu. Kamu bisa membaca artikel lengkapnya di sini.

Nah, mungkin info di atas berguna karena pada buku berjudul "Resign!" yang akan kuulas berikut tidak memberikan informasi cara mengundurkan diri yang baik dari kantor. Tentulah beberapa orang yang tahu buku ini berharap dapat mendapatkan informasi tersebut dari buku ini karena jelas-jelas judulnya adalah "Resign!". Buku ini adalah fiksi bergenre Metropop yang menceritakan karyawan yang ingin mengunduran diri namun selalu ada rintangan untuk melakukannya. Karya Almira Bastari yang merupakan jebolan Wattpad bisa dibilang amat populer. Buktinya terlihat dari antusiasme buku ini pada saat pre-order. Menurut sumber terpercaya, 800 buku habis saat PO dan dilakukan sesi berikutnya dan 800 buku lagi ludes. Betapa banyak yang menginginkannya. Semoga tiada satu pun dari 1.600 pemesan itu yang beranggapan akan dapatkan tip dan trik mengundurkan diri dari kantor melalui "Resign!". Semoga.

23 Januari 2018

Kisah Masa Depan Illuminae + Blog Tour

Edited by Me

Pertanyaan pembuka: Siapa yang menghadiri Instagram Live #SpringDibajakPenulis bersama Jay Kristoff semalam?

Beruntung karena Instagram memberikan periode waktu untuk menyimpan rekaman video di Instagram Story sehingga aku bisa menonton ulangannya (karena ada hal yang harus kulakukan, aku tidak bisa menontonnya secara langsung). Jay Kristoff adalah satu dari dua penulis seri Illuminae Files yang buku pertamanya baru saja diterbitkan dalam bahasa Indonesia oleh Penerbit Spring. Bertato, berbrewok, dan sedap dipandang; tiga deskripsi Jay saat melihatnya di layar. Kemarin pagi, aku menyelesaikan seri terbaru Netflix, "The End of the F***ing World" (tontonan yang bagus dan menyegarkan terutama bagi remaja). Tokoh gadisnya bernama Alyssa. Ia punya ayah kandung bernama Leslie. Nah, Jay mengingatkanku pada Leslie. Kurasa, sepintas, mereka mirip. Jadi, kalau kamu punya waktu sekitar 2 jam 50 menit, tontonlah seri itu. Namun, sebelum itu, coba sisihkan waktumu untuk menyelesaikan ulasan ini. Sisihkan juga uang jajanmu untuk "Illuminae". Alasannya, akan kujabarkan di bawah ini.

Sepertinya semua orang yang membaca "Illuminae" akan membicarakan bagaimana kisah di dalamnya tersaji. Menurutku, bukunya aneh. Jay pun mengakuinya pada #SpringDibajakPenulis semalam. Begini: Bayangkan kamu harus membaca diktat. Kalau terlalu berat, bayangkan kamu murid Sekolah Dasar dan diminta untuk membuat kliping. Apa kira-kira isi? Berbagai macam artikel berisi laporan berdasarkan fakta yang mungkin berpadu dengan beberapa penggalan wawancara dan gambar-gambar pendukung. "Illuminae" kurang-lebih seperti itu. Bedanya, buku ini seutuhnya fiksi dengan latar waktu sekitar 500 tahun mendatang. Wow. Apakah bentuk tulisan seperti ini adalah gaya baru? Tidak, bentuk "Illuminae" bisa disebut epistolary atau teknik penulisan menggunakan kumpulan dokumen atau surat yang berurutan. Konon, teknik seperti ini sudah ada sejak abad ke-18. There's nothing new under the sun, pal.

08 Januari 2018

Ulasan Buku: Rumah Tanpa Jendela + Giveaway

Edited by Me

Aku bertanya-tanya adakah rak novel islami di toko buku pada 20 tahun lalu? Pertanyaan yang tercetus usai membaca artikel hasil diskusi "Posisi Sastra Populer dalam Wacana Kesusastraan Indonesia". Pada artikel tersebut diterangkan bahwa fiksi populer islami baru hadir pada era 2000-an. Jauh sebelumnya, sastra populer era 60'-an banyak mengangkat tema seks dan pada kurun 70'-an sampai 90'-an tema percintaan remaja kota yang memarak. Beberapa hari lalu, ketika mengunjungi Toko Buku Togamas Affandi, aku melihat tidak hanya satu rak buku berlabel novel islami. Semakin mendekat, aku melihat satu deretan buku dengan sampul poster film yang mana menjelaskan secara gamblang bahwa buku-buku tersebut telah diangkat ke layar lebar. Semakin mendekat lagi, kesemuanya adalah buah karya Asma Nadia. Dari "Jilbab Traveler: Love Sparks in Korea" sampai "Surga yang Tak Dirindukan".

Desember lalu, aku meminta Cantini Cucum, panelis diskusi yang kusebutkan di atas, menulis ulasan "Ayat-Ayat Cinta 2" karya Habiburrahman El Shirazy untuk Jurnal Ruang. Ide awalnya adalah rilisnya adaptasi film dari novel tersebut pada bulan itu sembari mengetes pembaca tentang ketertarikan mereka seputar fiksi populer islami yang belum pernah diangkat sebelumnya. Ternyata, sambutannya lumayan besar. Pada ulasan yang diberi judul "Pos-Islamisme dalam Ayat-Ayat Cinta 2", Cantini tidak hanya menjabarkan secara detail tentang novel tersebut, tetapi juga menjabarkan asal-usul fiksi nuansa islami pada satu paragraf. Ia berpendapat bahwa mencuatnya fiksi pop islami merupakan dampak lahirnya Forum Lingkar Pena. Usut punya usut, komunitas penulis dan pencinta dunia literasi terbesar di Indonesia itu didirikan oleh kakak-beradik Helvy Tiana Rosa dan Asma Nadia.

29 Desember 2017

Buku Paling Berkesan 2017 dan Sedikit Racauan

Edited by Me

Halo! Wah, kita sudah berada pada pengujung tahun 2017.

Seperti penggila film yang akan menuliskan film-film terbaik yang ditontonnya, penyuka musik yang akan menuliskan lagu-lagu atau album-album yang bikin mereka terpukau dengan lirik yang kuat, juga seperti para petualang yang akan membuat daftar tempat-tempat terindah yang sudah dikunjungi selama setahun ini, aku si kutu buku tidak akan melewatkan pengujung tahun ini dengan hanya berdiam diri. Seperti tahun lalu, aku membuat daftar bacaan yang membuatku berkesan pada tahun 2017 ini. Buku-buku yang kusebutkan masuk kriteria tak bisa dilupakan—baik itu dari ceritanya maupun karakternya. Tidak perlu berlama-lama lagi, berikut daftarnya yang kuurutkan dari buku yang paling awal kubaca pada tahun ini.

20 Desember 2017

Corpora Aliena dan Perasaan Terasing

Edited by Me

Suatu malam, seorang teman mengirimiku pesan dan menyatakan bahwa ia merasa asing dengan lingkungan sekitarnya. Ia bertanya-tanya apakah dirinya semakin tidak bisa bersosialisasi dengan orang lain—apakah dirinya kurang bisa berbaur. Aku coba menjelaskan kepadanya bahwa mungkin saja itu bukan terasing tetapi hanya merasa diabaikan. Lebih lanjut, ia pun menjelaskan bahwa ia merasa seperti itu hanya pada beberapa orang saja. Individu atau kelompok disebut terasing apabila mereka berbeda dari mayoritas kebanyakan dan karena perbedaan itulah mereka dijauhi. Yang menyebalkan, mayoritas tidak hanya menjauhi, bahkan bisa lebih ekstrem lagi seperti mengolok-olok bahkan menindas. Keterasingan ini bisa terjadi pada siapa saja—pun pada para tokoh yang diceritakan oleh Henny Triskaidekaman dalam kumpulan cerpennya berjudul "Corpora Aliena".

Aku tidak akan menyalahkan temanku itu karena merasa terasing. Perasaan tersebut bisa hadir kapan saja—apalagi ketika merasa terabaikan dan kesepian. Mungkin saja ia ingin berteman dengan lebih banyak orang namun kurang mampu bersosialisasi sehingga kesulitan dan merasa terasing. Itu perasaan yang wajar dan bisa diatasi apabila kita melihat kondisi dan keadaannya secara lebih luas. Bahkan, orang yang lama terbaring koma di rumah sakit akan merasa terasing jika sudah jarang berinteraksi dengan orang lain. Aku melihat perasaan terasing mirip dengan kesepian. Namun, jika dijabarkan bentuk-bentuknya, perasaan terasing terlihat lebih kompleks dan berurusan dengan lingkungan sekitar.